<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3163210194529353384</id><updated>2011-12-15T15:16:36.991+07:00</updated><category term='Serba-Serbi'/><category term='Korea Selatan'/><category term='Catatan Perjalanan di Negeri Ginseng'/><category term='Essay'/><category term='Curahan Hati'/><category term='Kompetiblog'/><category term='Studi di belanda'/><category term='Black Blog Competition'/><category term='About Gie'/><category term='Mata Kuliah Menulis Kreatif'/><category term='The Inspiring Words'/><category term='Wawancara'/><category term='News'/><title type='text'>Contemplation</title><subtitle type='html'>Contemplation</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Gie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16817881199086027221</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/S_vz3MilaPI/AAAAAAAAA1U/UHT6_RI0tbY/S220/101_4480.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>95</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3163210194529353384.post-7670593457387321111</id><published>2010-05-29T09:25:00.003+07:00</published><updated>2010-05-30T14:42:00.276+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mata Kuliah Menulis Kreatif'/><title type='text'>Komentar Cerpen Senja</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: arial;" align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Sepotong Senja Untuk Pacarku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;                             &lt;br /&gt;                                  &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Karya:&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial;" align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Seno Gumira Ajidarma&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial;" align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial;" align="justify"&gt;Alina tercinta,Bersama surat ini kukirimkan padamu sepotong senja–dengan angin, debur ombak, matahari terbenam, dan cahaya keemasan. Apakah kamu menerimanya dalam keadaan lengkap?&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Seperti setiap senja di setiap pantai, tentu ada juga burung-burung, pasir yang basah, siluet batu karang, dan barangkali juga perahu lewat di jauhan. Maaf, aku tidak sempat menelitinya satu persatu. Mestinya ada juga lokan, batu yang berwarna-warni, dan bias cahaya cemerlang yang berkeretap pada buih yang bagaikan impian selalu saja membuat aku mengangankan segala hal yang paling mungkin kulakukan bersamamu meski aku tahu semua itu akan tetap tinggal sebagai kemungkinan yang entah kapan menjadi kenyataan.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kukirimkan sepotong senja ini untukmu Alina, dalam amplop yang tertutup rapat, dari jauh, karena aku ingin memberikan sesuatu yang lebih dari sekedar kata-kata.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sudah terlalu banyak kata di dunia ini Alina, dan kata-kata, ternyata, tidak mengubah apa-apa. Aku tidak akan menambah kata-kata yang sudah tak terhitung jumlahnya dalam sejarah kebudayaan manusia Alina.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Untuk apa? Kata-kata tidak ada gunanya dan selalu sia-sia. Lagi pula siapakah yang masih sudi mendengarnya? Di dunia ini semua orang sibuk berkata-kata tanpa peduli apakah ada orang lain yang mendengarnya. Bahkan mereka juga tidak peduli dengan kata-katanya sendiri. Sebuah dunia yang sudah kelebihan kata-kata tanpa makna. Kata-kata sudah luber dan tidak dibutuhkan lagi. Setiap kata bisa diganti artinya. Setiap arti bisa diubah maknanya. Itulah dunia kita Alina.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kukirimkan sepotong senja untukmu Alina, bukan kata-kata cinta. Kukirimkan padamu sepotong senja yang lembut dengan langit kemerah-merahan yang nyata dan betul-betul ada dalam keadaan yang sama seperti ketika aku mengambilnya saat matahari hampir tenggelam ke balik cakrawala.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Alina yang manis, Alina yang sendu, Akan kuceritakan padamu bagaimana aku mendapatkan senja itu untukmu.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sore itu aku duduk seorang diri di tepi pantai, memandang dunia yang terdiri dari waktu. Memandang bagaimana ruang dan waktu bersekutu, menjelmakan alam itu untuk mataku. Di tepi pantai, di tepi bumi, semesta adalah sapuan warna keemasan dan lautan adalah cairan logam meski buih pada debur ombak yang menghempas itu tetap saja putih seperti kapas dan langit tetap saja ungu dan angin tetap saja lembab dan basah, dan pasir tetap saja hangat ketika kuusapkan kakiku ke dalamnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kemudian tiba-tiba senja dan cahaya gemetar.Keindahan berkutat melawan waktu dan aku tiba-tiba teringat padamu.“barangkali senja ini bagus untukmu,” pikirku. Maka kupotong senja itu sebelum terlambat, kukerat pada empat sisi lantas kumasukkan ke dalam saku. Dengan begitu keindahan itu bisa abadi dan aku bisa memberikannya padamu.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu aku berjalan pulang dengan perasaan senang. Aku tahu kamu akan menyukainya karena kamu tahu itulah senja yang selalu kamu bayangkan untuk kita. Aku tahu kamu selalu membayangkan hari libur yang panjang, perjalanan yang jauh, dan barangkali sepasang kursi malas pada sepotong senja di sebuah pantai di mana kita akan bercakap-cakap sembari memandang langit sambil berangan-angan sambil bertanya-tanya apakah semua ini memang benar-benar telah terjadi. Kini senja itu bisa kamu bawa ke mana-mana.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ketika aku meninggalkan pantai itu, kulihat orang-orang datang berbondong-bondong, ternyata mereka menjadi gempar karena senja telah hilang. Kulihat cakrawala itu berlubang sebesar kartu pos.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Alina sayang,Semua itu telah terjadi dan kejadiannya akan tetap seperti itu. Aku telah sampai ke mobil ketika di antara kerumunan itu kulihat seseorang menunjuk-nunjuk ke arahku.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Dia yang mengambil senja itu! Saya lihat dia mengambil senja itu!”&lt;br /&gt;Kulihat orang-orang itu melangkah ke arahku. Melihat gelagat itu aku segera masuk mobil dan tancap gas.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Catat nomernya! Catat nomernya!”&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Aku melejit ke jalan raya. Kukebut mobilku tanpa perasaan panik. Aku sudah berniat memberikan senja itu untukmu dan hanya untukmu saja Alina. Tak seorang pun boleh mengambilnya dariku. Cahaya senja yang keemasan itu berbinar-binar di dalam saku. Aku merasa cemas karena meskipun kaca mobilku gelap tapi cahaya senja tentu cukup terang dilihat dari luar. Dan ternyata cahaya senja itu memang menembus segenap cahaya dalam mobilku,sehingga mobilku itu meluncur dengan nyala cemerlang ke aspal maupun ke angkasa.&lt;br /&gt;Dari radio yang kusetel aku tahu, berita tentang hilangnya senja telah tersebar ke mana-mana. Dari televisi dalam mobil bahkan kulihat potretku sudah terpampang. Aduh. Baru hilang satu senja saja sudah paniknya seperti itu. Apa tidak bisa menunggu sampai besok? Bagaimana kalau setiap orang mengambil senja untuk pacarnya masing-masing? Barangkali memang sudah waktunya dibuat senja tiruan yang bisa dijual di toko-toko,dikemas dalam kantong plastik dan dijual di kaki lima. Sudah waktunya senja diproduksi besar-besaran supaya bisa dijual anak-anak pedagang asongan di perempatan jalan.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Senja! Senja! Cuma seribu tiga!”&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Di jalan tol mobilku melaju masuk kota.Aku harus hati-hati karena semua orang mencariku. Sirene mobil polisi meraung-raung di mana-mana. Cahaya kota yang tetap gemilang tanpa senja membuat cahaya keemasan dari dalam mobilku tidak terlalu kentara. Lagi pula di kota, tidak semua orang peduli apakah senja hilang atau tidak. Di kota kehidupan berjalan tanpa waktu, tidak peduli pagi siang sore atau malam. Jadi tidak pernah penting senja itu ada atau hilang. Senja cuma penting untuk turis yang suka memotret matahari terbenam. Boleh jadi hanya demi alasan itulah senja yang kubawa ini dicari-cari polisi.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sirene polisi mendekat dari belakang. Dengan pengeras suara polisi itu memberi peringatan.&lt;br /&gt;“Pengemudi mobil Porsche abu-abu metalik nomor SG 19658 A, harap berhenti. Ini Polisi. Anda ditahan karena dituduh telah membawa senja. Meskipun tak ada aturan yang melarangnya, tapi berdasarkan…”&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak sudi mendengarnya lebih lama lagi. Jadi kubilas dia sampai terpental keluar pagar tepi jalan. Kutancap gas dan menyelip-nyelip dengan lincah di jalanan. Dalam waktu singkat kota sudah penuh raungan sirene polisi. Terjadi kejar-kejaran yang seru.Tapi aku lebih tahu seluk-beluk kota, jalanan dengan cahaya yang bernmain warna, gang-gang gelap yang tak pernah tercatat dalam buku alamat, lorong-lorong rahasia yang hanya diperuntukkan bagi orang-orang di bawah tanah.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Satu mobil terlempar di jalan layang, satu mobil lain tersesat di sebuah kampung, dan satu mobil lagi terguling-guling menabrak truk dan meledak lantas terbakar.Masih ada dua polisi bersepeda motor mengejarku. Ini soal kecil. Mereka tak pernah bisa mendahuluiku, dan setelah kejar-kejaran beberapa lama, mereka kehabisan bensin dan pengendaranya cuma bisa memaki-maki. Kulihat senja dalam saku bajuku. Masih utuh. Angin berdesir. Langit semburat ungu. Debur ombak menghempas ke pantai. Hanya padamulah senja ini kuserahkan Alina.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tapi Alina, polisi ternyata tidak sekonyol yang kusangka. Di segenap sudut kotak mereka telah siap siaga. Bahkan aku tak bisa membeli makanan untuk mengisi perutku. Bahkan di langit tanpa senja, helikopter mereka menyorotkan lampu di setiap celah gedung bertingkat. Aku tersudut dan akhirnya nyaris tertangkap. Kalau saja tidak ada gorong-gorong yang terbuka.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Mobilku sudah kutinggal ketika memasuki daerah kumuh itu. Aku berlari di antara gudang, rumah tua,tiang serta temali. Terjatuh di atas sampah, merayapi tangga-tangga reyot, sampai seorang gelandangan menuntunku ke suatu tempat yang tak akan pernah kulupakan dalam hidupku.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Masuklah,” katanya tenang, “disitu kamu aman.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ia menunjuk gorong-gorong yang terbuka itu. Ada tikus keluar dari sana. Banya bacin dan pesing. Kutengok ke bawah. Kulihat kelelawar bergantungan. Aku ragu-ragu.Namun deru helikopter dengan lampu sorotnya yang mencari-cari itu melenyapkan keraguanku.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Masuklah, kamu tidak punya pilihan lain.”&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dan gelandangan itu mendorongku. Aku terjerembab jatuh. Bau busuknya bukan main. Gorong-gorong itu segera tertutup dan kudengar gelandangan itu merebahkan diri di atasnya. Lampu sorot helikopter menembus celah gorong-gorong tapi tak cukup untuk melihatku. Kurabah senja dalam kantongku, cahayanya yang merah keemas-emasan membuat aku bisa melihat dalam kegelapan. Aku melangkah dalam gorong-gorong yang rupanya cukup tinggi juga. Kusibukkan kelelawar bergantungan yang entah mati entah hidup itu. Kulihat cahaya putih di ujung gorong-gorong. Air busuk mengalir setinggi lutut, namun makin ke dalam makin surut. Di tempat yang kering kulihat anak-anak gelandangan duduk-duduk maupun tidur-tiduran, mereka berserakan memeluk rebana dengan mata yang tidak memancarkan kebahagian.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Aku berjalan terus melangkahi mereka dan coba bertahan. Betapa pun ini lebih baik daripada harus menyerahkan senja Alina.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Di ujung gorong-gorong,di temapt cahaya putih itu, ada tangga menurun ke bawah. Kuikuti tangga itu. Cahaya semakin terang dan semakin benderang. Astaga. Kamu boleh tidak percaya Alina, tapi kamu akan terus membacanya. Tangga itu menuju ke mulut sebuah gua, dan tahukah kamu ketika aku keluar dari gua itu aku ada di mana? Di tempat persisi sama dengan tempat di mana aku mengambil senja itu untukmu Alina. Sebuah pantai dengan senja yang bagus:ombak,angin,dan kepak burung?tak lupa cahaya keemasan dan bias ungu pada mega-mega yang berarak bagaikan aliran mimpi. Cuma saja tidak ada lubang sebesar kartu pos. Jadi, meskipun persis sama,tapi bukan tempat yang sama.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Aku berjalan ke tepi pantai. Tenggelam dalam guyuran alam yang perawan. Nyiur tentu saja, matahari, dan dasat lautan yang bening dengan lidah ombak yang berdesis-desis. Tak ada cottage , tak ada barbeque, tak ada marina.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“semua itu memang tidak perlu. Senja yang bergetar melawan takdir membiaskan cahaya keemasan ke tepi semesta. Aku sering malu sendiri melihat semua itu. Alina, apakah semua itu mungkin diterjemahkan dalam bahasa?”&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sambil duduk di tepi pantai aku berpikir-pikir, untuk apakah semua ini kalau tidak ada yang menyaksikannya? Setelah berjalan ke sana ke mari aku tahu kalau dunia dalam gorong-gorong ini kosong melompong. Tak ada manusia, tak ada tikus, apalagi dinosaurus. Hanya burung yang terkepak, tapi ia sepertinya bukan burung yang bertelur dan membuat sarang. Ia hanya burung yang dihadirkan sebagai ilustrasi senja. Ia hanya burung berkepak dan berkepak terus disana. Aku tak habis pikir Alina, alam seperti ini dibuat untu apa? Untuk apa senja yang bisa membuat seseorang ingin jatuh cinta itu jika tak ada seekor dinosaurus pun menikmatinya? Sementara di atas sana orang-orang ribut kehilangan senja….&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jadi, begitulah Alina, kuambil juga senja itu. Kukerat dengan pisau Swiss yang selalu kubawa, pada empat sisinya, sehingga pada cakrawala itu terbentuk lubang sebesar kartu pos. Dengan dua senja di saku kiri dan kanan aku melangkah pulang. Bumi berhenti beredar di belakangku, menjadi kegelapan yang basah dan bacin. Aku mendaki tangga kembali menuju gorong-gorong bumiku yang terkasih.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sampai di atas, setelah melewati kalelawar bergantungan,anak-anak gelandangan berkaparan, dan air setinggi lutut, kulihat polisi-polisi helikopter sudah pergi. Gelandangan yang menolongku sedang tiduran di bawah tiang listrik sambil meniup saksofon.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Aku berjalan mencari mobilku. Masih terparkir dengan baik di supermarket. Nampaknya bahkan baru saja dicuci. Sambil mengunyah pizza segera kukebut mobilku menuju pantai. Dengan dua senja di saku kiri dan kanan, lengkap dengan matahari,laut,pantai, dan cahaya keemasannya masing-masing, mobilku bagai memancarkan cahaya Ilhai. Sepanjang jalan layang, sepanjang jalan tol, kutancap gas dengan kecepatan penuh…&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Alina kekasihku, pacarku, wanitaku.Kamu pasti sudah tahu apa yang terjadi kemudian. Kupasang senja yang dari gorong-gorong pada lubang sebesar kartu pos itu dan ternyata pas. Lantas kukirimkan senja yang ?asli? ini untukmu, lewat pos.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Aku ingin mendapatkan apa yang kulihat pertama kali: senja dalam arti yang sebenarnya?bukan semacam senja yang ada di gorong-gorong itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kini gorong-gorong itu betul-betul menjadi gelap Alina. Pada masa yang akan datang orang-orang tua akan bercerita pada cucunya tentang kenapa gorong-gorong menjadi gelap.Meraka akan berkisah bahwa sebenarnya ada alam lain di bawah gorong-gorong dengan matahari dan rembulannya sendiri, namun semua itu tida lagi karena seorang telah mengambil senja untuk menggantikan senja lain di atas bumi. Orang-orang tua itu juga akan bercerita bahwa senja yang asli telah dipotong dan diberikan oleh seseorang kepada pacarnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Alina yang manis, paling manis, dan akan selalu manis, Terimalah sepotong senja itu, hanya untukmu, dari seseorang yang ingin membahagiakanmu. Awas hati-hati dengan lautan dan matahari itu, salah-salah cahayanya membakar langit dan kalau tumpah airnya bisa membanjiri permukaan bumi.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dengan ini kukirimkan pula kerinduanku padamu, dengan cium, peluk, dan bisikan terhangat, dari sebuah tempat yang paling sunyi di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial;" align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial;" align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Komentar:&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: arial;" align="justify"&gt;Saya termasuk orang yang suka cerpen ini. Pasalnya, Seno dalam novel ini menggunakan gaya bahasa yang enak untuk dibaca. Pemilihan diksi, istilah, kata-katanya membuat orang yang membacanya tidak bosan bahkan larut untuk ingin terus membaca kelanjutannya. Keterampilan seno memilih kata-kata memang patutu diacungi jempol. Di dalam cerpen ini ada kata yang meskipun singkat tetapi begitu dalam maknanya sehingga membacanya sekalipun akan membekas dan memberikan kesan tersendiri.  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3163210194529353384-7670593457387321111?l=gie-insanmuttaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/feeds/7670593457387321111/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2010/05/komentar-cerpen-senja.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/7670593457387321111'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/7670593457387321111'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2010/05/komentar-cerpen-senja.html' title='Komentar Cerpen Senja'/><author><name>Gie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16817881199086027221</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/S_vz3MilaPI/AAAAAAAAA1U/UHT6_RI0tbY/S220/101_4480.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3163210194529353384.post-583604398059309363</id><published>2010-05-27T09:03:00.001+07:00</published><updated>2010-05-27T09:24:40.475+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mata Kuliah Menulis Kreatif'/><title type='text'>Resensi Film IP MAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/S_3XuDmiaWI/AAAAAAAAA10/GYgJsbBN9ng/s1600/poster.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 222px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/S_3XuDmiaWI/AAAAAAAAA10/GYgJsbBN9ng/s320/poster.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5475769908193290594" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;IP Man, Lika-Liku Hidup Sang Master Wing Chun&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemain       : Donnie Yen, Simon Yam, Lam Ka-Tung, Hiroyuki Ikeuchi, Xing Yu, Fan Siu-Wong, Lynn Hung, Wong You-Nam&lt;br /&gt;Sutradara   : Wilson Yip&lt;br /&gt;Penulis        : Edmond Wong&lt;br /&gt;Produser    : Raymond Wong&lt;br /&gt;Produksi     : Mandarin Films Distribution&lt;br /&gt;Homepage  : www.ipman-movie.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam dunia &lt;em&gt;martial art&lt;/em&gt; (seni bela diri) nama IP Man sudah tidak asing lagi. Guru bela diri dari aktor laga kawakan Brucee Lee ini memang seorang yang fenomenal di negeri tirai bambu. IP Man adalah seorang master seni bela diri Wing Chun yang khas dengan mengandalkan bela diri jarak dekat dan kecepatan tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film IP Man mengisahkan perjalanan hidup sang master. Cerita film diadaptasi dari kisah nyata IP Man saat masa penjajahan Jepang di China sekitar tahun 30-an. Kisah dimulai dengan penggambaran bagaimana saat itu banyak orang mendirikan perguruan silat sebagai salah satu bentuk usaha. Namun IP Man mempunyai sikap berbeda dengan kebanyakan orang. Meskipun terkenal dan dihormati banyak orang, IP Man tidak begitu ngotot dan menonjolkan perguruan dan kemampuan bela dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa penjajahan mengharuskan IP Man bersinggungan dengan orang Jepang. Hal ini dikarenakan kesewenang-wenangan Jepang sehingga membuat IP Man tidak bisa tinggal diam. Perjuangan dan pergolakan IP Man dalam menghadapi semua itu menjadi garis besar cerita film.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perpaduan aksi aktor laga Donie Yen selaku IP Man dan Sammo Hung selaku penata laga menghasilkan sebuah tontonan laga yang apik. Tontonan laga yang bisa dibilang tidak biasa ditampilkan dari film aksi laga China lainnya. Hal ini lantaran berani menyajikan pertarungan jarak dekat yang biasanya dihindari film silat China karena dianggap kurang menarik ditampilkan pada layar lebar. Namun hal tersebut justru dibantahkan dengan sendirinya karena sajian indah seni bela diri Wing Chun digambarkan begitu realistis dan natural. Pukulan dan tendangan begitu nyata dan tidak dibuat-buat. Bahkan adegan kaki, tangan, dan hidung patah ditampilkan begitu mirip dengan aslinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, dipilihnya Donie Yen menjadi IP Man menjadi unsur yang menarik dari film ini. Sosok Donie Yen yang kalem dan menawan bisa mempresentasikan sosok IP Man dengan sempurna. Mungkin hasilnya akan berbeda misalkan dilakoni oleh aktor laga lainnya semisal Cho Yun Fat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang selalu bisa terlihat dari setiap film berlatar jaman dulu adalah bagaimana latar tempat, pakaian, dan budaya ketika itu dibuat semirip jaman tersebut. Semua itu pun tersaji dengan apik d film IP Man. Unsur sinematografis dan properti film ini seakan membawa penonoton kembali ke masa China tahun 30-an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wing Chun sebagai salah satu bela diri asal China yang mentitikberatkan pada keahlian kecepatan tangan memang kalah pamor dari seni bela diri lain semisal kungfu, judo, atau taekwondo di kancah internasional. Tidak banyak yang tahu akan adanya seni bela diri tersebut. Sayangnya film ini tidak begitu eksplisit mendeskripsikan atau “mempresentasikan” seni bela diri yang dipopulerkan oleh IP Man ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekurangan lain film ini adalah tidak begitu mendalam sisi lain dari seorang IP Man selaku suami dan ayah. Meskipun ada beberapa adegan yang menggambarkan kebersamaan IP Man dengan istri dan anaknya, tetapi kurang cukup untuk melihat sisi humanistik sang master. Peran istri IP Man pun seakan tidak memberikan andil yang besar terhadap sikap dan pribadi sang suami. Sehingga sosok istri IP Man di dalam film terkesan sebagai pelengkap saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari kekurangan yang ada, film ini berani mendobrak pakem tentang film aksi. Sajian tidak monoton, baru, aksi, dan akting menawan Donie Yen adalah kombinasi yang digarap secara matang. Menjadi alternatif tontonan bagi pecinta film laga sebagai hiburan yang layak ditonton.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3163210194529353384-583604398059309363?l=gie-insanmuttaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/feeds/583604398059309363/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2010/05/resensi-film-ip-man.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/583604398059309363'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/583604398059309363'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2010/05/resensi-film-ip-man.html' title='Resensi Film IP MAN'/><author><name>Gie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16817881199086027221</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/S_vz3MilaPI/AAAAAAAAA1U/UHT6_RI0tbY/S220/101_4480.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/S_3XuDmiaWI/AAAAAAAAA10/GYgJsbBN9ng/s72-c/poster.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3163210194529353384.post-6287882008299481355</id><published>2010-05-26T16:32:00.002+07:00</published><updated>2010-05-30T14:41:09.573+07:00</updated><title type='text'>Meresensi Resensi</title><content type='html'>&lt;strong style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;'MERANTAU', Saatnya Aksi Lokal Unjuk Gigi&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-family: arial;"&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-family: arial;"&gt;KapanLagi.com&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; - Pemain: Iko Uwais, Siska Jesika, Christine Hakim, Donny Alamsyah, Yusuf Aulia, Laurent Buson, Alex Abbad, Mads Koudal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Merantau adalah sebuah tradisi yang ada di Minangkabau, Sumatra Barat yang wajib dijalankan bagi setiap laki-laki yang tinggal di Minangkabau untuk pembelajaran diri. Tak terkecuali bagi Yuda (Iko Uwais), seorang pesilat Harimau. Ia harus merantau ke Jakarta, dan meninggalkan Minangkabau. Meski sang ibu, Wulan (Christine Hakim) melarangnya, tapi karena sudah bagian dari tradisi, maka Yuda tetap pergi meninggalkan ibunya, dan kakaknya Yayan (Donny Alamsyah) dengan tujuan menjadi guru silat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Dari Minangkabau yang tenang dan penuh kenyamanan, Yuda harus berhadapan dengan kerasnya kehidupan di Jakarta. Tak kunjung menjadi guru silat, nasib pun mempertemukan dirinya dengan Adit (Yusuf Aulia) dan Astri (Siska Jesika), kakak beradik yang akhirnya menjadi korban sebuah organisasi human trafficking, pimpinan Ratger (Mads Koudal). Yuda pun tergerak hatinya untuk membantu Astri dan adiknya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Yuda pun harus berhadapan dengan organisasi mafia, dan ia harus melawan kaki tangan Ratger, Luc (Laurent Buson) dan Johni (Alex Abbad) dan anak buahnya. Demi sebuah kebebasan, Yuda bersama Astri dan Adit melarikan diri dari para preman-preman dan mucikari yang terus mengejar mereka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;MERANTAU bisa menjadi jawaban atas 'kekekeringan' film-film Indonesia yang bermutu tapi juga tidak meninggalkan unsur entertainment di dalamnya. Film yang disutradarai oleh Gareth Evans, sutradara asal Inggris berusaha mengangkat salah satu kebudayaan asli Indonesia, yakni pencak silat ke dunia internasional.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Sebelum menggarap MERANTAU, Gareth terlebih dahulu melakukan research ke seluruh Indonesia mengenai pencak silat, dan pilihannya jatuh kepada pencak silat Harimau asal Minangkabau. Sebagai film dengan genre drama action, MERANTAU menyuguhkan adegan-adegan penuh action yang belum pernah ditayangkan di film laga lokal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Dari sisi sinematografi, Gareth mampu menampilkan tontonan yang apik meski dengan budget 'terbatas', sekitar 15 miliar rupiah. Alhasil, adegan kejar-kejaran dan perkelahian melewati gang-gang sempit dan bahkan adegan ketika Yuda berkelahi di atas tumpukan-tumpukan bambu, terlihat sangat apik. Tak heran jika sebelum premier di Tanah Air, film ini telah mendapatkan standing applaus saat diputar di ajang film internasional di Korea dan Jogya beberapa waktu lalu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Selain untuk mengangkat pencak silat, yang merupakan budaya asli Indonesia ke dunia internasional, MERANTAU ingin mengajak semua generasi muda Indonesia lebih mencintai dan bangga terhadap budaya asli Indonesia. Karena sesungguhnya, budaya asli Indonesia harus dipertahankan. Jika orang luar saja tertarik untuk membuat film dengan latar belakang budaya Tanah Air, kenapa kita yang lahir di Indonesia justru tidak bangga dengan budaya milik kita sendiri? (kpl/riz)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Komentar&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Resensi film MERANTAU berjudul ‘MERANTAU’, Saatnya aksi lokal unjuk gigi yang ditulis salah seorang redaksi portal www.kapanlagi.com dengan nama pena riz ini dari segi judul berhasil menggambarkan isi film tersebut seperti apa. Pasalnya, film yang dibintangi artis kawakan Indonesia, Christine Hakim, ini memang menampilkan suguhan aksi laga. Harus diakui, judul yang tepat memudahkan pembaca memahami keseluruhan isi resensi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Dari segi sistematika penulisan, riz telah mengerjakan tugasnya dengan menuliskan para pemain yang ada dalam film tersebut. Namun ada yang masih kurang seperti tahun produksi, produser, dan sutradara. Memulai dengan sebuah pendefinisian dari kata merantau itu sendiri serta langsung masuk kepada awal cerita adalah lead yang menarik pembaca. Resensi riz yang membawa pembaca mengetahui cerita secara keseluruhan dengan padat cukup berhasil. Terlihat riz tidak terjebak dalam alur ceritanya dengan to the point. Salah satunya bisa dilihat dari kalimat Yuda pun tergerak hatinya untuk membantu Astri dan adiknya. Padahal, bisa saja riz menceritakan terlebih dahulu awal mula Yuda bisa bertemu Adit dan Astri yang disebabkan Adit mencopet dompet Yuda kemudian ingin membantu karena kondisi dari Adit dan Astri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Namun sayangnya, membaca resensi riz ini terkesan ”melindungi” film yang dibuat dengan budget sekitar 15 miliar rupiah ini. Hal ini terlihat dari resensi riz yang tidak menyinggung sama sekali kekurangan film ini. Padahal, film ini banyak kekurangannya terlepas dari mendapatkan standing applaus saat diputar di ajang film internasional di Korea dan menunjukkan pencak silat di dunia internasional lewat film. Segi cerita saja film ini tidak matang. Konflik yang ada hanya berkisar pada satu masalah. Menjadikan film ini terkurung pada satu konflik tersebut sehingga berdampak pada latarnya yang tidak bervariasi. Kritik yang semacam itu tidak ada dalam resensi riz untuk film ini. Bagaimanapun, namanya resensi harus memiliki cover both side yakni berimbangnya antara kelebihan dan kekurangan yang ada dalam film tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Memang boleh diakui jika film ini memiliki aksi laga yang tidak kalah dengan aksi laga film luar, tetapi penjelasan riz kurang memberikan gambaran dengan detail sehebat apa aksi laga yang ditampilkan. Padahal banyak yang bisa digali dari aksi laga tersebut misalkan betapa natural aksi yang dilakukan sehingga tidak seperti film-film Indonesia lainnya terlihat sekali dibuat-buatnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Satu hal lagi terlewat dari penulisan resensi ini yaitu penekanan persuasifnya yang kurang. Dalam alinea terakhir riz malah menyinggung bagaimana budaya Indonesia harus dipertahankan dan mencintainya. Bukan memberikan kalimat persuasif atau memberikan saran untuk menonton film ini dengan semua kelebihan yang ia tulis di alinea-alinea sebelumnya.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3163210194529353384-6287882008299481355?l=gie-insanmuttaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/feeds/6287882008299481355/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2010/05/meresensi-resensi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/6287882008299481355'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/6287882008299481355'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2010/05/meresensi-resensi.html' title='Meresensi Resensi'/><author><name>Gie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16817881199086027221</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/S_vz3MilaPI/AAAAAAAAA1U/UHT6_RI0tbY/S220/101_4480.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3163210194529353384.post-7751868549554383801</id><published>2010-05-26T16:28:00.000+07:00</published><updated>2010-05-26T16:30:28.874+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mata Kuliah Menulis Kreatif'/><title type='text'>Ketok Mejik Lokomotif Jogja</title><content type='html'>&lt;em&gt;Jika motor dan mobil yang rusak dibawa ke bengkel. Maka lokomotif kereta yang rusak dibawa ke Balai Yasa.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjajahan tidak selamanya menghasilkan sebuah kesengsaraan dan kerugian. Beberapa warisan kolonial di Indonesia bahkan sangat bermanfaat kehadirannya. Balai Yasa adalah salah satu warisan kolonial Belanda di Indonesia yang keberadaannya sangat dibutuhkan. Balai Yasa merupakan sebuah tempat memperbaiki lokomotif kereta api yang ada di Yogyakarta. ”Bisa dibilang rumah sakitnya lokomotif,” ucap Amirudin, staf pelaksana Bagian Umum Balai Yasa.&lt;br /&gt;Memiliki sekitar 470 lebih teknisi menjadikan Balai Yasa salah satu bengkel lokomotif terbesar di pulau Jawa. Berdiri di atas tanah seluas 12,88 hektar dan memiliki luas bangunan 4.37 hektar ini, Balai Yasa telah banyak memperbaiki lokomotif rusak yang beroperasi di pulau Jawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Layanan lokomotif&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Balai Yasa berdiri tahun 1914 dengan nama Central Werkplaats dengan tugas pokoknya melaksanakan perbaikan lokomotif, gerbong, dan kereta. Balai Yasa sempat diambil alih oleh Jepang tahun 1942. Lalu diambil alih pemerintah Indonesia setelah proklamasi pada 28 Septemper 1945 dengan nama Balai Karya. Berubah nama menjadi Balai Yasa tahun 1959 dengan tugas pokok melaksanakan layanan untuk lokomotif terutama perbaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diakui Amirudin, layanan yang sering dikerjakan adalah perbaikan lokomotif. ”Mayoritas di sini kita memperbaiki lokomotif yang rusak,” terangnya. Amirudin menambahkan kerusakan yang terjadi kebanyakan akibat umur lokomotif yang sudah tua. Hal ini dikarenakan lokomotif yang beroperasi di Indonesia mayoritas produk-produk lama. ”Bahkan sudah ada yang gak layak pakai lagi,” aku Amirudin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerusakan akibat ulah manusia seperti kecelakaan bukan tidak ada. ”Bisa juga kecelakaan kereta dan ulah manusia seperti bonek,” ungkap Wawik, staf bagian Kelangsungan Kerja (KK) Balai Yasa. Namun presentasinya lebih kecil. ”Cuman gak banyak,” tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lingkup dan alur kerja Balai Yasa bisa dikategorikan kompleks. Terlihat dari banyaknya layanan yang diberikan untuk lokomotif. “Tidak hanya perbaikan lokomotif, tapi pemaksimalan kerja lokomotif juga kita lakukan seperti modifikasi,” kata Wawik. Pemeriksaaan berkala, pengetesan, dan pencucian lokomotif adalah layanan lain yang ada di Bala Yasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama empat tahun sekali Balai Yasa melakukan pemeriksaan akhir terhadap semua lokomotif yang beredar di pulau Jawa. Ini dimaksudkan untuk mengevaluasi secara besar-besaran terhadap kualitas lokomotif. “Selain itu kita juga ada program yang dua tahunan. Namanya SPA singkatan dari Semi Pemerikasaan Akhir sebagai persiapan untuk yang empat tahunan,” imbuh Wawik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengusung motto keselamatan dan kelayakan, Balai Yasa peduli terhadap keselamatan para pegawainya. Keselamatan memang hal yang sangat dijaga di Balai Yasa. Pasalnya, barang-barang yang dikerjakan tidak sembarangan. Ditambah alat-alatnya pun tergolong berat dan berbahaya. Risiko kecelakaan saat bekerja sangat rentan terjadi. Sehingga para teknisi dilindungi dengan perlengkapan keselamatan kerja. Helm industri dan seragam yang memenuhi standar keselamatan menjadi satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ketat &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tidak semua orang bisa memasuki kawasan Balai Yasa yang berada sebelah timur stasiun Lempuyangan ini. Jika hanya ingin melihat-lihat dan tidak ada urusan yang penting, jangan harap bisa diizinkan masuk. “Kalau tidak ada kepentingan seperti magang, penelitian, dan reportase kami tidak mengizinkan untuk masuk,” tutur Amirudin. Alasan keselamatan dan kelancaran produktivitas kerja di Balai Yasa menjadi pertimbangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Balai Yasa memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk melakukan magang. Menurut Amirudin, mahasiswa jurusan teknik kerap magang dan mengadakan penelitian di Balai Yasa. Fasilitas perpustakaan yang dimiliki Balai Yasa ikut memperkaya dan mempermudah referensi terutama tentang perkeretaapian. Tidak hanya mahasiswa, masinis dan teknisi pun sering mengadakan pelatihan seperti workshop.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lokasinya yang representatif tergolong jauh dari perumahan warga tidak menimbulkan keluhan warga. Suara-suara mesin, bangkai lokomotif, dan limbah mesin tidak menjadi masalah. Bagaimanapun, bengkel warisan Belanda ini telah turut menjaga kualitas moda transportasi khususnya kereta api sehingga layak beroperasi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3163210194529353384-7751868549554383801?l=gie-insanmuttaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/feeds/7751868549554383801/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2010/05/ketok-mejik-lokomotif-jogja.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/7751868549554383801'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/7751868549554383801'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2010/05/ketok-mejik-lokomotif-jogja.html' title='Ketok Mejik Lokomotif Jogja'/><author><name>Gie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16817881199086027221</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/S_vz3MilaPI/AAAAAAAAA1U/UHT6_RI0tbY/S220/101_4480.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3163210194529353384.post-7019936444101574290</id><published>2010-05-25T23:16:00.001+07:00</published><updated>2010-05-25T23:19:08.419+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mata Kuliah Menulis Kreatif'/><title type='text'>Balada Bis Jogja</title><content type='html'>“Kampus…Kampus.….Sarjito…Sarjito..,” teriakan keras itu adalah suara kenek bis jalur 7. Bis yang telah lama saya tunggu. Suaranya panjang dan tentunya dengan logat jawa yang amat kental. Melegakkan memang, tapi agak menjengkelkan. Menanti bis di bawah terik matahari yang sedang menujukkan merahnya bukanlah pekerjaan menyenangkan. Bis jalur 7 atau nama lainnya bis Aspada ini memang rata-rata waktu kedatangnya lama. Atau hanya di sebrang pom bensin Jakal KM.5 saja tempat saya menanti bis jalur 7 kedatangannya lama? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangan saya yang sedikit basah bercucuran keringat melambai pertanda menyambut sahutan kenek. ”Yo...kiri...yo...,” teriak si kenek memberi tahu supir ada penumpang naik. Saya sering berpikir, rasanya daya tahan suara penyanyi kalah oleh seorang kenek. Bagaimana tidak, setiap hari, tikungan, perempatan terus beteriak mempersuasi orang naik bis. Dengan tidak mengurangi rasa sama beratnya pekerjaan, tanpa kenek supir bakal kewalahan. Namun, ada juga kenek yang pelit perihal suara. Hanya menujukkan jari ke arah calon penumpang dan menggerak-gerakannya sebagai bahasa tubuh untuk menggaet penumpang. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tidak di dalam bis tidak di luar, satu kata: panas. Sabtu itu memang tidak bedanya dengan hari-hari biasanya di Jogja. Di dalam bis, saya duduk di depan persis sebelah supir. Kepulan asap rokok yang tebal dari supir seakan menyambut kedatangan saya. Sebuah sambutan yang kurang ramah. Kapan Jogja ada perda melarang merokok di kendaraan umum? Tanya saya dalam hati. Habis panas, sesak pun datang.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Penumpang bis memang tidak seramai biasanya pada hari sabtu. Maklum, kebanyakan orang libur kerja dan kuliah. Tidak banyak saya menemukan berbagai lapisan sosial individu di dalam bis. Berkisar antara mahasiswa, ibu-ibu, pelajar, dan pedagang yang menikmati jasa angkutan ini. Saat asik mengamati para penumpang lainnya, kenek menghampiri saya menagih ongkos. Bunyi gemerincing recehan dari tangan si kenek tanda saya harus bayar. “Masih 2.500 kan, Mas?” tanya saya sambil tesenyum.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Fenomena menarik terjadi saat bis berada di perempatan Magister Manajamen (MM) UGM. Bak pertandingan sepak bola, pergantian “pemain” dilakukan. Supir dan  kenek turun dari bis. Beberapa detik, saya dan penumpang lain tidak mempunyai seorang supir. Kami layaknya kumpulan anak ayam kecil kehilangan induknya, bingung dan diam saja. Beberapa detik itu pula saya lega karena kepulan asap rokok tebal dari sang supir tadi akhirnya lenyap dari hadapan muka. Namun hanya sesaat, supir dan kenek pengganti naik. Dan asap rokok dari supir pun kembali menemani perjalanan di bis. Benar adanya, data yang mengatakan angka konsumsi rokok di Indonesia sangat tinggi.      &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Terlepas dari semua itu, supir pengganti terlihat lebih supel dari sebelumnya. Wajahnya yang murah senyum menjadi alasanya. Untuk membuktikannya saya mulai bertanya dengan pertanyaan ringan. “Setiap di perempatan MM UGM, gantian toh Mas?” tanya saya penasaran. “Iyo Mas. Di situ kita gantian. Bisa istirahat, makan dan minum,” jawabnya. Perkiraan saya benar, supir tersebut adalah orang yang enak untuk diajak ngobrol. Bahkan pria sedikit beruban itu balik bertanya, “Mau ke mana Mas?”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sang supir itu bernama Juarno (47). Juarno mengawali pekerjaan sebagai supir bis sejak tahun 1990. Bapak tiga anak ini menghidupi keluarganya dengan mengandalkan hanya dengan pekerjaan ini. “Yah kalo dibilang cukup sih gak mas. Daripada gak punya pekerjaan,” ungkapnya. Setiap hari Juarno bekerja dari jam 5 subuh sampai jam 6 sore dengan penghasilan kurang-lebih lima puluh sampai tujuh puluh ribu per hari. “Gak tentu juga. Kadang lebih malah bisa kurang,” tambahnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Juarno selaku supir pun ikut merasakan panasnya hawa bis. Handuk putih kusam di atas pundaknya ia usapkan di wajahnya yang kebanjiran keringat. Seakan handuk kecil menjadi barang wajib yang harus dibawa seorang supir dalam tugasnya. Seragam biru laut yang ia kenakkan dihiasi keringat. Seragam biru laut itu pun terlihat lusuh dan kotor. Sebuah seragam supir dan kenek bis Aspada. “Sebenarnya memakai seragam ini diajurkan. Tapi ada juga supir dan kenek yang gak mau pake,” kata Juarno. Melihat Juarno dan keneknya yang memakai seragam biru laut yang sama-sama kotor dan lusuh, setidaknya mereka orang yang taat aturan perusahaan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bis jalur 7 yang saya naiki ditemukan berbagai kekurangan. Masih ada bangku yang reyot dan tidak nyaman untuk diduduki. Alas yang sobek sehingga busanya terlihat jelas. Dari segi kenyamanan, jarak kursi yang satu dengan yang lain bagi saya kurang lebar dan representatif. Dengan kata lain ruang penumpang untuk duduk sempit. Sehingga dengkul kaki selalu mencium bangku penumpang depan. Hal tersebut diakui Juarno, “Kebanyakan bis Aspada memang bis lama,” katanya. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Melihat fasilitas bis di Jogja khususnya, Indonesia umumnya memang masih jauh dari yang namanya ideal. Memang sudah ada Trans Jakarta dan Trans Jogja yang menjadi prototipe transportasi iedal di Indonesia, tapi sayangnya hanya itu saja. Di Jogja saja, selain Trans Jogja bis umumnya belum ideal. Padahal salah satu indikator sebuah negara dikatakan maju adalah mempunyai public transportation¬-nya yang unggul.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Saat bis sudah berada di depan Perpustakan Pusat UGM, supir memberhentikan bis setelah tanda bunyi koin yang dipantulkan berkali-kali oleh kenek ke besi. Tek...tek..tek... Bunyi koin lima ratus rupiah berwarna kuning emas terdengar lumayan nyaring. Menyusul bunyi tersebut, Beberapa penumpang pun trurun dari bis. “Kiri dulu!” saran kenek untuk mendahulukan kaki kiri kepada para penumpang yang turun. Patut diapresiasi apa yang dilakukan kenek. Sepintas hal yang kecil, tapi saran dari kenek membantu keselamatan penumpang. Dengan kaki kiri sebagai pijakan, meminimalisasi orang agar tidak terjatuh saat turun dari bis. Tek...tek...tek... Bunyi koin kembali berbunyi. Kali ini meminta supir melaju kembali.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3163210194529353384-7019936444101574290?l=gie-insanmuttaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/feeds/7019936444101574290/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2010/05/balada-bis-jogja.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/7019936444101574290'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/7019936444101574290'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2010/05/balada-bis-jogja.html' title='Balada Bis Jogja'/><author><name>Gie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16817881199086027221</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/S_vz3MilaPI/AAAAAAAAA1U/UHT6_RI0tbY/S220/101_4480.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3163210194529353384.post-8780634026362118011</id><published>2010-05-25T23:03:00.004+07:00</published><updated>2010-05-25T23:15:51.499+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mata Kuliah Menulis Kreatif'/><title type='text'>Sisi Lain Lampu Merah</title><content type='html'>Kedapatan lampu merah di perempatan—apalagi waktunya yang lama—tidaklah mengenakkan. Setidaknya itulah mayoritas orang rasakan. Untuk sebagian orang yang sedang diburu waktu, lampu merah adalah musuh. Terlepas dari semua itu, sebenarnya banyak hal yang bisa dilakukan saat lampu merah menghadang laju kendaraan kita. Saya sendiri kerap mematikan mesin kendaraan motor. Alasannya sederhana, di samping menghemat bahan bakar yang mahal, juga untuk mengurangi polusi udara. Setidaknya untuk beberapa menit. Hitung-hitung ikut berkontribusi stop global warming. Jika ada SMS yang masuk, lampu merah juga bisa menjadi timming tepat untuk membalas karena waktunya relatif lama. Apalagi jika SMS tersebut sangat penting utuk dibalas. Mengamati plat nomor kendaraan lain adalah kerjaan yang tidak luput saya lakukan saat lampu merah. Sebelum tinggal di Jogja untuk kuliah, pengetahuan saya tentang nomor kendaraan dan asal kotanya bisa dibilang ”miskin”. Hanya plat nomor kendaraan Z, B, D, A lah yang saya tahu dari mana asal kotanya. Setelah tinggal di Jogja, pengetahuan tentang plat nomor pun meningkat. Ini dikarenakan begitu beragamnya plat nomor yang ada. Sehingga tidak hanya didominasi oleh plat AB selaku tuan rumah, tetapi plat nomor kendaraan luar Jogja pun ikut meramaikan wajah lalu lintas Jogja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan melihat banyaknya plat nomor kendaraan begitu majemuk berkeliaran di Jogja, hal ini semakin memperkuat Jogja sebagai kota yang multikultur. Ada yang bilang juga sebagai miniatur Indonesia. Tidak berlebihan karena banyak orang dari berbagai latar belakang, kota, etnis, dan suku tinggal bersama. Bahkan ada orang yang pernah berkata, “Merasakan hidup dengan multikultur yang tinggi, datanglah ke Jogja!” Ucapan persuasif yang kerap orang bilang untuk menggambarkan bagaimana corak kehidupan plural di tanah bekas kerajaan Mataram ini. Banyak beredarnya kampus dan UGM sebagai kampus ternama Indonesia di Jogja menjadi daya tarik orang luar daerah untuk menjadikan Jogja tujuan untuk menimba ilmu (kuliah). Berawal dari lampu merah, ke-plural-an yang menghiasi ranah kehidupan Jogja terlihat. Kembali menyadarkan kita bahwa betapa kayanya budaya dan suku di Indonesia. Tentunya tidak sampai di situ. Menjaga keutuhan keberagaman inilah yang harus kita lakoni. Lampu merah, tidak sekedar menghadang laju kendaraan kita untuk kelancaran lalu lintas. Dari sana, banyak hal yang bisa kita dapat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3163210194529353384-8780634026362118011?l=gie-insanmuttaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/feeds/8780634026362118011/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2010/05/sisi-lain-lampu-merah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/8780634026362118011'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/8780634026362118011'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2010/05/sisi-lain-lampu-merah.html' title='Sisi Lain Lampu Merah'/><author><name>Gie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16817881199086027221</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/S_vz3MilaPI/AAAAAAAAA1U/UHT6_RI0tbY/S220/101_4480.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3163210194529353384.post-7402746015908615071</id><published>2009-11-05T07:49:00.003+07:00</published><updated>2010-05-25T23:02:38.124+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Korea Selatan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Perjalanan di Negeri Ginseng'/><title type='text'>Catatan Perjalanan di Negeri Ginseng, Korea Selatan (8, Habis)</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;strong&gt;Cerita &lt;em&gt;Home Stay&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di mana langit dipijak, di situ langit dijunjung. Berada di tempat orang lain, kita dituntut beradaptasi, menghormati, menjunjung tinggi nilai, kebiasaan, dan adat tempat tersebut. Begitulah peribahasa mengajarkan kita harus menyesuaikan diri di “daerah kekuasaan orang lain.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peribahasa yang sudah kita kenal sejak pendidikan dasar ini (benar-benar) saya aplikasikan saat saya melakukan home stay (tinggal) di rumah salah seorang teman Korea saya, Kim Dong-Sun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Home stay adalah kegiatan terakhir dari rangkaian program Youth Camp for Asia’s Future 2009 yang saya ikuti. Tujuannya adalah untuk merasakan pengalaman dan berinteraksi secara langsung tentang kehidupan orang Korea secara lebih dekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersyukur saya ditempatkan bersama keluarga yang sangat baik. Kim Dong-Sun adalah teman saya yang juga merupakan partisipan dalam program Youth Camp for Asia’s Future 2009. Ayahnya, Kim In-Ho, adalah seorang insinyur dan ibunya bernama Lee Myung-Suk. Kim Dong-Sun adalah anak semata wayang dari pasangan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluarga yang saya tinggali bisa dibilang adalah keluarga yang kaya raya. Bukan tanpa alasan saya mengatakan hal tersebut karena terlihat dari penampilan luarnya. Rumah mereka adalah apartemen dan berada di kawasan yang elit, memiliki perabotan rumah yang serba high-tech dan mahal, kendaraan yang mewah, dll. Saya sangat bersyukur bisa ditempatkan bersama keluarga yang plus-plus (sangat baik dan kaya pula).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tamu adalah raja&lt;br /&gt;Orang korea begitu memanjakan tamu. Itulah kesan pertama saat saya berada di rumah Kim Dong-Sun. Saya seakan dianggap keluarga mereka sendiri, bukan sebagai orang asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama tinggal di rumahnya banyak pengalaman dan pengetahuan yang saya dapat tentang adat-kebiasaan orang Korea. Salah satunya adalah adat ketika makan. Seperti orang yang lebih tua belum memulai untuk makan, orang yang lebih muda harus menunggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang lebih muda pun jangan berhenti makan sebelum orang yang lebih tua berhenti makan. Dan kalo perlu, kita makan sebanyak-banyaknya makanan yang dihidangkan oleh tuan rumah. Meskpiun terlihat maruk, tapi orang Korea justru sangat senang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita juga jangan kagok kalo ingin bersendawa. Malah dengan bersendawa berarti kita sangat menerima dan menganggap makanan yang dimakan adalah enak. Mereka biasanya akan merespon seperti ini, “Masissjyo?” “Enak kan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang sangat mengejutkan dan tabu bagi saya adalah ketika malam hari akan tidur. Orang tua Kim Dong-Sun menyuruh saya tidur di kamar mereka. Bagaimana tidak tabu, tidur di kamar orang yang punya rumah dan orang yang punya rumah sendiri tidur di kamar tamu. Bayangkan kawan! Saya sangat kaget saat Ayahnya, Kim In-Ho, menyuruh saya segera ke kamarnya untuk tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Posisi dilematis saya alami saat itu. Menolak tidak enak, takutnya dianggap tidak menghargai tuan rumah. Menerima permintaan juga tidak enak karena menurut saya hal tersebut kelewatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sempat bertanya-tanya dalam hati, “Apa begini yah kalo setiap tamu yang nginep di rumah orang Korea?” Akhirnya terpaksa dengan rasa tidak enak demi menghargai tuan rumah, saya pun tidur di kamar sang tuan rumah. Sebuah peristiwa yang sangat aneh dan langka terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak sampai di situ, saya juga diberi fasilitas “anggaplah rumah sendiri”. Saya bebas mengakses internet, masak, makan, menelepon semaunya. Termasuk menelepon orang tua saya di Indonesia. Kebetulan sebelum home stay saya belum menelepon ke Indonesia. “Gwenchana Yogi. Bumonimhante jonhwahaseyo!” “Tenang, gak-apa Yogi. Teleponlah orang tuamu sana!” ucap Kim Dong-Sun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kegiatan home stay berakhir keluarga Kim memberikan kenang-kenangan dan hadiah untuk saya dan orang tua saya di Indonesia. Saya pun tak mau kalah, saya memberi mereka kenang-kenangan berupa sebuah wayang golek yaitu cepot. Tidak disangka mereka sangat senang dengan cepot. “Gwiwoyo!” “Lucu!” ucap Ibu Lee Myung-Suk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perpisahan, sebuah kata yang sangat tak enak untuk didengar. Begitu pula sama tak enaknya saat dialami. Tinggal bersama keluarga Kim Dong-Sun meskipun singkat telah memberikan pelajaran yang banyak bagi saya. Terutama dalam hal bagaimana menjamu tamu dengan baik. Salah satu keluarga yang tidak akan saya lupakan dalam hidup saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petualangan dua minggu saya di negara kelahiran gelandang MU Park Ji-Sung ini adalah rezeki yang luar biasa besar diberikan Allah kepada saya. Semua biaya (pesawat pergi-pulang, hotel bintang lima, resort, akomodasi, transportasi, dll) selama di sana ditanggung pemerintah Korea. Demi mempromosikan Korea ke seluruh penjuru dunia, biaya yang dikeluarkan sangat besar sekali pun dilakoni pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangsa yang besar adalah bangsa yang berani bermimpi dan tak segan untuk belajar dari bangsa lain yang maju. Korea Selatan telah melakukan semua itu. Saya optimis, ke depan cahaya kemajuan bersinar menerangi bumi Indonesia. Amin!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3163210194529353384-7402746015908615071?l=gie-insanmuttaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/feeds/7402746015908615071/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2009/11/catatan-perjalanan-di-negeri-ginseng_05.html#comment-form' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/7402746015908615071'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/7402746015908615071'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2009/11/catatan-perjalanan-di-negeri-ginseng_05.html' title='Catatan Perjalanan di Negeri Ginseng, Korea Selatan (8, Habis)'/><author><name>Gie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16817881199086027221</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/S_vz3MilaPI/AAAAAAAAA1U/UHT6_RI0tbY/S220/101_4480.JPG'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3163210194529353384.post-8917922487736066487</id><published>2009-11-03T16:02:00.009+07:00</published><updated>2009-11-05T08:10:29.433+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Korea Selatan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Perjalanan di Negeri Ginseng'/><title type='text'>Catatan Perjalan di Negeri Ginseng, Korea Selatan (7)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/Su_zCvLryzI/AAAAAAAAAz8/CrCyaRhFlWE/s1600-h/100_4198.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5399801706591275826" style="FLOAT: right; MARGIN: 0pt 0pt 10px 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: pointer; HEIGHT: 267px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/Su_zCvLryzI/AAAAAAAAAz8/CrCyaRhFlWE/s400/100_4198.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;strong&gt;Aa dan Teteh di Korea&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata “aa” dan “teteh” sudah tak asing lagi bagi orang Sunda. Kedua kata panggilan tersebut biasa digunakan untuk memanggil kakak dalam anggota keluarga atau orang yang lebih tua. Kata “aa” diperuntukkan untuk laki-laki dan “teteh” untuk perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang menarik dari bahasa Korea berbicara mengenai kata panggilan ini adalah beragam. Kata panggilan di Korea berbeda-beda tergantung dari siapa yang memanggil dan siapa yang dipanggil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan “siapa yang memanggil” adalah apakah dia itu “laki-laki atau perempuan”. Berawal dari sini, kata panggilan akan berbeda. Inilah satu sisi keunikan dari bahasa Korea. Penggunaannya pun jangan sampai tertukar karena akan menimbulkan keanehan bahkan kelucuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo sang pemanggil adalah seorang (adik) laki-laki, untuk memanggil kakak laki-laki harus menggunakan kata “hyong”. Masih dari sang pemanggil adalah laki-laki, untuk memanggil kakak perempuan adalah “nuna”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, kalo pihak dari sang pemanggil adalah seorang adik perempuan beda lagi aturannya. Untuk memanggil kakak laki-laki menggunakan kata “oppa”. Sedangkan untuk memanggil kakak perempuan menggunakan kata “onni”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata “hyong, oppa, nuna, dan onni” pun seperti kata “aa dan teteh” di Sunda. Penggunaannya tidak hanya untuk anggota keluarga saja, tetapi juga bisa digunakan untuk bukan anggota keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ada cerita tentang penggunaan kata panggilan ini di Korea. Ketika teman saya orang Indonesia (laki-laki) sedang berbelanja di pasar Namdaemun (pasar terkenal kebersihannya di Seoul). Saat itu teman saya berbelanja sebuah pakaian dan pedagangnya adalah seorang abang-abang (Akang).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa ragu teman saya menanyakan harga pakaian seperti ini, "Oppa, igo olma yeyo?" "Kang...ini harganya berapa?". Reaksi si pedagang tadi bukannya menjawab pertanyaan, tapi melihat teman saya dengan sinis dan mencibir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda tahu kenapa si pedagang sampai hati sinis dan mencibir teman saya? Tahu kan alasannya? Tepat, teman saya salah menggunakan kata panggilan. Seharusnya teman saya menggunakan kata “hyong” bukannya “oppa”. Seperti penjelasan di atas, “oppa” adalah panggilan dari seorang perempuan kepada laki-laki yang lebih tua. Jelas si pedagang begitu sinis dan mencibir teman saya. Dianggapnya teman saya itu adalah seorang “hombreng alias bencong”. Nah lho!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya hanya bisa berkata, berhati-hatilah menggunakan kata “aa dan teteh”nya orang Korea. Penggunaannya tertukar, maka jenis kelamin Anda akan dipertanyakan oleh orang Korea.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;*Ket. Photo: Saya dan teman Korea saya Kim Su-Sy saat acara pakaian tradisional negara. &lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3163210194529353384-8917922487736066487?l=gie-insanmuttaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/feeds/8917922487736066487/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2009/11/catatan-perjalan-di-negeri-ginseng_3111.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/8917922487736066487'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/8917922487736066487'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2009/11/catatan-perjalan-di-negeri-ginseng_3111.html' title='Catatan Perjalan di Negeri Ginseng, Korea Selatan (7)'/><author><name>Gie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16817881199086027221</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/S_vz3MilaPI/AAAAAAAAA1U/UHT6_RI0tbY/S220/101_4480.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/Su_zCvLryzI/AAAAAAAAAz8/CrCyaRhFlWE/s72-c/100_4198.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3163210194529353384.post-682146917658787348</id><published>2009-11-02T10:11:00.006+07:00</published><updated>2009-11-05T09:07:54.480+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Korea Selatan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Perjalanan di Negeri Ginseng'/><title type='text'>Catatan Perjalan di Negeri Ginseng, Korea Selatan (6)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SvIzRrWx_dI/AAAAAAAAA0c/aFpW2kgqt3A/s1600-h/101_4614.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SvIzRrWx_dI/AAAAAAAAA0c/aFpW2kgqt3A/s320/101_4614.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5400435281959714258" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:180%;" &gt;Pelepas penat itu bernama “Hangang”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo kata sejarah, suatu peradaban yang makmur itu adalah peradaban yang lokasinya berada dekat sungai. Logis memang, suatu masyarakat yang hidup dekat sungai bisa memenuhi segala kebutuhan hidupnya dengan mudah karena kebutuhan hidup yang pokok (air) sangat mudah diperoleh. Kalo air udah gampang didapat makan, minum, mandi, dan nyuci gak jadi pikiran. Waktu SMA, guru sejarah kita selalu mencontohkan peradaban Sungai Nil, Hindus, Kuning, Eufrat, Tigris, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari mukadimah tadi, sangat beralasan masyarakat kota Seoul begitu bangga tanah yang ditinggalinya mempunyai sungai yang panjang dan lebar. Tidak cukup dengan bangga, mereka sangat menjaga dan merawat sungai yang mempunyai panjang 68,75 km ini. Tidak lain sungai yang dimaksud adalah Sungai Han.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama Han sendiri berasal dari kata "Hangaram" (baca: Hang Garam) yang berarti panjang, luas serta lebar (han), dan "garam" berarti "sungai" dalam bahasa Korea kuno. Kalo sekarang orang Korea menyebut sungai terpanjang di Korea ini yakni “Hangang” (baca: Hang Gang).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena keberadaan sungai ini, Korea juga mendapat julukan “Miracle of the Han river.” Sungai yang membelah jantung kota Seoul ini airnya bisa dikatakan lumayan bersih (menurut saya lho) dan gak tercium bau yang kurang sedap. Juga gak ada sampah yang terlihat “berenang” di atas permukaan sungai. Overall, kondisi sungai yang melewati 12 distrik di kota Seoul ini oke punya. Salah satu tempat yang sayang kalo dikecualikan untuk dikunjugi saat berada di Korea.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anehnya, teman saya orang Korea gak sependapat, “Mwo? Kkekkeutheyo? Anniyo Yogi ssi! Hankangeun dorowoyo!” “Apa? Bersih? Tidak Yogi! Sungai Han kotor!” Sungai Han yang saya anggap bersih mereka anggap kotor. Gimana jadinya kalo mereka datang ke Indonesia terus lihat sungai kita (ciliwung misalnya)?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fasilitas memanjakan&lt;br /&gt;Masyarakat kota Seoul sering datang ke bantaran Sungai Han untuk sekedar melepas stress, membaca buku, menulis, melukis, berolahraga, atau kalo orang yang lagi kasmaran suka dijadiin tempat apel (romantis abis dah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Area wisata sungai ini memiliki 12 tempat olah raga, area sepeda (biking trails), area hiking, dan 169 fasilitas olah raga. Dan tentu saja juga memiliki taman-taman keluarga, dimana masuk dan semua fasilitasnya tanpa dipungut biaya, alias gratis (catet: gratisss)!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilihan yang tepat menurut saya masyarakat kota Seoul memanfaatkan keberadaan sungai ini untuk penghilang rasa penat. Di samping bisa melihat pemandangan sungai, kita juga menghindari sejenak dari kebisingan dan polusi udara jalan raya. Pohon, rumput, bunga tumbuh dengan manisnya menjadi penambah keindahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baik siang maupun malam apalagi akhir pekan banyak masyarakat menikmati keindahan sungai. Disediakan juga jasa angkutan kapal (ferry) untuk berkeliling melihat keindahan sungai. Ada 2 macam tiket untuk naik ferry yakni one way course dan round trip course. Harga tiket one way course untuk dewasa adalah 9000 won (sekitar 90.000 rupiah), durasi 1 jam dengan panjang lintasan 15,5 km.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SvIxAPF_iYI/AAAAAAAAA0M/LOC8430eWi0/s1600-h/101_4615.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 267px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SvIxAPF_iYI/AAAAAAAAA0M/LOC8430eWi0/s400/101_4615.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5400432783292074370" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Lapar atau haus? Gak usah khawatir, banyak warung penjual makanan dan minuman tersedia. Meskipun banyak warung, yang saya salut adalah kebersihan lingkungan sepanjang area sangat terjaga. Apa yah resepnya? Kesadaran dan kerja sama yang apik antara pemerintah dan masyarakat adalah salah satu kuncinya.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;*Ket. Photo: Saya saat di bantaran sungai Han.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3163210194529353384-682146917658787348?l=gie-insanmuttaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/feeds/682146917658787348/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2009/11/catatan-perjalan-di-negeri-ginseng.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/682146917658787348'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/682146917658787348'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2009/11/catatan-perjalan-di-negeri-ginseng.html' title='Catatan Perjalan di Negeri Ginseng, Korea Selatan (6)'/><author><name>Gie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16817881199086027221</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/S_vz3MilaPI/AAAAAAAAA1U/UHT6_RI0tbY/S220/101_4480.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SvIzRrWx_dI/AAAAAAAAA0c/aFpW2kgqt3A/s72-c/101_4614.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3163210194529353384.post-2681018666793055563</id><published>2009-11-01T04:20:00.008+07:00</published><updated>2009-11-05T09:46:48.773+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Korea Selatan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Perjalanan di Negeri Ginseng'/><title type='text'>Catatan Perjalanan di Negeri Ginseng, Korea Selatan (5)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SuytJzUW7aI/AAAAAAAAAzI/2Eh1YdNA9X4/s1600-h/Bus+Korea.jpeg"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5398880437216406946" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 191px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SuytJzUW7aI/AAAAAAAAAzI/2Eh1YdNA9X4/s320/Bus+Korea.jpeg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Transportasi Idaman&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu ukuran sebuah negara dikatakan maju adalah mempunyai fasilitas public transportation-nya yang bagus dan unggul. Ukuran transportasi yang unggul dan bagus itu seperti apa sih? Apakah yang aman, nyaman, bersih, cepat, dan murah? Pastinya kriteria yang telah saya sebutkan sudah cukup mewakili sekaligus idaman kita semua selaku warga negara pengguna kendaraan umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan di Seoul? Di Korea bisa dibilang semua kriteria yang kita idam-idamkan tadi sudah terpenuhi. Meskipun belum sempurna 100%, tapi sudah jauh banget lebih baik dibanding ama Jakarta. Jakarta saya jadikan perbandingan karena ibu kota negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum bus, taksi, kereta api bawah tanah (subway), kereta api listrik, dan lainnya dapat dikategorikan sebagai kendaraan umum di Korea. Ketika saya di sana, saya jajal tuh semua jenis transportasi. Apalagi pas hari pertama datang ke Korea, hal yang pertama saya cari adalah kereta bawah tanah. Saya penasaran gimana sih rasanya naik kereta di bawah tanah sedalam kurang-lebih 5 tingkat ke bawah dan setiap tingkatnya ada yang 3, 4, ampe 5 meter (setiap tingkat ada jalur relnya masing-masing).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbasis IT&lt;br /&gt;Kali ini saya bakal jelasin bus dan kereta bawah tanah sebagai sampel transportasi Korea berdasarkan kriteria di atas. Aman, selama saya naik bus dan subway alhamdulillah dompet saya gak beralih tempat ke orang lain tanpa seizin saya (baca: dicopet). Katanya sih copet jarang ada di Korea.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyaman dan bersih, kendaraan di Korea semuanya ber-AC dan bersih. Nah, bus di Korea sama kayak bus way di Jakarta, turun-naik penumpang hanya boleh di halte bus. Jadi, gak ada istilah ngetem cari penumpang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cepat, kalo pergi ke kantor dan sekolah bisa dijamin gak bakal telat (kalo bangunnya gak telat juga). Apalagi kereta, tepat waktu dan sesuai jadwal. Naik subway dari satu stasiun ke stasiun lain rata-rata waktu perjalanan adalah satu-dua menitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh iyah, di jalanan Korea jarang terjadi macet. Kalo ada macet pun sebab-musababnya gara-gara ada sesuatu yang tidak diinginkan (kecelakaan) atau perbaikan jalan. Hal ini dikarenakan volume kendaraan diisi kendaraan roda empat atau lebih. So, keberadaan kendaraan roda dua (sepeda motor) jarang bahkan sulit kita temui di Korea (hanya sekitar 2%). Kalo ada orang yang pake motor, itu pun pegawai makanan cepat saji yang sedang mengirimkan pesanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Murah, ongkos kendaraan bisa dibilang ekonomis. Kalo Anda pakai kartu (transportasi) maka untuk 10 km pertama hanya 900 won (sekitar 9000 rupiah). Kalo gak pake kartu, bayar dengan uang 1000 won dan hanya ditambah 100 won untuk setiap penambahan jarak 5 km.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemakaian kartu kendaraan yang bernama T-money ini sangat praktis. Kalo kita punya kartu ini, gak usah repot-repot ngeluarin uang dari dompet. Kalo depositnya abis tinggal diisi ulang lagi di toko terdekat. Pemakaiannya tinggal ditempel di mesin bayar yang ada di sebelah sopir dan di dalam stasiun kalo subway.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gimana kalo belum punya tuh kartu? Bayar secara tunai juga bisa, namun yang mesti diperhatikan bayar ongkos secara langsung harus dengan uang pas. Kalo kita ngasih lebih pun gak bakal dikasih kembalian. Loh, kok gitu sih? Soalnya, di Korea gak ada kondektur dan sopir tugasnya cuman nyetir. Uang kita langsung dimasukkan ke dalam mesin. Maka dari itu, bawalah selalu uang pas saat naik kendaraan umum di Korea.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;*Ket. Photo: Bus Korea yang futuristik.&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3163210194529353384-2681018666793055563?l=gie-insanmuttaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/feeds/2681018666793055563/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2009/11/catatan-perjalanan-di-negeri-ginseng_01.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/2681018666793055563'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/2681018666793055563'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2009/11/catatan-perjalanan-di-negeri-ginseng_01.html' title='Catatan Perjalanan di Negeri Ginseng, Korea Selatan (5)'/><author><name>Gie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16817881199086027221</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/S_vz3MilaPI/AAAAAAAAA1U/UHT6_RI0tbY/S220/101_4480.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SuytJzUW7aI/AAAAAAAAAzI/2Eh1YdNA9X4/s72-c/Bus+Korea.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3163210194529353384.post-3555988997437314533</id><published>2009-09-06T20:54:00.006+07:00</published><updated>2009-11-05T09:30:37.350+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Korea Selatan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Perjalanan di Negeri Ginseng'/><title type='text'>Catatan Perjalanan di Negeri Ginseng, Korea Selatan (4)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/Suyc1nJnCzI/AAAAAAAAAyw/xzCOFZ4mIE8/s1600-h/istana.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 213px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/Suyc1nJnCzI/AAAAAAAAAyw/xzCOFZ4mIE8/s320/istana.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5398862498166672178" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Istana Gyeongbok&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jika suatu saat nanti Anda pergi ke Korea terutama Seoul, tempat yang jangan sampai terlewat untuk dikunjungi adalah Istana Gyeongbok atau dalam bahasa Korea, Gyeongbok gung. Ke Korea tapi gak ke Istana Gyeongbok ibaratnya kayak ke Mekkah tapi gak ke Madinah katanya. Uluh...segitunya yah!?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emang ada apa sih di Istana Gyeongbok? Namanya juga Istana Gyeongbok, yah pasti ada istana bukan mall. Meskipun cuman istana, tapi di sana kita bisa melihat bagaimana istana khas Korea secara langsung. Berkunjung ke istana yang berada di sebelah utara Seoul ini kita akan serasa dibawa ke kondisi kehidupan masyarakat Korea abad ke-14. Djadoel (Djaman doeloe) gituu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum masuk Istana kita akan melihat bangunan besar yakni pintu gerbang komplek istana. Di pintu gerbang ini ternyata ada penjaganya lho! Penjaga istana memakai pakaian khas layaknya penjaga istana zaman kerajaan dahulu. Kita juga bisa berphoto bareng ama tuh penjaga. Pengen nyoba pakaian penjaga istana? Bisa, soalnya ada penyewaan pakaian penjaga istana juga di luar gerbang, tapi mesti bayar. Pengen yang gratisan aja! Hihihi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melewati pintu gerbang, kita akan melihat sebuah bangunan di depan kita. Bangunan itu bernama Keunjeong-jeon yaitu bangunan utama. Bangunan tersebut adalah singgasana raja di mana tempat raja melakukan tugas-tugas kenegaraan, ngasih perintah, dan menerima tamu-tamu dari luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sempat Hancur&lt;br /&gt;Istana yang mempunyai arti pancaran kegembiraan ini dibangun pada masa dinasti Chosun (Josoen) ketika dinasti Yi memindahkan ibu kota kerajaan ke Seoul. Istana Gyeongbok dijadikan sebagai istana utama kerajaan Chosun saat kekuasaan berada di tangan Raja Taejo, (tahun ke-4 masa pemerintahannya, 1394).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi istana sempat hancur lebur karena sengaja dihancurkan oleh Jepang saat menginvasi Korea tahun 1592-1598. Kondisi tersebut dibiarkan selama 250 tahun. Nah, tahun 1865 baru deh orang Korea kembali membangun Istana Gyeongbok seperti aslinya (renovasi). Namun, saat invasi Jepang datang lagi ke Korea tahun 1910 sebagian besar dari 200 bangunan istana dihancurkan kembali oleh imperialis Jepang, hingga tersisa hanya beberapa bangunan. Yah..begitulah efek destruktif penjajahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo ngomongin sejarah emang gak ada habisnya. Sebenarnya saya masih mau ceritain sejarah Istana Gyeongbok dan jelasin beberapa bangunannya, tapi kalo diceritain semuanya durasinya bisa kayak film India. So, sampai di sini aja yah tentang Istana Gyeongboknya.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SvI3_wGhjgI/AAAAAAAAA0s/o0P5sepQdos/s1600-h/101_4581.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 267px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SvI3_wGhjgI/AAAAAAAAA0s/o0P5sepQdos/s400/101_4581.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5400440471554199042" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Oh iyah mau ngasih saran nih. Kalo nanti Anda ke Korea pas musim panas (kayak saya kemarin), siapkanlah kacamata hitam, payung, atau topi untuk dipakai saat kelilling melihat-lihat istana. Cuaca musim panas di Korea yang gak bisa diajak kompromi adalah alasannya (panas bangeeett!).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;*Ket. Photo: Saya di Istana Gyeongbok&lt;/span&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3163210194529353384-3555988997437314533?l=gie-insanmuttaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/feeds/3555988997437314533/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2009/09/catatan-perjalanan-di-negeri-ginseng_06.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/3555988997437314533'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/3555988997437314533'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2009/09/catatan-perjalanan-di-negeri-ginseng_06.html' title='Catatan Perjalanan di Negeri Ginseng, Korea Selatan (4)'/><author><name>Gie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16817881199086027221</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/S_vz3MilaPI/AAAAAAAAA1U/UHT6_RI0tbY/S220/101_4480.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/Suyc1nJnCzI/AAAAAAAAAyw/xzCOFZ4mIE8/s72-c/istana.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3163210194529353384.post-5374636085929822005</id><published>2009-09-05T21:28:00.002+07:00</published><updated>2009-09-05T21:32:39.342+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Korea Selatan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Perjalanan di Negeri Ginseng'/><title type='text'>Catatan Perjalanan di Negeri Ginseng, Korea Selatan (3)</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SqJ2Ny5_GeI/AAAAAAAAAyg/Gn7x2YZnR_M/s1600-h/kimchi.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5377990884409154018" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 290px; CURSOR: hand; HEIGHT: 290px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SqJ2Ny5_GeI/AAAAAAAAAyg/Gn7x2YZnR_M/s400/kimchi.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Si Asam-Asam Pedas&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Berkunjung ke luar negeri, belum afdol rasanya jika belum merasakan makanan khas negara tersebut. Belum dapat &lt;em&gt;taste&lt;/em&gt;-nya kalo kata sebuah iklan. Meskipun pernah merasakan makanan Korea di Indonesia, tetapi rasaya beda banget kalo makan di negara asalnya. Buatan asli emang selalu lebih punya greget.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini kayaknya saya bakal kayak Bondan Winarso, menjelaskan makanan kuliner, tapi tanpa ada embel-embel “Ma’nyos!” he..he.. Dari sekian makanan Korea yang ada, yang paling terkenal adalah kimchi. Bisa dibilang kimchi adalah makanan wajib yang harus ada dalam setiap jamuan makanan orang Korea.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kimchi adalah makanan yang difermentasikan. Bahan dasarnya terdiri dari sawi atau lobak. Sawi dan lobak tersebut dibersihkan terlebih dahulu (ya iyalah masa gak dibersihin), selanjutnya dibaluri garam dan bumbu cabe yang sudah disiapkan. Setelah itu disimpan dalam guci dan dikubur di dalam tanah selama beberapa hari, minggu, bulan, bahkan tahun. Proses pembuatannya persis seperti dalam drama Jewel in the palace: Dae Jang-Geum. Kalo yang pernah nonton tuh drama pasti tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan rasanya? Em...pertama kali saya makan kimchi saya berkata seperti ini, “Yang bener aja..! Orang Korea makan makanan kaya gini tiap hari?” Bisa Anda tebak kesan pertama makan kimchi. “Ada juga ternyata makanan kaya gini!?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukannya apa-apa, rasanya yang super asam-asam pedas begitu meresap saat gigitan pertama (udah mulai nih saya berlaga kayak Pak Bondan). Silahkan kapan-kapan coba dan mungkin Anda juga akan berkata sama seperti saya, “Yang bener aja..! Orang Korea makan makanan kaya gini tiap hari?” dengan improvisasi kata-kata sendiri mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kimchi biasanya dihidangkan bersama nasi, sup, dan saus. Saus yang terkenal adalah saus “jang”. Saya tidak tahu kenapa sausnya bernama “jang”. Apakah karena orang yang pertama buat adalah pria atau orang Korea turunan Sunda (Ujang maksudnya)? Entah apalah itu saya tidak tahu. Orang Korea juga sering menggunakan bumbu seperti daun bawang dan bawang putih dalam setiap makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katanya nih, saat musim panas sebagian orang Korea (tidak semua loh) keringatnya beraroma kimchi. Biasanya sering tercium dari tubuh kaum pria. Konon karena saking seringnya makan kimchi. Betulkah itu? Saat saya di sana, saya bisa katakan kabar itu benar adanya. Bayangkan saudara-saudara gimana aroma asam-asam pedas tercium dari tubuh seorang manusia? Ho..ho..&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3163210194529353384-5374636085929822005?l=gie-insanmuttaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/feeds/5374636085929822005/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2009/09/catatan-perjalanan-di-negeri-ginseng.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/5374636085929822005'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/5374636085929822005'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2009/09/catatan-perjalanan-di-negeri-ginseng.html' title='Catatan Perjalanan di Negeri Ginseng, Korea Selatan (3)'/><author><name>Gie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16817881199086027221</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/S_vz3MilaPI/AAAAAAAAA1U/UHT6_RI0tbY/S220/101_4480.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SqJ2Ny5_GeI/AAAAAAAAAyg/Gn7x2YZnR_M/s72-c/kimchi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3163210194529353384.post-1796831858427305673</id><published>2009-08-28T22:10:00.002+07:00</published><updated>2009-09-05T21:19:16.212+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Korea Selatan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Perjalanan di Negeri Ginseng'/><title type='text'>Catatan Perjalanan di Negeri Ginseng, Korea Selatan (2)</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SqJzA3216LI/AAAAAAAAAyY/p1kJsw6LHxY/s1600-h/img_8642.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5377987363864963250" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SqJzA3216LI/AAAAAAAAAyY/p1kJsw6LHxY/s400/img_8642.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Masjid Raya Seoul&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu unsur dari tujuh budaya universal adalah sistem religi atau kepercayaan. Berbicara mengenai religi (agama), terbersit dalam pikiran adalah apa sih mayoritas agama atau kepercayaan yang dianut orang Korea? Menurut kabar dan data nih, mayoritas orang Korea adalah menganut kepercayaan Confuissisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, gimana dengan Islam di Korea? Apa ada orang Islam di sana? Jawabannya tentu ada donk..., hanya saja jumlahnya sedikit. Agama Islam memang menjadi minoritas di Korea. Orang Korea yang beragama Islam diperkirakan sebanyak 45.000 jiwa. Kalo ada orang Islam, masjidnya juga ada donk? So pasti... Don’t worry! Alhamdulillah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurang-lebih sebanyak 7 masjid ada di negara berjuluk setenang pagi ini. Keberadaanya tersebar di berbagai kota. Nah, kali ini saya hanya bakal ngejelasin salah satu masjid yang terbesar dan tertua di Korea. Adalah Masjid Raya Seoul satu-satunya masjid yang ada di ibu kota Korea, Seoul. Masjid yang dibangun sekitar tahun 1976 ini terletak di daerah Itaewon, Seoul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itaewon terkenal dengan pusat komunitas muslim di Korea. Tak heran, kita gampang nyari orang Indonesia di sana. Makanan khas Indonesia kayak nasi goreng dan yang halal banyak dijual di daerah ini. Hanya saja harganya yang cukup mahal. Wajar aja, nyari makanan halal di Korea susahnya minta ampun, jadi sekali ada tentu harganya selangit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat hari jumat, Masjid Raya Seoul banyak dikunjungi untuk shalat jumat. Orang yang datang ke masjid berasal dari Seoul dan sekitarnya. Apalagi saat bulan Ramadhan, banyak orang yang ngabuburit di masjid ini. Menurut kenalan saya, orang Indonesia yang kerja di KBS (Korean Broadcasting System) Korea, masjid ini selalu ramai saat sahur dan buka puasa. Kebiasaan orang mengaji dan i’tikaf di masjid seperti di Indonesia ternyata masih bisa ditemui di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, kita yang tinggal di Indonesia notabene negara terbanyak penduduk muslimnya sepatutnya bersyukur karena keberadaan masjid begitu pabalatak (banyak). Jaraknya pun dekat dan bisa didatengi dengan hanya berjalan kaki. Tinggal gimana kita bisa mensyukuri hal tersebut dengan selalu mendatangi masjid untuk shalat berjamaah (terutama pria). Jangan kalah sama muslim di Korea yang jumlah masjidnya sedikit (di Ibu kotanya hanya ada satu) bahkan harus menempuh perjalanan satu jam, tetap semangat beribadah pergi ke masjid. Hayya alasholah....!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3163210194529353384-1796831858427305673?l=gie-insanmuttaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/feeds/1796831858427305673/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2009/08/catatan-perjalanan-di-negeri-ginseng_28.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/1796831858427305673'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/1796831858427305673'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2009/08/catatan-perjalanan-di-negeri-ginseng_28.html' title='Catatan Perjalanan di Negeri Ginseng, Korea Selatan (2)'/><author><name>Gie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16817881199086027221</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/S_vz3MilaPI/AAAAAAAAA1U/UHT6_RI0tbY/S220/101_4480.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SqJzA3216LI/AAAAAAAAAyY/p1kJsw6LHxY/s72-c/img_8642.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3163210194529353384.post-3820674180827285108</id><published>2009-08-23T15:00:00.003+07:00</published><updated>2009-08-24T21:22:00.025+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Korea Selatan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Perjalanan di Negeri Ginseng'/><title type='text'>Catatan Perjalanan di Negeri Ginseng, Korea Selatan (1)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SpKh6mFuQfI/AAAAAAAAAyQ/e-kDJwkL--Q/s1600-h/100_4186.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 400px; height: 267px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SpKh6mFuQfI/AAAAAAAAAyQ/e-kDJwkL--Q/s400/100_4186.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5373535333435458034" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Nama Saya ”Di sini”&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bermimpilah karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi itu,” begitulah Arai berucap dalam novel ketiga Andrea Hirata—Endensor. Berawal dari mimpi, saya mendapat kesempatan untuk bisa menginjakkan kaki dan berpetualang di Korea Selatan. Negara yang pada tahun 1950 adalah salah satu negara termiskin di dunia. Ekonominya hancur akibat penjajahan Jepang dan Perang Korea. Sekarang, berubah cepat menjadi salah satu negara yang paling kaya dan tercanggih di dunia dengan nilai ekonomi trilyunan dollar (Semoga Indonesia bisa mengikuti jejak. AMIN).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pernah bermimpi (baca: bertekad) bahwa suatu saat saya harus bisa menginjakkan kaki di negeri orang. Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT mimpi tersebut menjadi kenyataan saat masih duduk di bangku kuliah semester dua. Saya terpilih menjadi duta bangsa Indonesia untuk berpartisipasi dalam acara Youth Camp For Asia’s Future 2009. Program tahunan yang diselenggarakan Pemerintah Korea Selatan, mengundang pemuda se-Asia untuk berdiskusi mengenai Asia, saling memperkenalkan budaya negara masing-masing, mengenal pariwisata, dan budaya Korea selama dua minggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Berkenalan&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Tak kenal, maka tak sayang. Bagaimana mau sayang kalau kita belum kenal. Bagaimana mau mendoakan kalau belum kenal. Berkenalan, hal yang klasik tapi sangat penting ini begitu memberikan kesan pertama dengan orang yang belum kita kenal sama sekali. Apalagi berkenalan dengan orang yang berbeda bangsa, negara, adat, dan budaya. Tentu menjadi cerita tersendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti berkenalan dengan orang Korea. Jangan heran kalau berkenalan dengan orang Korea. Loh, kenapa? Setelah memperkenalkan nama, kita akan ditanya umur. “&lt;em&gt;Myeoch sariyeyo&lt;/em&gt;?” “Berapa umur Anda?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi orang Indonesia, menanyakan umur adalah sesuatu yang kurang sopan. “Nih apa sih orang, nanya-nanya umur segala. Mau tau aje,” begitulah kira-kira di Indonesia, orang akan bicara dalam hatinya ketika ditanya umur. Tetapi budaya di Korea, menanyakan umur saat berkenalan adalah penting. Dengan menanyakan umur, mereka bisa mengetahui lawan bicaranya lebih tua atau lebih muda dari mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Korea terkenal dengan orang yang menjunjung tinggi nila-nilai kesopanan (Kalau soal ini, orang Indonesia juga sama. Satuju?). Jika mengetahui lawan bicaranya adalah lebih tua dari mereka, cara bicara dan sikapnya akan sangat sopan. Jika mengetahui lawan bicaranya lebih muda, akan menganggap adik, membimbing, dan memanjakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, kalau suatu saat bertemu dan kenalan dengan orang Korea jangan serta merta marah ditanya umur. Yah, namanya juga beda negara yah pasti beda juga budayanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Korea juga mempunyai tingkatan bahasa seperti orang Sunda. Ada bahasa buat sendiri, teman, dan orang yang lebih tua. Seperti &lt;em&gt;dahar, neda,&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;tuang&lt;/em&gt; di Sunda yang berarti makan. &lt;em&gt;Dahar&lt;/em&gt; untuk nonformal,&lt;em&gt; neda&lt;/em&gt; untuk diri sendiri, dan &lt;em&gt;tuang&lt;/em&gt; untuk orang yang lebih tua. Pola seperti itu juga ada dan diterapkan Korea.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya dan orang Korea kayaknya akan selalu aneh dan ketawa jika berkenalan. Ini dikarenakan nama yang saya emban. Nama yang diberikan oleh orang tua saya tercinta dengan harapan bisa menjadi anak yang berguna bagi bangsa dan negara seperti Gubernur Jawa Barat era 1989, ayo siapa yah? (syukur-syukur bisa jadi gubernur suatu saat nanti. AMIN.) dan memberikan cahaya terang seperti fajar menerangi bumi setiap pagi, fajar adalah moment saya lahir ke dunia. Itulah Yogi Achmad Fajar. Tak heran, ucapan William Shakespeare yang menyatakan apalah artinya sebuah nama tidak berlaku pada mayoritas masyarakat Indonesia. Maaf, sedikit cerita asal usul dan arti nama saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke topik pembahasan, nama saya (Yogi) ternyata dalam bahasa Korea berarti “di sini”. Maka, setiap saya memperkenalkan diri “&lt;em&gt;Je ireumeun Yogi imnida&lt;/em&gt;.” “Nama saya Yogi”. Respon mereka akan seperti ini, “&lt;em&gt;Yogi? Yogi?&lt;/em&gt;” Di sini? Di sini?” sambil diiringi senyum dan kadang tertawa kecil. “Nama kamu lucu dan gampang diingat,” ucap salah seorang teman Korea saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, saya menjadi orang yang GRan (Gede Rasa) di Korea. Bagaimana tidak, setiap orang serasa memanggil nama saya. Padahal kenal saya juga tidak.he,,he,, “&lt;em&gt;Yogi..yogi...”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan Anda? Sudahkah mengecek nama Anda dalam bahasa Korea? Siapa tahu suatu saat dapat rezeki pergi ke Korea dan berkenalan dengan orang sana Anda bisa bersiap diri. AMIN. &lt;em&gt;Keep dreaming&lt;/em&gt;!!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3163210194529353384-3820674180827285108?l=gie-insanmuttaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/feeds/3820674180827285108/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2009/08/catatan-perjalanan-di-negeri-ginseng.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/3820674180827285108'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/3820674180827285108'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2009/08/catatan-perjalanan-di-negeri-ginseng.html' title='Catatan Perjalanan di Negeri Ginseng, Korea Selatan (1)'/><author><name>Gie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16817881199086027221</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/S_vz3MilaPI/AAAAAAAAA1U/UHT6_RI0tbY/S220/101_4480.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SpKh6mFuQfI/AAAAAAAAAyQ/e-kDJwkL--Q/s72-c/100_4186.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3163210194529353384.post-7775805811667256618</id><published>2009-07-17T22:17:00.006+07:00</published><updated>2009-07-17T22:39:47.660+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serba-Serbi'/><title type='text'>Berpose</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:180%;" &gt;Kota Tua Jakarta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SmCXWvClk9I/AAAAAAAAAxs/axBRZs5tobc/s1600-h/Picture+074.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SmCXWvClk9I/AAAAAAAAAxs/axBRZs5tobc/s400/Picture+074.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5359449973411124178" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pertama lihat nih photo, gila...kayak poster film. Nih photo gw ambil bareng sepupu gw, Robi, pas gw lagi di Jakarta. Kayak rutinitas, kalo gw da di Jakarta gw selalu mengabadikan diri gw di sudut-sudut yang bisa memanjakan kenarsisan. Ha...ha...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Others..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SmCYuYlZ_1I/AAAAAAAAAx0/a7A75zgWjbg/s1600-h/Picture+084.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SmCYuYlZ_1I/AAAAAAAAAx0/a7A75zgWjbg/s400/Picture+084.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5359451479211638610" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SmCZuPinZPI/AAAAAAAAAx8/OLxs1vHpU6w/s1600-h/Picture+086.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SmCZuPinZPI/AAAAAAAAAx8/OLxs1vHpU6w/s400/Picture+086.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5359452576295642354" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SmCbIIcxcAI/AAAAAAAAAyE/7cEpZA7BjQQ/s1600-h/Picture+073.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SmCbIIcxcAI/AAAAAAAAAyE/7cEpZA7BjQQ/s400/Picture+073.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5359454120580313090" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3163210194529353384-7775805811667256618?l=gie-insanmuttaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/feeds/7775805811667256618/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2009/07/berpose.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/7775805811667256618'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/7775805811667256618'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2009/07/berpose.html' title='Berpose'/><author><name>Gie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16817881199086027221</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/S_vz3MilaPI/AAAAAAAAA1U/UHT6_RI0tbY/S220/101_4480.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SmCXWvClk9I/AAAAAAAAAxs/axBRZs5tobc/s72-c/Picture+074.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3163210194529353384.post-3526568286137711668</id><published>2009-04-26T12:19:00.003+07:00</published><updated>2009-04-28T19:37:01.989+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Curahan Hati'/><title type='text'>Setelah Kejadian Itu</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;strong&gt;Setelah Kejadian Itu....&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ah, ke mana saja saya ini? Sudah lama tidak berkontemplasi untuk sekedar mengeluarkan sebuah sampah yang ada di otak untuk dimuat di blog ini. Kawan, sudah pernah saya bilang, kan? lebih baik menulis jadi sampah daripada tidak menulis jadi sampah di pikiran. Yah, mudah-mudahan saja tidak sekedar menjadi sampah yang dibuang begitu saja. Harapannya, meskipun tetap menjadi sampah bisa didaur ulang dan berguna untuk kawan-kawan semua. Kawan pasti bisa, jelas karena saya yakin Kawan adalah orang-orang yang cerdas, makannya berkunjung ke blog saya ini. Betul kan? Anggungkan kepala Kawan jika saya benar! Terima kasih!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini berawal dari peristiwa awal bulan April lalu yang membuat saya sempat vakum untuk memposting sebuah tulisan di blog ini. Sudah Kawan ketahui bahwa saya mengikuti sebuah lomba blog selama empat bulan terakhir ini. Saya ikut lomba blog yang bertajuk Black Blog Competition yang diikuti oleh 441 peserta se-Indonesia. Jika belum tahu, Kawan sudah tahu sekarang, kan? Barusan saya beritahu. Hi..hi.. Aduh..maaf yah saya jadi sedikit bercanda. Biar hidup sedikit lebih enjoy gitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begini, pengumuman hasil lomba tanggal 13 April lalu menyatakan bahwa nama saya &lt;strong&gt;Yogi Achmad Fajar&lt;/strong&gt; tidak terpampang sebagai juara 3, 2, ataupun 1. Saya sempat melihat-lihat hasil pengumuman sampai 20 kali, tetapi tetap saja hasilnya sama, bukan nama saya yang tercantum sebagai juara. Inilah kelakuan orang yang berharap ada keajaiban dengan melihat berkali-kali sampai namanya ada sebagai juara, padahal sesuatu yang tidak mungkin terjadi—&lt;em&gt;Don’t try this at home!&lt;/em&gt; Sedihkah saya? Pertama, saya akui, IYA. Itulah salah satu faktor yang membuat saya sempat tidak menulis di blog sampai akhirnya saya menulis lagi sekarang ini. Dipikir-pikir untuk apa saya melakukan hal kekanak-kanakan membiarkan potensi menulis saya terabaikan—terlepas dari ada-tidaknya inspirasi dalam menulis. Seharusnya saya tetap &lt;em&gt;fight&lt;/em&gt; mengahadapi kenyataan. Mungkin ini pelajaran bahwa saya harus mengasah lagi kemampuan menulis saya, banyak bertanya, dan berlatih. Terlontarlah sebuah kalimat dari saya waktu itu, “Saya bukannya TIDAK MENANG, tetapi BELUM MENANG.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemenang adalah orang yang tidak pernah menyerah dan selalu bangkit tatkala ia mengalami jatuh. Pemenang adalah orang yang menjadikan kekalahan sebagai pelajaran yang berharga untuk meraih kemenangan yang tertunda. Pemenang adalah tidak pernah berkata TIDAK MENANG, tetapi selalu berkata BELUM MENANG ketika menghadapi kekalahan. Itulah pemenang sejati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas, apa yang saya lakukan saat vakum menulis itu—akibat pernah &lt;em&gt;down&lt;/em&gt;. Tentunya saya masih membuka blog dan hanya melihat apakah ada komentar pada &lt;em&gt;shout mix&lt;/em&gt; atau kolom komentar tulisan. Salah satu kegiatan yang membuat saya bersemangat menulis lagi di blog adalah &lt;em&gt;chatting&lt;/em&gt; dengan juara 1 lomba blog yang saya ikuti, namanya Ariel—nama panggilannya. Secara sengaja dan niat, saya melihat blognya(www.ikomumm.blogspot.com). Saya menganalisis bagaimanakah tampilan blog dan isi blog sang Jawara itu. Pelajaran untuk kita semua, belajarlah dari orang yang menjadi juara, supaya bisa termotivasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu kebetulan &lt;em&gt;icon&lt;/em&gt; YMnya berstatus &lt;em&gt;online&lt;/em&gt;, dengan tidak berpikir dua kali saya langsung &lt;em&gt;chatting&lt;/em&gt; dengan Ariel. Alhamdulillah, Ariel orangnya baik dan bersedia menularkan ilmunya kepada saya, terutama tentang desain grafis. Saya akui, dia HEBAT dan TOP BGT tentang desain grafis dan &lt;em&gt;lay out&lt;/em&gt;. Terlihat dari desain blognya yang &lt;em&gt;cool&lt;/em&gt;. Sebuah &lt;em&gt;skill&lt;/em&gt; yang belum saya maksimalkan. Sungguh mengasyikan &lt;em&gt;chatting&lt;/em&gt; dengan Ariel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak ilmu yang saya dapat dari Ariel demi kemajuan blog saya. Kami berdua pun saling menganalisis tentang mengapa Ariel bisa menang dalam lomba blog itu. Tidak luput pula kami saling mengomentari blog satu sama lain. Ariel sempat sedikit merendah bahwa tulisan saya jauh lebih bagus daripada dia. Bahkan, dia ingin belajar menulis yang baik seperti saya. Saya jadi bersyukur saat itu. Saya baru sadar bahwa ada orang yang mengapresiasi tulisan saya dengan komentar yang bagus seperti Ariel. &lt;em&gt;Thank&lt;/em&gt;s Riel! Tulisan saya belum seberapa, Kamu malah yang jauh lebih ahli dalam urusan blog daripada saya. Setelah kurang lebih satu jam chatting dengan Ariel, akhirnya saya mengetahui apa-apa yang harus saya koreksi dan tambahkan dalam blog saya bila ada lomba lagi. Harapannya, tentu saja memenangi lomba. Sekali lagi, &lt;em&gt;arigato, gomawoyo, thanks, nuhun&lt;/em&gt; Riel atas sarannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Soal Alamat Blog&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Begitulah Kawan, saat tidak &lt;em&gt;ngeblog&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;alhamdulillah&lt;/em&gt; masih bisa melakukan aktivitas yang menurut saya masih bisa menambah ilmu seperti &lt;span style="font-style: italic;"&gt;chatting&lt;/span&gt; dengan Ariel. Sebuah refleksi bagi blog saya yang alamatnya(www.gie-insanmuttaqin.blogspot.com) ingin saya ganti. Sedikit berbicara mengenai alamat blog saya ini yang sudah berumur 1 tahun 6 bulan ini. Ibarat bayi, lagi lutu-lutunya dan masih nenen. Begitupun blog saya ini, masih kurang pengalaman dan masih butuh “nenen” banyak berbagai ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alamat blog saya yang saya namai ketika awal membuat blog, terasa berat bagi saya. Bukan tanpa alasan, setelah &lt;em&gt;nick name&lt;/em&gt; saya (baca: &lt;strong&gt;gie&lt;/strong&gt;) selanjutnya ada terusan &lt;strong&gt;insanmuttaqin&lt;/strong&gt;. Inilah yang saya anggap berat. Jika diartikan adalah “gie orang yang bertakwa”. Kesan pertama adalah adanya ketakutan dalam diri saya, nantinya muncul asumsi pengunjung yang mengunjungi blog saya ini bahwa saya adalah orang yang SOK ALIM. Kedua, jika asumsi itu memang ada dalam beberapa benak pengunjung (mudah-mudahan tidak ada), maka sangat keliru. Saya tidak bermaksud utuk SOK, SOMBONG, atau apalah itu. Saya juga masih perlu banyak belajar tentang agama dan masih jauh dari ranah ketakwan yang paripurna. Masih banyak melakukan dosa, dosa, dosa, dan dosa. Bermaksud klarifikasi—bisa dikatakan demikan—dalam kesempatan ini saya ingin menceritakan sejarah proses penamaan alamat blog saya. Singkat saja, SMA saya dulu SMA Al Muttaqin. Jadi, untuk menunjukkan saya anak SMA itu maka saya kasih embel-embel insanmuttaqin. Begitu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;InsyaAllah, jika saya punya rezeki, saya akan ganti alamat blog saya ini dan berganti domainnya menjadi &lt;strong&gt;.com&lt;/strong&gt; tanpa ada embel-mbel&lt;em&gt; blogspot&lt;/em&gt;-nya juga. Doakan saya yah Kawan!&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3163210194529353384-3526568286137711668?l=gie-insanmuttaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/feeds/3526568286137711668/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2009/04/setelah-kejadian-itu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/3526568286137711668'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/3526568286137711668'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2009/04/setelah-kejadian-itu.html' title='Setelah Kejadian Itu'/><author><name>Gie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16817881199086027221</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/S_vz3MilaPI/AAAAAAAAA1U/UHT6_RI0tbY/S220/101_4480.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3163210194529353384.post-462656342804804430</id><published>2009-04-02T11:29:00.013+07:00</published><updated>2009-07-26T16:11:41.953+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Studi di belanda'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kompetiblog'/><title type='text'>Gerbang Global, Studi Di Negeri Kincir Angin</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold; font-family: trebuchet ms;font-size:180%;" &gt;Gerbang Global, Studi Di Negeri Kincir Angin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-weight: normal; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="font-family: trebuchet ms;" href="http://kompetiblog.studidibelanda.com/" target="”_blank”"&gt;&lt;img src="http://kompetiblog.studidibelanda.com/wp-content/uploads/2009/03/kompetiblogbadge-neo.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Sebagai seorang calon pemimpin masa depan bagi negara kita tercinta Republik Indonesia, kita—saya dan anda yang masih berstatus sebagai seorang pelajar dan mahasiswa—harus melakukan “investasi” besar-besaran dari sekarang. Investasi berupa kompetensi-kompetensi unggul yang akan menjadi modal kita sebagai pemimpin di masa depan yang begitu kompleks.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Tantangan masa depan mulai terasa oleh kita saat ini. Kata “global” dan “globalisasi” menjadi &lt;/span&gt;&lt;em style="font-family: trebuchet ms;"&gt;keyword&lt;/em&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;s yang selalu muncul dalam tema peradaban. Seiring dengan globalisasi, seiring itu pula mau tidak mau kita mesti berpikir global. Kita dituntut untuk menempatkan diri tidak hanya melihat pada tataran lokal saja, tetapi juga pada tataran global.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Salah satu cara untuk mengejawantahkan wacana tersebut adalah dengan kita menempuh pendidikan (baca: kuliah) di luar negeri. Orientasi kuliah di luar negeri adalah harapan bagi siapa saja yang memiliki semangat keilmuan dan mewujudkan memiliki komunitas global sebagai salah satu kompetensi yang mesti dimiliki calon pemimpin masa depan. Harapan saya dan anda juga, bukan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Berbicara soal kuliah di luar negeri, Belanda adalah tujuan yang tepat untuk merealisasikannya. Bukan tanpa alasan saya mengatakan tepat karena negara yang terkenal akan damnya ini memiliki keunggulan tersendiri jika kita menempuh pendidikan di sana.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Belanda yang memiliki julukan negara kincir angin ini menjadi magnet tersendiri bagi para pelajar Indonesia untuk menempuh pendidikan di sana. Tidak sedikit teman-teman pelajar Indonesia yang kuliah di sana. Terhitung sebanyak 500 mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di Belanda tahun 2008 (NESO). Bahkan, sejarah mencatat sang Proklamator negara kita Mohammad Hatta pernah menempuh pendidikan di Nederland Handelshogeschool di Rotterdam, Belanda tahun 1921.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Belanda yang multikultur&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Belanda adalah negara di benua Eropa yang terkenal karena penduduknya tidak hanya asli orang Belanda saja, tetapi juga banyak penduduk dari berbagai penjuru dunia yang tinggal di sana—kebanyakan mereka sedang menempuh pendidikan. Hal itulah yang membuat Belanda menjadi negara yang multikultur.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Keunggulan Belanda sebagai negara multikultur merupakan kesempatan yang besar bagi kita untuk berinteraksi dengan orang-orang dari berbagai negara lain yang tentunya memiliki perbedaan latar belakang, historis, adat, sifat, ideologi, dan bahasa. Tinjauan sosiologi, bahwasannya seseorang yang berada di sebuah kawasan di mana terdiri dari orang-orang yang berbeda adat, bahasa, suku, dan bangsa akan menjadikan seseorang tersebut memiliki kedewasaan, pola pikir yang jauh ke depan, dan lebih toleran.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Kuliah di Belanda, kita tidak hanya mendapat ilmu semata dari perkuliahan, tetapi juga wawasan yang luas lewat pergaulan dengan orang-orang dari negara lain. Kita akan mengetahui bagaimana karakteristik dan pemikiran orang Belanda, mengetahui bagaimana cara menghadapi orang Inggris, menghadapi orang Jerman, dan pastinya mengetahui pola pikir orang-orang dari belahan penjuru negara lain. Pembelajaran tentang psikologis orang asing pun akan kita dapatkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Berkontribusi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Letak geografis Belanda yang strategis di tengah benua Eropa menjadikan negara yang memiliki sistem pemerintahan monarki konstitusional ini menjadi akses poin berbagai negara Eropa lainnya untuk melakukan sebuah interaksi satu sama lain. Indikasi untuk membentuk komunitas global pun semakin terbuka lebar. Sesuatu yang sarat pengalaman dan mendapat jejaring internasional akan kita dapatkan tatkala bisa masuk dalam komunitas tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Banyak hal yang bisa kita lakukan dengan komunitas global ini. Salah satunya adalah ikut berpikir dan memberikan gagasan-gagasan segar terhadap isu-isu yang sedang melanda dunia internasional. Contohnya isu yang sedang &lt;/span&gt;&lt;em style="font-family: trebuchet ms;"&gt;headline&lt;/em&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; dan populer dewasa ini seperti &lt;/span&gt;&lt;em style="font-family: trebuchet ms;"&gt;global warming&lt;/em&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;. Dengan isu tersebut, komunitas global yang terdiri dari orang-orang dari berbagai negara tentu saja—termasuk kita—bisa &lt;/span&gt;&lt;em style="font-family: trebuchet ms;"&gt;sharing&lt;/em&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; dan berbagi argumen untuk memecahkan masalah tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Lebih lanjut, kita bisa menjadikan komunitas global tersebut menjadi sebuah komunitas yang lebih terorganisasi. Kita bisa menjadikan komunitas global menjadi sebuah organisasi, perhimpunan pelajar antarnegara misalnya. Dengan lebih terorganisasi, maka eksistensi dan tujuannya pun menjadi lebih terarah. Isu &lt;/span&gt;&lt;em style="font-family: trebuchet ms;"&gt;global warming&lt;/em&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; tadi misalnya, kontribusi yang nanti diberikan oleh komunitas global tidak hanya dalam bentuk sebuah gagasan saja, tetapi juga bisa memberikan kontribusi berupa aksi nyata di lapangan seperti mengkampanyekan, mensosialisasikan, memberi contoh hidup hemat, dan hal lain yang bisa dilakukan. Kita yang mempunyai rencana &lt;/span&gt;&lt;em style="font-family: trebuchet ms;"&gt;(plan),&lt;/em&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; kita juga yang merealisasikannya &lt;/span&gt;&lt;em style="font-family: trebuchet ms;"&gt;(action plan).&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Betapa indahnya jika kita yang masih berstatus sebagai pelajar atau mahasiswa bisa berkontribusi bagi umat manusia di muka bumi ini. Kita bisa berbuat sesuatu yang bermanfaat bersama orang-orang dari penjuru negara lain, saling berbagi pengetahuan, dan belajar untuk saling menghormati satu sama lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Impian tersebut bisa terwujud salah satu caranya adalah dengan kita menempuh studi di Belanda. Negara yang memberikan kesempatan bagi kita untuk masuk dalam sebuah komunitas yang luas dan mendunia. Memberikan kesempatan bagi kita untuk membuka mata dan hati bahwa kita bisa berkontribusi nyata bagi umat manusia di seluruh dunia.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3163210194529353384-462656342804804430?l=gie-insanmuttaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/feeds/462656342804804430/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2009/04/gerbang-global-studi-di-negeri-kincir.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/462656342804804430'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/462656342804804430'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2009/04/gerbang-global-studi-di-negeri-kincir.html' title='Gerbang Global, Studi Di Negeri Kincir Angin'/><author><name>Gie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16817881199086027221</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/S_vz3MilaPI/AAAAAAAAA1U/UHT6_RI0tbY/S220/101_4480.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3163210194529353384.post-3954999439608062397</id><published>2009-03-26T14:28:00.006+07:00</published><updated>2009-03-30T15:24:16.649+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Black Blog Competition'/><title type='text'>Gap Dalam Percaturan Politik</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;em&gt;Gap&lt;/em&gt; Dalam Percaturan Politik&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Akhir-akhir ini masyarakat Indonesia disuguhi sebuah perbendaharaan kata yang baru. Perbendaharaan kata (baca: istilah) yang terlontar dari para politisi yang sedang getol-getolnya berkampanye. Memang, di samping membuat keuntungan yang melimpah bagi para pengrajin seperti pengrajin yang membuat famplet, stiker, dan sablon karena banyak orderan, pemilu juga membuat orang menjadi pintar membuat istilah-istilah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda terus mengikuti alur konstelasi perpolitikan dan berita tentang pemilu negara kita tercinta Indonesia, maka pasti akan mengetahui istilah “Segitiga Emas” &lt;em&gt;(Golden Triangle)&lt;/em&gt; dan “Jembatan Emas” &lt;em&gt;(Golden Bridge Politics)&lt;/em&gt;. Saat saya pertama mengetahui istilah ini, saya kira sebuah judul film atau judul buku. Ternyata, sebuah nama kubu-kubu politik yang sedang membuat peta persaingan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Segitiga emas” adalah istilah yang dicetuskan oleh tiga partai politik (PDIP, PPP, dan P. Golkar) yang dimotori oleh partai oposisi yakni PDIP. Seakan tidak mau ketinggalan dan kalah saing, kubu &lt;em&gt;status quo&lt;/em&gt; yang notabene partai yang sedang memerintah mencetuskan istilah “Jembatan Emas”. Adalah Anas Urbaningrum selaku Ketua DPP PD yang mencetuskan istilah tersebut. Saya pun masih belum tahu jelas apa yang menjadi tujuan dengan hadirnya kubu-kubu ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun tujuannya, istilah yang baru ini menurut saya sedikit lebih berkelas daripada istilah yang dulu-dulu seperti, “yoyo” dan “gasing” yang sempat mencuat dan memanas. Setidaknya, kali ini kedua kubu menggunakan kata “emas” &lt;em&gt;(golden)&lt;/em&gt; yang identik dengan konotasi yang baik seperti, kemajuan, kebahagiaan, kejayaan, dan kemakmuran. Semoga saja kedua-duanya bisa merealisasikannya bukan sekedar “apalah artinya sebuah nama” seperti kata William Shakespeare.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Hakikat Manusia&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Melihat tingkah laku para politisi kita yang kerjaannya tidak jauh dari saling menghujat satu sama lain, membuat geng (kubu) masing-masing, dan merasa paling benar, tidak jauh seperti halnya anak-anak sekolahan. Bukan &lt;strong&gt;Black In News&lt;/strong&gt; yang baru lagi, anak sekolahan sukanya adalah bergerombol, membentuk geng, dan aktivitas lain yang menunjukkan adanya &lt;em&gt;gap&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya anak sekolahan, semua kalangan pun—termasuk politisi—akan menjalani hidup dengan adanya sebuah perbedaan dan berimbas kepada adanya &lt;em&gt;gap&lt;/em&gt;. Sudah menjadi kehendak Tuhan bahwa hakikat manusia lahir berbeda-beda, bersuku-suku, dan berbangsa-bangsa. Setiap manusia lahir dengan berbagai perbedaan yang ada, bahkan seorang yang kembar identik pun akan terdapat perbedaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas, apakah perbedaan itu hanya akan menjadikan adanya &lt;em&gt;gap&lt;/em&gt; di antara sesama manusia? Tentu tidak hanya itu saja, perbedaan adalah anugerah dan rahmat yang diberikan Tuhan. Dengan perbedaan kita bisa saling mengenal, memahami, menghargai, dan saling melengkapi. Perbedaan itu indah, bisa kita bayangkan jika wajah kita hanya terdiri dari satu pancaindera saja hidung misalnya, keindahan pun tidak akan terlihat. Pluralitas adalah indah seindah berbagai macam bunga yang menyatu seikat menjadi rangkaian berbagai macam bunga yang indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadirnya perbedaan juga menjadi kekayaan inovasi dan ide bagi kehidupan. Contohnya bisa dilihat dalam sebuah ajang modifikasi mobil seperti &lt;strong&gt;Autoblackthrough&lt;/strong&gt; dan modifikasi motor seperti &lt;strong&gt;Djarum Black Motodify&lt;/strong&gt;. Karena adanya perbedaan, selera, dan ide dari para peserta modifikator, kita bisa melihat karya-karya unik dan menarik yang memiliki kelebihan masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Efek Konstruktif&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Baiknya para politisi menyikapi perbedaan yang ada menjadi sebuah keunggulan dan kekayaan yang dimiliki bangsa. Sehingga, jangan salah menyikapi dengan menganggap orang yang berbeda visi, partai, ideologi, dan perbedaan lainnya adalah sebagai musuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesejahteraan dan kemakmuran rakyat adalah tujuan dari para elite partai (semoga niatnya masih seperti itu), karena niatnya sudah sama sehingga tidak ada kata selain saling mengisi dan membangun bersama dengan tidak melihat perbedaan yang ada. Utamakan kepentingan rakyat di atas kepentingan sentimen pribadi, kelompok, dan partai adalah hal yang mesti dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan dan adanya &lt;em&gt;gap &lt;/em&gt;tidak bisa dihilangkan karena itu adalah sifat alami manusia. Namun, seperti yang dibahas di atas bahwa banyak hal yang berbuah positif dari perbedaan. Sosiologi menyatakan bahwa ada sebuah dampak konstruktif (membangun) dari perbedaan dan fenomena konflik. Efek yang membangun dan memberikan kedewasaan bagi masing-masing yang berkonflik untuk memetik hikmah dan pelajaran untuk kemajuan bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika para politisi belum bisa bersikap dewasa dan menemukan esensi dari makna pluralitas itu sendiri, saya hanya bisa kembali berkomentar, “Apa bedanya dengan anak sekolahan!” Anak sekolahan yang mayoritas mengartikan perbedaan dan &lt;em&gt;gap&lt;/em&gt; dengan membuat geng yang tindak lanjutnya bisa mengarah kepada tawuran.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3163210194529353384-3954999439608062397?l=gie-insanmuttaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/feeds/3954999439608062397/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2009/03/gap-di-percaturan-politik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/3954999439608062397'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/3954999439608062397'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2009/03/gap-di-percaturan-politik.html' title='Gap Dalam Percaturan Politik'/><author><name>Gie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16817881199086027221</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/S_vz3MilaPI/AAAAAAAAA1U/UHT6_RI0tbY/S220/101_4480.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3163210194529353384.post-5275638373975855117</id><published>2009-03-18T21:10:00.005+07:00</published><updated>2009-03-19T12:57:59.011+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Black Blog Competition'/><title type='text'>Catatan Seorang Jurnalis</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Catatan Seorang Jurnalis&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Rapat tema hari Sabtu (14/3) menyeret nama saya dan rekan saya Nindi dari Fakultas Ekonomi untuk menulis Rubrik &lt;em&gt;cover&lt;/em&gt; edisi 163 Bul Pos. Hak istimewa sang pemred Bul Pos, Dina Maretihaq Sari yang cantik dan kadang gokil ini lah saat rapat tema menunjuk saya dan Nindi untuk menjadi reporter rubrik &lt;em&gt;cover&lt;/em&gt;—rubrik yang banyak diinginkan reporter Bul Pos dan bergengsi di Bul Pos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah kesibukkan kuliah yang super padat dan membuat lelah otak dan fisik, &lt;em&gt;alhamdulillah &lt;/em&gt;masih ada tenaga yang tersisa untuk reportase. Tentunya masih bisa pula &lt;em&gt;think black&lt;/em&gt; seperti jargon iklan &lt;strong&gt;Djarum Black&lt;/strong&gt;. Hari Selasa, saya kuliah dari jam tujuh pagi sampai jam satu siang. Selasa siang setelah kuliah (17/3) adalah giliran saya melakukan reportase sendirian, karena hari Senin (16/3) rekan saya Nindi telah reportase terlebih dahulu. Di samping itu, hari Selasa Nindi mendapat jadwal kuliah yang lebih "gila" lagi dari saya, yakni dari jam delapan pagi sampai jam enam sore.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rubrik &lt;em&gt;Cover &lt;/em&gt;edisi 163 memberitakan tentang sebuah rumah sakit hewan UGM yang baru. Saya dan Nindi mengambil &lt;em&gt;angle&lt;/em&gt; tentang bagaimana latar belakang, fungsi, pokoknya segala tetek bengek dari rumah sakit hewan tersebut. Intinya berita yang dihasilkan nanti berupa &lt;em&gt;straight news&lt;/em&gt; (berita langsung).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat cerita saya berada di RSH tersebut. &lt;em&gt;Alhamdulillah&lt;/em&gt;, saya bisa bertemu langsung dengan kepala rumah sakit hewan tersebut di sana, namanya Prof. Dr. drh. Ida Tjahajati, MP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala RSH itu begitu ramah, &lt;em&gt;welcome&lt;/em&gt;, dan terbuka saat saya wawancarai. Saking asiknya, wawancara memakan waktu satu jam lebih. Segala informasi tentang RSH itu sudah memenuhi &lt;em&gt;outline&lt;/em&gt; yang saya buat, bahkan mungkin informasi yang didapat kelebihan. Uniknya, selama wawancara, Prof. Ida juga curhat dan bercerita tentang dirinya selama masih menjadi mahasiswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah kenapa, saat itu saya merasa nyaman mewawancarai kepala RSH tersebut. Dan mungkin Prof. Ida juga merasa nyaman diwawancarai oleh saya. Bukan tanpa alasan saya berasumsi seperti itu, karena bisa terlihat dari raut mukanya yang berseri-seri dan sampai hati curhat kepada saya. Sesuatu yang jarang terjadi saat saya mewawancarai seorang narasumber.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekedar &lt;strong&gt;Black In News&lt;/strong&gt; saja, rupanya Prof. Ida lahir pada tanggal 28 Desember. Tanggal lahir yang hampir sama dengan saya, yakni 27 Desember. Mungkin karena sama-sama lahir pada bulan Desember membuat saya dan Prof. Ida menjadi nyambung dan nyaman saat berkomunikasi. Entahlah, apakah akseptabilitas asumsi itu dapat diterima atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah reportase di RSH, saya dan Nindi bertemu di salah satu tempat makan di bilangan Kopma (Koperasi Mahasiswa) UGM &lt;em&gt;ba’da&lt;/em&gt; magrib untuk menyelesaikan berita tersebut. Karena &lt;em&gt;deadline&lt;/em&gt; besok harinya, hari Rabu (18/3). Sesuai dugaan saya, saking banyaknya informasi yang didapat membuat saya dan Nindi bingung. Bingung mau menulis dari mana awalnya. Tapi saya mesti bersyukur, sebagai seorang jurnalis lebih baik kelebihan informasi daripada kekurangan informasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya dan Nindi akhirnya menyelesaikan tulisan Selasa malam itu juga. Melihat jam di HP Nokia 2300 saya ternyata sudah jam 11 malam. Anehnya, rasa lelah saya tidak terasa dan justru saya merasa mendapat sari pati jiwa seorang jurnalis. Yah, seorang yang bekerja tak kenal waktu dan selalu dinamis. Meskipun begitu, saya ingin melakukannya lagi, lagi, dan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ucapan Dahlan Iskan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Saat tanggal 9 Februari kemarin, dalam rangka memperingati hari Pers Nasional sebuah program &lt;em&gt;talk show&lt;/em&gt; terkenal di TV swasta menghadirkan tamu-tamu yang berkompeten di bidang jurnalistik. Salah satunya adalah Dahlan Iskan, CEO Jawa Pos—salah satu perusahaan media terbesar yang ada di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu, pembawa acara bertanya kepada Dahlan Iskan tentang bagaimana kiat Dahlan Iskan bisa berkecimpung di dunia jurnalistik dan menjadi orang yang sukses di bidang tersebut. Saya sangat termotivasi dengan jawaban yang dilontarkan Dahlan Iskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yah...karena saya cinta dan suka pada bidang ini. Karena cinta dan suka, maka saya sungguh-sungguh total, belajar dan belajar terus menerus. &lt;em&gt;Alhamdulillah&lt;/em&gt; hasilnya pun bisa terasa sekarang," jawab Dahlan Iskan. Intisari yang bisa saya ambil dari jawaban inspiratif tersebut adalah kecintaan, totalitas dan kemauan untuk terus belajar dan belajar. Bidang apapun itu, selama dijalankan dengan totalitas dan tidak ada kata selain terus belajar, menggali, dan mencari berkenaan dengan ilmunya, niscaya hasilnya pun akan maksimal.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3163210194529353384-5275638373975855117?l=gie-insanmuttaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/feeds/5275638373975855117/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2009/03/catatan-seorang-jurnalis.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/5275638373975855117'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/5275638373975855117'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2009/03/catatan-seorang-jurnalis.html' title='Catatan Seorang Jurnalis'/><author><name>Gie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16817881199086027221</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/S_vz3MilaPI/AAAAAAAAA1U/UHT6_RI0tbY/S220/101_4480.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3163210194529353384.post-4183483007067202336</id><published>2009-03-10T12:01:00.003+07:00</published><updated>2009-03-15T19:29:44.498+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Black Blog Competition'/><title type='text'>Realitas Pemilu Indonesia</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Realitas Pemilu Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Wajar bila muncul rasa takut pada masyarakat setiap pemilu—legislatif dan presiden—digelar di negeri yang sudah 10 tahun reformasi ini. Takut jika pemilu yang dilaksanakan hanya menghambur-hamburkan uang negara tanpa ada perubahan dan perbaikan nyata dan dirasa secara signifikan. Memang sedikit klise, namun tetap saja selalu muncul karena memang hasil yang ditampilkan klise pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rakyat hanya dibutuhkan saat pemilu saja, setelah mendapat apa yang diinginkan yakni kekuasaan, lupa begitu saja seperti terkena amnesia. Kalangan &lt;em&gt;grass root&lt;/em&gt; seperti halnya peribahasa "Habis manis sepah dibuang", dimanfaatkan dan dijadikan alat semata oleh orang-orang yang haus kekuasaan demi kekayaan pribadi, setelah itu &lt;em&gt;Lupa tuh&lt;/em&gt;! Orang-orang yang duduk di gedung dewan, bukannya memperhatikan dan menyuarakan aspirasi konstituen yang mendukungnya, malah hanya mementingkan urusan perut sendiri dan kepentingan kelompok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya masih teringat akan sebuah ucapan dari almarhum Harry Roesli yang mengingatkan atas posisi kita sebagai rakyat yang sebenarnya. Saat persiapan pemilu 2004 seperti sekarang ini, di salah satu program &lt;em&gt;talk show&lt;/em&gt; TV swasta, almarhum dengan gaya humornya berkata, "Gubernur dengan Wakil Gubernur, tinggian mana (jabatannya)? Gubernur kan? Presiden dengan Wakil Presiden? Presiden kan? Nah, Rakyat dengan Wakil Rakyat? Tinggian siapa?" Semua &lt;em&gt;audiens talk show&lt;/em&gt; tersebut kontan berfikir sejenak, setelah itu akhirnya tertawa. Adanya respon telmi (baca: lambat) dari&lt;em&gt; audiens&lt;/em&gt; pertanda bahwa masyarakat sudah lupa bahwa mereka sebagai rakyat lebih tinggi kedudukannya daripada wakil rakyat. Secara implisit ucapan cerdas yang dikeluarkan Harry Roesli tidak lain menyindir para wakil rakyat yang seharusnya patuh pada apa yang rakyat inginkan. Bukan patuh pada nafsu kekuasaan. Namanya juga wakil rakyat, berarti harus mewakili rakyat untuk menyuarakan aspirasi kesejahteraan rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Machiavellian&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bukan &lt;strong&gt;Black In News&lt;/strong&gt; dan rahasia umum lagi, para calon anggota dewan dan calon presiden mengeluarkan kocek yang tidak sedikit untuk "hajatan" lima tahunan ini. Kocek yang lebih besar dari sekedar memodifikasi mobil seperti di &lt;strong&gt;Autoblackthrough&lt;/strong&gt;. Bukan rahasia umum juga, segala cara dilakukan bahkan menghalalkan segala cara pun ditempuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;The ends justify the means&lt;/em&gt; yang merupakan teori dari seorang Niccolo Machiavelli sudah mendarah daging bagi orang yang haus akan kekuasaan dan kekayaan, khususnya para politisi. Machiavelli adalah seorang pakar politik yang menulis buku &lt;em&gt;II Principe&lt;/em&gt; (Sang Pangeran). Dalam bukunya tersebut, Ia mengemukakan teori yang mengajarkan bahwa dalam melaksanakan kekuasaannya seorang raja (pemimpin) tidak perlu menghiraukan kesusilaan dan norma. Berbuat licik, curang bahkan menghalalkan segala cara adalah mesti dilakukan untuk memuluskan eksistensi kekuasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori Machiavelli yang mengharuskan seseorang menyatukan kekuatan manusia dan hewan ini menerima hujatan. Tidak saja ketika di masa lalu saat ia masih hidup, sampai sekarang pun ia masih dicerca dan dikutuk semua negara, tokoh-tokoh politik, negarawan, dan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anehnya, banyak yang mengutuk banyak pula yang mempraktikkan teori tersebut dalam realitas kehidupan. Tampaknya kutukan dan cercaan hanya dalam sebuah konsep belaka. Hampir di semua negara apalagi Indonesia, sadar atau tidak Machiavellian (orang yang menggunakan teori Machiavelli) nyata keberadaanya, seperti para politisi busuk dan pejabat yang menipu rakyat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3163210194529353384-4183483007067202336?l=gie-insanmuttaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/feeds/4183483007067202336/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2009/03/realitas-pemilu-indonesia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/4183483007067202336'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/4183483007067202336'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2009/03/realitas-pemilu-indonesia.html' title='Realitas Pemilu Indonesia'/><author><name>Gie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16817881199086027221</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/S_vz3MilaPI/AAAAAAAAA1U/UHT6_RI0tbY/S220/101_4480.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3163210194529353384.post-3848132084181975991</id><published>2009-03-09T13:41:00.004+07:00</published><updated>2009-03-09T13:48:46.064+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='The Inspiring Words'/><title type='text'>Let's Count!</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;IF&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;strong&gt;=&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;SO&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;K-N-O-W-L-E-D-G-E&lt;br /&gt;11+14+15+23+12+5+4+7+5=96%&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;H-A-R-D W-O-R-K&lt;br /&gt;8+1+18+4+23+15+18+11=&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;98%&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;A-T-T-I-T-U-D-E&lt;br /&gt;1+20+20+9+20+21+4+5=100%&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;L-O-V-E O-F G-O-D&lt;br /&gt;12+15+22+5+15+6+7+15+4=101%&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3163210194529353384-3848132084181975991?l=gie-insanmuttaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/feeds/3848132084181975991/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2009/03/lets-count.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/3848132084181975991'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/3848132084181975991'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2009/03/lets-count.html' title='Let&apos;s Count!'/><author><name>Gie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16817881199086027221</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/S_vz3MilaPI/AAAAAAAAA1U/UHT6_RI0tbY/S220/101_4480.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3163210194529353384.post-8008039563495219110</id><published>2009-03-08T15:49:00.008+07:00</published><updated>2009-03-15T19:33:41.299+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Black Blog Competition'/><title type='text'>Budaya Bicara Dalam Komunikasi Politik</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SbOHqvRosjI/AAAAAAAAAw4/H1AqvZWYi3Y/s1600-h/depan.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5310737553914638898" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 229px; HEIGHT: 400px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SbOHqvRosjI/AAAAAAAAAw4/H1AqvZWYi3Y/s400/depan.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Budaya Bicara Dalam Komunikasi Politik&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Kurang lebih sebulan lagi menuju pertarungan bagi yang akan bertarung di pemilu legislatif. Pemilu yang dilaksanakan untuk memilih anggota DPR dan DPRD, sebagai proyeksi dari bentuk pemerintahan parlementer. Persiapan dari para calon legislatif (caleg) pun semakin terlihat. Kita bisa melihatnya dari semakin gencar “mendendangkan” platform partai dan dirinya yang paling pantas untuk menjadi wakil rakyat di gedung dewan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, budaya komunikasi politik di Indonesia mayoritas masih diwarnai dengan bentuk komunikasi nonverbal. Kampanye dilakukan dengan menggunakan teknik melakukan pawai, pemasangan bendera, gambar, baliho, sticker dan famplet seperti &lt;strong&gt;Djarum Black&lt;/strong&gt; dengan&lt;em&gt; event&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;Autoblackthrough&lt;/strong&gt; atau &lt;strong&gt;Blackinnovationawards&lt;/strong&gt;-nya, semuanya sarat dengan pesan nonverbal. Kita bisa melihat kenyataan itu di lapangan. Sepanjang jalan dan sejauh mata memandang dihiasi dengan ornamen-ornamen kampanye pemilu seperti baliho dan bendera yang bahkan merusak tata keindahan kota. Tidak hanya di jalan, tetapi juga media massa seperti koran, majalah, dan bahkan di dunia maya seperti &lt;em&gt;facebook&lt;/em&gt; dihiasi wajah-wajah para caleg. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Kepiawaian komunikasi politik secara verbal adalah sangat penting dibanding nonverbal, seperti pembicaraan. Saking pentingnya pembicaraan, Mark Roeloef menganggap &lt;em&gt;politics is talk&lt;/em&gt; (Nimmo, 1993:73). &lt;em&gt;Speech communication&lt;/em&gt; adalah kemampuan yang harus dimiliki oleh para politisi, seperti berdebat, diskusi, berpidato atau bicara di depan khalayak ramai. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SbOJ2Igp3rI/AAAAAAAAAxA/Ddy6RTEU5pw/s1600-h/pidato.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5310739948690333362" style="FLOAT: left; MARGIN: 0pt 10px 10px 0pt; WIDTH: 145px; CURSOR: pointer; HEIGHT: 320px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SbOJ2Igp3rI/AAAAAAAAAxA/Ddy6RTEU5pw/s320/pidato.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;Membangun Citra&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bercermin pada pemilu Amerika Serikat kemarin, kenapa Barrack Obama bisa melenggangkan kaki menuju &lt;em&gt;White House&lt;/em&gt; dan mencatat sejarah sebagai Presiden Amerika pertama yang berkulit hitam? Tidak lain, salah satu alasannya karena Obama lihai dalam berkomunikasi lisan. Saat berpidato, semua orang bak tersihir dengan kata-katanya. &lt;em&gt;Gezagh&lt;/em&gt; atau kewibawaan muncul setiap kali Obama berpidato, sehingga rakyat Amerika begitu terpesona. Gaya retorikanya yang terstrukur dan terkadang menyentuh ke dalam hati setiap orang yang mendengarkan menjadi keunggulan tersendiri. Obama dengan &lt;em&gt;tagline&lt;/em&gt; kampanyenya yang populer &lt;em&gt;“Change, we need. Yes, we can”&lt;/em&gt; adalah bukti kepiawaian Obama dan tim sukesnya menggunakan komunikasi politik yang efektif.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Satu lagi peristiwa yang bisa menjadi pelajaran tentang hakikat politik adalah komunikasi (baca: bicara). Turunnya Megawati sebagai Presiden dan gagalnya dalam pentas pemilu presiden 2004 adalah karena kurang kuat citranya dalam berkomunikasi. Minimnya frekuensi berkomunikasi Megawati kepada publik membuat arah pemerintahan tidak cukup jelas dipahami publik. Megawati tidak melakukan komunikasi menyampaikan berbagai kesuksesan yang berhasil dicapainya. Menurut Sunarto Prayitno dosen FISIP UI, banyak hal yang bisa disampaikan atas kinerja pemerintahan Megawati. Contohnya, keberhasilan menjaga kestabilan keamanan dan menciptakan pemilu damai selama masa pemerintahannya (2004).Sayangnya, hal tersebut tidak dilakukannya dulu. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan Megawati, Presiden Yudhoyono yang notabene &lt;em&gt;status quo&lt;/em&gt; sedang giat-giatnya melakukan komunikasi politiknya dengan memaparkan keberhasilan-keberhasilan seperti penurunan harga BBM sampai tiga kali turun yang konon karena jasa pemerintahannya. Presiden Yudhoyono acapkali menyinggung soal keberhasilan pemerintahannya saat berpidato, baik saat pidatonya dalam acara resmi atau di hadapan para rekan media saat &lt;em&gt;press conference&lt;/em&gt;. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Lebih Menjual&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Memiliki kompetensi berbicara adalah keunggulan yang mesti dimiliki setiap orang terutama politisi. Tidak cukup dengan bahasa nonverbal seperti yang diutarakan sebelumnya. Melalui kompetensi berbicara masyarakat tidak hanya tahu platform, visi, misi dan segala tetek bengek janji tetapi juga gaya ketika berbicara, pilihan padanan kata yang tepat (diksi), intonasi dan bahasa tubuh saat berbicara menjadi salah satu komposisi yang lebih menjual. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Lagi-lagi kita melihat pembelajaran komunikasi politik di Amerika Serikat. Saat Ford dan Jimmy Carter berkompetisi memperebutkan kursi Presiden tahun 1976. Seperti biasa, diadakan debat kandidat antara kedua calon. Sebelum acara debat dimulai, jajak pendapat menunjukkan Ford lebih unggul 11 persen dari Carter. Saat berdebat, Carter menunjukkan penampilan yang memikat. Berbicara dengan menguasai materi, lebih piawai dan menawarkan program-program yang lebih rasional. Alhasil, setelah perdebatan itu, jajak pendapat menunjukkan Ford tertinggal 45 persen di belakang Carter.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Kiranya kompetensi berbicara mesti kita optimalkan dalam diri setiap insan sosial, apalagi bagi para calon wakil rakyat dan calon pemimpin yang akan dipilih langsung oleh rakyatnya. Sehingga kemauan dan kemampuan untuk berkomunikasi, berdialog, memberikan pengertian dan mengambil konsensus yang tepat dalam segala hal bisa dirasa manfaatnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3163210194529353384-8008039563495219110?l=gie-insanmuttaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/feeds/8008039563495219110/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2009/03/budaya-bicara-dalam-komunikasi-politik.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/8008039563495219110'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/8008039563495219110'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2009/03/budaya-bicara-dalam-komunikasi-politik.html' title='Budaya Bicara Dalam Komunikasi Politik'/><author><name>Gie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16817881199086027221</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/S_vz3MilaPI/AAAAAAAAA1U/UHT6_RI0tbY/S220/101_4480.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SbOHqvRosjI/AAAAAAAAAw4/H1AqvZWYi3Y/s72-c/depan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3163210194529353384.post-433210036221283997</id><published>2009-03-07T16:13:00.006+07:00</published><updated>2009-03-15T19:32:32.889+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Black Blog Competition'/><title type='text'>Feel Something Different</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SbI9Eih4BEI/AAAAAAAAAww/YwlODXGF5mk/s1600-h/Beda.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5310374058820895810" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 344px; CURSOR: hand; HEIGHT: 400px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SbI9Eih4BEI/AAAAAAAAAww/YwlODXGF5mk/s400/Beda.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Feel Something Different&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Adalah benar ungkapan, "Lebih baik hujan batu di negeri sendiri daripada hujan emas di negeri orang." Mayoritas orang yang sedang merantau—baik ke luar kota atau luar negeri—akan meng-iya-kan ungkapan tersebut. Saya adalah salah seorang yang termasuk dalam mayoritas itu. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang mahasiswa yang merantau di kota dan provinsi lain, banyak hal yang membuat saya menjalani dinamika kehidupan yang baru di tanah rantau. Mulai dari bagaimana hidup mandiri di kostan, jauhnya perjalanan dari kampung halaman, uang kiriman belum sampai, uang jatah sebulan habis, dan berbagai polemik lainnya yang dialami mahasiswa perantauan. Tentunya akan menjadi&lt;strong&gt; Black In News&lt;/strong&gt; seperti programnya &lt;strong&gt;Djarum Black&lt;/strong&gt; untuk menceritakan pengalaman-pengalaman tersebut kepada keluarga dan teman di kampung halaman. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Saya pun sering mendengar cerita orang yang pernah tinggal merantau di luar negeri tentang bagaimana mereka menjalani kehidupan sehari-hari. Mereka mengatakan tidak mudah untuk hidup di negeri orang yang segalanya serba berbeda. Senada dengan yang merantau di luar negeri, di dalam negeri pun orang yang merantau ke luar kota yang berbeda, menjalani hidup tidak semudah seperti di kampung halaman. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Bisa dipahami, tinggal di negeri orang yang berbeda bahasa, budaya dan lingkungan membuat orang yang merantau harus beradaptasi, seperti kata pepatah "Di mana langit dipijak, di situ langit dijungjung." Saya teringat cerita salah seorang dosen saya tentang pengalaman studinya di luar negeri. "Kata siapa hidup di luar negeri itu enak? Mau makan aja susah. Gak makan nasi rasanya belum kenyang. Sehari-hari mesti ngomong dengan bahasa yang bukan bahasa kita. Di mana enaknya?" terangnya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Merinding&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Adakalanya saya merasakan rindu yang sangat kepada kampung halaman. Rindu kepada Ibu dan Ayah serta handai tolan di sana. Tidak dapat dipungkiri, setiap orang yang merantau, contohnya mahasiswa yang merantau demi kuliah seperti saya ini akan mengalami sebuah &lt;em&gt;syndrome home sick&lt;/em&gt;. Bawaannya ingin pulang, pulang, pulang dan pulang ke rumah. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Namun, saya menemukan sesuatu yang lain di tanah rantau yang tidak dapat saya temukan dan rasakan di kampung halaman. Salah satunya adalah ketika saya mendengarkan lagu daerah saya, yakni lagu-lagu sunda di tanah rantau. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;I feel something different&lt;/em&gt; ketika setiap mendengarkan lagu-lagu sunda yang dibawakan oleh &lt;em&gt;Doel Sumbang, Nining Meida, Darso, Yayan Jatnika, Ebith Beat'a&lt;/em&gt;, dan artis sunda lainnya. Saya menjadi merinding dan &lt;em&gt;waas&lt;/em&gt; (tidak terbayangkan/menakjubkan) saat mendengar lantunan lagu-lagu dari mereka. Seperti lagu tersebut memiliki kekuatan yang berbeda saat didengarkan di tanah rantau. Bahkan pernah, saya terhanyut dan menitikan air mata mendengarkannya. Ada nilai plus tersendiri dan entah apa itu, saya pun tidak tahu. Perasaan yang belum pernah saya rasakan saat berada di kampung halaman. Perasaan akan rindu mungkin. Rindu yang terlampiaskan melalui lantunan lagu. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3163210194529353384-433210036221283997?l=gie-insanmuttaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/feeds/433210036221283997/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2009/03/feel-something-different.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/433210036221283997'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/433210036221283997'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2009/03/feel-something-different.html' title='Feel Something Different'/><author><name>Gie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16817881199086027221</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/S_vz3MilaPI/AAAAAAAAA1U/UHT6_RI0tbY/S220/101_4480.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SbI9Eih4BEI/AAAAAAAAAww/YwlODXGF5mk/s72-c/Beda.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3163210194529353384.post-3837124210795011085</id><published>2009-03-06T17:21:00.006+07:00</published><updated>2009-07-26T16:11:11.159+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Black Blog Competition'/><title type='text'>Refleksi HP</title><content type='html'>&lt;a style="font-family: trebuchet ms;" href="http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SbD_K78c-UI/AAAAAAAAAwg/dMct2591adk/s1600-h/untitled.bmp"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5310024524024838466" style="margin: 0px 0px 10px 10px; float: right; width: 337px; height: 400px;" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SbD_K78c-UI/AAAAAAAAAwg/dMct2591adk/s400/untitled.bmp" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Refleksi HP&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Anda mempunyai &lt;em&gt;Hand Phone&lt;/em&gt; (HP)? Saya pastikan 90% masyarakat Indonesia mempunyai alat komunikasi ini. Saya pastikan juga, Anda yang sedang baca blog saya ini mempunyai HP. Anggukan kepala Anda jika jawaban saya benar! Sudah? Terima kasih! Jangan sampai pernyataan yang kurang mengenakkan muncul, "Hari gini gak punya &lt;em&gt;Hand Phone&lt;/em&gt;!" Sebuah jargon iklan telepon seluler yang &lt;em&gt;booming&lt;/em&gt; ketika itu. Sebuah jargon yang kurang bijak, menurut saya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;Oke, lanjut. Bagi kita (saya dan anda yang punya HP), ketika menelepon tiba-tiba baterai HP sudah minimum dan &lt;em&gt;low bat&lt;/em&gt; adalah kondisi yang sangat tidak diinginkan dan tidak mengenakkan. Pernah kan? Menyebalkan? Tentu, apalagi perbincangan yang sedang dibicarakan saat menelepon adalah &lt;em&gt;urgent&lt;/em&gt; dan tidak bisa ditunda-tunda. Praktis, HP menjadi hilang kegunaannya, yakni menelepon dan mengirim pesan (SMS) yang menjadi dua fungsi utama. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;Kita semua sudah tahu. Sehingga bukan &lt;strong&gt;Black In News&lt;/strong&gt; yang baru, bahwa HP hidup karena ada baterai. Baterai itulah yang menjadi sumber kekuatan (&lt;em&gt;power&lt;/em&gt;) untuk bisa menjadikan HP berdaya guna. Namun, kemampuan baterai tidak bertahan lama. Kekuatan baterai hanya sebentar, ada yang kisaran jam dan satu-dua harian. Oleh karena itu, kita mesti rajin-rajin men-&lt;em&gt;charge&lt;/em&gt;. Semakin sering, maka akan semakin awet dan bertahan lama. &lt;em&gt;Keep your lights on&lt;/em&gt;! kata iklan &lt;strong&gt;Blackinnovationawards&lt;/strong&gt;. Sebaliknya, jarang atau malah tidak pernah di-&lt;em&gt;charge&lt;/em&gt;, akan mati tidak berguna. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;Tanpa disadari, kita juga seperti HP. Tidak selamanya berada dalam kondisi yang optimal. Sebuah baterai bagi HP layaknya sebuah semangat bagi kita. Setiap kita pasti pernah berada dalam kondisi &lt;em&gt;low bat&lt;/em&gt;. Himpitan masalah, baik itu masalah keuangan, pekerjaan, sekolah, kuliah dan seabreg masalah lainnya menjadikan kita seperti HP yang hanya ada ada dua garis baterai yang ada pada layar. Bahkan lebih parahnya lagi, &lt;em&gt;low bat&lt;/em&gt; dan mati. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada kata selain men-&lt;em&gt;charge&lt;/em&gt; kembali semangat kita sebagai jawaban untuk memecahkan masalah yang sedang melanda. Sebagai manusia, ada banyak cara untuk men-&lt;em&gt;charge&lt;/em&gt; semangat, tidak seperti HP yang hanya ada satu cara, yakni mencolokkan HP lewat kabel &lt;em&gt;charge&lt;/em&gt; ke colokan listrik. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;Pertama dan yang utama adalah beribadah kepada Sang Khalik. Berdoa dan mengadu kepadaNya atas segala macam permasalahan. Hati dan pikiran niscaya akan jernih kembali. Sehingga, kita memiliki semangat yang baru dan &lt;em&gt;full&lt;/em&gt; seperti HP yang di-&lt;em&gt;charge&lt;/em&gt; semalam suntuk. Yakin dan percaya bahwa Tuhan akan membantu. &lt;em&gt;Believe it, Yes We can!&lt;/em&gt; Amboy, kita akan merasa hidup kembali.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak cara yang lain untuk kita mengisi &lt;em&gt;power&lt;/em&gt; semangat. Keluarga dan teman adalah salah satunya di antara sekian banyak lagi yang lainnya. Kita hidup tidak sendiri. &lt;em&gt;We’re not alone friend! &lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;Bukan hidup namanya jika tidak ada masalah-masalah yang siap menemui di depan kita. Karena, kita hidup untuk menghadapi masalah. Badai pasti berlalu seperti kata lagu. Masalah pasti ada akhirnya. Mari kita isi terus semangat dengan sering-sering di-&lt;em&gt;charge&lt;/em&gt;. Jangan sampai &lt;em&gt;low bat&lt;/em&gt; atau malah mati, tidak bisa dipakai lagi seperti HP yang di-lem biru (Lempar Beli Baru). &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3163210194529353384-3837124210795011085?l=gie-insanmuttaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/feeds/3837124210795011085/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2009/03/refleksi-hp.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/3837124210795011085'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/3837124210795011085'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2009/03/refleksi-hp.html' title='Refleksi HP'/><author><name>Gie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16817881199086027221</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/S_vz3MilaPI/AAAAAAAAA1U/UHT6_RI0tbY/S220/101_4480.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SbD_K78c-UI/AAAAAAAAAwg/dMct2591adk/s72-c/untitled.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3163210194529353384.post-2977631487162051518</id><published>2009-03-03T22:34:00.005+07:00</published><updated>2009-03-05T17:23:08.599+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Black Blog Competition'/><title type='text'>Hidup Adalah Pertanyaan</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/Sa1OTKCBoFI/AAAAAAAAAwY/JtNFdLyaHx4/s1600-h/Sarjana.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5308985626757013586" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 344px; CURSOR: hand; HEIGHT: 400px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/Sa1OTKCBoFI/AAAAAAAAAwY/JtNFdLyaHx4/s400/Sarjana.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;strong&gt;Hidup Adalah Pertanyaan&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Udah sarjana, mau ngapain?"&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;"Suka nonton &lt;strong&gt;Black In News&lt;/strong&gt;? Siapa yang bakal menang di&lt;strong&gt; Autoblackthrough&lt;/strong&gt; 2009? Gabung di &lt;strong&gt;Black Car Community&lt;/strong&gt;?" Dipikir-pikir, hidup kita ini diselimuti dan dihantui oleh pertanyaan. Pertanyaan yang dilayangkan oleh orang tentunya. Khususnya dari orang-orang terdekat: keluarga, teman dan guru. Kadang, kita juga suka bertanya pada diri sendiri. Ada beberapa pertanyaan yang sulit untuk dijawab. Bahkan, ada pertanyaan yang jawabannya dijawab setelah beberapa tahun kemudian.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Coba kita &lt;em&gt;review&lt;/em&gt;. Kita mulai saja posisi kita saat jadi siswa SMP. Memasuki kelas 3, pertanyaan mulai berdatangan. "Mau masuk mana, SMK, MA atau SMA?" Pilihan antara kejuruan, madrasah atau sekolah umum. Sudah memilih pun, ada pertanyaan selanjutnya, "Negeri atau swasta?"&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, posisi kita saat sudah jadi siswa menengah atas, SMA misalnya. Memasuki akhir kelas satu dan akan penjurusan. "Eh, mau masuk mana, IPA atau IPS?" Saat SMA, pertanyaan agak sensitif pun selalu muncul. "Sudah punya pacar belum? Sudah berapa kali pacaran? Atau malah belum pernah?" Jangan heran ketika SMA pertanyaan tentang virus merah jambu menjadi warna-warni kehidupan SMA. SMA adalah masa remaja, yang katanya masa paling indah. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Kelas 3 SMA, masa dag dig dug derr. Bagaimana tidak, bisa dibilang masa penetuan nasib seseorang. Masa dihadapkan dengan berbagai ujian, seperti UN dan masuk perguruan tinggi (bagi yang melanjutkan kulah). Ragam pertanyaan pun datang, "Persiapan apa yang sudah dilakukan untuk menghadapi UN? Ikutan les atau bimbel gak?" Kadang pertanyaan muncul dari diri sendiri, "Apakah saya bisa lulus dan memenuhi standar minimal kelulusan?"&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Bila yang akan melanjutkan kuliah, "Mau kuliah di mana? Daftar di mana aja? Milih jurusan apa?" Setelah diterima dan menjadi mahasiswa, "Aktif di mana? BEM atau apa?" Kemudian tentang akademik, "IP semester kemaren berapa? Dapet beasiswa gak?"&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Setelah cukup lama jadi mahasiswa, yah kira-kira 3-4 tahunan. Pertanyaannya, "Kapan wisuda?" Sesudah wisuda, "Udah wisuda, mau ngapain? Kerja? Atau lanjut S2?" Selanjutnya, "Kapan nikah?" Sudah nikah, "Kapan punya anak?" &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, bisa tanyakan kepada diri anda sendiri, "Pertanyaan apa selanjutnya?" &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3163210194529353384-2977631487162051518?l=gie-insanmuttaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/feeds/2977631487162051518/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2009/03/hidup-adalah-pertanyaan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/2977631487162051518'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/2977631487162051518'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2009/03/hidup-adalah-pertanyaan.html' title='Hidup Adalah Pertanyaan'/><author><name>Gie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16817881199086027221</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/S_vz3MilaPI/AAAAAAAAA1U/UHT6_RI0tbY/S220/101_4480.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/Sa1OTKCBoFI/AAAAAAAAAwY/JtNFdLyaHx4/s72-c/Sarjana.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3163210194529353384.post-41603247111561119</id><published>2009-03-02T15:26:00.007+07:00</published><updated>2009-03-06T17:50:08.416+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Black Blog Competition'/><title type='text'>Filosofi Sebutir Nasi</title><content type='html'>&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5308507087523739154" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 267px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SaubEgd-9hI/AAAAAAAAAwQ/Y3hQwnUeDT4/s400/nasi.jpg" border="0" /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Filosofi Sebutir Nasi&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesan dari orang tua—apalagi Ibu—memang sangat memberikan pembelajaran bagi kita untuk menghadapi kehidupan yang keras ini. Setiap orang tua pastinya memberikan nasihat dan pesan yang berharga untuk anak-anaknya. Tanda kasih dan sayangnya kepada anak-anaknya agar anaknya bisa sukses, berguna bagi negara dan menjadi anak yang sholeh dan sholehah. Bersyukurlah bagi kita yang masih diberi petuah oleh orang tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak terkecuali dengan kedua orang tua saya. Ibu dan Ayah saya tidak pernah lelah mengeluarkan petuah-petuah berharga. Meskipun kadang, anak-anaknya tidak mendengarkan dan menggubris. Namun tetap saja, tidak ada kata menyerah bagi mereka. Ibuku tersayang khususnya, Ibu selalu memberikan nasihat-nasihat kepada anak-anaknya, apalagi saya yang notabene anak bungsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada salah satu ucapan dan nasihat Ibu yang masih terngiang-ngiang sampai sekarang dan benar-benar dikerjakan oleh saya. Nasihat ini terlontar dari Ibu saat saya masih kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasihatnya kurang lebih seperti ini, "&lt;em&gt;Gie, mun emam sangu teh seepkeun dugi ka remeh-remehna. Sing limit. Eta teh pibeunghareun sareng anu ngaduakeun urang beunghar!&lt;/em&gt; (Gie, kalau makan nasi, habiskan sampai butir-butir nasinya. Sampai habis gak ada sisa. Itu yang membuat kaya dan yang mendoakan kita menjadi kaya!)" Nasihat tersebut sudah tak terhitung berapa kali disampaikan kepada saya, sampai saya hafal. Soalnya, saat saya masih anak ingusan, saya tidak selalu mengabiskan makanan yang saya makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dasar anak kecil, saat itu saya hanya bisa ngangguk-ngangguk dan sempat merasa aneh atas nasihat Ibu, "Masa sebutir nasi bisa membuat kita jadi kaya?" tanya saya kepada diri sendiri. Meskipun begitu, saya tetap menuruti apa kata Ibu untuk menghabiskan makanan sampai tidak ada sisa sebutir nasi pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kaya Akan Makna&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tidak serta merta Ibu saya ketika itu mengeluarkan pernyataan tentang sebutir nasi tanpa ada makna dan filosofinya. Saya hanya bisa berkata, "&lt;em&gt;Subhanallah&lt;/em&gt;, jadi ini maksud nasihat Ibu itu," saat mengetahui apa maksud dari pernyataan itu. Saya menyadarinya saat beranjak dewasa. Seiring dengan perkembangan usia, kedewasaan dan pola pikir pun berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, Ibu memberikan pelajaran kepada saya untuk tidak menyepelekan hal-hal yang kecil. Karena, sesuatu yang besar dimulai dari yang kecil. Hal yang kecil jika disepelekan bisa berimbas kurang baik bagi hal yang besar. Hal yang kecil adalah fondasi fundamental dari hal-hal yang besar. Jika hal yang kecil saja tidak disikapi dengan baik dan serius, bagaimana menyikapi hal yang besar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu juga yang menjadi alasan, mengapa Ibu mengakhiri nasihat tersebut dengan kalimat &lt;em&gt;Itu yang membuat kaya dan mendoakan kita menjadi kaya&lt;/em&gt;. Orang kaya adalah orang yang tidak pernah menyia-nyiakan kesempatan dan menyepelekan segala hal sampai hal yang terkecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasihat itu pula mengajarkan saya untuk lebih bersyukur atas rezeki yang Tuhan berikan. Masih banyak orang di sekeliling kita yang untuk mendapat sesuap nasi saja sulitnya minta ampun. Akan sangat mubazir dan tidak sopan bagi saya untuk tidak menghabiskan makanan. Kasarnya, orang lain susah payah cari makan, kita yang diberi rezeki lebih malah menyia-nyiakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu telah banyak mengajari saya tentang arti hidup ini, termasuk dengan memberi nasihat saat makan. Peristiwa apapun bisa memberikan pembelajaran hidup. Seperti peristiwa ketika kita makan, bisa menjadi cermin sikap kita dalam menghadapi hidup ini. &lt;em&gt;Thanks Mom&lt;/em&gt;!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini ditulis setelah makan di warung nasi dekat kostan. Let’s write anything! Write it down! Keep &lt;strong&gt;Black In News&lt;/strong&gt; on my blog! Think Black for &lt;strong&gt;Blackinnovationawards&lt;/strong&gt;!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3163210194529353384-41603247111561119?l=gie-insanmuttaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/feeds/41603247111561119/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2009/03/filosofi-sebutir-nasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/41603247111561119'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/41603247111561119'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2009/03/filosofi-sebutir-nasi.html' title='Filosofi Sebutir Nasi'/><author><name>Gie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16817881199086027221</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/S_vz3MilaPI/AAAAAAAAA1U/UHT6_RI0tbY/S220/101_4480.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SaubEgd-9hI/AAAAAAAAAwQ/Y3hQwnUeDT4/s72-c/nasi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3163210194529353384.post-3599387448213454083</id><published>2009-03-01T17:28:00.007+07:00</published><updated>2009-03-05T17:40:06.309+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Black Blog Competition'/><title type='text'>Tulisan Awal Bulan</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SapmF7Qu0AI/AAAAAAAAAwA/ouUKzg5s-y4/s1600-h/March_2009_Style_2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5308167362802798594" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 308px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SapmF7Qu0AI/AAAAAAAAAwA/ouUKzg5s-y4/s400/March_2009_Style_2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Tulisan Awal Bulan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal, baik itu tahun, bulan, atau hari biasanya identik dengan semangat baru. Awal tahun dirayakan kedatangannya dengan perayaan tahun baru saat tanggal 1 Januari se-antero penjuru dunia. Bagi pegawai, guru, dan orang yang berpenghasilan dari gaji, awal bulan adalah bak orang yang sedang pacaran didatangi sang kekasih tercinta. Begitu indahnya! Apalagi jika ada &lt;strong&gt;Black In News&lt;/strong&gt; gajinya dinaikkan, makin indah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 Maret 2009 ini sedikit berarti bagi saya. Dikarenakan, jarang-jarang menulis saat awal bulan. &lt;em&gt;Alhamdulillah&lt;/em&gt;, ada semangat yang menggebu-gebu akhir-akhir ini untuk menulis. Salah satunya, karena mengikuti &lt;em&gt;event&lt;/em&gt; yang diadakan &lt;strong&gt;Djarum Black&lt;/strong&gt; dengan Black Blog Competitionnya. Ini adalah sebuah tantangan bagi saya untuk kreatif dan peka terhadap sesuatu. Pernah saya utarakan dalam tulisan-tulisan sebelumnya, dengan diadakan sebuah lomba menulis, seperti lomba blog, memberikan stimulus orang untuk rajin menulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari berganti hari, minggu berganti minggu, bulan berganti bulan, dan seterusnya. Menandakan umur kita semakin berkurang. Baiknya, awal bulan seperti ini kita mengevaluasi apa yang telah dilakukan sebulan ke belakang. Sehingga sisi buruk dari kita bisa dikurangi bahkan dihilangkan. Sebaliknya, sisi baik dari kita bisa lebih ditingkatkan. Karakter manusia yang paripurna pun bisa terwujud dari dalam diri kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya yang bisa dilakukan saat awal bulan adalah &lt;em&gt;planning&lt;/em&gt;. Merencanakan sesuatu ke depan adalah sangat diperlukan. Analoginya orang yang akan bepergian. Akan menjadi tidak jelas dan sia-sisa, jika tidak direncanakan akan berpergian ke mana, mau apa, dan akan melakukan apa di sana. Dengan arah dan tujuan yang jelas, maka dengan segenap pikiran dan tenaga berusaha untuk bisa mewujudkan rencana itu. Jadi, tidak hanya buat &lt;em&gt;planning &lt;/em&gt;saja tetapi juga &lt;em&gt;action plan&lt;/em&gt;. Mari berencana dan melaksanakan rencana itu! &lt;em&gt;Yuuukkk!&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3163210194529353384-3599387448213454083?l=gie-insanmuttaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/feeds/3599387448213454083/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2009/03/tulisan-awal-bulan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/3599387448213454083'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/3599387448213454083'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2009/03/tulisan-awal-bulan.html' title='Tulisan Awal Bulan'/><author><name>Gie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16817881199086027221</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/S_vz3MilaPI/AAAAAAAAA1U/UHT6_RI0tbY/S220/101_4480.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SapmF7Qu0AI/AAAAAAAAAwA/ouUKzg5s-y4/s72-c/March_2009_Style_2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3163210194529353384.post-2874545729736081775</id><published>2009-02-28T15:51:00.006+07:00</published><updated>2009-03-05T17:28:20.047+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Black Blog Competition'/><title type='text'>Menahan Ego</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/Saj8yhdUAXI/AAAAAAAAAvw/zLBnKSLgX88/s1600-h/P1010004.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5307770105761104242" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 400px; HEIGHT: 299px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/Saj8yhdUAXI/AAAAAAAAAvw/zLBnKSLgX88/s400/P1010004.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Menahan Ego &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang yang aktif dalam sebuah organisasi sudah pasti akan berhubungan dengan hal yang satu ini. Sebuah kegiatan yang menjadi ciri khas anak-anak yang terjun dalam organisasi—wadah penyaluran bakat dan eksistensi. Organisasi apapun itu, OSIS dan MPK di sekolah, maupun BEM dan UKM di kuliahan. Kegiatan apalagi kalau bukan rapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut kamus bahasa Indonesia, rapat artinya musyawarah, tak renggang. Sesuai dengan arti leksikalnya, rapat bertujuan untuk lebih merapatkan diri dan menjadi dekat, baik pribadi maupun organisasi dari setiap orang yang menjadi anggota rapat tersebut. Mencari solusi atas permasalahan yang ada dengan mendengar pendapat setiap anggota ketika rapat tak luput dari substansi efektivitas rapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersyukur, saat SMA saya pernah aktif di berbagai organisasi kesiswaan. OSIS, MPK, dan jurnalistik pernah saya ikuti. Banyak pengalaman yang saya dapat dari sana. Termasuk pengalaman ketika rapat. Sudah tak terhitung berapa kali rapat yang saya ikuti ketika SMA. Mulai dari rapat membuat program kerja, anggaran, evaluasi, dan berbagai jenis rapat lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya, ada beberapa pembelajaran yang bisa diambil dari kegiatan rapat. Pelajaran tentang &lt;em&gt;leadership&lt;/em&gt;, kemampuan retorika, administratif, bagaimana cara mengemukakan pendapat dengan tidak menyinggung orang lain, dan banyak lagi. Pembelajaran yang tidak bisa didapat di kelas. Inilah yang disebut &lt;em&gt;soft skill&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: center"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/Saj_EsxUa-I/AAAAAAAAAv4/n9eR7LrQNos/s1600-h/P1010008.JPG" aiotarget="false" aiotitle=""&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5307772617058708450" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: pointer; HEIGHT: 299px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/Saj_EsxUa-I/AAAAAAAAAv4/n9eR7LrQNos/s400/P1010008.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;Saat saya mempimpin rapat gabungan OSIS dan MPK semasa SMA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak mudah menyatukan gagasan dan ide dari berbagai orang yang berbeda latar belakang, sudut pandang, dan berbagai faktor lainnya. Itulah yang menjadi dinamika saat rapat. Kita dituntut untuk bisa menahan rasa ego masing-masing. Merasa benar atas gagasan sendiri dan menjatuhkan gagasan orang hal yang mesti dihindari. Sikap yang benar adalah dengan menyikapinya dengan arif. &lt;strong&gt;Black In News&lt;/strong&gt; saja, dengan adanya sebuah perbedaan dan pembaruran tersebut, proses pendewasaan, &lt;em&gt;problem solving&lt;/em&gt;, dan manajemen stress bisa dirasa manfaatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan mesti kita pandang sebagai yang mendukung kreatifitas, bukan sebaliknya. Makin banyak gagasan yang muncul dari setiap orang yang berbeda, makin banyak pula hal yang bisa menghasilkan sesuatu yang kreatif dan inovatif. Semakin inovatif semakin berpeluang mendapat &lt;strong&gt;Blackinnovationawards&lt;/strong&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3163210194529353384-2874545729736081775?l=gie-insanmuttaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/feeds/2874545729736081775/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2009/02/menahan-ego.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/2874545729736081775'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/2874545729736081775'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2009/02/menahan-ego.html' title='Menahan Ego'/><author><name>Gie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16817881199086027221</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/S_vz3MilaPI/AAAAAAAAA1U/UHT6_RI0tbY/S220/101_4480.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/Saj8yhdUAXI/AAAAAAAAAvw/zLBnKSLgX88/s72-c/P1010004.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3163210194529353384.post-3601881065209107641</id><published>2009-02-27T15:55:00.008+07:00</published><updated>2009-03-05T17:37:08.483+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Black Blog Competition'/><title type='text'>Reuni, Ajang Mempererat Silaturahmi</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SaerJRRh38I/AAAAAAAAAvo/1L7AjwbeumE/s1600-h/DSCN9395.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5307398861623517122" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 299px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SaerJRRh38I/AAAAAAAAAvo/1L7AjwbeumE/s400/DSCN9395.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Reuni, Ajang Mempererat Silaturahmi&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desember 2008 kemarin saya bertemu dengan teman-teman masa ingusan saya—teman semasa SD. Reuni orang bilang. Reuni diadakan di salah seorang rumah teman. Senang sekali saya bisa bertemu lagi dengan mereka setelah beberapa tahun tidak bertemu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sangat disayangkan, tidak semua teman-teman bisa hadir. Hanya belasan orang yang bisa hadir. Yang lainnya tidak bisa datang karena ada keperluan yang tidak bisa ditinggalkan. Di samping itu karena acaranya pun mendadak, sehingga banyak teman yang lain tidak tahu. Benar adanya, &lt;strong&gt;Black In News&lt;/strong&gt; atau kabar berita sebagai jaringan komunikasi sangat diperlukan untuk mengabarkan adanya reuni. Bahan evaluasi untuk acara reuni selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa anda bayangkan bertemu teman yang sudah beberapa tahun (kisaran 7 tahun) tak jumpa bertemu kembali? Pastinya rasa kangen terlampiaskan. Bernostalgia bersama mengenang masa-masa kecil dulu. Bercerita tentang kekonyolan-kekonyolan yang pernah dilakukan, dan bla..bla..bla. Semua hal tersebut pun saya lakukan saat reuni itu. Mengingat momen-momen indah bersama saat masa mengenal, “Ini Budi. Ini Ibu Budi,” ha..ha...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan-perubahan bisa terlihat dari setiap orang. Karena seiring dengan tambahnya usia, pengalaman, dan lingkungan yang baru membuat setiap orang berubah. Tidak terkecuali teman-teman masa SD dan saya juga tentunya. Baik fisik maupun nonfisik. Ada yang ketika SD subur, namun sekarang langsing, seperti &lt;strong&gt;Djarum Black Slimz&lt;/strong&gt;. Ada yang dulunya tidak suka ngeband, sekarang jadi tukang band. Ada yang dulunya jarang membaca dan menulis, sekarang jadi suka membaca dan menulis. Ada yang dulunya pendek, sekarang tinggi menjulang. Dan masih banyak perubahan-perubahan lain dari teman-teman saya yang tidak mungkin disebutkan satu per satu. &lt;em&gt;Cause everybody’s changing&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak hal yang bisa dilakukan saat reuni, bisnis misalnya. Tidak sedikit pengalaman orang yang menambah relasi bisnisnya saat bertemu teman sekolah saat reuni. Teman masa sekolah dijadikan rekanan bisnis sehingga menguntungkan satu sama lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal lain yang tidak menutup kemungkinan saat reuni adalah bertemu dengan pasangan hidup. Banyak juga cerita dari beberapa pasangan suami-istri yang mereka ternyata teman saat masa sekolah dan menjadi jatuh cinta saat bertemu kembali di acara reuni. Jodoh memang tidak akan ke mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanapun juga, hal yang paling utama dalam kegiatan reuni adalah menemukan esensi silaturahmi. Tali persaudaraan dan pertemanan harus selalu dijaga dan ditingkatkan. Diharapkan sampai kapanpun tidak akan lupa akan teman.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3163210194529353384-3601881065209107641?l=gie-insanmuttaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/feeds/3601881065209107641/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2009/02/reuni-ajang-mempererat-silaturahmi.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/3601881065209107641'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/3601881065209107641'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2009/02/reuni-ajang-mempererat-silaturahmi.html' title='Reuni, Ajang Mempererat Silaturahmi'/><author><name>Gie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16817881199086027221</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/S_vz3MilaPI/AAAAAAAAA1U/UHT6_RI0tbY/S220/101_4480.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SaerJRRh38I/AAAAAAAAAvo/1L7AjwbeumE/s72-c/DSCN9395.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3163210194529353384.post-2791990549454071331</id><published>2009-02-25T20:00:00.004+07:00</published><updated>2009-03-03T17:18:16.296+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Black Blog Competition'/><title type='text'>Antara Hukum Gossen 1 dan Internet</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Antara Hukum Gossen 1 dan Internet&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Setiap individu apabila memenuhi kebutuhan secara terus menerus maka tingkat kepuasannya mula-mula meningkat, namun bila sampai pada titik tertentu tingkat kepuasaan akan semakin menurun."&lt;/em&gt; Pernyataan tersebut adalah bunyi hukum Gossen 1. Sebuah teori ekonomi yang membahas tingkat kepuasaan konsumsi manusia. Hukum ini saya ketahui saat masih menjadi siswa SMA di pelajaran Ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum Gossen 1 menjelaskan kepada kita bahwa setiap orang bila memenuhi kebutuhan akan menemui kejenuhan pada akhirnya, meskipun pernah mencapai puncak kepuasan tertinggi. Pendeknya, manusia adalah mahluk yang mudah &lt;em&gt;bosenan&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, saya agak sedikit skeptis terhadap penerapan hukum ini dalam beberapa hal. Contohnya adalah kebutuhan terhadap internet. Apakah orang-orang nantinya akan meninggalkan internet? Apakah mereka akan bosan nantinya? Sehingga mereka tidak akan memerlukan lagi &lt;em&gt;Google, Yahoo, Facebook&lt;/em&gt;, situs &lt;strong&gt;Djarum Black&lt;/strong&gt; seperti &lt;strong&gt;&lt;a href="http://www.autoblackthrough.com/"&gt;Autoblackthrough&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;, dll? Apakah internet akan ditinggalkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan yang sulit dijawab. Sulit untuk dijawab dan menurut hemat saya indikasi ke arah sana sangat-sangat sedikit adanya. Ini didasarkan atas layanan internet sebagai kebutuhan primer. Kehadiran internet dewasa ini dan ke-dinamisan-nya yang menjadi urat nadi kehidupan manusia semakin sulit mencari kevalidan Hukum Gossen 1 di ranah dunia maya ini. Internet sulit bila dikorelasikan dengan Hukum Gossen 1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Internet selalu menyajikan sesuatu hal yang baru. Tidak hanya informasi yang sangat dibutuhkan tetapi juga &lt;em&gt;entertain&lt;/em&gt;, bisnis dan ragam lainnya. Teknologi internet yang terus berkembang, inovasi selalu muncul dan selalu &lt;em&gt;up to date&lt;/em&gt; menjadi alasan internet tidak akan mengalami sebuah titik kejenuhan bagi para penggunanya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3163210194529353384-2791990549454071331?l=gie-insanmuttaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/feeds/2791990549454071331/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2009/02/antara-hukum-gossen-1-dan-internet.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/2791990549454071331'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/2791990549454071331'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2009/02/antara-hukum-gossen-1-dan-internet.html' title='Antara Hukum Gossen 1 dan Internet'/><author><name>Gie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16817881199086027221</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/S_vz3MilaPI/AAAAAAAAA1U/UHT6_RI0tbY/S220/101_4480.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3163210194529353384.post-5697421641883518223</id><published>2009-02-25T08:46:00.007+07:00</published><updated>2009-03-03T17:19:14.389+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Black Blog Competition'/><title type='text'>Bagai Air Mengalir</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Bagai Air Mengalir&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak terasa sejauh ini sudah 15 buah tulisan yang telah saya garap untuk lomba Black Blog Competition yang diselenggarakan &lt;strong&gt;Djarum Black&lt;/strong&gt;. Tidak menyangka bisa nembus sampai angka 10 tulisan lebih dalam kurun waktu satu bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak memantapkan niat dan mendaftar di &lt;a href="http://www.autoblackthrough.com/blogcompetition"&gt;http://www.autoblackthrough.com/blogcompetition&lt;/a&gt; sempat muncul pertanyaan apakah saya mampu untuk memenuhi target dari pihak panitia membuat artikel minimal 20 yang di dalamnya harus ada minimal 2 keywords seperti &lt;strong&gt;Autoblackthrough&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;Autoblackthrough goes to campus&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;Blackinnovationawards&lt;/strong&gt;. Setelah dijalani dengan enjoy dan niatnya untuk mengekspresikan unek-unek lewat tulisan dan memberikan yang terbaik, &lt;em&gt;alhamdulillah&lt;/em&gt; ide dan tulisan selalu ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya ini kesempatan untuk lebih getol memposting tulisan di blog. Eksistensi diri untuk menulis perlu dijaga. Sayang bila sudah punya jalur dalam bidang menulis tidak dimaksimalkan. Lomba blog seperti Black Blog Competition yang sedang saya ikuti ini adalah salah satu cara menstimulus orang untuk rajin menulis dan eksis dalam menulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang, orang jika berada dalam kondisi dikejar &lt;em&gt;deadline&lt;/em&gt; seperti para jurnalis, maka dengan segenap usaha segala kemampuannya akan keluar dan ide-ide selalu muncul. Singkatnya, orang yang terjepit biasanya akan selalu ada jalan keluarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya teringat konsep Mestakung (Semesta Mendukung) yang dicetuskan Prof. Yohanes Surya. Menurutnya. ketika seseorang berada dalam kondisi tertekan, terjepit, atau berada dalam tuntutan target maka alam semesta ini akan memberikan dukungan terhadapnya sadar atau tidak sadar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dicontohkan, seperti orang yang sedang dikejar seekor anjing. Ketika orang yang dikejar anjing itu berhadapan dengan sebuah tebing yang tingginya lebih tinggi dari badanya berada di depannya, maka dengan rasa terjepit dan tertekan karena dikejar anjing orang tersebut bisa melewati tebing yang tingginya lebih dari tinggi badannya itu. Karena rasa terjepit dan berada dalam kondisi kritis itulah mestakung muncul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal senadapun dialami saat menulis. Mestakung bisa dialami saat-saat kritis, contohnya jurnalis seperti yang saya sebutkan sebelumnya. Bagaimanapun, menulis adalah pekerjaan yang siapa saja bisa melakukannya. Menulis itu bagaikan air yang mengalir dari hulu sungai sampai hilir. Setelah dituliskan kata pertama, maka akan mengalir kata-kata selanjutnya di belakang. Sehingga menjadi sebuah padanan kalimat, dari kalimat menjadi paragraf, dari paragraf menjadi artikel. Selanjutnya bisa menjadi sebuah buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lets write! Write anything you want! Feel and enjoy it!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3163210194529353384-5697421641883518223?l=gie-insanmuttaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/feeds/5697421641883518223/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2009/02/bagai-air-mengalir.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/5697421641883518223'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/5697421641883518223'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2009/02/bagai-air-mengalir.html' title='Bagai Air Mengalir'/><author><name>Gie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16817881199086027221</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/S_vz3MilaPI/AAAAAAAAA1U/UHT6_RI0tbY/S220/101_4480.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3163210194529353384.post-748711343065317674</id><published>2009-02-23T20:30:00.007+07:00</published><updated>2009-03-03T17:20:56.632+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Black Blog Competition'/><title type='text'>Pendengar Yang Baik</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SaKmfRoEnpI/AAAAAAAAAvY/g1YOTWsPrkw/s1600-h/twins+copy.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5305986367233498770" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 299px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SaKmfRoEnpI/AAAAAAAAAvY/g1YOTWsPrkw/s400/twins+copy.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Pendengar Yang Baik&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah mengapa Tuhan memberikan dua telinga dan satu mulut untuk masing-masing kita? Pernahkah kita bertanya mengapa? Karena, kita diharuskan banyak mendengar daripada banyak bicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita terbiasa ingin selalu berbicara dan tidak mau ketika berbicara dipotong oleh orang. Kita terbiasa ingin selalu “muncul” dengan komentar-komentar kita. Entah itu saat kumpul bersama teman, saudara, di kelas, forum, atau sebuah seminar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, ada saatnya bagi kita untuk menahan dan mengerem hasrat untuk berbicara. Berbicara itu penting, tapi saat dibutuhkan saja. Berbicara seperlunya dan sesuai kadar. Berbicara kelewatan adalah hal yang harus dihindari. Karena, salah-salah bisa menjerumus kepada gosip, cacian, hinaan, fitnah, dan adu domba. Terkadang, mendengar—sikap yang jarang dilakukan—adalah pilihan tepat dalam bersikap saat momen-momen tertentu. Sehingga hal-hal yang mubazir yang bisa keluar lewat omongan (seperti gosip) dan pepatah &lt;em&gt;tong kosong nyaring bunyinya&lt;/em&gt; bisa kita hindari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, tidak semudah membalikan telapak tangan untuk menjadi pendengar. Mendengar adalah pekerjaan yang pasif. Memerlukan kesabaran dan keikhlasan. Tidak mudah untuk menerima sebuah omongan. Apalagi lawan berbicara adalah lebih muda dari kita. Namun, mendengar jauh lebih memberikan pelajaran. Dengan mendengar kita menjadi tahu omongan orang lain. Mendengar membuat kita tahu orang seperti apa yang sedang kita ajak bicara. Pribadi seseorang salah satunya bisa diketahui lewat omongan yang dia keluarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang paling utama adalah dapatnya pengetahuan, informasi, dan tambahan referensi dari kegiatan mendengar. Mendapat kosa kata yang baru dari orang lain misalnya. Mendengarkan politikus berbicara akan mendapat kosa kata dan informasi yang baru tentang politik. Mendengarkan seniman berbicara akan mendapat kosa kata dan pengetahuan baru tentang seni. Begitulah, mari menjadi pendengar yang baik!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keep Blogging! Keep &lt;strong&gt;Black In News&lt;/strong&gt; on my blog! Always think black for &lt;strong&gt;Blackinnovationawards&lt;/strong&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3163210194529353384-748711343065317674?l=gie-insanmuttaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/feeds/748711343065317674/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2009/02/pendengar-yang-baik.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/748711343065317674'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/748711343065317674'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2009/02/pendengar-yang-baik.html' title='Pendengar Yang Baik'/><author><name>Gie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16817881199086027221</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/S_vz3MilaPI/AAAAAAAAA1U/UHT6_RI0tbY/S220/101_4480.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SaKmfRoEnpI/AAAAAAAAAvY/g1YOTWsPrkw/s72-c/twins+copy.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3163210194529353384.post-7070040287965170845</id><published>2009-02-23T09:41:00.007+07:00</published><updated>2009-03-03T17:23:01.904+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Black Blog Competition'/><title type='text'>Promosi Ala Sekolah</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Promosi Ala Sekolah&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabtu siang (21/2) HP berdering membangunkan tidur siang saya yang pulas. Mata sedikit berkaca-kaca mengangkat HP. "Halo, Assalamualaikum!" sapa saya. "Gie, lagi di mana? kuliah tidak? Bisa minta komentar buat SMA AMQ untuk famplet!" suara seseorang yang membangunkan tidur saya via telepon. Rupanya itu guru SMA saya. Meminta saya memberikan komentar sebagai alumni atas almamater dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oke..oke Pak, nanti saya SMSkan!" jawab saya sambil masih mengantuk dan mungkin masih diantara alam mimpi dan alam nyata. Selanjutnya, bingung! Mau berkomentar apa. Saya merasa belum pantas memberikan komentar terhadap almamater. Saya belum jadi orang. Masih belum matang. Masih mentah. Masih menjadi mahasiswa yang bergantung pada uang kiriman dan beasiswa. Mau menolak tidak enak, tapi saya mesti bersyukur. Guru SMA saya masih menganggap saya. Meskpiun saya belum jadi "orang".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya saya mengirimkan SMS komentar terhadap almamater setelah berpikir sejenak memilih padanan kata yang tepat. " Di tengah penetrasi budaya global yang sedikit banyak berpengaruh terhadap ahlak setiap insan, SMA AMQ adalah jawaban dari kekhawatiran zaman. Perpaduan apik antara sains dan agama menjadi &lt;em&gt;chemistry&lt;/em&gt; tersendiri. Tidak hanya sekedar sekolah. Tapi lebih dari itu." Itulah komentar yang saya berikan untuk almamater. Ternyata bisa juga membuat komentar yang lumayan "berat".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar dari alumni memang salah satu cara menarik calon siswa baru. Promosi dengan mencantumkan komentar alumni di samping program unggulan sekolah adalah efektif. Seperti halnya buku, buku yang bagus dan &lt;em&gt;best seller&lt;/em&gt; dipastikan ada dan banyak komentar dan pujian yang dilayangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak terasa sebentar lagi PSB (Penerimaan Siswa Baru). Promosi sekolah memang harus gencar saat ini. Tidak hanyas sekolah, iklan-iklan di televisi seperti &lt;strong&gt;Djarum Black&lt;/strong&gt; dan &lt;strong&gt;Djarum Black Slimz&lt;/strong&gt; sangat gencar ditayangkan demi menarik konsumen.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3163210194529353384-7070040287965170845?l=gie-insanmuttaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/feeds/7070040287965170845/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2009/02/berkomentar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/7070040287965170845'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/7070040287965170845'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2009/02/berkomentar.html' title='Promosi Ala Sekolah'/><author><name>Gie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16817881199086027221</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/S_vz3MilaPI/AAAAAAAAA1U/UHT6_RI0tbY/S220/101_4480.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3163210194529353384.post-1499369285972944755</id><published>2009-02-22T13:02:00.008+07:00</published><updated>2009-03-03T17:23:55.934+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Black Blog Competition'/><title type='text'>Andai Aku Jadi Dokter</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SaJZ9iAGy_I/AAAAAAAAAvQ/KSKlrXIXUR4/s1600-h/JAdi+dok.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5305902224630008818" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 238px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SaJZ9iAGy_I/AAAAAAAAAvQ/KSKlrXIXUR4/s320/JAdi+dok.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;ANDAI AKU JADI DOKTER&lt;br /&gt;“BUKAN DOKTER BIASA”&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya berandai-andai saja, tidak mungkin saya jadi dokter. Jurusan ketika SMA saja social yang tidak berurusan dengan kimia, fisika, dan biologi. Tulisan ini hanya sebuah harapan masukan dan saran dari seorang manusia biasa untuk para calon dokter dan bagi yang sudah jadi dokter. Moga-moga saja ada—minimal satu—dari calon atau yang sudah jadi dokter mampir ke blog saya membaca tulisan ini. Semoga! Isi tulisan sedikit &lt;em&gt;think black&lt;/em&gt; menurut istilah &lt;strong&gt;Djarum Black&lt;/strong&gt; atau dalam istilah saya, &lt;em&gt;thinking out of the box&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi seorang dokter adalah keinginan banyak orang. Dokter adalah profesi yang mulia. Tentunya dengan menjungjung tinggi profesionalisme dan kode etik kedokteran. Melihat begitu banyak yang tertarik ingin menjadi dokter, akan sangat menarik bila saya mencoba setidaknya mempunyai pola pikir seperti mereka. Meskipun latar belakang saya dari social yang notabene non exact, tidak ada salahnya bila saya mencoba meng-exact-kan diri berandai-andai menjadi seorang dokter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dokter merupakan seseorang yang karena keilmuannya berusaha menyembuhkan orang-orang yang sakit. Tidak semua orang yang menyembuhkan penyakit bisa disebut dokter. Untuk menjadi dokter biasanya diperlukan pendidikan dan pelatihan khusus dan mempunyai gelar dalam bidang kedokteran. Pendidikan dokter di Indonesia membutuhkan 10 semester untuk menjadi dokter, 7 semester untuk mendapatkan gelar sarjana ditambah 3 semester koskap (&lt;em&gt;clerkship&lt;/em&gt;) di Rumah Sakit. Proses yang lama untuk meraih gelar dokter dan tentunya mengeluarkan biaya yang tidak sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dokter di mata saya adalah seorang penolong sejati. Penolong sejati asumsi saya adalah rela menolong orang yang ditolongnya dengan segala kondisi apapun bahkan dengan segala keterbatasan yang ada. Analogi singkat ini mungkin bisa menggambarkan secara umum bahwa dokter adalah mesti memiliki jiwa sosial yang tinggi di samping pengetahuan exact sebagai fondasi fundamental keilmuan dokter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andaikata saya menjadi dokter, setidaknya mesti memiliki beberapa kompetensi yang mendukung aplikasi keilmuan kedokteran saya di masyarakat nanti. Kompetensi tersebut adalah: berkomunikasi tertulis, berfikir analitis, ilmu pengetahuan, bekerja dalam tim, menguasai teknologi, bekerja mandiri, berfikir logis, dan berkomunikasi lisan. Kedelapan kompetensi tersebut wajib saya miliki sebagai seorang dokter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang utama, saya akan jadikan semua pasien (tanpa pandang bulu) layaknya seorang raja dan saya sendiri sebagai tabibnya. Dokter yang menganggap dirinya tabib dan pasien sebagai raja akan memicu sebuah profesionalisme dalam menjalankan profesi seorang ahli medis. Perlindungan kepada pasien akan menjadi prioritas yang utama. Pelayanan mutu kesehatan tidak akan menjadi hal yang dinomorsekiankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluhan tentang mahalnya biaya kesehatan dewasa ini, membuat saya berkeinginan mendirikan sebuah balai pengobatan atau sebut saja rumah sakit kecil-kecilan yang memberikan pelayanan kesehatan yang terjangkau bahkan gratis tatkala menjadi seorang dokter. Hal ini untuk membuktikan bahwa pelayanan kesehatan bukan hanya untuk orang-orang yang berduit saja, melainkan orang-orang yang kurang mampu dalam hal finansial pun berhak mendapatkan layanan kesehatan yang sepadan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pun tidak akan merasa puas dengan pengetahuan dokter yang telah dimiliki. Saya akan terus belajar, belajar dan belajar mencari ilmu tentang kedokteran bahkan sampai ke luar negeri. Sering mengadakan sebuah peneltian ilmiah merupakan salah satu cara untuk menambah dan mengasah keahlian sebagai seorang dokter. Ini penting, karena ilmu pengetahuan akan terus maju seiring dengan perkembangan zaman. Berbagai penyakit baru pun banyak bermunculan dan tugas utama dokter untuk menangani semua itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya percaya, kualitas kedokteran Indonesia tidak akan dipandang sebelah mata apabila semua komponen tersebut dijalankan dengan proporsional. Mal praktek tidak akan kita temukan lagi. Tidak akan kita temukan keluhan-keluhan pelayanan medis yang acak marut. Tidak akan ada lagi birokrasi yang berbelit-belit dalam hal pelayanan medis. Tidak ada slogan yang menyatakan hanya orang-orang kaya yang bisa sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang anak bangsa, kontribusi saya sebagai seorang dokter tidak terbatas pada hal yang berhubungan dengan medis saja. Terlalu sempit tatkala sebagai seorang anak bangsa jika hanya bertumpu pada satu bidang yang digeluti. Masih banyak bidang lain yang memungkinkan memberikan sesuatu yang lebih bagi bangsa ini di samping sebagai dokter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah mencatat dalam hal pergerakan nasional Indonesia. Peran pelajar yang mewarnai lika-liku perjalanan Kemerdekaan Indonesia sebagian diantaranya adalah mahasiswa FK (Fakultas Kedokteran) dan seorang dokter. Tentu masih ingat dr. Soetomo, dr. Wahidin, dkk., membentuk Boedi Oetomo yang tidak lain adalah sebagai bentuk cikal bakal kebulatan tekad dan nurani menentang nurani penindasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1942 ketika menentang penindasan Jepang di Base Camp Asrama Prapatan 10 tak luput dari mahasiswa FK. Juga peristiwa yang tak kalah penting pada tanggal 16 Agustus 1945. Hari bersejarah tersebut dikenal dengan peristiwa Rengasdengklok, dengan rapat dilaksanakan di Ruang Praktikum Mikrobiologi, Cikini. Tujuannya tidak lain untuk mempercepat usaha proklamasi yang akhirnya berlangsung esok harinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia medis dan kedokteran ternyata tidak sesempit daun kelor. Pengabdian serta peran serta profesi dokter begitu luas serta berpengaruh secara signifikan terhadap kemajuan bangsa. Buka mata, buka hati. Setiap kita memiliki peran yang besar bagi kemajuan bangsa.&lt;br /&gt;Keep Blogging! Keep &lt;strong&gt;Black In News&lt;/strong&gt; on my blog!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3163210194529353384-1499369285972944755?l=gie-insanmuttaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/feeds/1499369285972944755/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2009/02/andai-aku-jadi-dokter-bukan-dokter.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/1499369285972944755'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/1499369285972944755'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2009/02/andai-aku-jadi-dokter-bukan-dokter.html' title='Andai Aku Jadi Dokter'/><author><name>Gie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16817881199086027221</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/S_vz3MilaPI/AAAAAAAAA1U/UHT6_RI0tbY/S220/101_4480.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SaJZ9iAGy_I/AAAAAAAAAvQ/KSKlrXIXUR4/s72-c/JAdi+dok.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3163210194529353384.post-4567307682024447983</id><published>2009-02-21T18:18:00.014+07:00</published><updated>2009-03-06T17:53:48.951+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Black Blog Competition'/><title type='text'>Pelampiasan Positif</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SbEAg3-8X1I/AAAAAAAAAwo/j0DMuD35mQA/s1600-h/200711301624-jarmblck1107.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5310026000430292818" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 213px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SbEAg3-8X1I/AAAAAAAAAwo/j0DMuD35mQA/s320/200711301624-jarmblck1107.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;PELAMPIASAN POSITIF&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat acara &lt;strong&gt;Black In News&lt;/strong&gt; di televisi, pasti ada berita tentang &lt;strong&gt;Autoblackthrough&lt;/strong&gt;. Sebuah ajang modifikasi mobil terbesar yang ada di Indonesia. Ajang yang banyak diikuti para modifikator Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pernah berkomentar yang intinya kurang mendukung bagi mereka penggila modifikasi. "Adalah hal yang buang-buang duit, mending duitnya untuk yang lain." Itu komentar saya waktu dulu. Namun, pikiran saya terlalu sempit waktu itu. Ini masalah hobi, selera dan kesenangan. Bagaimanapun, jika sudah menyentuh ranah hobi seseorang tidak bisa diganggu gugat. Seperti hobi memancing misalnya. Buat apa lama-lama memancing ikan, kenapa tidak langsung saja beli dan makan. Ini bukan masalah dapat ikan dan memakannya, tetapi seni memancing dan menunggu ikan hingga kena kail adalah inti dari memancing. Itu yang saya tahu dari beberapa orang yang hobi mancing. Bahkan untuk sebuah hobi bisa mengeluarkan kocek hingga berpuluh-puluh juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika itu bisa membuat senang dan terpenuhi hasrat akan hobinya dan mampu secara finansial,&lt;em&gt; its never mind&lt;/em&gt;. Selama itu masih positif dan memberikan manfaat dan prestise, seperti mengikuti &lt;strong&gt;Djarum Black Motodify&lt;/strong&gt; bagi modifikator motor dan &lt;strong&gt;Autoblackthrough&lt;/strong&gt; bagi modifikator mobil adalah pilihan yang benar daripada &lt;em&gt;budget&lt;/em&gt; yang digunakan untuk hal yang negatif.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3163210194529353384-4567307682024447983?l=gie-insanmuttaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/feeds/4567307682024447983/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2009/02/pelampiasan-positif.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/4567307682024447983'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/4567307682024447983'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2009/02/pelampiasan-positif.html' title='Pelampiasan Positif'/><author><name>Gie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16817881199086027221</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/S_vz3MilaPI/AAAAAAAAA1U/UHT6_RI0tbY/S220/101_4480.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SbEAg3-8X1I/AAAAAAAAAwo/j0DMuD35mQA/s72-c/200711301624-jarmblck1107.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3163210194529353384.post-9056528836770818631</id><published>2009-02-20T14:05:00.004+07:00</published><updated>2009-03-03T14:10:33.511+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Black Blog Competition'/><title type='text'>Budaya Baca</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SZ5YnbePIdI/AAAAAAAAAu4/zypznq8YFxo/s1600-h/04.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5304774845501743570" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 301px; CURSOR: hand; HEIGHT: 203px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SZ5YnbePIdI/AAAAAAAAAu4/zypznq8YFxo/s400/04.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;MENYIKAPI MINIMNYA BUDAYA BACA&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara mengenai Sumber Daya Manusia (SDM), parameter yang bisa mengukur tinggi rendahnya hal yang satu ini bisa kita tengok dari sektor pendidikan. Pendidikan yang mempunyai sistem yang handal dan proporsional memberikan kontribusi yang besar terhadap peningkatan SDM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain pendidikan, ternyata faktor yang tidak kalah penting adalah mengenai budaya baca. Hal yang satu ini tidak bisa kita abaikan begitu saja. Karena, dengan membaca artinya memenuhi kebutuhan rasa ingin tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca membuat sesorang menjadi tahu akan sesuatu hal, mendapat banyak pengetahuan, banyak referensi, dan selangkah lebih maju. Satu hal lagi, mungkin akan sangat banyak orang yang mengikuti &lt;strong&gt;Blackinnovationawards&lt;/strong&gt;. Karena, membaca juga menjadi jalan datangnya inspirasi dan kreatifitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku merupakan salah satu cara untuk bisa mencerdaskan kehidupan bangsa. Dengan membaca buku, kita menjadi lebih tahu akan sesuatu hal. Mengutip perkataan duta baca Indonesia, Tantowi Yahya, bahwasannya, orang yang tidak pernah baca buku dekat dengan ketidaktahuan. Orang yang tidak banyak tahu dekat dengan kebodohan. Dan kebodohan sangat dekat dengan kemiskinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka tidak heran, jika banyaknya kemiskinan di suatu negara salah satu penyebab yang paling fundamental adalah lemahnya minat baca yang tindak lanjutnya adalah mempengaruhi kualitas SDM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budaya baca adalah yang menjadi jalan sukses bagi negara-negara maju sekarang. &lt;strong&gt;Black In News&lt;/strong&gt;, di negara Amerika, Jepang, Korea, dan negara maju lainnya rata-rata membaca buku sehari sampai tiga buku. Maka tak heran bila di negara-negara tersebut selalu muncul berbagai kemajuan, keahlian, dan kreatifitas yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya di negara kita tercinta, fakta yang ada dalam kehidupan masyarakat tidak menggambarkan minat baca yang tinggi. Berbagai kalangan mulai dari anak-anak, remaja, bahkan dewasa pun tak luput dari minimnya terhadap budaya membaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa faktor bisa menggambarkan atas kondisi yang terjadi. Salah satunya kemajuan teknologi yang merebak dewasa ini membuat seseorang malas untuk sekedar membaca buku, koran atau jurnal-jurnal. Mereka lebih senang bermain PS, nonton sinteron dan tontonan lain yang tidak mendidik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya faktor yang paling berpengaruh adalah budaya dari masyarakat itu sendiri. Tidak bermaksud menyalahkan. Lingkungan terdekat dalam hal ini keluarga misalnya, masih banyak orang tua tidak memberikan contoh membudayakan membaca kepada anak-anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita terbiasa mendengar dan belajar berbagai dongeng, kisah, adat-istiadat secara verbal dikemukakan orangtua, tokoh masyarakat, penguasa pada zaman dulu. Anak-anak terbiasa didongengi secara lisan. Sehingga tidak ada pembelajaran (sosialisasi) secara tertulis serta tidak terbiasa mencapai pengetahuan melalui bacaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa solusi setidaknya sedikit banyak bisa mengubah minimnya minat baca. Salah satunya merubah kebiasaan dan menjauhi rasa enggan untuk membuka sebuah buku untuk dibaca.&lt;br /&gt;Hal yang lebih penting dari semua itu adalah kesadaran akan pentingnya buku sebagai kebutuhan. Dengan menganggap buku sebagai barang yang sangat bermanfaat dan memberikan sesuatu yang berarti bagi kehidupan. Seseorang pasti akan berkorban apapun demi terpenuhi kebutuhannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3163210194529353384-9056528836770818631?l=gie-insanmuttaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/feeds/9056528836770818631/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2009/02/budaya-baca.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/9056528836770818631'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/9056528836770818631'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2009/02/budaya-baca.html' title='Budaya Baca'/><author><name>Gie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16817881199086027221</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/S_vz3MilaPI/AAAAAAAAA1U/UHT6_RI0tbY/S220/101_4480.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SZ5YnbePIdI/AAAAAAAAAu4/zypznq8YFxo/s72-c/04.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3163210194529353384.post-2959196423282782172</id><published>2009-02-19T12:37:00.004+07:00</published><updated>2009-03-03T14:08:48.876+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Black Blog Competition'/><title type='text'>Ajang Bercermin</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SZzwrwN8wUI/AAAAAAAAAuw/-ngNkpG5cSY/s1600-h/P1010084.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5304379095604052290" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 299px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SZzwrwN8wUI/AAAAAAAAAuw/-ngNkpG5cSY/s400/P1010084.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;AJANG TEPAT UNTUK BERCERMIN&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada habisnya bila mengulas pemilu 2009. Banyak hal yang bisa dibicarakan, diperdebatkan, dikupas, dan dianalisis segala seluk beluknya. Momen tepat bagi para pengamat politik, dosen dan mahasiswa ilmu politik untuk melihat pemilu sebagai referensi dan bahan kajian yang nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesta demokrasi, ungkapan yang akrab dengan pemilu. Sebuah pesta? Apakah bisa dikatakan pesta jika kondisi bangsa saat ini belum bisa dikatakan sejahtera? Apakah pantas bagi kita masih tetap berpesta? Tepatnya, momen pemilu mesti kita anggap sebagai ajang koreksi diri atau bercermin terutama para politisi yang berkompetisi di panggung perpolitikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah bukan &lt;strong&gt;Black In News&lt;/strong&gt; yang baru lagi bagi kita semua, indikasi akan banyaknya masyarakat yang akan golput alias tidak memilih atau tidak menggunakan hak pilihnya. Bukan tanpa alasan, karena mereka sudah muak, bosan, antipati, dan kecewa dengan tingkah laku dan kinerja anggota dewan di senayan sana empat tahun terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana tidak, fakta berbicara banyak kebobrokan merajalela di kursi dewan seperti korupsi, suap, skandal seks, narkoba, dan perbuatan hina lainnya yang dilakukan anggota dewan. Ironisnya, mereka semua adalah yang dulu menjanjikan angin surga dan janji-janji manis saat kampanye pemilu 2004. Adalah wajar dan memang sangat wajar bila masyarakat tidak terpengaruh dengan janji-janji palsu para caleg saat ini. Mereka merasa dikhianati dan dibohongi. Rakyat hanya alat untuk mendapat sebuah kursi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rakyat Indonesia semakin kreatif dan cerdas. Kreatif terbukti dengan diadakannya &lt;strong&gt;Blackinnovationawards&lt;/strong&gt; sebagai apresiasi bagi insan yang kreatif. Cerdas tebukti dengan mereka tidak lagi gampang dibohongi. Sekarang zamannya informasi. Segala informasi berkenaan dengan apapun, termasuk &lt;em&gt;background&lt;/em&gt; para politisi bisa diketahui. Seiring dengan globalisasi, masyarakat pun semakin melek dan cerdas dalam bersikap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah baiknya jika pemilu ini dijadikan benar-benar suatu masa di mana seluruh elemen masyarakat terutama pemerintah dan yang mau lagi jadi pemerintah untuk evaluasi diri. Evaluasi diri dan berkaca pada diri sendiri. Niatan apakah gerangan? Apakah atas nama rakyat? Mensejahterakan rakyat? Syukur-syukur seperti itu. Alangkah sialnya nasib bangsa, jika mereka (para caleg dan capres) hanya memikirkan kepentingan kelompok bahkan pribadi demi sesuatu yang bernama kekuasaan. Kapan bisa maju bangsa ini jika masih seperti itu?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3163210194529353384-2959196423282782172?l=gie-insanmuttaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/feeds/2959196423282782172/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2009/02/ajang-bercermin.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/2959196423282782172'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/2959196423282782172'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2009/02/ajang-bercermin.html' title='Ajang Bercermin'/><author><name>Gie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16817881199086027221</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/S_vz3MilaPI/AAAAAAAAA1U/UHT6_RI0tbY/S220/101_4480.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SZzwrwN8wUI/AAAAAAAAAuw/-ngNkpG5cSY/s72-c/P1010084.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3163210194529353384.post-1081405976847687496</id><published>2009-02-16T16:16:00.015+07:00</published><updated>2009-03-03T17:26:53.492+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Black Blog Competition'/><title type='text'>Gaya Rambut</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SZk09Vc9aLI/AAAAAAAAAuo/U5KJT6fy1jM/s1600-h/gaya+rambut.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5303328264540743858" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 136px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SZk09Vc9aLI/AAAAAAAAAuo/U5KJT6fy1jM/s320/gaya+rambut.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Gaya Rambut&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Selera masing-masing&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;“Wah pangling yah sekarang rambutnya panjang! Gaya jadi mahasiswa mah, rambutnya sekarang gondrong!” ucap saudara, teman, dan guru ketika melihat ada perubahan dalam penampilan saya setelah jadi mahasiswa. Saya patut bersyukur, karena saudara dan teman-teman saya normal. Normal karena bisa melihat ada perubahan dalam diri saya. Intinya saya bersyukur masih diperhatikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Talk about&lt;/em&gt; rambut, sebenarnya berambut gondrong memang sudah menjadi niatan saya saat siswa SMA. Sejak SMA, saya bosan dengan gaya rambut yang sudah-sudah. Mulai dari gaya tentara, botak, 3 cm, dan potongan anak baik-baik (potongan siswa). Namun niatan berambut gondrong baru bisa terealisasikan saat menjadi mahasiswa. Jelas, mahasiswa yang maha- siswa yang harusnya sudah dewasa bukan siswa yang selalu dicekoki oleh peraturan-peraturan sekolah yang sebenarnya sedikit mengekang. Salah satunya berkenaan dengan masalah yang akan kita bahas ini, yakni rambut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan SMA (termasuk SMA saya) mempunyai peraturan atau lebih dikenal dengan tata tertib. Salah satu poin dari tata tertib itu pastinya ada yang berkenaan dengan rambut. Salah satu isinya berbunyi seperti ini, “Siswa laki-laki dilarang berambut panjang”. Bagi siswa yang berambut panjang pasti dirazia dan akan diberi hukuman dengan dicukur gratis oleh guru. Dicukur gratis oleh guru berarti siap-siap potongan rambut tidak seperti yang diinginkan. Bisa botak, tidak rapih, ataupun tidak merata (sebelah kanan botak, sebelah kiri panjang). Mengenaskan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berargumen, seharusnya siswa difokuskan untuk belajar dan belajar. Jangan direpotkan dengan masalah rambut. Jika ketakutan siswa berambut panjang akan tidak mencerminkan siswa. Loh? Apa hubungannya, yang penting mental dan sikap harus mencerminkan jati diri siswa. &lt;em&gt;Don’t just a book by cover&lt;/em&gt; pepatah berucap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Black In News&lt;/strong&gt; saja, tidak semua orang cocok dengan rambut yang pendek. Ada juga orang yang cocok dan pantasnya berambut panjang atau gondrong. Masalah rambut adalah masalah selera. Tidak bisa dipaksakan. Seperti ada yang seleranya &lt;strong&gt;Djarum Black&lt;/strong&gt; ada juga yang &lt;strong&gt;Djarum Black Slimz&lt;/strong&gt;. Tergantung masing-masing pribadi. &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3163210194529353384-1081405976847687496?l=gie-insanmuttaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/feeds/1081405976847687496/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2009/02/gaya-rambut-selera-masing-masing-wah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/1081405976847687496'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/1081405976847687496'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2009/02/gaya-rambut-selera-masing-masing-wah.html' title='Gaya Rambut'/><author><name>Gie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16817881199086027221</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/S_vz3MilaPI/AAAAAAAAA1U/UHT6_RI0tbY/S220/101_4480.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SZk09Vc9aLI/AAAAAAAAAuo/U5KJT6fy1jM/s72-c/gaya+rambut.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3163210194529353384.post-8719548726625619160</id><published>2009-02-15T13:06:00.008+07:00</published><updated>2009-03-03T14:05:41.083+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Black Blog Competition'/><title type='text'>Pemilu 2009</title><content type='html'>&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5302902903747757906" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 180px; HEIGHT: 109px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SZeyGFBFx1I/AAAAAAAAAuI/1_KtNoXO0mE/s400/contreng_pemilu.jpg" border="0" /&gt; &lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:180%;"&gt;&lt;strong&gt;Mencentang yang Kontroversi&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Tahun ini ada yang berbeda dengan pemilu. Sebuah hajatan besar yang katanya pesta demokrasi rakyat. Ajang di mana rakyat memilih langsung wakil rakyatnya di parlemen juga presidennya. 2009 ini tata cara pemilihannya agak sedikit aneh dan membingungkan. Tidak seperti yang dulu-dulu yakni dengan mencoblos, sekarang dengan mencentang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Entah kenapa KPU selaku &lt;em&gt;event organizer&lt;/em&gt; pemilu merubah tata cara pemilihan yang tadinya mencoblos jadi mencentang. Bagi saya ini sedikit agak kontroversi. Takutnya rakyat belum mengerti betul tata cara yang baru ini. Takutnya lagi, nantinya akan banyak salah paham tentang tata cara pemilihan. Logikanya, rakyat Indonesia sudah akrab dengan sistem konvensional, mencoblos. Sehingga rakyat ditakutkan akan tetap menggunakan sistem lama—mencoblos—karena sudah terprogram dalam pikirannya jika pemilu itu mencoblos meskipun perintahnya mencentang. Ini kan bahaya!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Jujur saja, saya salah seorang yang tidak setuju dengan sistem mencentang ini. Alasannya karena adanya kekhawatiran-kekhawatiran berupa teknis pada saat nanti hajatan berlangsung. Sistem mencoblos saja yang dari tahun 1955 sampai 2004 kemarin masih banyak ditemukan kesalahan, apalagi mencentang yang sosialisasinya belum maksimal dan gencar dilakukan. Sosialisasi memang sangat penting seperti &lt;strong&gt;Blackinnovationawards goes to campus&lt;/strong&gt; dan &lt;strong&gt;Autoblackthrough goes to campus&lt;/strong&gt;. Sehingga rakyat bisa mengenal, tahu, dan akrab dengan sistem mencentang. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Mencentang itu memakai bolpion atau spidol. Bayangkan jika alat untuk mencentang itu tintanya habis atau meskipun ada isinya kurang jelas. Tentunya akan repot dan menyusahkan. Susah bagi panitia dan tidak praktis bagi pemilih. Tidak menutup kemungkinan ada peristiwa semacam itu. Kita ambil saja kemungkinan terburuknya seperti itu. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Secara anggaran, sistem mencentang mengeluarkan dana lebih banyak dibandingkan dengan sistem mencoblos. Bolpoin atau spidol lebih mahal daripada paku. Jika berbicara mengenai ekonomis, sistem mencoblos lebih unggul. Anggaran negara semakin terkuras habis demi sebuah pesta demokrasi yang belum tentu menghasilkan pemimpin yang benar-benar memimpin dan mengubah kondisi rakyat menjadi sejahtera.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3163210194529353384-8719548726625619160?l=gie-insanmuttaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/feeds/8719548726625619160/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2009/02/menyontreng-yang-kontroversi-tahun-ini.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/8719548726625619160'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/8719548726625619160'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2009/02/menyontreng-yang-kontroversi-tahun-ini.html' title='Pemilu 2009'/><author><name>Gie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16817881199086027221</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/S_vz3MilaPI/AAAAAAAAA1U/UHT6_RI0tbY/S220/101_4480.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SZeyGFBFx1I/AAAAAAAAAuI/1_KtNoXO0mE/s72-c/contreng_pemilu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3163210194529353384.post-5461639445679595031</id><published>2009-02-11T23:31:00.006+07:00</published><updated>2009-03-01T17:51:15.725+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Black Blog Competition'/><title type='text'>Kereta Ekonomi</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;KERETA EKONOMI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tolak Ukur Kesejahteraan Rakyat&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Apa yang terlintas di pikiran kita tatkala mendengar kereta ekonomi? Tentu banyak dari kita yang mengeluarkan pendapat yang beragam berkenaan dengan kereta ekonomi. Murah, penuh, tak terawat, adalah beberapa pendapat yang mungkin saja terlontar dari masing-masing kita. Bagi saya, kereta ekonomi adalah salah satu tolak ukur dari kemajuan suatu negara. Ini menurut teori saya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;strong&gt;Black In News&lt;/strong&gt; saja, dengan meninjau kondisi dan banyak tidaknya penumpang bisa kita nilai sejauh mana kondisi negara yang memiliki kereta ekonomi. Singkatnya seperti ini, jika jumlah penumpang kereta api ekonomi di suatu negara setiap hari penuh artinya tidak pernah sepi, negara tersebut belum dikatakan maju atau masih berkembang. Sebaliknya, jika jumlah penumpang kereta ekonomi di suatu negara setiap hari sepi bahkan sudah tidak ada lagi kereta ekonomi, negara tersebut bisa dikatakan maju pesat dan rakyatnya sejahtera. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Ulasannya sederhana, kereta ekonomi penuh berarti para penumpang tidak bisa menggunakan kereta eksekutif dan bisnis. Tidak bisa menggunakan kereta eksekutif ataupun bisnis berarti tidak mampu secara finansial. Banyaknya yang tidak mampu secara finansial artinya ada apa dengan rakyat suatu negara? Sejahterakah?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Penilaian ini hanyalah salah satu dari sudut pandang lainnya untuk mengetahui sejauh mana suatu negara dikatakan maju. Bisa saja kita menilai dari banyaknya jumlah anggota dari &lt;strong&gt;Black Car Community &lt;/strong&gt;atau&lt;strong&gt; Black Motor Community&lt;/strong&gt;. Semakin banyak jumlah anggotanya berarti jumlah orang yang mempunyai mobil atau motor semakin banyak. Artinya banyak orang yang sudah mapan dan banyak uang. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3163210194529353384-5461639445679595031?l=gie-insanmuttaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/feeds/5461639445679595031/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2009/02/kereta-ekonomi-tolak-ukur-kesejahteraan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/5461639445679595031'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/5461639445679595031'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2009/02/kereta-ekonomi-tolak-ukur-kesejahteraan.html' title='Kereta Ekonomi'/><author><name>Gie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16817881199086027221</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/S_vz3MilaPI/AAAAAAAAA1U/UHT6_RI0tbY/S220/101_4480.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3163210194529353384.post-4452966346981200701</id><published>2009-02-06T09:23:00.009+07:00</published><updated>2009-03-03T14:04:28.315+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Black Blog Competition'/><title type='text'>Go Blog Indonesia!</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SYuhgY_HYlI/AAAAAAAAAuA/jGj6XbL8cd4/s1600-h/bbc-150x150.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5299506964366582354" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 166px; HEIGHT: 176px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SYuhgY_HYlI/AAAAAAAAAuA/jGj6XbL8cd4/s400/bbc-150x150.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Internet Is Our Style&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SYuhPr7WFmI/AAAAAAAAAt4/pKyFB82LeMQ/s1600-h/bbc-150x150.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SYuhPr7WFmI/AAAAAAAAAt4/pKyFB82LeMQ/s1600-h/bbc-150x150.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SYuhPr7WFmI/AAAAAAAAAt4/pKyFB82LeMQ/s1600-h/bbc-150x150.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SYuhPr7WFmI/AAAAAAAAAt4/pKyFB82LeMQ/s1600-h/bbc-150x150.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SYuhPr7WFmI/AAAAAAAAAt4/pKyFB82LeMQ/s1600-h/bbc-150x150.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SYuhPr7WFmI/AAAAAAAAAt4/pKyFB82LeMQ/s1600-h/bbc-150x150.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SYuhPr7WFmI/AAAAAAAAAt4/pKyFB82LeMQ/s1600-h/bbc-150x150.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SYuhPr7WFmI/AAAAAAAAAt4/pKyFB82LeMQ/s1600-h/bbc-150x150.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SYuhPr7WFmI/AAAAAAAAAt4/pKyFB82LeMQ/s1600-h/bbc-150x150.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SYuhPr7WFmI/AAAAAAAAAt4/pKyFB82LeMQ/s1600-h/bbc-150x150.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SYuhPr7WFmI/AAAAAAAAAt4/pKyFB82LeMQ/s1600-h/bbc-150x150.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SYuhPr7WFmI/AAAAAAAAAt4/pKyFB82LeMQ/s1600-h/bbc-150x150.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SYuhPr7WFmI/AAAAAAAAAt4/pKyFB82LeMQ/s1600-h/bbc-150x150.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SYuhPr7WFmI/AAAAAAAAAt4/pKyFB82LeMQ/s1600-h/bbc-150x150.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SYuhPr7WFmI/AAAAAAAAAt4/pKyFB82LeMQ/s1600-h/bbc-150x150.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SYuhPr7WFmI/AAAAAAAAAt4/pKyFB82LeMQ/s1600-h/bbc-150x150.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SYuhPr7WFmI/AAAAAAAAAt4/pKyFB82LeMQ/s1600-h/bbc-150x150.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SYuhPr7WFmI/AAAAAAAAAt4/pKyFB82LeMQ/s1600-h/bbc-150x150.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SYuhPr7WFmI/AAAAAAAAAt4/pKyFB82LeMQ/s1600-h/bbc-150x150.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SYuhPr7WFmI/AAAAAAAAAt4/pKyFB82LeMQ/s1600-h/bbc-150x150.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SYuhPr7WFmI/AAAAAAAAAt4/pKyFB82LeMQ/s1600-h/bbc-150x150.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SYuhPr7WFmI/AAAAAAAAAt4/pKyFB82LeMQ/s1600-h/bbc-150x150.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SYuhPr7WFmI/AAAAAAAAAt4/pKyFB82LeMQ/s1600-h/bbc-150x150.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SYuhPr7WFmI/AAAAAAAAAt4/pKyFB82LeMQ/s1600-h/bbc-150x150.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SYuhPr7WFmI/AAAAAAAAAt4/pKyFB82LeMQ/s1600-h/bbc-150x150.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SYuhPr7WFmI/AAAAAAAAAt4/pKyFB82LeMQ/s1600-h/bbc-150x150.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SYuhPr7WFmI/AAAAAAAAAt4/pKyFB82LeMQ/s1600-h/bbc-150x150.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SYuhPr7WFmI/AAAAAAAAAt4/pKyFB82LeMQ/s1600-h/bbc-150x150.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SYuhPr7WFmI/AAAAAAAAAt4/pKyFB82LeMQ/s1600-h/bbc-150x150.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SYuhPr7WFmI/AAAAAAAAAt4/pKyFB82LeMQ/s1600-h/bbc-150x150.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SYuhPr7WFmI/AAAAAAAAAt4/pKyFB82LeMQ/s1600-h/bbc-150x150.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SYuhPr7WFmI/AAAAAAAAAt4/pKyFB82LeMQ/s1600-h/bbc-150x150.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SYuhPr7WFmI/AAAAAAAAAt4/pKyFB82LeMQ/s1600-h/bbc-150x150.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SYuhPr7WFmI/AAAAAAAAAt4/pKyFB82LeMQ/s1600-h/bbc-150x150.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SYuhPr7WFmI/AAAAAAAAAt4/pKyFB82LeMQ/s1600-h/bbc-150x150.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SYuhPr7WFmI/AAAAAAAAAt4/pKyFB82LeMQ/s1600-h/bbc-150x150.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SYuhPr7WFmI/AAAAAAAAAt4/pKyFB82LeMQ/s1600-h/bbc-150x150.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SYuhPr7WFmI/AAAAAAAAAt4/pKyFB82LeMQ/s1600-h/bbc-150x150.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SYuhPr7WFmI/AAAAAAAAAt4/pKyFB82LeMQ/s1600-h/bbc-150x150.jpg"&gt;&lt;/a&gt;Hidup tanpa internet, hidup terasa hambar. Bagai makan sayur tidak dibumbui garam, pecin, dan penyedap rasa lainnya. Hambar. Pernyataan ini tidak terlalu berlebihan menurut saya. Hal ini dikarenakan internet telah menjadi kebutuhan primer seiring dengan globalisasi yang semakin gencar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SYuhPr7WFmI/AAAAAAAAAt4/pKyFB82LeMQ/s1600-h/bbc-150x150.jpg"&gt;&lt;/a&gt;Hampir setiap orang dari berbagai kalangan tidak terlepas dari teknologi satu ini. Pelajar, mahasiswa, guru, dosen, pegawai, pedagang, dokter, bahkan sampai pejabat. Latar belakangnya pun bervariatif dalam menggunakan layanan internet. Mencari bahan tugas, bisnis, &lt;em&gt;chatting, blogging&lt;/em&gt;, adalah beberapa aktivitas pengguna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berawal dari fenomena tersebut, mungkin &lt;strong&gt;Djarum Black&lt;/strong&gt; ingin mewadahi boomingnya internet terutama blogger di Indonesia dengan diadakannya Black Blog Competition. Peserta lomba mesti dituntut kreatif. Setiap artikel mesti ada &lt;em&gt;keywords&lt;/em&gt; wajib minimal dua. Seperti &lt;strong&gt;Djarum Black, Djarum Black Slim, Autoblackthrough, Black In News,&lt;/strong&gt; dan &lt;em&gt;keywords&lt;/em&gt; yang ada kata &lt;strong&gt;Black&lt;/strong&gt; lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan dari lomba ini pun untuk memancing para blogger untuk lebih sering memposting tulisan, ide, kreatif, peduli, dan peka terhadap sekitarnya. Cool, stay tune! We’ll be &lt;strong&gt;Black In News&lt;/strong&gt;. Go blogger Indonesia!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3163210194529353384-4452966346981200701?l=gie-insanmuttaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/feeds/4452966346981200701/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2009/02/go-blog-indonesia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/4452966346981200701'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/4452966346981200701'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2009/02/go-blog-indonesia.html' title='Go Blog Indonesia!'/><author><name>Gie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16817881199086027221</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/S_vz3MilaPI/AAAAAAAAA1U/UHT6_RI0tbY/S220/101_4480.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SYuhgY_HYlI/AAAAAAAAAuA/jGj6XbL8cd4/s72-c/bbc-150x150.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3163210194529353384.post-1548762417851073233</id><published>2009-02-02T00:24:00.008+07:00</published><updated>2009-03-03T14:03:33.973+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Black Blog Competition'/><title type='text'>Bicara Motor</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SYXbrgXDI2I/AAAAAAAAAtY/xqLXAUxts08/s1600-h/DSCN9472.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5297882077138723682" style="FLOAT: right; MARGIN: 0pt 0pt 10px 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: pointer; HEIGHT: 299px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SYXbrgXDI2I/AAAAAAAAAtY/xqLXAUxts08/s400/DSCN9472.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;Motorku oh..&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Apakah anda punya motor? Jika jawabannya iya, pergunakanlah, rawatlah, dan maksimalkan kegunaan alat transportasi darat satu ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alat transportasi beroda dua ini rasanya menjadi kebutuhan yang primer. Tidak terkecuali bagi mahasiswa perantauan yang di kota asalnya memiliki motor. Sebaiknya dibawa, karena akan sangat diperlukan. Tentunya bagi yang sudah punya motor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi bagi mahasiswa yang mobilitasnya tinggi. Dengan menggunakan motor akan mempermudah dan memperlancar jalannya aktivitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya saya harus bersabar dan merasakan dulu hidup tanpa motor. Lantaran, motor Yamaha Vega R saya tahun 2006 yang saya bubuhi sticker &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Djarum Black &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;di belakangnya mesti saya ikhlaskan terlebih dulu kepada kakak saya yang tertua untuk dipakai usaha. Karena kakak saya jauh lebih membutuhkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sinilah kedudukan seorang adik diuji. Menjadi seorang adik, apalagi bungsu di samping mesti menghormati kakak-kakaknya, juga selalu kebagian yang terakhir. Nasib anak bungsu, meskipun memang anak bungsu sedikit dimanja oleh orang tua. Namun tetap saja bungsu harus selalu mengalah kepada kakak-kakaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya sabar, sabar, dan sabar. Tidak ada motorpun masih tetap hidup. Tinggal sekarang bagaimana menjalani "tantangan" tanpa motor ini dalam aktivitas sehari-hari. Selalu berinovasi ber&lt;strong&gt;&lt;em&gt;blackinnovationawards &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;selalu. Hidup masih tetap indah tanpa motor (tapi jangan lama-lama).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3163210194529353384-1548762417851073233?l=gie-insanmuttaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/feeds/1548762417851073233/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2009/02/bicara-motor.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/1548762417851073233'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/1548762417851073233'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2009/02/bicara-motor.html' title='Bicara Motor'/><author><name>Gie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16817881199086027221</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/S_vz3MilaPI/AAAAAAAAA1U/UHT6_RI0tbY/S220/101_4480.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SYXbrgXDI2I/AAAAAAAAAtY/xqLXAUxts08/s72-c/DSCN9472.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3163210194529353384.post-5320457249880453358</id><published>2009-02-01T01:53:00.028+07:00</published><updated>2009-02-16T08:30:31.430+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='About Gie'/><title type='text'>Yogi For President Of West Java 2028</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SYSeWf48EXI/AAAAAAAAArw/w3gi4rkIpMs/s1600-h/cg.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5297533171049173362" style="FLOAT: left; MARGIN: 0pt 10px 10px 0pt; WIDTH: 400px; CURSOR: pointer; HEIGHT: 294px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SYSeWf48EXI/AAAAAAAAArw/w3gi4rkIpMs/s400/cg.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;For President Of West Java 2028&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertemu dengan Ahmad Heryawan, Gubernur Jawa barat, Selasa lalu (27/1) membuat saya termotivasi dan &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;sense of belonging &lt;/span&gt;terhadap negeri ini menggebu-gebu. Ahmad Heryawan telah membuka mata hati saya tentang sebuah sikap dan mental kepemimpinan yang proporsional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyinggung soal kepemimpinan terutama Jawa Barat, nama saya sendiri &lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;Yogi Achmad Fajar &lt;/span&gt;memiliki nilai historis yang tidak bisa dipisahkan dengan pemimpin yang menghuni gedung sate. Bagi orang Indonesia nama adalah mempunyai makna, cita, doa dan harapan. Sehingga ucapan William Shakespeare&lt;em&gt;&lt;/em&gt; yang menyatakan apalah artinya sebuah nama tidak berlaku pada mayoritas masyarakat Indonesia. Pun orang tua saya ketika menamai bayi yang lahir tanggal 27 Desember 1989 (saya) sarat akan doa di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang tua saya yang tercinta memberikan nama depan &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Yogi &lt;/span&gt;diharapkan bisa menjadi orang yang berguna dan memberikan kontribusi yang besar bagi negeri seperti halnya Gubernur Jawa Barat era orde baru 1985-1993, Yogie Suardi Memet. Nama &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Yogi &lt;/span&gt;juga dipilih karena nama tersebut identik dengan orang Sunda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Achmad &lt;/span&gt;dalam bahasa Arab berarti terpuji. Ini mempunyai kekuatan doa bahwa segala tingkah laku saya harus berdasarkan nilai-nilai ahlak yang tinggi. Serta &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Fajar &lt;/span&gt;berarti cahaya yang menerangi. Memberikan keterangan bahwa saya dilahirkan ketika fajar menyingsing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada salahnya bagi saya untuk bisa mewujudkan harapan orang tua saya melalui nama yang saya emban sejak 19 tahun lalu ini. Tidak ada salahnya juga bila saya terpanggil untuk menjadi orang yang berkantor di "gedung putih"nya Jawa Barat suatu saat nanti. Oleh karena itu, saya harus melakukan "investasi" besar-besaran terutama &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;soft skill&lt;/span&gt; dari sekarang sebagai modal hidup di masa mendatang yang masih menjadi rahasia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan tidak mungkin Jawa Barat akan mencetak sejarah dengan pernah dipimpin oleh seorang Gubernur yang nama depannya sama. Karena sejarah itu unik, menggemaskan, dan mengesankan. Doa orang tua adalah menembus langit. Begitu dahsyatnya sehingga mengalahkan segala-galanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;SAHABAT BERKATA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SYXPXZi3c9I/AAAAAAAAAtI/MrbsGLp0COg/s1600-h/Rohanah.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5297868537572324306" style="FLOAT: left; MARGIN: 0pt 10px 10px 0pt; WIDTH: 125px; CURSOR: pointer; HEIGHT: 160px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SYXPXZi3c9I/AAAAAAAAAtI/MrbsGLp0COg/s400/Rohanah.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;Rohanah&lt;br /&gt;Mahasiswi IPB Bogor&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;"Merupakan suatu pemikiran yang jauh ke depan. Salut banget. Kalo hal itu baik dan salah satu cita-cita kenapa tidak! Pertahankan itu! Yang rakyat ingingkan bukan janji tapi fakta. Birokrasi yang adil."&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SYex9J7QhhI/AAAAAAAAAtg/96wqkAT-dwk/s1600-h/Beer.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298399150819280402" style="FLOAT: left; MARGIN: 0pt 10px 10px 0pt; WIDTH: 125px; CURSOR: pointer; HEIGHT: 160px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SYex9J7QhhI/AAAAAAAAAtg/96wqkAT-dwk/s400/Beer.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;Ihsan Budi Rachman&lt;br /&gt;Mahasiswa ITB Bandung&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;"Bagus kalo mau jadi Gubernur. Dari sekarang perbanyak aktif terutama mengikuti jejak Pak Ahmad Heryawan."&lt;/span&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SYW3oWEEsdI/AAAAAAAAAsg/FHpVrIHE9lY/s1600-h/ELsa.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5297842440416571858" style="FLOAT: left; MARGIN: 0pt 10px 10px 0pt; WIDTH: 125px; CURSOR: pointer; HEIGHT: 160px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SYW3oWEEsdI/AAAAAAAAAsg/FHpVrIHE9lY/s400/ELsa.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;Felysia Nurul&lt;br /&gt;Mahasiswi President University, Cikarang&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;"Pastinya senang, karena salah seorang teman saya jadi orang nomor 1 di Jabar. Sarannya &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;use your critical thinking in solving social life's problem&lt;/span&gt;. Gie emang cocok buat terjun di dunia politik. Yang jelas jangan pake politik kotor."&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SYXQ2YU-t_I/AAAAAAAAAtQ/pe7wsPvvPIo/s1600-h/Ima.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5297870169333217266" style="FLOAT: left; MARGIN: 0pt 10px 10px 0pt; WIDTH: 125px; CURSOR: pointer; HEIGHT: 160px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SYXQ2YU-t_I/AAAAAAAAAtQ/pe7wsPvvPIo/s400/Ima.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;Ima Amelia&lt;br /&gt;Mahasiswi UPI Bandung&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;"Gak nyangka banget kalo ntar gie bisa jadi Gubernur Jawa Barat. Mending langsung jadi Presiden aja deh Gie."&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SYezEAbAe-I/AAAAAAAAAto/OP7zoi1I6Y4/s1600-h/Linda.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298400368038804450" style="FLOAT: left; MARGIN: 0pt 10px 10px 0pt; WIDTH: 125px; CURSOR: pointer; HEIGHT: 160px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SYezEAbAe-I/AAAAAAAAAto/OP7zoi1I6Y4/s400/Linda.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;Linda Mulandari&lt;br /&gt;Mahasiswi Akbid Bandung&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;"&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Nothing impossible. Prepare those thing from now&lt;/span&gt;. Buat semua kalangan masuarakat &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;especially&lt;/span&gt; komunitas Jabar feel &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;comfort and better by your lead&lt;/span&gt;."&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SYW8UgzxbRI/AAAAAAAAAsw/p_Cd8CBsKNc/s1600-h/Wegan.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5297847597261745426" style="FLOAT: left; MARGIN: 0pt 10px 10px 0pt; WIDTH: 125px; CURSOR: pointer; HEIGHT: 160px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SYW8UgzxbRI/AAAAAAAAAsw/p_Cd8CBsKNc/s400/Wegan.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;Wegantara&lt;br /&gt;Siswa SMA Al Muttaqin Tasikmalaya&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;"Dukung banget, insyaAllah bisa membawa perubahan dan gairah baru. Seharusnya bisa lebih dari Gubernur, pantasnya jadi Presiden. Karena pemikirannya yang selalu &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;thinking out of the box&lt;/span&gt;."&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SYe1bJ7ks6I/AAAAAAAAAtw/y6y5RtEdjho/s1600-h/Uchan.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298402964751561634" style="FLOAT: left; MARGIN: 0pt 10px 10px 0pt; WIDTH: 125px; CURSOR: pointer; HEIGHT: 160px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SYe1bJ7ks6I/AAAAAAAAAtw/y6y5RtEdjho/s400/Uchan.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;Susanti Sylvia&lt;br /&gt;Siswi SMA Al Muttaqin Tasikmalaya&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;"Didoakan sangat oleh Uchan. Mudah-mudahan bisa mnjadi sosok yang bisa mengubah Jabar ke arah yang lebih baik. Rakyat sangat mengharapkan dan mengidolakan sosok seperti itu! Kakak pasti bisa! Semua impian kaka insyaallah bisa terkabul, dengan berusaha dan berdoa pasti bisa."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SYW-STtoDDI/AAAAAAAAAs4/JNSt5rMS_b0/s1600-h/Alex.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5297849758409821234" style="FLOAT: left; MARGIN: 0pt 10px 10px 0pt; WIDTH: 125px; CURSOR: pointer; HEIGHT: 160px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SYW-STtoDDI/AAAAAAAAAs4/JNSt5rMS_b0/s400/Alex.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;Gilang Maulana Yusuf&lt;br /&gt;Siswa SMA Al Muttaqin Tasikmalaya&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;"Gak kebayang. Gimana jadinya ntar. InsyaAllah ada dampak perubahan. Teringat ketika di SMA bareng berorganisasi. Yang saya tahu, wawasan A Gie itu waduh, luas. Tapi inget, pokoknya persepakbolaan Jabar terutama Persib harus bisa dioptimalkan. Sip lah!"&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SYXMxjPdAbI/AAAAAAAAAtA/4HpGisXIv6Y/s1600-h/Delia.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5297865688316969394" style="FLOAT: left; MARGIN: 0pt 10px 10px 0pt; WIDTH: 125px; CURSOR: pointer; HEIGHT: 160px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SYXMxjPdAbI/AAAAAAAAAtA/4HpGisXIv6Y/s400/Delia.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;Siti Awaliyati Deliabilda&lt;br /&gt;Siswi SMA Al Muttaqin Tasikmalaya&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:0;"&gt;&lt;span style="font-size:0;"&gt;"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Tinggal dirancang dari sekarang A Gie. Dengan rencana dan pemikiran yang melompat, insyaAllah bisa."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3163210194529353384-5320457249880453358?l=gie-insanmuttaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/feeds/5320457249880453358/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2009/02/yogi-for-president-of-west-java-2028.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/5320457249880453358'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/5320457249880453358'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2009/02/yogi-for-president-of-west-java-2028.html' title='Yogi For President Of West Java 2028'/><author><name>Gie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16817881199086027221</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/S_vz3MilaPI/AAAAAAAAA1U/UHT6_RI0tbY/S220/101_4480.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SYSeWf48EXI/AAAAAAAAArw/w3gi4rkIpMs/s72-c/cg.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3163210194529353384.post-7143501386358257485</id><published>2009-01-29T07:28:00.019+07:00</published><updated>2009-02-23T20:58:36.094+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wawancara'/><title type='text'>Wawancara Gubernur Jawa Barat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" style="FONT-FAMILY: trebuchet ms" href="http://4.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SYD_Jn_HGmI/AAAAAAAAAq0/28ppBKPbK6U/s1600-h/Yogi+dan+Ahmad.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5296513702605298274" style="FLOAT: right; MARGIN: 0pt 0pt 10px 10px; WIDTH: 256px; CURSOR: pointer; HEIGHT: 400px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SYD_Jn_HGmI/AAAAAAAAAq0/28ppBKPbK6U/s400/Yogi+dan+Ahmad.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:180%;"&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;PRIBADI SANTUN DAN RAMAH ITU BERNAMA&lt;br /&gt;AHMAD HERYAWAN&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;"Belajarlah sampai ke negeri orang. Dan ambilah semua hal yang didapat dan bermanfaat untuk diterapkan di tanah air."&lt;/span&gt; Ahmad Heryawan, Gubernur Jawa Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Tidak ada niatan sama sekali dalam lawatan saya ke &lt;?xml:namespace prefix = st1 /&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Bandung&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; untuk bertemu seorang Ahmad Heryawan. Bahkan bertemu di gedung sate--gedung kebanggaan, dan “gedung putihnya” Jawa Barat. Sama sekali tidak terbayangkan sebelumnya bertemu dengan orang nomor wahid di Jawa Barat ini. Hanya niatan silaturahmi ke teman-teman saya yang sedang kuliah di Bandunglah yang menjadi niatan awal saya bermusafir ke &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; kembang.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Selasa (27/1) yang sejuk dan cerah menghiasi kota Bandung. Sosok berkaca mata tegap dan wibawa berjalan ke luar gedung sate diikuti ajudan dan para tamu dari Arab Saudi. Tebar senyum dan sapa kepada setiap orang yang ada di sekitarnya menjadi pemandangan yang rupawan. "Assalamualaikum," sapanya kepada setiap orang yang dilewati. Sosok itu tidak lain adalah Ahmad Heryawan, Gubernur Jawa Barat pertama plihan rakyat. Rupanya beliau telah menerima tamu dari Arab Saudi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="FONT-FAMILY: trebuchet ms" face="trebuchet ms"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SYEJQZcmvBI/AAAAAAAAAq8/ddhu1-vT-Dg/s1600-h/DSCN9504.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5296524814077836306" style="FLOAT: right; MARGIN: 0pt 0pt 10px 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: pointer; HEIGHT: 239px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SYEJQZcmvBI/AAAAAAAAAq8/ddhu1-vT-Dg/s320/DSCN9504.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pemprov Jabar tengah menjalin kerja sama dengan Arab Saudi dalam berbagai bidang. Bidang pendidikan, perdagangan serta kesenian. Kerja sama terutama diarahkan dalam bentuk pertukaran pelajar. Sehingga pelajar dari Jawa Barat bisa berkesempatan merasakan bagaimana belajar di luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Naluri jurnalis saya muncul, saya kontan langsung ingin sekedar berbincang dengan beliau. Namun, saya menunggu momen yang tepat. Saya menunggu beliau melepas tamunya dari Arab Saudi terlebih dahulu. Dan momen itu pun datang, dengan gaya "penodongan" saya langsung mendatangi Gubernur yang sedang sendiri melihat tamunya meninggalkan gedung sate.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Kesan pertama berbincang dengan mantan anggota Komisi E Bidang Kesejahteraan Rakyat DPRD DKI 2002-2004 ini begitu menyenangkan. Ahmad Heryawan begitu &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;welcome&lt;/span&gt;. "Gimana-gimana, mau wawancara. Silahkan!"ungkapnya sambil merangkul pundak saya layaknya seorang sahabat.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Karena mendadak dan tidak ada &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;outline &lt;/span&gt;sebelumnya&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;, &lt;/span&gt;maka saya berimprovisasi. Pertanyaannya pun sekitar tentang apa yang telah saya lihat. Yakni tentang kerjasama dengan Arab Saudi terutama di bidang pendidikan. Heryawan mengatakan hal itu terkait dengan banyaknya perguruan tinggi terkenal terutama yang bergerak dalam bidang agama Islam. "Mereka justru sangat terbuka untuk menyediakan beasiswa bagi pelajar Indonesia yang ingin belajar ke sana," ujar Gubernur kelahiran Sukabumi, 19 Juni 1966 ini.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="FONT-FAMILY: trebuchet ms" face="trebuchet ms"&gt;Pemerintah sendiri berusaha untuk memberikan dukungan sepenuhnya kepada para pelajar di Jawa Barat yang nantinya berkesempatan mendapat program ini. "Yah semestinya pemerintah harus memberikan dukungan terutama finansial. Kalau tidak begitu, bagaimana mereka bisa hidup nanti di sana,"ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" face="trebuchet ms"&gt;Harapannya dengan program seperti ini, hasil dari yang didapat dapat diaplikasikan di Indonesia. "Belajarlah sampai ke negeri orang. Dan ambilah semua hal yang didapat dan bermanfaat untuk diterapkan di tanah air," ujar mantan ketua umum DPW PKS DKI Jakarta 2003-2006 ini.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="FONT-FAMILY: trebuchet ms"&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;Pemimpin Merakyat, Ramah, dan Sederhana&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="FONT-FAMILY: trebuchet ms"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SYENMr4T2oI/AAAAAAAAArE/Js_Mgl4WYts/s1600-h/Yogi+dan+Ahmad+2.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5296529148352912002" style="FLOAT: left; MARGIN: 0pt 10px 10px 0pt; WIDTH: 251px; CURSOR: pointer; HEIGHT: 400px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SYENMr4T2oI/AAAAAAAAArE/Js_Mgl4WYts/s400/Yogi+dan+Ahmad+2.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Berbicara tentang sosok Ahmad Heryawan bisa dikata seorang yang fenomenal. Tidak diprediksi dan diunggulkan dalam pilkada Jabar oleh banyak kalangan tahun lalu. Akan tetapi predkasi hanyalah prediksi. Ahmad Heryawan dan Dede Yusuf menuju gedung sate terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat 2008-2013.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" face="trebuchet ms"&gt;Banyak orang yang memuji kinerja dan sikap Heryawan yang sederhana, arif, sopan, dan santun. Pun saya menyetujui 100% atas pujian orang yang diajukan kepada suami dari Netty Prasetyani ini.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" face="trebuchet ms"&gt;Bagamana tidak, sikap ramah, bersahabat, dan tidak sombong karena memangku jabatan sebagai orang terdepan di Jawa Barat diperlihatkan di depan mata saya. Auranya pun begitu terasa sampai ke hati. Damai, tenang, dan nyaman saya rasakan tatkala berada di dekatnya.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" face="trebuchet ms"&gt;Kinerja sebagai Gubernur pun tidak main-main. Kepeduliannya terhadap dunia pendidikan sangat getol diperjuangkan. Mulai dari kunjungan ke sekolah-sekolah yang terpencil dan memberikan bantuan dana langsung. Bahkan suatu ketika sedang berkunjung melihat sekolah yang roboh, bantuan yang tadinya berjumlah 50 juta rupiah dirubah menjadi 200 juta rupiah oleh Heryawan. &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Subhanallah,&lt;/span&gt; jarang saya menemukan pemimpin seperti ini di tengah krisis kepemimpinan.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="FONT-FAMILY: trebuchet ms"&gt;Keseharian bersama keluarganya sangat sederhana. Pergi ke pasar untuk sekedar berbelanja kebutuhan sehari-hari tetap dilakoni. Seperti berbelanja bersama dengan istrinya di Pasar Cihaur Geulis Kota Bandung belum lama setelah dilantik. Sebelum menjadi Gubernur pun Heryawan sering pergi ke pasar bada shubuh membantu istrinya.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="FONT-FAMILY: trebuchet ms"&gt;Heryawan merupakan jawaban dari pertanyaan pesimistis, "masih adakah pemimpin yang benar-benar pemimpin?" Religius, dan menjunjung tinggi nilai-nilai dan berahlak yang baik adalah pemimpin yang kita idam-idamkan. Harapan itu masih ada, masih banyak Heryawan yang lainnya menjadi pemimpin yang insyaAllah amanah. Jawa Barat benar-benar tidak salah memilih pemimpin.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="FONT-FAMILY: trebuchet ms"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SYENsEkc5JI/AAAAAAAAArM/mBrVH_aa_4c/s1600-h/Photo+Bareng.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5296529687556449426" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 313px; CURSOR: pointer; HEIGHT: 400px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SYENsEkc5JI/AAAAAAAAArM/mBrVH_aa_4c/s400/Photo+Bareng.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: center;font-family:trebuchet ms;" &gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;Yogi dan Ihsan berfoto bersama Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan seusai wawancara&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3163210194529353384-7143501386358257485?l=gie-insanmuttaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/feeds/7143501386358257485/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2009/01/wawancara-gubernur-jawa-barat.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/7143501386358257485'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/7143501386358257485'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2009/01/wawancara-gubernur-jawa-barat.html' title='Wawancara Gubernur Jawa Barat'/><author><name>Gie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16817881199086027221</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/S_vz3MilaPI/AAAAAAAAA1U/UHT6_RI0tbY/S220/101_4480.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SYD_Jn_HGmI/AAAAAAAAAq0/28ppBKPbK6U/s72-c/Yogi+dan+Ahmad.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3163210194529353384.post-8640346435349492937</id><published>2009-01-25T09:14:00.008+07:00</published><updated>2009-03-03T14:02:52.071+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Black Blog Competition'/><title type='text'>Narsis</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:180%;"&gt;NARIS=EKSIS&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong style="FONT-WEIGHT: normal"&gt;N&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;arsis tampakya kata yang akrab di telinga kita dewasa ini. Entah siapa yang mencetuskan nama ini. Namun, setelah saya &lt;em&gt;search engine, &lt;/em&gt;katanya &lt;em&gt;sih&lt;/em&gt; narsis berasal dari cerita Yunani, tentang seorang pemuda bernama &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Narcissus_%28mythology%29" target="_blank"&gt;Narcissus&lt;/a&gt;. Dia sangat ganteng dan suka memuji dirinya sendiri, menolak cinta banyak gadis (dan janda?), tidak mudah tunduk pada rayuan beracun para wanita. Sampai suatu saat dia menolak cinta &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Echo_%28mythology%29" target="_blank"&gt;Echo&lt;/a&gt;, yang menyebabkan Echo patah hati, dan Narcissus dikutuk sehingga jatuh cinta pada bayangannya sendiri di air kolam. Katanya!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;Apapun latar belakang ceritanya, bisa kita generelasikan bahwa narsis adalah sebuah sikap yang membanggakan dan memuji dirinya sendiri. Sikap ini bisa terlihat dengan mendeteksinya dengan melihat seseorang tatkala berhadapan dengan kamera. Loh kenapa? Orang yang narsis jika dalam momen jeprat-jepret selalu ingin ada. Maka tak heran, orang narsis diidentikan dengan banyak photo dirinya terpampang baik di kameranya maupun kamera teman-temannya. Sikap narsis bisa kita lihat pula seperti di friendster, facebook, blog, dan situs pribadi lainnya. Banyak orang yang memampang photo dirinya sendiri dengan berbagai gaya (termasuk saya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;Eksistensi diri&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;Salahkah bersikap narsis? Hal ini mencuat karena ada beberapa orang--tidak semua--yang acapkali mengatakan, "Idih..narsis loh!" ketika menemukan temannya dilanda sikap narsis. Sebagai &lt;em&gt;&lt;strong&gt;black in news&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; saja, orang yang berkata seperti itu sebenarnya narsis juga. Mereka hanya kalah start duluan untuk bernarsis. Bahkan bisa dikatakan yang berkata, "Idih narsis loh" lebih narsis dari orang yang diolok-oloknya. Oleh karena itu, sesama narsis dilarang berkata"idih narsis loh!" Biarkanlah, mengalirlah seperti rombongan &lt;em&gt;&lt;strong&gt;black car community&lt;/strong&gt; &lt;/em&gt;yang menghiasi jalan raya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong style="FONT-WEIGHT: normal"&gt;B&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;ersyukurlah orang yang memiliki sikap narsis. Yang tidak boleh adalah sikap narsis yang berlebihan. Sampai menghina orang, sombong, dan merendahkan yang lain. Narsis yang proporsional adalah narsis yang wajar-wajar saja. Narsis adalah tanda syukur atas pemberian Sang Maha Pencipta. Tanda syukur tersebut salah satunya dengan merawat diri dan menyayangi diri sendiri. Selain orang lain, siapa lagi yang menyayangi dan mencintai diri kita kecuali diri kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong style="FONT-WEIGHT: normal"&gt;I&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;su eksistensi kerap muncul jika berbicara mengenai hal satu ini. Dengan narsis berarti kita ada. Ungkapan itu setalah dipikir-pikir benar juga adanya. Bisa kita bayangkan, jika kita sudah tua, ketika saat muda tidak bernarsis ria--dalam hal ini adanya photo ketika muda--tidak ada sesuatu yang bisa dikenang lewat album photo. Setidaknya bisa bernostalgia ria mengenang masa-masa muda lewat photo. Seperti halnya saya, saya ketika masa SMP dulu tidak terlalu eksis dengan bernarsis ria di depan kamera. Disamping dulu kamera digital belum se&lt;em&gt;booming &lt;/em&gt;sekarang ditambah lagi saya tidak PDan. Sehingga kenangan masa SMP lewat photo hanya sedikit. Intinya, eksistensi pun bisa dilihat dengan sikap narsis yang kita tonjolkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;Jadi, jangan takut untuk bernarsis. Jika ingin tetap eksis maka salah satu jalannya adalah bernarsis. Eksis itu penting. Eksis berarti kita dianggap. Dianggap berarti kita ada. Dengan ada berarti kita hidup. Dengan hidup berarti bisa beramal dan beribadah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3163210194529353384-8640346435349492937?l=gie-insanmuttaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/feeds/8640346435349492937/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2009/01/narsis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/8640346435349492937'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/8640346435349492937'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2009/01/narsis.html' title='Narsis'/><author><name>Gie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16817881199086027221</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/S_vz3MilaPI/AAAAAAAAA1U/UHT6_RI0tbY/S220/101_4480.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3163210194529353384.post-7543694260237733577</id><published>2009-01-20T21:26:00.005+07:00</published><updated>2009-02-28T16:31:14.123+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Black Blog Competition'/><title type='text'>Logo Black</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SXXg1bgLowI/AAAAAAAAAqg/tDNHtjjIKdg/s1600-h/1969223501_d30cc2d338.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5293384145564312322" style="FLOAT: right; MARGIN: 0pt 0pt 10px 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: pointer; HEIGHT: 213px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SXXg1bgLowI/AAAAAAAAAqg/tDNHtjjIKdg/s320/1969223501_d30cc2d338.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;BUKAN SEKEDAR LOGO&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm; LINE-HEIGHT: 150%"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"&gt;Melihat logo, &lt;em&gt;icon&lt;/em&gt;, atau nama lainnya &lt;em&gt;brand&lt;/em&gt; dari &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Djarum Black &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"&gt;sepintas terasa biasa-biasa saja. Namun logo dengan dasar huruf bertipe &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;Arial Black &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"&gt;berwarna putih, berlatar warna hitam dengan huruf a diganti dengan segita merah ini, tulisan “BLACK” menjadi sebuah karya inovasi yang mahal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm; LINE-HEIGHT: 150%"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"&gt;Siapapun orang yang mencetuskan ide dan membuat logo ini, kita patut mengapresiasi. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;Simple&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"&gt;, jauh dari kesan neko-neko tetapi elegan adalah kesan yang didapat ketika melihatnya. Suatu pembelajaran penting bisa kita petik bahwa sebuah karya yang bagus tidak harus ribet dan rumit. Justru yang dianggap biasa diubah dengan sedikit sentuhan, bisa menjadi sesuatu yang tidak biasa. Perlu &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;thinking out of the box &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"&gt;untuk mencapai proses kreatif ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm; LINE-HEIGHT: 150%"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"&gt;Alhasil, begitu banyak orang yang rela mencatumkan logo ini di beberapa benda khususnya kendaraan: baik motor ataupun mobil. Mereka merasa gagah bila logo Black terpampang di kendaraan mereka. Dengan dalih kembali kepada kesan logo tadi: mahal, elegan, dan inovatif. Imilah yang membuat logo black tidak hanya sekedar logo dari sebuah merek rokok.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm; LINE-HEIGHT: 150%"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Autoblackthrough&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"&gt;yang merupakan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;the hottest hi-tech modified motorshow &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"&gt;di negeri ini menjadi sebuah bukti. Di ajang ini bisa dilihat mobil-mobil dengan modifikasi gila-gilaan hasil para &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;creator &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"&gt;yang proporsional. Mobil-mobil hasil modifikasi menjadi lebih fantastis dan wah ketika “Black” terpampang di &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;body&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"&gt; mobil. Benar adanya, ide itu lebih mahal dari sebuah proses kreatifitas. Jadilah gudang ide cemerlang, maka anda akan menjadi “mahal”.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3163210194529353384-7543694260237733577?l=gie-insanmuttaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/feeds/7543694260237733577/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2009/01/logo-black.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/7543694260237733577'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/7543694260237733577'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2009/01/logo-black.html' title='Logo Black'/><author><name>Gie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16817881199086027221</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/S_vz3MilaPI/AAAAAAAAA1U/UHT6_RI0tbY/S220/101_4480.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SXXg1bgLowI/AAAAAAAAAqg/tDNHtjjIKdg/s72-c/1969223501_d30cc2d338.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3163210194529353384.post-4551224181773154078</id><published>2009-01-17T17:50:00.006+07:00</published><updated>2009-02-28T16:24:25.414+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Black Blog Competition'/><title type='text'>Sedikit Tentang Nilai</title><content type='html'>&lt;div style="FONT-WEIGHT: bold" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;SEDIKIT TENTANG NILAI&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;"SEGALA-GALANYA (BANYAK) DIMULAI DARI NILAI TAPI NILAI BUKAN SEGALA-GALANYA"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Seiring dengan masa ujian akhir semester mahasiswa yang telah usai dan cukup menguras tenaga karena mesti "bermesraan" dengan soal-soal—khususnya saya, mahasiswa yang notabene baru menjadi mahasiswa—alangkah indahnya berbicara mengenai sebuah kata yang mau-tidak mau, enak-tidak enak, sedikit-banyak, setuju-tidak setuju, akan terlontar kata yang terdiri dari lima huruf, N-I-L-A-I. Memang, sedikit melulu dan tidak &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;up to date.&lt;/span&gt; Tapi sayangnya selalu menjadi &lt;strong&gt;Black In News&lt;/strong&gt; yang ditunggu-tunggu bagi orang-orang yang masih berkutat dengan masalah itu (baca: siswa dan mahasiswa). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dari zaman saya ingusan (sekolah dasar), mimpi basah, mulai pacaran, putus, nyambung, putus, nyambung dan sampai sekarang jadi mahasiswa yang katanya berbau idealis—padahal idealis tidak hanya milik mahasiswa—nilai pastinya sudah akrab. Bahkan, ada beberapa orang yang berani mengeluarkan kocek sebanyak-banyaknya untuk sekedar mendapat sebuah nilai yang tinggi. Apapun caranya, menghalalkan yang haram, membenarkan yang salah, dan melegalkan yang legal.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa pertanyaan mendasar sekaligus menggelitik. Apa sebenarnya esensi dari nilai itu sendiri? Apakah nilai itu penting? Dan seputar pertanyaan mengenai nilai lainnya. Dalam tulisan ini, nilai dibahas bukan dalam ranah general, akan tetapi nilai dalam artian sempit berkenaan dengan urusan akademik. Akan sangat meluas jika saya membahas nilai dalam konteks general. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Persepsi Umum&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;"Nilai loe berapa Gie?"&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Selalu dan selalu pertanyaan itu muncul dari mulut teman saya (dari SD sampai kuliah) ketika pengumuman nilai hasil ujian. Ada yang salah dengan pertanyaan itu? Tentu tidak, namun jawaban saya yang terkadang agak menjengkelkan. Namun terkadang juga mengenakkan sebagai respon akan pertanyaan mereka. Sebelum saya jawab, saya selalu mengajukan pertanyaan serupa. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Nah, nilai loe dulu donk berapa?" &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dan anehnya, mereka yang bertanya terlebih dahulu, mereka juga yang menjawab terlebih dahulu. Dengan tahu nilai mereka terlebih dahulu akan mempengaruhi jawaban saya yang akan dilontarkan. Jika teman saya nilainya besar dan lebih besar dibanding saya, maka dengan tegar dan optimis saya menjawab. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Oh baguslah, nilai gue biasa aja. Tapi nilai BUKAN SEGALA-GALANYA Bos!!" &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jawaban yang terkesan membela diri. Namun di sisi lain, jika teman saya nilainya tidak lebih besar dari nilai yang saya punya. Jawaban yang keluar dari mulut manis saya akan seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Syukur Alhamdulillah nilai saya A+/100. SEGALA-GALANYA dilihat dari nilai, tapi tenang Boss! Nilai BUKAN SEGALA-GALANYA." &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hampir sama, namun jauh berbeda dengan jawaban sebelumnya. Kata &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;segala-galanya dilihat dari nilai&lt;/span&gt; adalah sebuah bentuk optimisme. Kontra akan terlihat setelah mata menggeser ke kata selanjutnya. Ditambah embel-embel kata &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;tapi nilai bukan segala-galanya&lt;/span&gt; sesudah kata &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;segala-galanya dilihat dari nilai&lt;/span&gt; merupakan sebuah bentuk motivasi untuk teman yang nilainya misalkan, (maaf) kurang memuaskan. Memberi harapan bahwa hidup ini toh tidak hanya berkutat dengan masalah nilai.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dari penggalan pengalaman dialog yang acapkali saya alami, membuat saya sadar ataupun tidak, berakibat rubahnya &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;mind set&lt;/span&gt; selama ini tentang hakikat (ontologi) nilai. Sehingga tidak terlalu memusingkan diri untuk sekedar mendapat nilai yang "wah". Ada sesuatu yang jauh lebih penting dari sekedar nilai. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Umumnya, kebanyakan dari kita menganggap bahwa orang yang memiliki nilai yang tinggi adalah orang yang pintar dan pastinya orang hebat. IP 4.00 atau selalu mendapat nilai 10 setiap ujian adalah legitimasi bahwa orang yang menyandang nilai-nilai itu adalah &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;best of the best&lt;/span&gt;. Betulkah seperti itu?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Saya punya sepupu yang menjadi santri di Pesantren Gontor. Pondok pesantren yang terkenal di antero negeri ini. Terkenal karena kualitas pendidikan dan kurikulum yang diterapkan di sana. Menurut cerita yang saya dengar dari sepupu, bahwa saat ujian banyak santri yang nilainya kurang memuaskan. Contohnya bahasa Inggris, secara test banyak yang nilainya di bawah garis standar. Entah karena soalnya sulit atau faktor yang lain. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Namun jangan dikira, kemampuan berbicaranya hampir bisa dan bahkan ada yang menyamai seorang native. &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Speak english fluently&lt;/span&gt; adalah kemampuan yang dimiliki. Ini dikarenakan selama hidup di pondok diwajibkan menggunakan bahasa Inggris atau Arab sebagai bahasa sehari-hari. Alasan yang sangat logis.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, dalam contoh kasus ini ukuran nilai bukan apa-apa. Aplikasi materi yang didapat adalah jauh lebih diprioritaskan. Untuk apa nilai tinggi secara tertulis, namun aplikasi &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;nothing&lt;/span&gt;. Tapi jauh lebih penting, nilai OK aplikasi OK pula. Dan yang jangan sampai terjadi adalah nilai ke mana aplikasi ke mana. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Hard skill&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;Soft Skill&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;Nilai adalah sebuah konsekuensi logis dari sebuah proses ujian. Konsekuensi berupa baik atau kurang baik. Nilai biasanya berhubungan dengan kemampuan akademik atau kata lainnya &lt;em&gt;hard skill&lt;/em&gt;. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bukti kongkretnya adalah ijazah. Ijazah adalah sebuah cermin diri atau simbol terhadap nilai &lt;em&gt;hard skill&lt;/em&gt;. Tak heran, bila perusahan-perusahaan dan instansi lain yang sedang menerima lowongan umumnya akan melihat ijazah pelamar sebagai bahan pertimbangan diterima atau tidak.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kadang yang terlupakan adalah keberadaan &lt;em&gt;soft skill&lt;/em&gt;. Instansi-instansi tadi sering melupakan unsur yang satu ini. Padahal, &lt;em&gt;soft skill&lt;/em&gt; ini adalah penting, sama pentingnya dengan &lt;em&gt;hard skill&lt;/em&gt;. Nilai 100, tapi attitude 0 sama saja dengan omong kosong. Pintar, tetapi sosialisasi kurang buat apa. Keseimbangan memainkan kedua unsur inilah yang diharapkan untuk menjadi "orang" yang sesungguhnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Mengapa &lt;em&gt;soft skill&lt;/em&gt; kadang diabaikan? Karena kita sebagai manusia juga sering memendamnya dan kurang memoles potensi yang ada dalam &lt;em&gt;soft skill&lt;/em&gt;. Ditambah lagi &lt;em&gt;soft skill&lt;/em&gt; tidak diajarkan di sebuah ruangan yang bernama kelas. &lt;em&gt;Soft skill&lt;/em&gt; bukan sebuah kurikulum, apalagi sebuah pelajaran. Tidak ada sebuah nilai sebagai ukuran dalam &lt;em&gt;soft skill&lt;/em&gt;. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Adalah &lt;em&gt;problem solving&lt;/em&gt;, manajemen stress, kreatifitas, berjiwa kepemimpinan, organisator beberapa hal bagian dari &lt;em&gt;soft skill&lt;/em&gt;. Ada salah satu pemikiran yang berbunyi &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;thiking out of the box&lt;/span&gt;. Sebuah pemikiran yang mengajak kita untuk "keluar" dari pemikiran konvensional yang biasa. &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Thinking out of the box&lt;/span&gt; menuntut kita agar mencari hal-hal yang tidak terpikirkan sebelumnya. Yang biasa menjadi tidak biasa. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Iklan &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Djraum Black&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; salah satunya menyinggung soal ini. Ada salah satu iklannya yang mengedepankan kata &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;think black!&lt;/span&gt; Membuat kita mesti berpikir kritis, beda, peka, dan tentunya &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;thinking out of the box&lt;/span&gt;. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya kita tahu sebagai seorang pembelajar dan belum menjadi manusia seutuhnya (orang sukses), hidup itu bukan berawal dari nilai. Nilai gampang didapat, dicari, bahkan dimanipulasi. Kemampuan sesungguhnya yang tidak bisa dilihat dengan nilai adalah yang bisa menjadi modal. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kualitas bisa teruji dengan sejauh mana aplikasi kemampuan yang dimiliki dalam kehidupan. Sejauh kualitas aplikasi itu proporsional, sejauh itu pula hasil yang diraih dalam berbagai hal memuaskan. Determinasi, kerja keras, tak kenal lelah, kekuatan mimpi, doa, dan berpikir positif menjadi bahan bakar yang mau tidak mau mesti ada dalam kendaran yang bernama semangat. Teringat kata bijak dari seorang Thomas Alfa Edison, bahwa kecerdasan hanyalah 1%, sedangkan 99% adalah kerja keras. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3163210194529353384-4551224181773154078?l=gie-insanmuttaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/feeds/4551224181773154078/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2009/01/sedikit-tentang-nilai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/4551224181773154078'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/4551224181773154078'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2009/01/sedikit-tentang-nilai.html' title='Sedikit Tentang Nilai'/><author><name>Gie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16817881199086027221</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/S_vz3MilaPI/AAAAAAAAA1U/UHT6_RI0tbY/S220/101_4480.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3163210194529353384.post-368671975463485778</id><published>2008-12-13T13:03:00.021+07:00</published><updated>2009-02-05T09:19:10.688+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SUNRg5nnoYI/AAAAAAAAAlo/2c947DsnPdc/s1600-h/PICT0296.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5279152813873013122" style="FLOAT: right; MARGIN: 0pt 0pt 10px 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: pointer; HEIGHT: 221px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SUNRg5nnoYI/AAAAAAAAAlo/2c947DsnPdc/s400/PICT0296.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;b&gt;IT’S KOREAN DAY&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;font-size:180%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Annyong Haseyo!&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p lang="id-ID" style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"&gt;Wangi harum aroma masakan enak&lt;i&gt; &lt;/i&gt;tercium di kawasan Fakultas Ilmu Budaya. Wangi masakan yang menarik hati orang banyak untuk berkunjung ke pelataran gedung utama FIB.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p lang="id-ID" style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p lang="id-ID" style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p lang="id-ID" style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p lang="id-ID" style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p lang="id-ID" style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p lang="id-ID" style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;“&lt;span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"&gt;Rupanya ada demo masak! Bukan! Lantas apa?” Pertama melihat anggapan terlintas adanya sebuah demo masak. Ternyata itu bukan demo masak apalagi demo&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"&gt; mahasiswa. Adalah stand makanan yang merupakan salah satu stand dari rangkaian acara Korean Day.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p lang="id-ID" style="MARGIN-BOTTOM: 0cm; TEXT-INDENT: 1.27cm" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;Acara yang dilaksanakan tangal 10-12 Desember 2008 ini terlaksana atas kerja sama Jurusan Korea FIB UGM dengan KOICA (Korea International Cooperation Agency) dan pusat studi korea UGM. Korean day merupakan program tahunan yang kepanitiaanya diserahkan penuh kepada HIMAHARA (Himpunan Mahasiswa Bahasa Korea).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"&gt;Korean Day ini adalah program tahunan bagi anak-anak korea (mahasiswa jurusan korea, &lt;b&gt;-red&lt;/b&gt;) UGM. Dan kita sendirilah yang menjadi panitianya,” terang Lusyana ketua panitia Korean Day 2008.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p lang="id-ID" style="MARGIN-BOTTOM: 0cm; TEXT-INDENT: 1.27cm" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;Lusyana menambahkan tujuan dari adanya Korean Day adalah untuk memperkenalkan budaya Korea kepada seluruh masyarakat di Yogyakarta khsususnya. “Kami mengundang dan mengajak seluruh masyarakat yang ada untuk mengenal &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"&gt;negara Korea &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"&gt;plus kebudayaannya melalui Korean Day ini,” cetus mahahasiswa S1 jurusan bahasa korea ‘07 ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p lang="id-ID" style="MARGIN-BOTTOM: 0cm; TEXT-INDENT: 1.27cm" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"&gt;Senada dengan Lusyana, Suray Agung Nugroh&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"&gt;o, M.A., selaku ketua jurusan Bahasa Korea UGM harapannya atas pengenalan Korea tidak hanya sekedar bahasanya. “Dari hal-hal kecil seperti Korean Day ini semoga hubungan Korea-Indonesia semakin dekat. Masyarakat luas bisa&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"&gt; mengenal Korea bukan hanya bahasanya saja tetapi juga kebudayaannya,” harap Suray.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p lang="id-ID" style="MARGIN-BOTTOM: 0cm; TEXT-INDENT: 1.27cm" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Mengenal lebih dekat dengan Korea&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SUNRva4HVHI/AAAAAAAAAlw/kpLLf9kwxF4/s1600-h/DSCN9118.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5279153063318738034" style="FLOAT: right; MARGIN: 0pt 0pt 10px 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: pointer; HEIGHT: 300px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SUNRva4HVHI/AAAAAAAAAlw/kpLLf9kwxF4/s400/DSCN9118.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"&gt;Banyak acara yang disuguhkan panitia bagi pengunjung u&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"&gt;ntuk mengenal negara yang dijuluki setenang pagi ini. Bagi yang ingin mencoba seperti apa mak&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"&gt;anan Korea itu, bagaimana rasanya, dan bagaimana bentukny&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"&gt;a. Stand makanan adalah jawabannya. Pengunjung bisa menyicipi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"&gt; dan membeli berbagai ragam makanan Korea di stand makanan yang berada di pelataran lantai satu gedung C.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p lang="id-ID" style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;Kimichi, Tokboki, Bibimbab &lt;/i&gt;adalah beberapa makanan yang bisa dinikmati. Selama acara berlangsung, makanan yang dijajakan selalu habis terjual. “Rame sekali stand makan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"&gt;an ini. Kita selaku yang masaknya sampai cape,” Ucap Son Young A, koordinator stand makanan yang juga salah satu Dosen Bahasa Korea.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p lang="id-ID" style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SUNSpby5leI/AAAAAAAAAl4/sJENtwELCfY/s1600-h/DSCN9267.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5279154059997713890" style="FLOAT: right; MARGIN: 0pt 0pt 10px 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: pointer; HEIGHT: 300px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SUNSpby5leI/AAAAAAAAAl4/sJENtwELCfY/s400/DSCN9267.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p lang="id-ID" style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p lang="id-ID" style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p lang="id-ID" style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"&gt;Pengunjung yang ingin memakai&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"&gt; pakaian khas Korea,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"&gt; di lantai dua gedung C tersedia stand Hanbok. Banyak pilihan warna hanbok untuk dipakai, baik untuk pria maupun perempuan. Dengan hanya membayar dua ribu rupiah saja, pengunjung bisa puas menyewa dan berfoto-foto ria dengan pakaian adat Korea yang terkenal itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p lang="id-ID" style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p lang="id-ID" style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p lang="id-ID" style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SUNTFJZYTeI/AAAAAAAAAmA/l-Z63McZwI4/s1600-h/DSCN9158.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5279154536095174114" style="FLOAT: right; MARGIN: 0pt 0pt 10px 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: pointer; HEIGHT: 300px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SUNTFJZYTeI/AAAAAAAAAmA/l-Z63McZwI4/s400/DSCN9158.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p lang="id-ID" style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"&gt;Korea terkenal salah satunya karen&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"&gt; drama dan film-filmnya yang bagus serta menyentuh. Banyak orang Indonesia yang menyukai film&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"&gt;-film Korea. Oleh karena itu, panitia menghadirkan bioskop film Korea. Auditorium FIB pun disulap menjadi sebuah bioskop bak studio 21. Film yang disuguhkan pun beragam, dari kisah percintaan, komedi, horor, serta tentang kemanusiaan. Bioskop film Korea ini tak kalah banyak diminati oleh para pengunjung. Pengunjung hanya membeli tiket seribu rupiah saja dan bisa menonton film Korea seperti di studio bioskop sebenarnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p lang="id-ID" style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p lang="id-ID" style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p lang="id-ID" style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SUNUZg3ULVI/AAAAAAAAAmI/x-4USgn1Ilw/s1600-h/PICT0267.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5279155985503759698" style="FLOAT: right; MARGIN: 0pt 0pt 10px 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: pointer; HEIGHT: 300px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SUNUZg3ULVI/AAAAAAAAAmI/x-4USgn1Ilw/s400/PICT0267.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"&gt;Masih ada lagi, pertunjukan seni dari&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"&gt; mahasiswa jurusan Korea pun tidak terlewatkan. Seni tari, drama, serta alat musik Korea ditampilkan secara apik. Samulnori dan tari hansam adalah contohnya. Semua kesenian yang ada ditampilkan oleh mahasiswa prodi jurusan bahasa Korea.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p lang="id-ID" style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p lang="id-ID" style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p lang="id-ID" style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p lang="id-ID" style="MARGIN-BOTTOM: 0cm; TEXT-ALIGN: center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;GALERI PHOTO&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p lang="id-ID" style="MARGIN-BOTTOM: 0cm; TEXT-ALIGN: center"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SUNXinPeYAI/AAAAAAAAAnY/T_wxKNrH1rw/s1600-h/PICT0313.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5279159440369410050" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: pointer; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SUNXinPeYAI/AAAAAAAAAnY/T_wxKNrH1rw/s400/PICT0313.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p lang="id-ID" style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SUNVzpzFi5I/AAAAAAAAAm4/2elkvBOnOno/s1600-h/DSCN9096.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5279157534090169234" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: pointer; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SUNVzpzFi5I/AAAAAAAAAm4/2elkvBOnOno/s400/DSCN9096.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p lang="id-ID" style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SUNVzYVW9SI/AAAAAAAAAmw/TVCgByL_QGU/s1600-h/DSCN9123.jpg" aiotarget="false" aiotitle=""&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5279157529402078498" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: pointer; HEIGHT: 292px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SUNVzYVW9SI/AAAAAAAAAmw/TVCgByL_QGU/s400/DSCN9123.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p lang="id-ID" style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SUNV0XceCMI/AAAAAAAAAnQ/nYW_tIrMHj8/s1600-h/PICT0035.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5279157546343336130" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: pointer; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SUNV0XceCMI/AAAAAAAAAnQ/nYW_tIrMHj8/s400/PICT0035.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p lang="id-ID" style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SUNVz73sWEI/AAAAAAAAAnA/nQwZJpHNwZA/s1600-h/DSCN9132.jpg" aiotarget="false" aiotitle=""&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5279157538941327426" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: pointer; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SUNVz73sWEI/AAAAAAAAAnA/nQwZJpHNwZA/s400/DSCN9132.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p lang="id-ID" style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SUNX8ZLSAFI/AAAAAAAAAnw/5GmgAR2g7Oc/s1600-h/DSCN9323.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5279159883270324306" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: pointer; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SUNX8ZLSAFI/AAAAAAAAAnw/5GmgAR2g7Oc/s400/DSCN9323.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p lang="id-ID" style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SUNXi8PVBGI/AAAAAAAAAng/k9Nqyaw4SwM/s1600-h/PICT0300.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5279159446005941346" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: pointer; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SUNXi8PVBGI/AAAAAAAAAng/k9Nqyaw4SwM/s400/PICT0300.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p lang="id-ID" style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SUNXjNBumyI/AAAAAAAAAno/RSZaE5WMOiE/s1600-h/PICT0369.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5279159450512300834" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: pointer; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SUNXjNBumyI/AAAAAAAAAno/RSZaE5WMOiE/s400/PICT0369.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p lang="id-ID" style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p lang="id-ID" style="MARGIN-BOTTOM: 0cm; TEXT-ALIGN: center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;TESTIMONI&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p lang="id-ID" style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SUNY8lMiSsI/AAAAAAAAAow/vVaUGfS7spY/s1600-h/Pak+Suray.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5279160986008439490" style="FLOAT: left; MARGIN: 0pt 10px 10px 0pt; WIDTH: 84px; CURSOR: pointer; HEIGHT: 118px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SUNY8lMiSsI/AAAAAAAAAow/vVaUGfS7spY/s320/Pak+Suray.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Suray Agung Nugroho, M.A.&lt;br /&gt;Ketua Program Studi Bahasa Korea UGM&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-family:Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Dari hal-hal kecil seperti Korean Day ini semoga hubungan Korea-Indonesia semakin dekat. Masyarakat luas bisa mengenal Korea bukan hanya bahasanya saja tetapi juga kebudayaannya.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SUNY8WzlwEI/AAAAAAAAAoo/pZ1kqafOADE/s1600-h/Bu+Son.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5279160982145712194" style="FLOAT: left; MARGIN: 0pt 10px 10px 0pt; WIDTH: 85px; CURSOR: pointer; HEIGHT: 108px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SUNY8WzlwEI/AAAAAAAAAoo/pZ1kqafOADE/s320/Bu+Son.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Son Young A&lt;br /&gt;Dosen Program Studi Bahasa Korea UGM&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-family:Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Orang Indonesia sangat ramah, terbuka, dan antusias sekali dengan adanya Korean Day ini.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SUNY8ESsWcI/AAAAAAAAAog/QZH8dtP9ZJY/s1600-h/Sani.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5279160977175894466" style="FLOAT: left; MARGIN: 0pt 10px 10px 0pt; WIDTH: 70px; CURSOR: pointer; HEIGHT: 101px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SUNY8ESsWcI/AAAAAAAAAog/QZH8dtP9ZJY/s320/Sani.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Zahrani Balqis&lt;br /&gt;Ketua Himahara (Himpunan Mahasiswa Bahasa Korea) 2008-2009&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-family:Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Sebagai wadah untuk menyatukan seluruh angkatan adalah salah satu tujuannya. Juga sebagai wadah untuk berorganisasi dan bekerja tim.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SUNY78FZHRI/AAAAAAAAAoY/5ghLG5ENcE0/s1600-h/Uchi.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5279160974972624146" style="FLOAT: left; MARGIN: 0pt 10px 10px 0pt; WIDTH: 75px; CURSOR: pointer; HEIGHT: 103px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SUNY78FZHRI/AAAAAAAAAoY/5ghLG5ENcE0/s320/Uchi.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Lusyana Widyastuti&lt;br /&gt;Ketua Panitia Korean Day 2008&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-family:Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Budaya Korea mudah-mudahan bisa dikenal oleh khalayak ramai.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SUNa3FHLcUI/AAAAAAAAApw/mvU7ILS4Xno/s1600-h/Amoy.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5279163090519945538" style="FLOAT: left; MARGIN: 0pt 10px 10px 0pt; WIDTH: 66px; CURSOR: pointer; HEIGHT: 100px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SUNa3FHLcUI/AAAAAAAAApw/mvU7ILS4Xno/s320/Amoy.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Amoy&lt;br /&gt;Mahasiswi FK UMY&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-family:Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Stand makanannya dibanyakin dunk! Tapi seru! Pokoknya besok lagi mesti lebih seru!”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SUNa2qr4tjI/AAAAAAAAApo/7iUawYPSGjk/s1600-h/Arif.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5279163083426149938" style="FLOAT: left; MARGIN: 0pt 10px 10px 0pt; WIDTH: 66px; CURSOR: pointer; HEIGHT: 92px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SUNa2qr4tjI/AAAAAAAAApo/7iUawYPSGjk/s320/Arif.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Arif&lt;br /&gt;Mahasiswa FISIP UGM&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-family:Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Bagus sekali adanya Korean Day ini. Saya jadi bisa mengenakan pakaian Korea dan tahu kebudayaannya.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SUNZwOMGA3I/AAAAAAAAApI/0dCzNjFXVRg/s1600-h/Ira.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5279161873185768306" style="FLOAT: left; MARGIN: 0pt 10px 10px 0pt; WIDTH: 72px; CURSOR: pointer; HEIGHT: 102px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SUNZwOMGA3I/AAAAAAAAApI/0dCzNjFXVRg/s320/Ira.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Ira&lt;br /&gt;Mahasiswi FH UGM&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-family:Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Seru abis…”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm"&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SUNZvcYhF3I/AAAAAAAAApA/vUa4d4K_lP8/s1600-h/Haidar.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5279161859816101746" style="FLOAT: left; MARGIN: 0pt 10px 10px 0pt; WIDTH: 76px; CURSOR: pointer; HEIGHT: 97px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SUNZvcYhF3I/AAAAAAAAApA/vUa4d4K_lP8/s320/Haidar.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Haidar&lt;br /&gt;Mahasiswa F Psikologi UGM&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-family:Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Suka sekali melihat kerja panitianya. Lucu-lucu plus gokil. Sukses buat Korean Day.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SUNZvEWs_7I/AAAAAAAAAo4/st4lQVATpcc/s1600-h/Tika.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5279161853366042546" style="FLOAT: left; MARGIN: 0pt 10px 10px 0pt; WIDTH: 67px; CURSOR: pointer; HEIGHT: 96px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SUNZvEWs_7I/AAAAAAAAAo4/st4lQVATpcc/s320/Tika.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Tika&lt;br /&gt;Ibu Rumah Tangga&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-family:Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Warna hanboknya kurang banyak. Tambahkan lagi warnanya. Supaya banyak pilihan. Tapi mengasyikan!”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SUNZwS_XEEI/AAAAAAAAApQ/c7mBaiJD6Sg/s1600-h/Faisal.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5279161874474537026" style="FLOAT: left; MARGIN: 0pt 10px 10px 0pt; WIDTH: 69px; CURSOR: pointer; HEIGHT: 101px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SUNZwS_XEEI/AAAAAAAAApQ/c7mBaiJD6Sg/s320/Faisal.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Faisal&lt;br /&gt;Mahasiswa UNY&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-family:Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Lebih menarik kalo benda-benda yang menunjukkan kebudayaan Koreanya diperbanyak.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SUNa2GbR_dI/AAAAAAAAApY/HoT2fjLCC3o/s1600-h/Ninin.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5279163073692827090" style="FLOAT: left; MARGIN: 0pt 10px 10px 0pt; WIDTH: 68px; CURSOR: pointer; HEIGHT: 104px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SUNa2GbR_dI/AAAAAAAAApY/HoT2fjLCC3o/s320/Ninin.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Ninin&lt;br /&gt;Mahasiswi F Psikologi UGM&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-family:Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;Mungkin bisa ditambahin ada permainan Koreanya. Trus, stand hanboknya di tempat yang tertutup, semisal ruangan.” &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p lang="id-ID" style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SUNa2F40RmI/AAAAAAAAApg/spSKbcgJ1hY/s1600-h/Nur.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5279163073548273250" style="FLOAT: left; MARGIN: 0pt 10px 10px 0pt; WIDTH: 73px; CURSOR: pointer; HEIGHT: 93px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SUNa2F40RmI/AAAAAAAAApg/spSKbcgJ1hY/s320/Nur.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Nur&lt;br /&gt;Mahasiswi Farmasi UAD&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"&gt;Seru banget acaranya. Semoga tiap tahun terus ada kemajuan. Ntar saya bisa maen-maen lagi ke Korean Day.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p lang="id-ID" style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3163210194529353384-368671975463485778?l=gie-insanmuttaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/feeds/368671975463485778/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2008/12/its-korean-day-annyong-haseyo-wangi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/368671975463485778'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/368671975463485778'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2008/12/its-korean-day-annyong-haseyo-wangi.html' title=''/><author><name>Gie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16817881199086027221</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/S_vz3MilaPI/AAAAAAAAA1U/UHT6_RI0tbY/S220/101_4480.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SUNRg5nnoYI/AAAAAAAAAlo/2c947DsnPdc/s72-c/PICT0296.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3163210194529353384.post-1681938432477889711</id><published>2008-11-23T02:20:00.002+07:00</published><updated>2009-02-05T09:20:02.110+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Essay'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:180%;"&gt;MENEMUKAN KEMBALI JATI DIRI MAHASISWA&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;strong&gt;Pengantar&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan historis telah mengantarkan kita pada sebuah perspektif perubahan yang memberikan sinyal secercah harapan dari semangat kemajuan dan kebebasan atas tirani penjajah. Perubahan yang senantiasa dinantikan menjadi realitet dari mimpi yang diidam-idamkan masyarakat pribumi saat itu. Berawal dari mimpi itulah, para pejuang tak kenal lelah memberikan sebuah penetrasi yang tak henti-hentinya dengan berbekal spirit optimisme yang terpatri dalam hati sanubari. Hasil pun berbuah manis dan ekuivalen dengan usaha dan kerja keras yang begitu besar. Pikiran, tenaga, harta dan darah pun menjadi kontribusi yang tak pelak menjadi harga mati.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak bisa memungkiri, dalam setiap episode perjuangan bangsa Indonesia tidak akan terlepas dari sosok pemuda. Pemuda sebagai seorang kaum terpelajar—mahasiswa—yang notabene akrab dengan idealismenya yang acap kali bertentangan dengan elite eksekutif dalam hal ini pemerintah. Tidak semata-semata menentang tanpa ada alasan yang relevan. Ironisnya, semua itu dilakukan sebagai bentuk perhatian mereka terhadap kondisi bangsa. Kita tentu masih ingat ketika persiapan kemerdekaan Indonesia, golongan muda dan golongan tua berselisih pendapat mengenai proklamasi kemerdekaan. Sehingga menyeret golongan muda dan golongan tua kedalam konflik intern. Golongan muda yang dimotori oleh Adam Malik dan rekan pemuda lainnya, menginginkan agar proklamasi kemerdekaan segera diproklamasikan. Di sisi lain, golongan tua yaitu Soekarno, Hatta dan rekan yang lainnya justru terkesan menunda-nunda kemerdekaan. Dengan dalih proklamasi kemerdekaan RI mesti dilakukan pada momen yang tepat.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Konflik tersebut berlanjut dengan dibawanya Soekarno, Hatta, dan golongan tua lainnya ke Rengasdengklok oleh golongan muda. Dibawanya golongan tua oleh golongan muda ke Rengasdengklok untuk segera merumuskan kemerdekaan RI. Setelah dirumuskan, maka pada tanggal 17 Agustus 1945 diproklamasikanlah kemerdekaan Indonesia oleh Soekarno dan Hatta. Sejak itulah RI memproklamasikan kemerdekaannya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Konflik antara golongan muda dan golongan tua tersebut menghasilkan suatu konflik yang konstruktif. Di mana dengan adanya konflik dari kedua belah pihak tersebut menghasilkan sesuatu yang mengubah nasib bangsa Indonesia. Bisa kita bayangkan, jika golongan muda tidak memberikan “tekanan” kepada golongan tua untuk untuk segera memproklamasikan kemerdekaan RI. Mungkin kemerdekaan RI diproklamasikan tidak terjadi pada tanggal 17 Agustus 1945 atau mungkin akan ditunda-ditunda.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mahasiswa sebagai agent of change&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jiwa yang menggebu-gebu menjadi denyut nadi dalam setiap langkah hidup pemuda. “Darah muda” yang mengalir menjadi bensin bahan bakar utama pergerakan kepemudaan Indonesia. Pemuda sendiri memiliki tempat strategis yang tidak bisa dianggap sebelah mata oleh siapapun bahkan oleh pemuda itu sendiri. Sejatinya modal tersebut menjadi manifestasi atas kepercayaan bagi pemuda menemukan perannya yang penting dalam dinamika tatanan kehidupan sosial, politik, dan budaya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Di tengah keterpurukan bangsa yang sedang acak marut ini, sejumlah pemuda memberikan andil yang besar terhadap kemajuan bangsa. Hal ini dibuktikan dengan berbagai prestasi yang gemilang yang telah ditoreh. Baik itu dalam bidang politik, pendidikan, olahraga, serta bidang yang lainnya. Bidang poltik misalnya. Panggung poltik Indonesia saat ini dihiasi dengan pemuda yang turut aktif memberikan gagasan yang segar bagi bangsa. Keikutsertaan pemuda terjun ke dalam politik praktis mengindikasikan bahwa pemuda juga bisa berkarya, berdedikasi, serta berkontribusi. Rasa bertanggung jawab dan semangat sense of belonging yang besar terhadap bangsa menjadi motif tersendiri di balik semua itu. Akseptabilitas politik pemuda pun menjadi sesuatu yang tidak semestinya diperdebatkan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Adapun opini publik dewasa ini mencuat mengenai peran pemuda yang terjun ke dunia politik merupakan sebuah trend baru yang hanya sepintas dan tidak akan betahan lama adalah keliru. Opini tersebut akan terbantahkan dengan sendirinya tatkala kita kembali menengok sejarah. Isu kepemimpinan yang menjadi tolak ukur bagi peran pemuda saat ini dalam konteks kenegaraan menjadi sesuatu yang realistis. Fakta berbicara ketika dominasi pemuda relatif mewarnai jagat panggung politik masa lalu. Budi Utomo yang menjadi benih kebangkitan nasional tidak lain dimotori oleh mahasiswa yang notabene adalah pemuda. Tahun 1942 ketika menentang penindasan Jepang di Base Camp Asrama Prapatan 10 tak luput dari peran mahasiswa. The founding fathers negara kita pun seperti Soerkarno dan Hatta saat diambil sumpahnya sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia saat berumur relatif muda yakni 44 dan 43 tahun. Soeharto menjadi Presiden pun tergolong muda yakni saat berumur 46 tahun. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Satu lagi sebuah peristiwa yang begitu fenomenal dan menjadi catatan tak terlupakan adalah reformasi pada tahun 1998. Puluhan ribu mahasiswa bahkan lebih limpah ruah turun ke jalan dengan tujuan yang sama bertekad menjatuhkan rezim orde baru. Rezim yang telah berkuasa 32 tahun, 7 bulan, 3 minggu ini pun akhirnya tumbang. “Saya menyatakan berhenti”, adalah ucapan yang terlontar dari mulut Bapak Pembangunan ketika mengumumkan pengunduran dirinya sebagai penguasa orde baru. Pernyataan tersebut adalah misi utama yang memang dari awal diperjuangkan oleh mahasiswa. Meskipun semua itu mesti dibayar mahal dengan adanya mahasiswa yang ditembak mati oleh pasukan keamanan pada saat perjuangan para mahasiswa dalam rentetan kronologi reformasi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sejarah Indonesia adalah sejarah pemudanya. Adalah pernyataan dari Benedict Anderson seorang Indonesianist. Pernyataan Ben merupakan optimisme eksistensi pemuda dalam alur dan tatanan kenegaraan Indonesia. Sehingga keberadaan pemuda dari awal perjuangan bangsa hingga sekarang dan seterusnya akan menghiasi dinamika konstalasi kepemimpinan. Titik awal dari semua itu adalah sebuah kesadaran yang mesti selalu dijaga keutuhannya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pemuda (baca: mahasiswa) dalam kaitannya dengan perubahan memang layak menyandang peran agent of change. Peran yang sudah seharusnya tertanam dalam lubuk hati paling dalam seluruh pemuda Indonesia. Sudah cukup hanya berkomentar, mengeluh, dan mengkritik tanpa ada real action di lapangan. Pemuda mesti bangkit dan tidak ada lagi kata malas dalam menjalani kehidupan yang sayang untuk dilewatkan tanpa makna. Eksistensi pun menjadi wacana yang penting setiap alur perjuangan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tantangan Mahasiswa&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Seiring dengan peran pemuda dalam isu kepemimpinan, tak pelak menemui berbagai halang rintang. Globalisasi yang tengah menyelimuti tatanan kehidupan di berbagai aspek masyarakat adalah salah satu tantangan kongkret bagi para pemuda. Eksistensi dan idealisme akan dipertaruhkan. Sejuah mana akan bertahan, sejauh mana akan kokoh dalam kemurnian yang berlandaskan semangat kebangsaan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tidak semudah mengembalikan telapak tangan pemuda melawati berbagai proses idealisme yang acap kali menemui berbagai hambatan. Idealisme sejatinya memberikan keunggulan. Namun, di sisi lain idealisme bisa menjadi sebuah bumerang yang justru menyerang balik tatanan pribadi. Hati sanubarilah yang dapat menjawab akan semua itu. Kejujuran adalah salah satu kunci pokok dan tolak ukur yang valid. Kejujuran terhadap sikap, kenyataan, dan kondisi sosial yang ada di sekitar.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Belajar dari analogi idealisme seorang siswa SMA yang memiliki mimpi rasanya patut kita tengok. Seperti yang diketahui, masa SMA yakni masa remaja merupakan sebuah masa penuh dengan harapan dan cita. Berbagai keinginan muncul dan terkadang irasional. Dokter, ilmuan, psikolog, salah satu contoh dari banyaknya keinginan—menjadi sesuatu—seorang siswa SMA. Namun semua itu bohong besar tatkala tidak sesuai apa yang diinginkan dengan usaha yang telah dilakukan. Adalah bohong besar bercita-cita menjadi seorang dokter tetapi pelajaran biologi, kimia, matematika tidak ditekuni dan digemari. Dari fenomena tersebut kita melihat sebuah idealisme yang tidak kontras dengan kejujuran hari sanubari.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Begitu pun idealisme yang kaitannya mengenai semangat kepemimpinan dalam konteks kebangsaan. Pemikiran-pemikiran yang kritis namun tetap etis belum sepenuhnya berjalan efekif tatkala sisi emosional masih menolak dalam diri. Emosi terkadang bisa membuyarkan mana yang benar dan mana yang salah. Hasrat akan nafsu menjadi sebuah tantangan tersendiri. Tidak sedikit pejabat yang korupsi dan melakukan sebuah tindakan penyelewengan saat ini, dulunya adalah seorang aktivis mahasiswa di kampus. Seorang aktivis yang begitu getol dalam menyuarakan keadilan dan kritik atas pemerintah yang menjabat saat itu. Namun sangat ironis, mereka sekarang menjadi pejabat yang tidak sesuai dengan apa yang diperjuangkan dulu ketika menjadi mahasiswa. Korupsi, suap, mark up, dan kebobrokan yang lainnya adalah contoh nyata.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Seseorang yang tengah duduk di bangku yang bernama kekuasaan memang rawan terhadap tindakan yang tidak terpuji. Praktek-praktek yang bisa menyeret ke ranah hukum berpeluang sangat besar. Ujian sesungguhnya dari pemuda terhadap konsistensi terhadap perjuangan dan idealisme mereka yang berlandaskan kepentingan rakyat dan bangsa.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Muncul pertanyaan yang besar. Akankah ke-idealisme-an tentang perjuangan pemuda (mahasiswa) bisa tetap terjaga sampai kapanpun bahkan ketika mendapatkan kedudukan di level eksekutif ataupun legislatif? Semua ini hanya bisa dijawab dengan meluruskan niat dan mengingat kembali apa niatan awal.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tidak akan pernah habis untuk dibahas jika berbicara tentang kepemudaan di Indonesia. Pemuda dengan semangat keberaniannya menjadi salah satu modal utama. Tidak hanya itu, rasa tidak apatis terhadap kondisi sosial ekonomi di masyarakat yang masih belum menyentuh level sejahtera menjadi bahan pemikiran dan mesti mencari solusi atas semua itu. Tidak ingin membuat anak cucunya nanti merasakan kesulitan hari ini. Tidak ingin anak cucunya di masa depan menyalahkan diri mereka atas warisan yang diberikan bukan sesuatu yang membanggakan melainkan keterpurukan. Tidak ingin semua itu terjadi. Berpikir jauh ke depan mengenai kondisi bangsa sepuluh, dua puluh, bahkan seratus tahun ke depan menjadi bahan pemikiran pemuda. &lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3163210194529353384-1681938432477889711?l=gie-insanmuttaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/feeds/1681938432477889711/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2008/11/menemukan-kembali-jati-diri-mahasiswa.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/1681938432477889711'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/1681938432477889711'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2008/11/menemukan-kembali-jati-diri-mahasiswa.html' title=''/><author><name>Gie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16817881199086027221</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/S_vz3MilaPI/AAAAAAAAA1U/UHT6_RI0tbY/S220/101_4480.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3163210194529353384.post-6604952851797452763</id><published>2008-11-04T19:19:00.004+07:00</published><updated>2009-02-05T09:20:39.140+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serba-Serbi'/><title type='text'>Jurusan Universitas</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;KENALI DULU BARU PAHAMI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Studi Pengenalan Jurusan Universitas Untuk Siswa SMA dari Perspektif Karakteristik Kehidupan Kampus&lt;br /&gt;Oleh:&lt;br /&gt;Yogi Achmad Fajar&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Benar adanya bahwa suatu lingkungan atau tempat memiliki sebuah ciri khas tersendiri. Minimal dari tampilan luar yang diperlihatkan dengan sendirinya. Inilah yang menjadi ke-bhinneka-an indah kehidupan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Puspa ragam akan kita temui dari spesifikasi orang atau komunitas yang menempati suatu lingkungan yang satu dengan yang lainnya. Jangan jauh-jauh, lingkungan di sebuah kampus yang menjadi miniatur kehidupan sebuah negara bisa dikaji tingkah pola, dan ciri khas dari masing-masing fakultas atau rumpun pelajaran.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Adalah Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, dan Universitas Padjadjaran yang dijuluki kampus rakyat tetapi faktanya tidak merakyat ini kita jadikan sample kajian karakteristik orang tiap tempat yang berbeda. Tentunya kita amati dari karakteristik orang (baca: mahasiswa) dari tiap fakultas di masing-masing kampus. Dan anehnya, setiap kampus memiliki kesamaan karakter tiap fakultasnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Penulis melakukan penelitan kecil-kecilan mengkaji hal di atas saat SMA tingkat akhir dan sekarang menjadi mahasiswa. Menginjakkan kaki dari satu fakultas ke fakultas yang lainnya. Berbaur bersama dan bersilaturahmi. Sambil mengamati pola kehidupan sosial dan karakteristik mayoritas mahasiswa fakultas bersangkutan masing-masing kampus. Sambil menyelam minum air. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Namun yang mesti digarisbawahi di sini adalah tidak semua apa yang digambarkan dari masing-masing sifat atau karakter dari mahasiswa per fakultas menjadi hal yang mutlak. Mungkin hanya 75 %. Karena, sesuai dengan filosofi jeruk. Tidak semua jeruk yang ada dalam sebuah karung manis rasanya, beberapa pasti ada yang masam. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Semoga bisa memberikan tambahan informasi—khususnya siswa SMA—tentang sebuah jurusan di Universitas dari sudut pandang yang jarang dilirik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;strong&gt;FE (Fakultas Ekonomi)&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Berada di Fakultas Ekonomi atau akrab disingkat FE atau ada juga yang menyebut FEB (Faklutas Ekonimi dan Bisnis) kita tidak akan melihat mahasiswa menggunkan tipe HP &lt;em&gt;jadul&lt;/em&gt;—layar berwarna hijau, monophonic, sering ngedrop, dan tipe sejenis lainnya—tetapi HP tipe N series, 3G, walkman, dan tipe wah lainnya yang setia menemani digenggaman tangan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;FE terkenal dengan mahasiswinya yang super cantik, menawan, plus seksi. Tidak ada yang menyangsikan akan fakta ini. Tidak hanya di UI, UGM, dan UNPAD yang terkenal mahasiswi FEnya yang cantik-cantik, bahkan di seluruh FE di kampus manapun seantero Indonesia terkenal akan mahasiswinya bak artis ibu kota. Bahkan ada jargon, jika ingin cuci mata bagi kaum laki-laki, sering-seringlah lewat dan makan di kantin FE. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Kebanyakan mahasiswa FE adalah anak dari orang-orang tajir dan kaum borjuis. Direktur perusahaan, pemilik saham terbesar, pengusaha sukses adalah contohnya. Tidak heran jika &lt;em&gt;Jazz, Yaris, Estilo&lt;/em&gt; dan merek lainnya berjejer di parkiran mahasiswa. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Kehidupan sosial dan ekonomi mahasiswa FE pun sebanding dengan latar belakangnya. Tampilan yang trendy, gaul, up to date, konsumtif, dan glamor mewarnai pribadi mahasiswanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;FIB (Fakultas Ilmu Budaya)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan FE, FIB (Fakultas Ilmu Budaya) atau sastra terkesan lebih cuek. Mahasiswa yang memakai sandal, kaos, dan celana pendek akan menjadi sesuatu yang tidak dianggap tabu lagi. Sedikit ndeso akan tampilan dan kurang up to date tehadap fashion. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Apabila kita melakukan obrolan dengan mahasiswanya, sedikit banyak akan mengeluarkan sebuah pernyataan yang bermajas, dan pendekatan personifikasi dalam setiap pembicaraannya. “Apa adanya” menjadi sajian yang ditawarkan jika kita masuk lingkungan calon sastrawan ini. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Mahasiswa sastra terkenal akan keromantisannya (apalagi sastra prancis). Pintar merayu, menggombal, dan merangkai kata dalam untaian karya sastra seperti dalam puisi. Tak heran, banyak mahasiswa dari fakultas lain “menyewa” jasa mereka untuk sekedar memberi saran bahkan pembuatan puisi romantis untuk kekasih tercinta. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;FIB kaya akan bahasa. Mulai dari bahasa Indonesia, daerah (Sunda dan Jawa), Inggris, Prancis, Belanda, Rusia, Arab, Korea, Jepang, dan China. Mahasiswanya pun acap kali berbincang dengan bahasa-bahasa yang sedang mereka pelajari. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Tidak hanya berbagai adat dari Indonesia saja yang berbaur, tetapi juga adat luar negeri pun ikut berdialektika dalam konstalasi kehidupan kampus. FIB terkenal dengan banyak mahasiswa asing. Mahasiswa asing yang sedang mempelajari budaya dan bahasa Indonesia. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Hampir mahasiswa asing dari seluruh penjuru dunia hadir mengenyam pendidikan di FIB. Amerika, Australia, Eropa, Afrika, Asia seperti Korea, Jepang, China, India, dan mahasiswa dari negara lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;strong&gt;Fakultas Psikologi&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Tentram, damai, tenang, kalem, dan sejuk adalah kesan pertama masuk lingkungan calon psikolog ini. Melihat wajah-wajah mahasiswanya seakan tenang dan emosinya yang stabil membuat “tamu” yang masuk menjadi ikut stabil hanyut dalam aura mereka. Keibuan bagi mahasiswinya dan kebapakan bagi mahasiswanya adalah sifat yang tepat disandang mereka. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Objek kajian mereka yang mempelajari kejiwaan manusia menjadi alasan utama mereka begitu tenang. Mengetahui dirinya adalah termasuk objek kajian yang dipelajari, menjadi lebih bijak menyikapi pribadi sendiri. Setidaknya asumsi tersebut bisa menjadi acuan yang relevan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Mahasiswa psikologi terkenal sebagai tempat curahan hati (curhat). Baik sesama anak psikologi ataupun di luar fakultas psikologi. Wajar, karena mahasiswa psikolog nantinya bekerja tidak jauh dari menghimpun, menerima curhat dan memberikan solusi bagi masalah yang dihadapi kliennya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;strong&gt;Fakultas Filsafat&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Melakukan pembicaraan dengan mahasiswa filsafat jangan heran jika kita mendengar kata-kata seperti yang dilontarkan plato, aristoteles, dan kawan-kawan filsuf lainnya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Filsafat adalah dasar dari semua ilmu. Apapun jurusan atau prodi (program studi) kita baik itu kedokteran, sastra, ekonomi, ilmu sosial, teknik dan disiplin ilmu lainnya pasti akan menemui mata kuliah filsafat. Meskipun hanya pengantar saja atau pengenalan dasar. Dan itu pun hanya sekali dan biasanya hanya 2 SKS (Satuan Kredit Semester). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Lebih menitikberatkan mengenai pemikiran, logika, dan logika. Segala sesuatu diambil dari sudut logika. Maka tak heran, karena orientasinya logika mayoritas mahasiswa filsafat bersikap &lt;em&gt;nyeleneh&lt;/em&gt;, baik dalam ucapan maupun tindakan. Namun, mahasiswa filsafat cenderung “bijak” dalam menyikapi sesuatu. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Paradoks akan kita temui. Seperti ada mahasiswa yang tidak beragama (atheis) di fakultas filsafat. Ada jargon juga, jika menjadi mahasiswa filsafat ada dua kemungkinan yang akan terjadi. Seperti diungkap salah seorang teman penulis yang kuliah di filsafat UI. Pertama, iman akan semakin tebal dan kuat. Atau pilihan kedua yang lebih dramatis, akan menjadi “kurang waras”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;FK (Fakultas Kedokteran)&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Seperti halnya FE, mahasiswa FK berpenampilan pede. Rasa percaya diri itu bisa terlihat dari tampilan luar seperti mahasiswa FE. Biaya awal masuk kuliah, biasanya mahasiswa mengeluarkan kocek minimal 75 juta rupiah. Bagi yang kelebihan uang, ada yang mencapai seperempat milyar ketika awal masuk. Bukunya saja ada yang sampai harga satu juta rupiah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Tidak ada kata santai bagi mahasiswa FK. Kehidupan yang rasanya bisa dianggap terlalu memforsir otak. Bayangkan, waktu istirahat seperti makan siang di kantin mereka gunakan untuk mengerjakan tugas dan diskusi dengan mahasiswa FK lainnya mengenai bahasan yang disampaikan dosen di kelas. Seperti pemandangan rutin di kantin kampus FK Salemba UI. Ke sana kemari menenteng buku-buku setebal kamus &lt;em&gt;John M. Echol&lt;/em&gt; bila ditumpuk tiga sebanyak lebih dari dua buah. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Teman dalam perjalanan adalah buku, buku, dan buku bagi mahasiswa FK. Meskipun memang setiap mahasiswa fakultas manapun membawa buku juga, akan tetapi mahasiswa FK lebih “menyayangi” buku-buku. Tidak tanggung-tanggung bahasa inggris dan bahasa ilmiah sebagai bahasa pengantarnya sampai menempel di setiap benak mahasiswa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Memakai jas berwarna putih menjadi kebanggan anak FK. Karena dengan jas itu lah yang menjadi simbol identitas mahasiswa FK. Strata lebih tinggi seakan ingin diperlihatkan melalui simbol jas putih tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;strong&gt;FH (Fakultas Hukum)&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Kebanyakan mahasiswa hukum berasal dari Batak. Bukan fakultas hukum namanya jika tidak mendengar logat bicara dari salah seorang mahasiswanya seperti pengacara kondang Ruhut Sitompul.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Lingkungan sesuai dengan tujuan kuliah, yakni HUKUM. Didesain mirip dengan pengadilan, LP, dsb. Ciri khas mahasiswanya adalah perdebatan dan perdebatan. Topik pembicaraan apapun bisa menjadi sebuah debat. Karena kerjaan yang akan diemban nantinya adalah berdebat. “Saya yang benar, anda yang salah,” kira-kira seperti itulah. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Sebuah obrolan ringan yang rileks tentang suatu kolom di koran dapat berubah menjadi sebuah perdebatan sengit antara pro dan kontra terhadap sebuah wacana. Penuh analisis dan saling menjatuhkan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Tahu dirinya akan menjadi orang yang kelak membuat peraturan-peraturan di negeri ini membuat mahasiswa FH lebih “berani”. Hal yang paling menarik dari mayoritas mahasiswa FH adalah motto perjuangan mereka, “Maju tak gentar membela yang bayar”. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;strong&gt;FT (Fakultas Teknik)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jika mahasiswa FK terkenal dengan banyak tugasnya, hal senada pun dialami mahasiswa FT. Melihat segerombolan mahasiswa berkumpul di suatu tempat—bahkan di kantin seperti mahasiswa FK—adalah untuk memahami materi kuliah dengan tugas dari dosen. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Manajemen stress di FT bisa dianggap berada diurutan kedua setelah FK. Tidak ada kata santai dalam hidup seorang mahasiswa FT. Penulis mempunyai teman FT di lingkungan kost, tidurnya mahasiswa FT jika kebanjiran tugas tulis, atau tugas praktikum adalah setelah subuh. Yang lebih menyedihkan lagi, setelah semalaman kurang tidur bahkan ada yang tidak tidur dan paginya—biasanya jam 7 pagi—mereka mesti berangkat kuliah. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Kehidupan yang “keras” sering terlihat di FT. Mahasiswa baru diberi tugas ospek yang merepotkan. Perlu diketahui, FT berbeda dengan fakultas yang lainnya. Ospek yang biasanya hanya seminggu ketika awal masuk, di FT bisa satu semester bahkan setahun. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;Lebih banyak mahasiswa dari pada mahasiswi di FT. Penjelasannya sangat jelas. Teknik identik dengan hal-hal yang berbau laki-laki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;FISIP (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik)&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Tidak jauh berbeda dengan rumpun humaniora lainnya seperi ilmu budaya, hukum, dan psikologi, FISIP tidak terlalu memforsir otak dan tenaga seperti FK dan FT. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Sejalan dengan FIB, FISIP sedikit longgar terhadap tata aturan mahasiswanya. Memakai kaos dan sandal merupakan pemandangan yang biasa. Ciri anak FISIP adalah mahasiswanya terkenal kritis. Berbincang dengan mahasiswa FISIP sangat nyambung. Gayanya yang komunikatif, jelas, namun sedikit meluas menjadi daya tarik tersendiri. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Sedikit “heboh” dan &lt;em&gt;over confidence&lt;/em&gt; dalam bersikap. Patut dibanggakan dari FISIP adalah mahasiswanya langganan menjadi pembicara dalam seminar-seminar antar mahasiswa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3163210194529353384-6604952851797452763?l=gie-insanmuttaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/feeds/6604952851797452763/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2008/11/jurusan-universitas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/6604952851797452763'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/6604952851797452763'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2008/11/jurusan-universitas.html' title='Jurusan Universitas'/><author><name>Gie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16817881199086027221</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/S_vz3MilaPI/AAAAAAAAA1U/UHT6_RI0tbY/S220/101_4480.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3163210194529353384.post-7360591964278445325</id><published>2008-10-19T14:25:00.001+07:00</published><updated>2009-02-05T09:21:14.601+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serba-Serbi'/><title type='text'>Cerita Kereta</title><content type='html'>Benar kata orang yang pernah menjadi mahasiswa perantauan, menjadi mahasiswa perantauan memang selalu ada kesan dan cerita menarik yang bisa disampaikan kepada keluarga dan teman yang ada di daerah asal. Pengalaman yang sarat akan makna di dalamnya.&lt;br /&gt;Mulai dari bagaimana hidup mandiri di kostan, jauhnya perjalanan dari daerah asal, uang kiriman belum sampai, uang jatah sebulan habis, dan berbagai polemik lainnya yang dialami mahasiswa perantauan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pun semua tetek bengek itu saya alami sekarang sebagai mahasiswa asal Tasik menempuh pendidikan di UGM Yogyakarta.&lt;br /&gt;Jauhnya perjalanan dari Tasik-Yogya menuntut saya untuk menggunakan jasa transportasi, baik itu bis ataupun kereta. Namun, saya lebih memilih menggunakan kereta daripada bis dalam hal perjalanan Tasik-Yogya ataupun sebaliknya.&lt;br /&gt;Ekonomis dan efisiensi menjadi alasan utama. Menggunakan jasa kereta bisa lebih berhemat daripada bis, apalagi jika kereta ekonomi. Lama perjalanan pun sedikit lebih cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan Tasik-Yogya dengan kereta kelas ekonomi (Pasundan) sudah menjadi langganan. Kereta ekonomi memang pas dengan uang saku mahasiswa apalagi bagi mahasiswa seperti saya dengan kondisi ekonomi yang pas-pasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menggunakan jasa kereta ekonomi menurut pandangan banyak orang adalah tidak nyaman, tidak aman, dan persepsi miring lainnya. Asumsi tersebut padahal tidak selamanya benar.&lt;br /&gt;Seringnya menggunakan jasa kereta ekonomi membuat saya melihat ada pembelajaran berharga dari alat transportasi yang akrab disebut dengan kereta rakyat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, menggunakan kelas ekonomi melatih diri kita untuk bersabar. Momen ini akan dialami tatkala kereta penuh seperti saat liburan sekolah dan arus mudik. Hal tersebut menuntut kita mau tidak mau untuk bersabar mendapatkan tempat duduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang tidak ada di kelas lain dan didapat di kelas ekonomi yakni adanya hiburan. Adanya pengamen adalah buktinya. Sehingga selama perjalanan tidak sunyi dan dihibur oleh seniman jalanan yang memainkan musik tidak kalah dengan musisi profesional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kereta ekonomi penumpang seakan dimanjakan. Banyak pedagang dengan sendirinya akan menghampiri penumpang untuk menawarkan produk-nya masing-masing. Pedagang air minum, makanan, obat-obatan, mainan, accessories, bahkan pulsa HP pun bisa kita temui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang lebih memberikan kesan, kita bisa melatih kepekaan sosial dengan beramal dan bersyukur. Bagi yang selama ini sulit untuk beramal ke mana uangnya akan diamalkan, rasanya kereta ekonomi adalah jawabannya.&lt;br /&gt;Bagaimana tidak, ternyata masih banyak orang-orang yang kurang beruntung yang tanpa disadari hadir di tengah-tengah kita. Berharap mendapat perhatian dan bantuan dari penumpang yang notabene lebih beruntung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa syukur akan muncul terasa tatkala melihat fenomena tersebut. Bisa kita bayangkan para pedagang, pengamen, dan pengemis yang setiap harinya dengan motif tidak lain untuk mendapatkan uang demi sesuap nasi rela menghabiskan hari-harinya di gerbong kereta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Status kita sebagai homo homini socius pun akan sangat terasa. Penumpang yang berbeda latar belakang, daerah, logat bahasa, dan kebudayaan berbaur satu sama lain dalam satu tempat. Interaksi sosial pastinya tak pelak terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembelajaran tidak hanya kita dapatkan di kelas, ataupun di sebuah tempat yang formal, tetapi juga di tempat yang kita anggap tidak ada pun bisa kita ambil pembelajaran.&lt;br /&gt;Kereta ekonomi telah menjawabanya. Begitu banyak fenomena sosial yang kadang kita hiraukan. Padahal memberi pembelajaran yang amat berharga tentang kerasnya kehidupan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3163210194529353384-7360591964278445325?l=gie-insanmuttaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/feeds/7360591964278445325/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2008/10/cerita-kereta.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/7360591964278445325'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/7360591964278445325'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2008/10/cerita-kereta.html' title='Cerita Kereta'/><author><name>Gie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16817881199086027221</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/S_vz3MilaPI/AAAAAAAAA1U/UHT6_RI0tbY/S220/101_4480.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3163210194529353384.post-7492337746345652340</id><published>2008-10-17T21:38:00.012+07:00</published><updated>2009-02-05T09:22:11.216+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serba-Serbi'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SPipB7OMZzI/AAAAAAAAAZ4/gHM91WjzJK8/s1600-h/Yogi.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:180%;"&gt;DINAMIKA MAHASISWA PERANTAUAN&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Mobiltas sosial seakan menjadi isu yang tidak akan pernah habisnya untuk dibahas. Keinginan untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya menjadi motif utama. Beragam cara orang merealisasikannya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Merantau adalah salah satu alternatifnya. Istilah yang tidak asing lagi, bahkan akrab ditelinga kita. Jika dalam istilah Islam adalah Hijrah yang artinya pindah. Berpindah untuk menjadi lebih baik tentunya. Baik kemapanan hidup, kemandirian, kedewasaan dan hal lain menyangkut personal.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Tak terkecuali dengan putra-putri asal Tasik yang menempuh pendidikan di luar kota Tasik. Tahun ini--angkatan 2008--tercatat sebanyak ratusan lulusan SMA/MA asal Tasik yang melakukan hijrah ke kota lain untuk mengenyam bangku kuliah. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Persebarannya meliputi Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Cikarang, Bandung, Sumedang, Yogyakarta, Semarang, Purwokerto, dan beberapa kota lainnya. PTN dan PTS yang ada di masing-masing kota tersebut tak lain menjadi tujuan utama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Jumlah yang signifikan tersebut sebuah sinyalemen positif akan mutu pendidikan yang relatif baik di kota bordir. Banyaknya lulusan SMA asal Tasik yang diterima PTN baik melalui jalur PMDK, ujian mandiri, atau SNMPTN adalah tolak ukur yang valid.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Keyakinan sebagai jalan menuju kemandirian dan kedewasaan menjadi alasan tersendiri. Seperti diungkap Rohanah, mahasiswa IPB Bogor asal Tasik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;“Kuliah di luar Tasik tidak hanya ingin mengaktualisasikan kemampuan akademik saja, tetapi juga mencoba belajar dengan kehidupan yang mandiri.” Ucap Ana panggilan akrabnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Lain dengan Agus. Agus ingin membuktikan eksistensinya di kancah nasional. Mantan Ketua OSIS salah satu SMA swasta tersohor di kota Tasik ini tercatat sebagai mahasiswa ilmu kelautan UNDIP.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;“Saya anak daerah ingin membuktikan bahwa anak daerah pun bisa. Hidup memang tidak selalu mudah, tetapi selalu mungkin. Dengan merantau, kerasnya kehidupan akan menjadi pembelajaran yang sesungguhnya.” Tegas Agus.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Memang, mahasiswa perantauan jangan harap akan hidup enak layaknya di rumah sendiri. Mulai dari tempat yang berbeda logat bahasa, budaya, kebiasaan, dan tata aturan membuat setiap perantau mesti beradaptasi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Belum lagi dengan berbagai polemik yang dihadapi. Uang kiriman belum sampai, uang jatah sebulan habis, dan berbagai problem lainnya menjadi asam garam mahasiswa perantauan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Kacang lupa akan kulitnya semoga tidak melekat pada mahasiswa perantauan. Ingat akan tanah kelahiran yang telah membesarkan menjadi sesuatu yang acap kali dinomor sekiankan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Berkontribusi melalui gagasan-gagasan demi kemajuan daerah asal bukan mejadi sesuatu yang tabu. Hasil dari perantauan sejatinya bisa dirasakan pula oleh masyarakat banyak. Semoga! &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:180%;"&gt;MEREKA BERKATA&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Menjadi mahasiswa perantauan memang memiliki segudang kesan yang mendalam. Saba kampus mencoba menelusuri kesan dari beberapa mahasiswa asal Tasikmalaya yang menjadi perantau demi menuntut ilmu di luar kota. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SPinQXtwAbI/AAAAAAAAAZw/b-W6NkIqjNs/s1600-h/Rohanah.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5258136464640704946" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 108px; CURSOR: hand; HEIGHT: 129px" height="48" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SPinQXtwAbI/AAAAAAAAAZw/b-W6NkIqjNs/s320/Rohanah.jpg" width="81" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Rohanah&lt;br /&gt;Teknologi Pangan, IPB Bogor&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;“Merantau adalah hal yang paling menakutkan dalam hidup saya karena harus jauh dari orang tua. Walaupun berat, apalagi harus mempersiapkan sendiri segalanya dari mulai bangun tidur sampai tidur lagi. Tapi semua itu bisa merubah pola pikir kita menjadi orang dewasa yang sesungguhnya.”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SPinPm0U0GI/AAAAAAAAAZg/WxtGQQR_UDQ/s1600-h/Ryza.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5258136451514945634" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 91px; CURSOR: hand; HEIGHT: 127px" height="47" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SPinPm0U0GI/AAAAAAAAAZg/WxtGQQR_UDQ/s320/Ryza.jpg" width="71" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Ryza Yasha&lt;br /&gt;Kedokteran Gigi, UGM Yogyakarta&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;“Kuliah diperantauan apalagi kuliahnya seperti saya di Yogya yang lumayan jauh, membuat saya jarang pulang kampung. Itu karena waktu yang cukup lama diperjalanan. Tapi saya yakin itu semua menjadi salah satu perjuangan yang nantinya berbuah manis.” &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SPinP2kuWvI/AAAAAAAAAZo/FCUNpxKW0xE/s1600-h/Agus.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5258136455744477938" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 86px; CURSOR: hand; HEIGHT: 105px" height="33" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SPinP2kuWvI/AAAAAAAAAZo/FCUNpxKW0xE/s320/Agus.jpg" width="78" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Agus Nurul Komarudin&lt;br /&gt;Ilmu Kelautan, UNDIP Semarang&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;“Unik dan menantang. Dengan keyakinan yang kuat kepada Sang Khaliq, saya percaya bahwa ini adalah sebuah batu loncatan untuk meraih kesuksesan kelak.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SPinPO8ALBI/AAAAAAAAAZY/O1qY-Ij54sE/s1600-h/Utami.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5258136445104696338" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 82px; CURSOR: hand; HEIGHT: 107px" height="44" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SPinPO8ALBI/AAAAAAAAAZY/O1qY-Ij54sE/s320/Utami.jpg" width="78" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Utami Dewi Heryanti&lt;br /&gt;FSRD, ITB Bandung&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;”Mesti menyesuaikan diri dengan lingkungan baru, teman baru, dan tetangga baru. Sedihnya kesepian jauh dari orang-orang terdekat. Tapi intinya harus bisa hidup mandiri di sini.”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SPimrVJYrQI/AAAAAAAAAZQ/vmEihUUkStM/s1600-h/Wanda.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5258135828296150274" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 78px; CURSOR: hand; HEIGHT: 99px" height="42" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SPimrVJYrQI/AAAAAAAAAZQ/vmEihUUkStM/s320/Wanda.jpg" width="90" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Wanda Irawan Arwansyah&lt;br /&gt;Psikologi, UI Depok&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;“Pertamanya susah, karena mesti adaptasi dengan suasana baru. Tapi setelah proses adaptasi dijalani, yah enak-enak aja. Just enjoy it!”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SPimEORaYeI/AAAAAAAAAZI/OzN3j0kqMfU/s1600-h/Felysia.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5258135156435870178" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 79px; CURSOR: hand; HEIGHT: 106px" height="40" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SPimEORaYeI/AAAAAAAAAZI/OzN3j0kqMfU/s320/Felysia.jpg" width="102" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Felysia Nurul&lt;br /&gt;Teknik Industri, President University Cikarang.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;“Rasanya campur aduk, giving so much advantages. Terutama proses kehidupan yang sangat berharga. Pokoknya harus bisa jaga diri jangan sampai terbawa dengan hal-hal yang negatif. Sedihnya jauh dari keluarga, tapi manfaatnya bisa merasakan arti keluarga itu sendiri.”&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SPilmj-5qgI/AAAAAAAAAZA/MP1jT7WF_ZE/s1600-h/Ilham.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5258134646867732994" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 74px; CURSOR: hand; HEIGHT: 105px" height="220" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SPilmj-5qgI/AAAAAAAAAZA/MP1jT7WF_ZE/s320/Ilham.jpg" width="119" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;strong&gt;Ilham Gemilang&lt;br /&gt;Pendidikan Ilmu Komputer, UPI Bandung&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;“Bisa kenal teman baru dari berbagai pelosok daerah. Hidup seadanya, pokonya serba seadanya. Tapi itu semua mudah-mudahan termasuk perjuangan dan doa terbaik buat masa depan.”&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5258134315590829170" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 69px; CURSOR: hand; HEIGHT: 90px" height="149" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SPilTR4VRHI/AAAAAAAAAY4/HuGinrnXp9U/s320/Fitriyani.jpg" width="65" border="0" /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;strong&gt;Fitriyani Agustin Rosihin&lt;br /&gt;Sosiologi, UNSOED Purwokerto&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;“Yang saya rasakan banyak sekali cobaan yang mesti dihadapi. Segalanya menjadi tanggung jawab sendiri. Bagaimana saya menyikapi semua itu, sikap itu segalanya. Dan saya mencoba menyikapi dengan baik.”&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3163210194529353384-7492337746345652340?l=gie-insanmuttaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/feeds/7492337746345652340/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2008/10/dinamika-mahasiswa-perantauan-mobiltas.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/7492337746345652340'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/7492337746345652340'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2008/10/dinamika-mahasiswa-perantauan-mobiltas.html' title=''/><author><name>Gie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16817881199086027221</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/S_vz3MilaPI/AAAAAAAAA1U/UHT6_RI0tbY/S220/101_4480.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SPinQXtwAbI/AAAAAAAAAZw/b-W6NkIqjNs/s72-c/Rohanah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3163210194529353384.post-3447599489672704475</id><published>2008-06-29T15:49:00.005+07:00</published><updated>2009-02-05T09:22:38.841+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serba-Serbi'/><title type='text'>Memoar At AMQ</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;KENANGAN TERINDAH&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://www.friendster.com/photos/31058911/1/441163739"&gt;&lt;img src="http://photos-911.friendster.com/e1/photos/11/98/31058911/1_441163739l.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://www.friendster.com/photos/31058911/1/445429222"&gt;&lt;img src="http://photos-911.friendster.com/e1/photos/11/98/31058911/1_445429222l.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://www.friendster.com/photos/31058911/1/714483721"&gt;&lt;img src="http://photos-911.friendster.com/e1/photos/11/98/31058911/1_714483721l.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://www.friendster.com/photos/31058911/1/756079612"&gt;&lt;img src="http://photos-911.friendster.com/e1/photos/11/98/31058911/1_756079612l.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://www.friendster.com/photos/31058911/1/456492729"&gt;&lt;img src="http://photos-911.friendster.com/e1/photos/11/98/31058911/1_456492729l.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://www.friendster.com/photos/31058911/1/949731849"&gt;&lt;img src="http://photos-911.friendster.com/e1/photos/11/98/31058911/1_949731849l.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://www.friendster.com/photos/31058911/1/967082145"&gt;&lt;img src="http://photos-911.friendster.com/e1/photos/11/98/31058911/1_967082145l.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://www.friendster.com/photos/31058911/1/318024234"&gt;&lt;img src="http://photos-911.friendster.com/e1/photos/11/98/31058911/1_318024234l.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://www.friendster.com/photos/31058911/1/483489852"&gt;&lt;img src="http://photos-911.friendster.com/e1/photos/11/98/31058911/1_483489852l.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://www.friendster.com/photos/31058911/1/451784884"&gt;&lt;img src="http://photos-911.friendster.com/e1/photos/11/98/31058911/1_451784884l.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://www.friendster.com/photos/31058911/1/653774747"&gt;&lt;img src="http://photos-911.friendster.com/e1/photos/11/98/31058911/1_653774747l.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://www.friendster.com/photos/31058911/1/629986678"&gt;&lt;img src="http://photos-911.friendster.com/e1/photos/11/98/31058911/1_629986678l.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://www.friendster.com/photos/31058911/1/665719316"&gt;&lt;img src="http://photos-911.friendster.com/e1/photos/11/98/31058911/1_665719316l.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://www.friendster.com/photos/31058911/1/870163956"&gt;&lt;img src="http://photos-911.friendster.com/e1/photos/11/98/31058911/1_870163956l.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://www.friendster.com/photos/31058911/1/483577878"&gt;&lt;img src="http://photos-911.friendster.com/e1/photos/11/98/31058911/1_483577878l.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://www.friendster.com/photos/31058911/1/647122175"&gt;&lt;img src="http://photos-911.friendster.com/e1/photos/11/98/31058911/1_647122175l.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://www.friendster.com/photos/31058911/1/642089540"&gt;&lt;img src="http://photos-911.friendster.com/e1/photos/11/98/31058911/1_642089540l.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://www.friendster.com/photos/31058911/1/195449701"&gt;&lt;img src="http://photos-911.friendster.com/e1/photos/11/98/31058911/1_195449701l.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://www.friendster.com/photos/31058911/1/315032657"&gt;&lt;img src="http://photos-911.friendster.com/e1/photos/11/98/31058911/1_315032657l.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://www.friendster.com/photos/31058911/1/294657644"&gt;&lt;img src="http://photos-911.friendster.com/e1/photos/11/98/31058911/1_294657644l.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://www.friendster.com/photos/31058911/1/382285280"&gt;&lt;img src="http://photos-911.friendster.com/e1/photos/11/98/31058911/1_382285280l.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://www.friendster.com/photos/31058911/1/585893785"&gt;&lt;img src="http://photos-911.friendster.com/e1/photos/11/98/31058911/1_585893785l.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://www.friendster.com/photos/31058911/1/676463799"&gt;&lt;img src="http://photos-911.friendster.com/e1/photos/11/98/31058911/1_676463799l.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://www.friendster.com/photos/31058911/1/690156211"&gt;&lt;img src="http://photos-911.friendster.com/e1/photos/11/98/31058911/1_690156211l.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://www.friendster.com/photos/31058911/1/340323690"&gt;&lt;img src="http://photos-911.friendster.com/e1/photos/11/98/31058911/1_340323690l.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://www.friendster.com/photos/31058911/1/277808028"&gt;&lt;img src="http://photos-911.friendster.com/e1/photos/11/98/31058911/1_277808028l.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3163210194529353384-3447599489672704475?l=gie-insanmuttaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/feeds/3447599489672704475/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2008/06/memoar-at-amq.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/3447599489672704475'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/3447599489672704475'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2008/06/memoar-at-amq.html' title='Memoar At AMQ'/><author><name>Gie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16817881199086027221</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/S_vz3MilaPI/AAAAAAAAA1U/UHT6_RI0tbY/S220/101_4480.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3163210194529353384.post-5544639690228168994</id><published>2008-05-03T22:53:00.009+07:00</published><updated>2008-11-13T17:07:07.731+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serba-Serbi'/><title type='text'>Kekuatan Mimpi</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SByLiA6QUGI/AAAAAAAAAYU/mq6qceDUsUs/s1600-h/andrea_hirata.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5196181486554861666" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SByLiA6QUGI/AAAAAAAAAYU/mq6qceDUsUs/s400/andrea_hirata.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#3333ff;"&gt;Di Balik Sukses Laskar Pelangi&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;"Bermimpilah, karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi itu."&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Andrea Hirata.&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Laskar Pelangi adalah salah satu buku yang paling bayak dibicarakan sepanjang tahun 2005 – 2008. Penulisnya – Andrea Hirata – menjadi terkenal dan disebut-sebut sebagai Pramoedya baru. Dari segi penjualan, novel ini menjadi berst seller, telah naik cetak sebanyak 14 kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu banyak faktor yang memicu kesuksesan Laskar Pelangi (LP). Dari segi tema, buku ini menawarkan sesuatu yang belum pernah ada dalam bacaan sastra Indonesia. Kisah tentang anak-anak yang tetap bersemangat untuk belajar meski dengan kondisi ekonomi dan sekolah serba terbatas, para guru yang ikhlas mengajar meski dengan fasilitas dan gaji yang sangat minim, merupakan poin-poin penggugah dan menimbulkan kesan memdalam di hati pembaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LP adalah novel yang sangat inspiratif. Di saat kita dijejali berita dan fakta tentang generasi muda yang hanya bisa hura-hura, lebih memilih tawuran atau jalan-jalan di mal ketimbang belajar, Laskar Pelangi mengingatkan kita, ternyata masih banyak generasi muda kita yang penuh semangat dalam menimba ilmu, walau hidup mereka penuh dengan keterbatasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SByKug6QUFI/AAAAAAAAAYM/n62nVhi8Sk0/s1600-h/DSC01007.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5196180601791598674" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SByKug6QUFI/AAAAAAAAAYM/n62nVhi8Sk0/s400/DSC01007.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laskar Pelangi pun berhasil memikat hati ribuan pembacanya. Berikut beberapa komentar dari berbagai pihak dan tokoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Majalah Tempo&lt;/strong&gt;:Kemelaratan yang Indah, Novel Laskar Pelangi adalah memoar masa kecil penulisnya, Andrea Hirata Seman. Sebagai sebuah cerita fiksi yang berdasarkan kisah nyata, Andrea berhasil menyajikan kenangannya menjadi cerita yang menarik. Apalagi dibalut sejumlah metafora dan deskripsi yang kuat, filmis saat memotret lanskap atau budaya masyarakat Kampung Belitong yang menjadi setting utama cerita. Terlepas dari itu, kehadiran Laskar Pelangi di tengah booming novel chick-lit menjadi media alternatif dan ditunggu. Setidaknya terbaca dari penjualan novel ini. Cetakan pertama novel yang diterbitkan oleh Bentang ini ludes dalam sebulan…."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Harian Pikiran Rakyat&lt;/strong&gt;:Laskar Pelangi tak menyajikan kesulitan mengakses pendidikan karena faktor kemiskinan, dengan cara yang menghiba-hiba. Sebaliknya, kita diajak untuk pantang berputus asa pada keadaan. Kita diajak untuk tidak menangisi kemiskinan, namun melihat sisi lain dari kemiskinan tersebut. Sebuah kisah tentang anak-anak yang luar biasa, yang mampu melahirkan semangat serta kreativitas yang mencengangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Prof.DR. Ahmad Syafi’i Maarif, cendikiawan, mantan ketua PP Muhammadiyah, Founder Maarif Institute&lt;/strong&gt;:Saya larut dalam empati yang dalam sekali. Seandainya novel ini difilmkan akan dapat membangkitkan ruh bangsa yang sedang mati suri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Arwin Rasyid, CEO PT Telkom&lt;/strong&gt;:Cerita Laskar pelangi sangat inspiratif. Andrea akan megobarkan semangat siapa saja yang selalu dirundung kesulitan dalam menempuh pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Korrie Layun Rampan, Sastrawan&lt;/strong&gt;:Inilah kisah yang sangat mengharukan tentang duania pendidikan dengan tokoh-tokoh manusia sederhana, jujur, gigih, penuh dedikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Garin Nugroho, Sutradara&lt;/strong&gt;:Di tengah berbagai berita dan hiburan televisi tentang sekolah yang tak cukup memberi inspirasi dan spirit, maka buku ini adalah pilihan yang menarik. Buku ini ditulis dalam semangat realis kehidupan sekolah, sebuah dunia tak tersentuh, sebuah semangat bersama untuk survive dalam semangat humanis yang menyentuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Riri Riza, Sutradara&lt;/strong&gt;:Andrea Hirata memberi kisah syair indah tentang keragaman dan kekayaan tanah air, sekaligus memberi sebuah pernyataan keras tentang realita politik, ekonomi, dan situasi pendidikan kita. Tokoh-tokoh dalam novel ini membawa saya pada kerinduan menjadi orang Indonesia...a must read!!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Akmal Nasery Basral, Jurnalis-Penulis Imperia&lt;/strong&gt;:Sebuah memoar dalam bentuk novel yang sulit dicari tandingannya dalam khazanah kontemporer penulis kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Herni Kusyari, Guru SD di daerah&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;terpencil&lt;/strong&gt;:Buku ini membuatku sangat bangga menjadi seorang guru. &lt;p align="right"&gt;Photo kedua diambil dari: &lt;a href="http://fraithzone.blogspot.com/"&gt;fraithzone.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3163210194529353384-5544639690228168994?l=gie-insanmuttaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/feeds/5544639690228168994/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2008/05/di-balik-sukses-laskar-pelangi-laskah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/5544639690228168994'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/5544639690228168994'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2008/05/di-balik-sukses-laskar-pelangi-laskah.html' title='Kekuatan Mimpi'/><author><name>Gie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16817881199086027221</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/S_vz3MilaPI/AAAAAAAAA1U/UHT6_RI0tbY/S220/101_4480.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SByLiA6QUGI/AAAAAAAAAYU/mq6qceDUsUs/s72-c/andrea_hirata.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3163210194529353384.post-432123343659089754</id><published>2008-05-01T22:28:00.021+07:00</published><updated>2008-11-13T17:07:09.672+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serba-Serbi'/><title type='text'>Mirip gak yah??</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;strong&gt;MIRIP GAK YAH???&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Em...sebelum ngeposting nih postingan, sempet tersenyum en sedikti agak ketawa. Maklum aja, postingan ini about orang-orang yang mirip satu sama laen. Sempet diliatin dengan seksama, en yah ada kemiripan juga ternyata. So, terserah deh mirip apa gak nih orang-orang yang bakal ada di bawah ini. Photo diambil dari berbagai sumber. Enjoy surfing!!!&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;Ronaldo &amp;amp; Edwin&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5195447699982274610" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SBnwKA6QUDI/AAAAAAAAAX8/PZDkQmfoZlU/s400/ronaldo_500_500.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5195447313435217954" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SBnvzg6QUCI/AAAAAAAAAX0/ZBPgjccDq2A/s400/Edwin.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Elsa Mayori &amp;amp; Cut Tari&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5195446510276333586" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SBnvEw6QUBI/AAAAAAAAAXs/TDG3WV4ioWM/s400/Ersa+Mayori.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5195445685642612738" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SBnuUw6QUAI/AAAAAAAAAXk/fnqJpZUoXtI/s400/Cut+Tari.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;Dian Sastro &amp;amp; Sandra Dewi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5195445144476733426" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SBnt1Q6QT_I/AAAAAAAAAXc/914q35wVzao/s400/dian.jpg" border="0" /&gt; &lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5195444856713924578" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SBntkg6QT-I/AAAAAAAAAXU/v4mu492yGwo/s400/sandra-dew.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Matt Damon &amp;amp; Ballack&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5195444418627260370" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SBntLA6QT9I/AAAAAAAAAXM/JwWCjgfIwRg/s400/Matt+DAmon.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5195444014900334530" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SBnszg6QT8I/AAAAAAAAAXE/vhGAiYMgCbI/s400/Ballack.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Aa Gym &amp;amp; Aa Jimi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5195443671302950834" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SBnsfg6QT7I/AAAAAAAAAW8/ADzQaLZA86k/s400/aa-gym.jpg" border="0" /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5195443082892431266" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SBnr9Q6QT6I/AAAAAAAAAW0/9_COcX4h3UE/s400/5.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;Tantowi Yahya &amp;amp; Stevenseagalus&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5195442631920865170" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SBnrjA6QT5I/AAAAAAAAAWs/t5OSVUuJ8gg/s400/tamtowiyahyazd0.jpg" border="0" /&gt; &lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5195442000560672642" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SBnq-Q6QT4I/AAAAAAAAAWk/uvAh_wwCKYE/s400/stevenseagalus4.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tengku Riyan &amp;amp; Yossi "Project Pop"&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5195441811582111602" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SBnqzQ6QT3I/AAAAAAAAAWc/NezbxgTMuQc/s400/Tengku+Wisnu.jpg" border="0" /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5195441558179041122" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SBnqkg6QT2I/AAAAAAAAAWU/OjAfVadi_5M/s400/Yossi.jpg" border="0" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3163210194529353384-432123343659089754?l=gie-insanmuttaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/feeds/432123343659089754/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2008/05/mirip-gak-yah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/432123343659089754'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/432123343659089754'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2008/05/mirip-gak-yah.html' title='Mirip gak yah??'/><author><name>Gie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16817881199086027221</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/S_vz3MilaPI/AAAAAAAAA1U/UHT6_RI0tbY/S220/101_4480.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SBnwKA6QUDI/AAAAAAAAAX8/PZDkQmfoZlU/s72-c/ronaldo_500_500.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3163210194529353384.post-220321435422748215</id><published>2008-04-15T19:51:00.018+07:00</published><updated>2008-11-13T17:07:11.124+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='About Gie'/><title type='text'>Goes to UGM</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:180%;color:#3366ff;"&gt;XII AMQ GOES TO UGM&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:180%;color:#990000;"&gt;"SERASA TELAH MENJADI MAHASISWA"&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SATEMzgmRmI/AAAAAAAAAVU/k44G-ymkCX8/s1600-h/P1010046.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5189488394902062690" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SATEMzgmRmI/AAAAAAAAAVU/k44G-ymkCX8/s400/P1010046.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SATBgjgmRlI/AAAAAAAAAVM/TujKfFxaqxc/s1600-h/P1010076.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5189485435669595730" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SATBgjgmRlI/AAAAAAAAAVM/TujKfFxaqxc/s400/P1010076.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SAS-ATgmRkI/AAAAAAAAAVE/-_3JpB6s_ms/s1600-h/P1010054.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5189481583083931202" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SAS-ATgmRkI/AAAAAAAAAVE/-_3JpB6s_ms/s400/P1010054.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SAS6ojgmRjI/AAAAAAAAAU8/qVSw5qUPkqk/s1600-h/P1010058.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5189477876527154738" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SAS6ojgmRjI/AAAAAAAAAU8/qVSw5qUPkqk/s400/P1010058.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SAS4bjgmRiI/AAAAAAAAAU0/ORcxGUopEtM/s1600-h/P1010059.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5189475454165599778" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SAS4bjgmRiI/AAAAAAAAAU0/ORcxGUopEtM/s400/P1010059.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SAS1qzgmRhI/AAAAAAAAAUs/edEqHzAjuZw/s1600-h/P1010070.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5189472417623721490" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SAS1qzgmRhI/AAAAAAAAAUs/edEqHzAjuZw/s400/P1010070.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SASzfDgmRgI/AAAAAAAAAUk/0oLP1cjSPlE/s1600-h/P1010061.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5189470016737003010" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SASzfDgmRgI/AAAAAAAAAUk/0oLP1cjSPlE/s400/P1010061.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SASwuDgmReI/AAAAAAAAAUU/wU1DcS8IzbE/s1600-h/P1010062.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5189466975900157410" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SASwuDgmReI/AAAAAAAAAUU/wU1DcS8IzbE/s400/P1010062.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SASsnTgmRdI/AAAAAAAAAUM/42LGM8bWnGI/s1600-h/P1010103.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5189462461889529298" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SASsnTgmRdI/AAAAAAAAAUM/42LGM8bWnGI/s400/P1010103.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SASpmTgmRcI/AAAAAAAAAUE/xfiK1lST7FE/s1600-h/P1010093.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5189459146174776770" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SASpmTgmRcI/AAAAAAAAAUE/xfiK1lST7FE/s400/P1010093.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SASoZTgmRbI/AAAAAAAAAT8/ZpCLqqd2LIY/s1600-h/P1010079.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5189457823324849586" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SASoZTgmRbI/AAAAAAAAAT8/ZpCLqqd2LIY/s400/P1010079.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SASnTjgmRaI/AAAAAAAAAT0/QZax6k92MrQ/s1600-h/P1010080.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5189456625028973986" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SASnTjgmRaI/AAAAAAAAAT0/QZax6k92MrQ/s400/P1010080.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SASmQDgmRZI/AAAAAAAAATs/_r9KmyRuC90/s1600-h/P1010106.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5189455465387804050" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SASmQDgmRZI/AAAAAAAAATs/_r9KmyRuC90/s400/P1010106.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3163210194529353384-220321435422748215?l=gie-insanmuttaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/feeds/220321435422748215/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2008/04/goes-to-ugm.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/220321435422748215'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/220321435422748215'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2008/04/goes-to-ugm.html' title='Goes to UGM'/><author><name>Gie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16817881199086027221</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/S_vz3MilaPI/AAAAAAAAA1U/UHT6_RI0tbY/S220/101_4480.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/SATEMzgmRmI/AAAAAAAAAVU/k44G-ymkCX8/s72-c/P1010046.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3163210194529353384.post-854669637340826862</id><published>2008-03-30T17:02:00.008+07:00</published><updated>2008-11-13T17:07:11.341+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serba-Serbi'/><title type='text'>Ayat-Ayat Cinta The Movie</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/R-9okte_fcI/AAAAAAAAATk/9U84X7Q5Vqo/s1600-h/ayat-ayatcintathemovie.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5183476676020895170" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/R-9okte_fcI/AAAAAAAAATk/9U84X7Q5Vqo/s400/ayat-ayatcintathemovie.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-family:arial;font-size:180%;color:#33cc00;"&gt;&lt;strong&gt;Film Fenomal Itu Bernama "Ayat-Ayat Cinta"&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Film Ayat-Ayat Cinta (AAC) telah memesona banyak orang. Jadi pembicaraan di mana-mana. Ditonton lebih dari 3,5 juta orang. Bahkan Presiden SBY, Wapres JK, dan Mantan Presiden Habibie pun menyempatkan untuk menonton film yang bernafaskan Islam ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Film yang diangkat dari novel &lt;em&gt;best seller &lt;/em&gt;karya Habiburrahman El Shirazy dengan judul yang sama ini telah menjadi film yang fenomenal. Bagaimana tidak, dalam empat hari pemutaran film produksi MD Pictures ini sudah ditonton 700 orang. Dan sekarang, telah menembus angka 3,5 juta lebih penonton. Sejarah baru dalam dunia perfilman Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Hanung Bramantyo selaku sutradara mengaku kaget karyanya menjadi &lt;em&gt;box office. &lt;/em&gt;Padahal sebelumnya, pihak produser sempat ragu akan meledaknya film yang diputar serentak 28 Februari 2008 ini. Target awalnya pun hanya mencapai 1 juta penonton.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Film ini pun menjadi buah bibir di mana-mana. Media cetak maupun elektronik. Mulai dari anak-anak, remaja, bahkan sampai Ibu-ibu pengajian. Hal ini bisa dibilang sebuah prestasi yang membanggakan. Karena, asumsinya film yang bernafaskan Islam biasanya tidak begitu laku. Akan tetapi AAC merubah paradigma yang ada selama ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Rahasia Sukses&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Ada banyak faktor&lt;/span&gt; yang bisa mengejawantahkan suksesnya film yang digarap 1,5 tahun ini. Selain didukung pemain yang berkualitas yakni Fedi Nuril (Fahri), Rianty Cartwright (Aisha), dan Carissa Putri (Maria), tentunya sang sutradara yakni Hanung Bramantyo. Pria kelahiran Yogyakarta, 1 Oktober 1975 ini memang handal dalam membuat film yang berkualitas. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Pantaslah Gelar sutradara terbaik (diantaranya) lewat Festival Film Indonesia tahun 2005 (Brownies) dan 2007 (Get Married) Ia peroleh.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/R-9nJte_fbI/AAAAAAAAATc/YmMkNEdAB4I/s1600-h/Aisah.bmp"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5183475112652799410" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/R-9nJte_fbI/AAAAAAAAATc/YmMkNEdAB4I/s400/Aisah.bmp" border="0" /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/a&gt;Faktor lain yang pantas disebut sebagai ramuan jitu suksesnya film ini adalah sang penulis novel AAC, Habbiburahman El Sirazy. Kang Abik, panggilan akrabnya telah menghasilkan karya yang begitu menyentuh hati. Aura kesukesan novelnya seakan menjadi magnet tersendiri bagi kesuksesan film AAC.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Satu hal lagi yang menjadi "bumbu" yang rasanya tidak bisa ditinggalkan begitu saja. Bagaikan sayur tanpa garam, satu faktor lagi yang membuat film AAC mendapatkan gregetnya. Apa lagi jika bukan OST Ayat-ayat Cinta. Lagu yang dilantunkan penyanyi asal Sumedang, Rossa ini laris direquest di mana-mana. Sang pencipta lagu, yakni Melly Goeslaw bisa dibilang ahli dalam menciptakan lagu &lt;em&gt;sound track&lt;/em&gt; sebuah film.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;strong&gt;Ditonton Pejabat Hingga Presiden&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Presiden pun menonton film yang berdurasi 2 jam ini. Tepatnya Jumat Malam (28/3) Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersama Ibu dan dan sekitar 60 Duta Besar negara-negara sahabat, menonton bareng Ayat Ayat Cinta (AAC), di Studio 21 Plaza Ex, di Jl. MH Thamrin,Jakarta. Kebanggan tersendiri bagi prouduser, penulis, sutradara, artis, serta kru pendukung film AAC. Jarang-jarang bahkan (mungkin) baru pertama orang nomor wahid di Indonesia menonoton film di bioskop.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Menonton AAC, Presiden mesti meneteskan air matanya beberapa kali. Presiden dalam kesempatan yang sama menyampaikan rasa bangganya atas film ini, sebagai sebuah karya anak bangsa dan berharap menjadi tonggak baru bagi kebangkitan dunia perfilman nasional.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Tidak hanya Presiden Yudhoyono, tetapi juga Wapres Jusuf Kalla serta mantan Presiden B. J. Habibie turut menonton AAC. Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid dan Din Syamsudin sampai merekomendasikan masyarakat untuk menonton film yang sarat akan dakwah ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;AAC telah mengubah paradigma tentang sebuah karya film. Membuat film yang bernafaskan Islam ternyata bisa menjanjikan. Hal ini bisa menjadi tonggak baru dalam dunia perfilman Indonesia. Yang sedang mencari jati dirinya. Dengan demikian, membuat film Islami tidak mematikan kreatifitas, justru sebaliknya mendorong untuk berpikir lebih kreatif dan inovatif. Ayat-ayat Cinta telah menjawabnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3163210194529353384-854669637340826862?l=gie-insanmuttaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/feeds/854669637340826862/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2008/03/ayat-ayat-cinta-movie.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/854669637340826862'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/854669637340826862'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2008/03/ayat-ayat-cinta-movie.html' title='Ayat-Ayat Cinta The Movie'/><author><name>Gie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16817881199086027221</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/S_vz3MilaPI/AAAAAAAAA1U/UHT6_RI0tbY/S220/101_4480.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/R-9okte_fcI/AAAAAAAAATk/9U84X7Q5Vqo/s72-c/ayat-ayatcintathemovie.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3163210194529353384.post-2524403570899964455</id><published>2008-03-21T15:31:00.013+07:00</published><updated>2008-11-13T17:07:11.979+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serba-Serbi'/><title type='text'>Blog Competition of ASC</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/R-Nz1de_fXI/AAAAAAAAASc/j3G_9fozt7o/s1600-h/P1010014.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5180111358691081586" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/R-Nz1de_fXI/AAAAAAAAASc/j3G_9fozt7o/s400/P1010014.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:180%;color:#6600cc;"&gt;&lt;strong&gt;LIPUTAN BLOG COMPETITION 2008&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Arial;color:#ff0000;"&gt;(by:Gie)&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Fantastis! Kata yang tepat untuk lomba blog ASC SMA Al Muttaqin. Bagaimana tidak, “pendatang baru” dalam ASC ini telah menarik perhatian banyak orang. Terbukti sebanyak 50 regu tercatat sebagai peserta. Dengan peserta terjauh yakni SMA N 1 Sindang Indramayu dan SMA N 1 Bogor.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Lomba web blog sendiri muncul dari sebuah gagasan cerdas tentang kesadaran akan teknologi. Seperti yang diketahui, era globalisasi sudah di depan mata. Semakin cepat kemajuan peradaban dunia, semakin cepat pula segala hal yang menghiasi kehidupan manusia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Dari kesadaran itulah, panitia ASC menggagas adanya lomba ini. “Demi kemajuan IT di kalangan pelajar, kita adain lomba blog ini”, ungkap Haikal, panitia lomba blog ASC. Siswa SMA termuda di Jawa Barat ini juga mengungkapkan, blog merupakan sesuatu yang mesti diketahui oleh pelajar yang ingin memperlajari IT secara intens. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Lomba yang dilaksanakan 19-20 Maret 2008 ini telah mengukir sejarah. Karena, ini merupakan kali pertama diadakannya kompetisi blog se Jawa Barat untuk kalangan pelajar. Dan kali pertamanya pula jumlah pesertanya membludak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;“Alhamdulillah, Kita gak nyangka kalo antusias pelajar Jawa Barat ampe segininya buat ASC khususnya lomba blog”, syukur Ilham, yang notabene adalah Ketua ASC IV. Hal ini benar-benar di luar dugaan panitia, karena asumsinya lomba ini masih dianggap baru dan belum banyak orang yang tahu. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Bagi para juri yaitu Kang Iwok dan Kang Duddy, penilaian terhadap hasil karya peserta benar-benar menguras energi mereka. “Wah..kita bingung nih milih siapa juaranya, soalnya pada bagus-bagus sih blognya”, terang Kang Iwok. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Kang Iwok yang merupakan blogger (pengguna blog, red) serta penulis buku “Suster Nengok” ini begitu surprise dengan adanya lomba blog ini. “Asik nih, ntar kita bisa bikin komunitas blog di Kota Tasik”, harapnya. Hal ini bukan tanpa alasan, selama ini Kang Iwok adalah salah satu “aktivis”blogger yang rajin dan keranjingan nge-blog.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Bagi Kang Duddy, redaktur SK. Priangan, lomba blog bisa dijadikan salah satu media jurnalistik. “Karena setiap kita adalah berita”, tegas Kang Dud. Kang Duddy yang selalu mempromosikan citizen journalisem ini menilai karya blog peserta dari sisi content.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Lomba ini memperebutkan piala bergilir Telkom. Dengan juara umum (tingkat SMA dan SMP) diraih SMA N 2 Tasikmalaya. Di samping piala bergilir Telkom, SMANDA mendapat piala Tetap ASC, uang pembinaan, sertifikat Dinas Pendidikan dan cinderamata sponsorship.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Kemudian untuk Kategori juara tingkat SMA diraih oleh SMA N 1 Bogor. Juara tingkat SMP diraih oleh SMP BPK Penabur. Tidak hanya itu, panitia juga memberikan penghargaan sertifikat diknas untuk SMA N 1 Ciamis, SMAN 1 Sindang Indramayu, SMP N 4 Tasikmalaya, dan SMP Al Muttaqin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Rencanya, selepas lomba blog ini, akan dibentuk komunitas blog Kota Tasikmalaya. Sebagai wahana blogger Tasikmalaya mencurahkan segala kreasinya. “Wacana ini bagus sekali buat para blogger Tasik, untuk teknisnya InsyaAllah sedang kita rundingkan”, cetus Kang Iwok dan Kang Dud.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Photo Dewan Juri&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5180112874814537090" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/R-N1Nte_fYI/AAAAAAAAASk/APpRAvBnWM8/s320/P1010021.JPG" border="0" /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5180114090290281874" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/R-N2Ude_fZI/AAAAAAAAASs/adlYOQ_pq8E/s320/P1010023.JPG" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5180115026593152418" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/R-N3K9e_faI/AAAAAAAAAS0/3pa38116eq0/s320/P1010025.JPG" border="0" /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3163210194529353384-2524403570899964455?l=gie-insanmuttaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/feeds/2524403570899964455/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2008/03/blog-competition-of-asc.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/2524403570899964455'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/2524403570899964455'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2008/03/blog-competition-of-asc.html' title='Blog Competition of ASC'/><author><name>Gie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16817881199086027221</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/S_vz3MilaPI/AAAAAAAAA1U/UHT6_RI0tbY/S220/101_4480.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/R-Nz1de_fXI/AAAAAAAAASc/j3G_9fozt7o/s72-c/P1010014.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3163210194529353384.post-1714686522608616571</id><published>2008-03-20T12:49:00.015+07:00</published><updated>2008-11-13T17:07:12.303+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='About Gie'/><title type='text'>Bikin Film</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/R-H_SNe_fUI/AAAAAAAAASE/kkjzTTdliZg/s1600-h/P1010003.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5179701734775160130" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/R-H_SNe_fUI/AAAAAAAAASE/kkjzTTdliZg/s400/P1010003.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;B&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;I&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;K&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ffcc33;"&gt;I&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;N&lt;/span&gt; &lt;span style="color:#ff0000;"&gt;F&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;I&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#6633ff;"&gt;L&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ff99ff;"&gt;M&lt;/span&gt;?&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;"Gampang-Gampang Susah"&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Akhir-akhir ini seperti yang udah kita ketahui, lagi booming-boomingnya film Ayat-ayat Cinta ato yang akrab dipanggil AAC. Yap, film yang udah ditonton lebih dari 2 juta penonton dalam waktu 4 hari pemutarannya ini bener-bener fenomenal. Gimana gak, film yang diangkat dari novel best seller karya Habiburrahman El-Shirazy dengan judul yang sama ini bener-bener udah nyedot perhatian publik.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Berawal dari ketertarikan Gie about film en termotivasi dari AAC. Gie nyoba-nyoba bikin film (heee...he....obsesi dari dulu). En Gie jadi sutradara dalam pembuatan nih film. Filmnya sih simple-simple aja. Namanya juga nyoba-nyoba bikin film. About seseorang yang sedang belajar motor. Standar banget kan? Kenapa eh kenapa Gie milih tema itu? The Answer is, karena eh karena temen Gie ada yang blom bisa naek motor (Ihsan Beer). En yang jadi pemeran utamanya Ihsan Beer tentunya yang blom bisa naek motor. Yah, Gie nyoba dari hal yang kecil-kecil dulu lah. Kan sesuatu yang gede juga berawal dari yang kecil. Tul gak? Loh kok jadi ceramah gini. hee..Ok lanjut ke pemain yang lain. Aktor lain yang memeriahkan film ini yaitu Pupu, yang punya Handycam.Doi jadi pemain utama juga di film ini yang menjadi trainer motor. Sory bahasanya agak berat, biar kesannya berat juga. Hwa...hwa..Opo....ikii,,,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5180104761621314914" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/R-Nt1de_fWI/AAAAAAAAASU/aXWJMKFAVKw/s400/P1010004.JPG" border="0" /&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Siap...., Action!!!!&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Well, ternyata bikin film itu bisa dibilang gampang-gampang susah. Gampangnya kita tinggal take doang. Ngambil gambar udah deh. But, susahnya itu, gak sembarangan ngambil gambar. Mesti gimana gitu biar hasilnya gak ngecewain. Trus, editingnya juga mesti rapih. Nyambung-nyambungin scene-scene yang beda. So, kita jangan anggap mudah film toh masih banyak hal-hal yang mesti diperhatikan. Trus, jangan anggap bikin film tuh susah. Toh pada dasarnya sederhana. Gitu lah bikin film mah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;But, ada pengalaman yang menarik dari bikin film ini. Ternyata kita jangan gampang kritik karya orang. Coz, kerasa banget oleh Gie bikin film tuh ternyata CAPE. Apalagi pas ngatur-ngaturnya(Ngatur orang terutama). Beuh....kalo gak sabar mah bisa bikin emosi meledak-ledak kaya bom bali. But, Alhamdulillah semuanya bisa terkondisikan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3163210194529353384-1714686522608616571?l=gie-insanmuttaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/feeds/1714686522608616571/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2008/03/bikin-film.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/1714686522608616571'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/1714686522608616571'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2008/03/bikin-film.html' title='Bikin Film'/><author><name>Gie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16817881199086027221</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/S_vz3MilaPI/AAAAAAAAA1U/UHT6_RI0tbY/S220/101_4480.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/R-H_SNe_fUI/AAAAAAAAASE/kkjzTTdliZg/s72-c/P1010003.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3163210194529353384.post-5908647345064974783</id><published>2008-03-07T16:42:00.005+07:00</published><updated>2008-05-01T16:41:10.998+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Curahan Hati'/><title type='text'>Curhat (4)</title><content type='html'>&lt;div style="TEXT-ALIGN: center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: center"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:180%;"&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;Husnudon Kepada Allah SWT&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm; LINE-HEIGHT: 150%" align="justify"&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold;font-size:180%;" &gt;T&lt;/span&gt;idak selamanya apa yang kita impi-impikan dan cita-citakan sesuai dengan harapan kita. Tak jarang, kita mendapatkan hasil yang bisa dibilang tidak sesuai dengan yang kita harapkan. Bahkan acap kali lebih buruk dari yang kita bayangkan.&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm; LINE-HEIGHT: 150%" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;S&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;ebelumnya telah kita bahas mengenai mimpi dan harapan. Yang menjadi tanda tanya besar? Apakah kita siap dengan segala kemungkinan yang ada? Baik itu kemungkinan baik ataupun buruk yang akan menimpa mimpi kita tersebut?&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm; LINE-HEIGHT: 150%" align="justify"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm; LINE-HEIGHT: 150%" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;A&lt;/span&gt;pakah kita siap apabila mimpi dan cita-cita yang selama ini dimiliki terwujud? Begitu indahnya apabila semua yang kita idam-idamkan terwujud. Bak mendapat durian runtuh, hati ini tak dapat tergambarkan. Kesiapan kita apabila dalam kondisi ini tak lain adalah siap untuk bersyukur.&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm; LINE-HEIGHT: 150%" align="justify"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm; LINE-HEIGHT: 150%" align="justify"&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold;font-size:180%;" &gt;L&lt;/span&gt;alu, bagaimana jika keadaan yang terjadi sebaliknya? Mimpi yang kita miliki ternyata tidak terwujud? Inilah kondisi yang kurang mengenakkan bahkan menyakitkan. Apalagi jika impian tersebut telah menjadi “label” orang tersebut. Artinya, orang tersebut memilki ambisi yang besar terhadap mimpinya sehingga mimpinya menjadi ciri dari orang tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm; LINE-HEIGHT: 150%" align="justify"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm; LINE-HEIGHT: 150%" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;T&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;arolah seorang siswa tingkat akhir sekolah menengah atas. Dia berkeinginan kuliah di universitas yang diidam-idamkan. Akan tetapi dia mesti menelan pil pahit ketika dia belum bisa mewujudkan mimpinya karena masalah administrasi. &lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm; LINE-HEIGHT: 150%" align="justify"&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold;font-size:180%;" &gt;N&lt;/span&gt;asi telah menjadi bubur. Harapan untuk masuk perguruan tinggi favorit sirna melalui jalur PMDK. Memang, masih ada jalur lain yakni SPMB. Akan tetapi SPMB merupakan “peluru” terakhir dan peluang yang dimiliki bisa dibilang &lt;i&gt;fifty fifty&lt;/i&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm; LINE-HEIGHT: 150%" align="justify"&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold;font-size:180%;" &gt;B&lt;/span&gt;erdasarkan contoh masalah di atas, sebagai seorang manusia biasa, sulit rasanya untuk menerima kondisi ini. Rasa sedih pastinya menghiasi relung hati yang paling dalam. Tidak semudah mengembalikkan telapak tangan &lt;i&gt;nrimo&lt;/i&gt; kenyataan yang ada.&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm; LINE-HEIGHT: 150%" align="justify"&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold;font-size:180%;" &gt;N&lt;/span&gt;amun, sebagai seorang insan Tuhan kita harus belajar ilmu ikhlas dan membaca hikmah di balik semua itu. Apalagi bagi seorang muslim, seorang muslim mesti senantiasa berbaik sangka kepada Sang Khaliq (&lt;i&gt;Husnudon). &lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm; LINE-HEIGHT: 150%" align="justify"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm; LINE-HEIGHT: 150%" align="justify"&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold;font-size:180%;" &gt;I&lt;/span&gt;lmu ikhlas, ilmu yang sulit untuk didefinisikan bahkan dipraktikan. Ilmu yang tidak bisa kita pelajari di sekolah. Perlu proses yang panjang dan &lt;i&gt;intens &lt;/i&gt;untuk meraihnya. Sulit memang jika berbicara mengenai ilmu ikhlas.&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm; LINE-HEIGHT: 150%" align="justify"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm; LINE-HEIGHT: 150%" align="justify"&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold;font-size:180%;" &gt;A&lt;/span&gt;llah SWT tidak semata-mata memberikan keputusan kepada umatnya tanpa ada hikmah di balik semua itu. Pasti ada hikmah yang besar bagi kita dalam setiap alur kehidupan dan peristiwa yang kita alami.&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm; LINE-HEIGHT: 150%" align="justify"&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold;font-size:180%;" &gt;B&lt;/span&gt;isa jadi suatu perkara menurut kita baik belum tentu menurut Allah baik bagi kita. Bisa jadi pula suatu perkara menurut kita buruk belum tentu menurut Allah buruk bagi kita.&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm; LINE-HEIGHT: 150%" align="justify"&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold;font-size:180%;" &gt;I&lt;/span&gt;ntinya, &lt;i&gt;positif thinking&lt;/i&gt; langkah yang kita tempuh mengahadapi semua itu. Al Ilmu, sesungguhnya Allah SWT Maha Mengetahui. Sedangkan kita tidak tahu apa-apa. Allah Maha Mengetahui apa yang baik bagi kita dan apa yang buruk bagi kita.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3163210194529353384-5908647345064974783?l=gie-insanmuttaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/feeds/5908647345064974783/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2008/03/curhat-4.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/5908647345064974783'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/5908647345064974783'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2008/03/curhat-4.html' title='Curhat (4)'/><author><name>Gie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16817881199086027221</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/S_vz3MilaPI/AAAAAAAAA1U/UHT6_RI0tbY/S220/101_4480.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3163210194529353384.post-5961215841574000021</id><published>2008-02-27T20:58:00.007+07:00</published><updated>2008-05-01T16:42:00.128+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Curahan Hati'/><title type='text'>Curhat (3)</title><content type='html'>&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;Curhat lagi!!!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm; LINE-HEIGHT: 150%" align="justify"&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold; COLOR: rgb(255,102,0)font-size:130%;" &gt;W&lt;/span&gt;ell, Untuk kesekian kalinya diri ini mencoba mencurahkan segala unek-unek yang ada dalam pikiran ini ke dalam sebuah tulisan. Tapi bentar, Gie mo bilang sesuatu. Tulisan ini pake bahasa yang bisa dibilang agak gaul dikit. Bahasa anak remaja gitu deh. Gaya tulisan ketika Gie pertama kali bisa nulis artikel.&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm; LINE-HEIGHT: 150%" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold; COLOR: rgb(51,102,255)"&gt;A&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;nd Gie nyoba lagi buat nulis gaya tulisan ini setelah 2 tahun cenderung serius gaya tulisannya. Habisnya, terbawa arus konstalasi media massa en sering tuker pikiran ama sahabat jurnalis senior. Jadi, agak gimana gitu. Tapi asik juga bisa nulis dengan gaya tulisan ini lagi.&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm; LINE-HEIGHT: 150%" align="justify"&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold; COLOR: rgb(255,0,0)font-size:130%;" &gt;O&lt;/span&gt;k deh kita mulai curhatan Gie. Rasanya kalo ditanya siapa orang yang paling dag dig dug derrr saat ini? Mungkin Gie bisa jawab seluruh siswa kelas XII SMA/SMK/MA atau sederajat se Indonesia.&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm; LINE-HEIGHT: 150%" align="justify"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,102,0);font-size:130%;" &gt;K&lt;/span&gt;enapa eh kenapa? Coz, mereka bakal ngehadapin dua “hajatan” besar. UN dan masuk perguruan tinggi, kaya PMDK, UM, UTUL, USM, en SPMB (bagi yang mo ngelanjutin kuliah). Sebuah ujian yang menguji eksistensi siswa.&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm; LINE-HEIGHT: 150%" align="justify"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(204,153,51);font-size:130%;" &gt;B&lt;/span&gt;ak diujung tanduk, siswa kelas XII SMA merupakan masa transisi dan masa pen entuan. Mimpi, di kelas XII banyak mimpi bermunculan dan sejuta ambisi. Ada yang pengen kuliah ke sini lah, kuliah ke situ lah, kuliah ke sono lah. Pokonya sejuta impian.&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm; LINE-HEIGHT: 150%" align="justify"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(102,102,102);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;G&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;ak beda jauh ama di sekolah Gie. Temen-temen Gie di kelas XII punya banyak mimpi. Terutama sahabat-sahabat Gie yang berjumlah dua belas orang. Sebutlah Goez, Beer, Ham, Zie, Zai, Aby, Dew, Hanoi, Pupu, Vick, Qimy, dan Hore. Mereka punya impian yang berbeda-beda.&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm; LINE-HEIGHT: 150%" align="justify"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(255,0,0);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;K&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;aya Beer, sahabat Gie di kelas XII Exact. Juara pertama olimpiade fisika se kota Tasik ini punya cita-cita masuk Teknik Perminyakan ITB. Ada juga Goez, mantan Presiden OSIS SMA AMQ 2006-2007 ini punya impian masuk Ilmu Kelautan UNDIP.&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm; LINE-HEIGHT: 150%" align="justify"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(51,51,255);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;H&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;al senada juga menimmpa Gie, banyak mimpi yang dimiliki. Bahkan Gie ampe nulis 27 impian di blog ini. Diantaranya bisa masuk Psikologi UI dan bisa membuka rumah konseling bagi anak-anak. Amin Ya Allah!&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm; LINE-HEIGHT: 150%" align="justify"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(102,0,0);font-size:130%;" &gt;G&lt;/span&gt;ak bisa kita pungkiri, setiap orang mempunyai mimpi. Mimpi, mimpi, dan mimpi. Orang bijak berkata, “Orang yang besar memiliki mimpi yang besar.”&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm; LINE-HEIGHT: 150%" align="justify"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(102,255,255);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;B&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;ut wait, ada dua kategori pemimpi. First, pemimpi yang jika telah bermimpi doi langsung bangun dan mewujudkan mimpinya. Inilah pemimpi ideal dan calon pemimpin. Doi langsung real action di lapangan. Satu lagi, pemimpi yang hanya sekedar mimpi tanpa ada realisasinya di lapangan. So, doi just dream tanpa usaha. &lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm; LINE-HEIGHT: 150%" align="justify"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(255,0,0);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;T&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;ahu akan hal ini, Gie ngerasa was-was. Was-was dalam artian Gie takut termasuk kategori kedua, just dreamer. Naudzubillah!!! Tapi InsyaAllah dengan “DUIT” yakni Doa Usaha Ikhtiar dan Tawakal semuanya bisa terwujud.&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm; LINE-HEIGHT: 150%" align="justify"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(51,255,51);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;M&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;otivasi dari diri sendiri dan lingkungan sekitar juga sangat berpengaruh. Jangan salah, pengaruh yang signifikan bisa kita rasakan. Alhamdulillah, di sekolah para Guru terus memotivasi anak didiknya agar optimis dan percaya diri dalam menghadapi segala ujian. Thank you so much my beloved teachers.&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm; LINE-HEIGHT: 150%" align="justify"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,102);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;G&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;ie sadari untuk menggapai mimpi tersebut kita mesti perih, sakit, dan kerja keras. Dan tidak lupa berdoa kepada Allah SWT. Coz, orang yang berusaha dan tidak berdoa, doi adalah orang yang sombong. Dan orang yang berdoa tapi tidak berusaha, doi adalah orang yang malas.&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm; LINE-HEIGHT: 150%" align="justify"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(255,102,102);font-size:130%;" &gt;I&lt;/span&gt;ntinya kita memang mesti menempatkan ikhtiar, doa, dan tawakal dengan seimbang. Tentunya dengan cara yang proporsional.&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm; LINE-HEIGHT: 150%" align="justify"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(51,51,255);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;L&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;ast, Gie akhiri goresan tinta ini dengan sebuah ayat dalam Al Quran. Yakni surat Ar-Rad ayat 11 yang artinya: &lt;i&gt;“Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.”&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3163210194529353384-5961215841574000021?l=gie-insanmuttaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/feeds/5961215841574000021/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2008/02/curhat-3.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/5961215841574000021'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/5961215841574000021'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2008/02/curhat-3.html' title='Curhat (3)'/><author><name>Gie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16817881199086027221</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/S_vz3MilaPI/AAAAAAAAA1U/UHT6_RI0tbY/S220/101_4480.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3163210194529353384.post-3278101070905550200</id><published>2008-02-26T17:20:00.005+07:00</published><updated>2008-05-01T16:44:57.111+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serba-Serbi'/><title type='text'>How Addicted to Blogging Are You?</title><content type='html'>&lt;a style="DISPLAY: block; PADDING-LEFT: 17px; FONT-SIZE: 30px; BACKGROUND: url(http://assets.justsayhi.com/badges/296/350/blog_addiction.nvw8wgwmri.jpg) no-repeat 0% 50%; WIDTH: 286px; COLOR: rgb(214,75,50); PADDING-TOP: 50px; FONT-FAMILY: Times New Roman,sans-serif; HEIGHT: 128px; TEXT-DECORATION: none; moz-background-clip: -moz-initial; moz-background-origin: -moz-initial; moz-background-inline-policy: -moz-initial" href="http://www.justsayhi.com/bb/blog_addiction"&gt;82%&lt;span style="DISPLAY: none"&gt;How Addicted to Blogging Are You?&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Em...rasanya widget ini pas buat kamu yang pengen ngetes seberapa besar kamu yang punya hobi ngeblog dan yang ngaku blogger sejati ngebuktiin "demam" ngebloging. Like me, Gie nyoba masuk ngeklik widget ini dari temen baru yang juga sama-sama "demam" blog.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And the result, i've got 82% buat jadi seorang blogger. Pas banget deh wadget ini buat nunjukkin seberapa besar dedikasi kamu terhadap blog yang kamu miliki (ha...ha...) dedikasi? Ooopooo ikiii? he...he....Yah seperti like that lah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ntar kita bakalan disuguhi 14 pertanyaan menyangkut blog. Pokonya everything about blog. Cobain deh, klik aja gambar di atas!!! And how addicted to blogging are you????&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3163210194529353384-3278101070905550200?l=gie-insanmuttaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/feeds/3278101070905550200/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2008/02/how-addicted-to-blogging-are-you.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/3278101070905550200'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/3278101070905550200'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2008/02/how-addicted-to-blogging-are-you.html' title='How Addicted to Blogging Are You?'/><author><name>Gie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16817881199086027221</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/S_vz3MilaPI/AAAAAAAAA1U/UHT6_RI0tbY/S220/101_4480.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3163210194529353384.post-1303480927587946659</id><published>2008-01-26T17:02:00.002+07:00</published><updated>2008-05-01T16:49:14.119+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Curahan Hati'/><title type='text'>Curhat (2)</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(51,204,255)"&gt;&lt;strong&gt;ANDAIKAN UMUR KITA KETAHUI&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Saya pernah ditanya oleh Guru Agama ketika proses KBM berjalan di kelas. Guru saya bertanya kepada saya dan teman-teman sekelas. “Gie, seandainya kamu diberi tahu bahwa umur kamu tinggal 1 bulan lagi, apa yang akan kamu lakukan?”, tanya Guru saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu kagetnya ketika mendengar pertanyaan itu. Mungkin hal senada juga dirasakan teman-teman saya yang kedapatan pertanyaan yang sama. “Em….Saya akan beribadah terus menerus Pak dan bertaubat atas segala dosa yang pernah diperbuat”, jawab saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban yang bervariatif pun muncul dari teman-teman saya. “Saya akan meminta maaf kepada semua orang yang pernah saya sakiti Pak”, ucap Pupu. Ada pula yang menjawab akan meminta kepada orang yang meminjamkan uang untuk menganggap lunas hutang yang belum dibayar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru saya pun menjawab jika hal itu terjadi, ada hal terpenting ketika kita menghadapi maut, yaitu membaca syahadat. “Baca lah syahadat dalam menghadapi syakaratul maut nanti, insyaAllah dijamin masuk surga”, ucap Pak Ilam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun hal tersebut tidak semudah mengembalikkan tangan. Semua itu tergantung amal-amalan semasa hidup. Apabila banyak melakukan ama shaleh, tentunya akan mudah mengucapkan syahadat. Akan tetapi jika yang banyak adalah maksiat, tentunya akan kebalikkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontan kami sekelas termenung dan ter-ngiang akan pertanyaan tadi. Betapa hidup kita ini hanya sebentar dan tidak akan abadi. Bak seseorang menjalani sebuah perjalanan dan sedang berhenti sejenak di persinggahan tempat istirahat. Itulah anolgi kehidupan. Tidak akan lama, seseorang tersebut akan terus melanjutkan perjalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pantas saja Imam Al-Ghazali mengatakan hal yang paling dekat dengan diri kita adalah sebuah kematian. Semua yang hidup pasti akan mengalamai kematian. Hal tersebut tidak bisa kita tawar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan yang muncul adalah, bagaimana kita dalam mensikapi kematian? Pertanyaan yang sederhana, akan tetapi sulit untuk dijawab bahkan untuk dipahami esensinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang yang beriman akan mensikapinya dengan proporsional. Kematian tidak akan ditakutinya akan tetapi terus diingat bahkan ditunggu-tunggu. Karena apa? Saking kuat keimanannya sehingga ingin berjumpa dengan Rabbnya. Subhanallah!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang ulama pernah berpesan. Kematian tidak usah kita takuti dan hindari, toh kita akan mati juga pada akhirnya. Yang terpenting adalah bagaimana mengerjakan amal sebanyak-banyaknya untuk bekal di akhirat kelak.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3163210194529353384-1303480927587946659?l=gie-insanmuttaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/feeds/1303480927587946659/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2008/01/curhat-2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/1303480927587946659'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/1303480927587946659'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2008/01/curhat-2.html' title='Curhat (2)'/><author><name>Gie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16817881199086027221</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/S_vz3MilaPI/AAAAAAAAA1U/UHT6_RI0tbY/S220/101_4480.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3163210194529353384.post-7996797428465033156</id><published>2008-01-22T11:44:00.002+07:00</published><updated>2008-05-01T16:57:08.233+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Curahan Hati'/><title type='text'>Curhat</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(51,102,255);font-size:130%;" &gt;&lt;strong&gt;CURAHAN HATI SEORANG PELAJAR&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;Sejatinya apabila kita telah mempunyai suatu kebiasaan yang baik, mesti kita pertahankan bahkan ditingkatkan lebih dalam. Baik dari segi kuantitasnya ataupun kualitasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kesempatan ini saya menyampaikan curahan hati (curhat). Curahan hati seorang siswa yang notabene adalah insan yang tengah mencari ilmu dan “berpetualang” mencari arti hidup dari pembelajaran yang ternyata tidak terpaku dalam sebuah ruangan yang lazim disebut kelas. Masih banyak “kelas” lain yang kebanyakan orang belum diikuti mata pelajarannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katakan saja saya adalah seorang pelajar yang beruntung. Beruntung dalam artian diberi kekuatan dan kesempatan untuk mengekspresikan segala unek-unek dalam pikiran melalui sebuah goresan tulisan. Buah pikiran saya acap kali dituangkan secara gamblang, bebas, murni, orisinil, kritis namun terkadang agak blak-blakkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aktif berkiprah menulis sejak menginjak sebuah masa di mana kata orang banyak masa-masa yang paling indah (SMA). Entah apa yang mendasari ada jargon yang berbunyi seperti itu. Mungkin “darah muda” yang menggebu-gebu mengenai percintaan yang pastinya menjadi sorotan. Tapi di sini kita tidak akan membahas mengenai itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersyukur saya dibimbing oleh seorang guru yang begitu concern membimbing dalam hal tulis-menulis. Kebetulan guru pembimbing saya itu adalah seorang jurnalis. Di bawah bimbingannya alhamdulillah saya bisa menulis banyak hal. Meskipun tulisan saya masih jauh dari kesempurnaan. Satu hal yang saya yakini, hal tersebut adalah sebuah proses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan seringnya berlatih, belajar dan belajar tanpa henti. InsyaAllah segala sesuatu akan mencapai sebuah kesempurnaan dan keberhasilan. Akan tetapi waktu terus berlanjut sampai saya menginjak kelas 3. Di mana ketakutan saya muncul. Ketakutan di mana apabila kebiasaan dam hobi saya (menulis) sedikit demi sedikit menurun produktivitasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbukti dengan jarangnya saya menghasilkan sebuah tulisan. Baik tulisan yang dimuat di media ataupun tidak. Dengan alasan, sibuknya aktifitas saya di kelas 3 dalam persiapan menghadapi UN dan SPMB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi setelah dipikir-pikir dan direnungkan, alasan itu tidak realistis dan terkesan agak naif. Begitu mudahnya kita menyalahkan status kita sebagai kelas 3 untuk berhenti menulis. Toh kita masih bisa memanage waktu. Misalnya di waktu senggang, kita manfaatkan untuk menulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa bangsa kita belum bisa maju? Ternyata salah satu faktornya adalah budaya baca dan menulis masih dianggap tabu dan jarang orang melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak seperti negara-negara maju seperti Jepang. Di Jepang orang begitu “lahap” membaca buku dan mengembangkan budaya menulis. Bahkan ada survei yang mengatakan rata-rata orang Jepang dalam sehari membaca lebih dari 5 buku yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artikel, opini, berita, essay, dan masih banyak lagi berbagai jenis tulisan. Diary pun bisa menjadi ajang yang baik dalam hal menulis. Bahkan dari sebuah diary atau catatan harian pun bisa menghasilkan uang. Seperti Radhitya Dika yang menjadikan diary dalam blognya sebuah buku, bahkan sampai 3 buku dihasilkan (Kambing Jantan, Cinta Brontosaurus, dan Radhitya Makan Kakus).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3163210194529353384-7996797428465033156?l=gie-insanmuttaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/feeds/7996797428465033156/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2008/01/curhat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/7996797428465033156'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/7996797428465033156'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2008/01/curhat.html' title='Curhat'/><author><name>Gie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16817881199086027221</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/S_vz3MilaPI/AAAAAAAAA1U/UHT6_RI0tbY/S220/101_4480.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3163210194529353384.post-8830234276215345032</id><published>2007-12-21T21:22:00.001+07:00</published><updated>2008-11-13T17:07:12.500+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serba-Serbi'/><title type='text'>Resensi Film Sejarah</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/R2vNY6yorFI/AAAAAAAAAP0/xfsUZJ1Li0M/s1600-h/res_20057114374220215324560.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5146432827183115346" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/R2vNY6yorFI/AAAAAAAAAP0/xfsUZJ1Li0M/s400/res_20057114374220215324560.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;"LEBIH BAIK DIASINGKAN DARIPADA MENYERAH PADA KEMUNAFIKAN."&lt;em&gt;&lt;strong&gt;SOE HOK GIE&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Gie (2005) adalah sebuah film garapan sutradara Riri Riza. Gie mengisahkan seorang tokoh bernama Soe Hok Gie, mahasiswa Universitas Indonesia yang lebih dikenal sebagai demonstran dan pecinta alam.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Film ini diangkat dari buku Catatan Seorang Demonstran karya Gie sendiri, namun ditambahkan beberapa tokoh fiktif agar ceritanya lebih dramatis. Menurut Riri Riza, hingga Desember 2005, 350.000 orang telah menonton film ini. Pada Festival Film Indonesia 2005, Gie memenangkan tiga penghargaan, masing-masing dalam kategori Film Terbaik, Aktor Terbaik (Nicholas Saputra), dan Penata Sinematografi Terbaik (Yudi Datau).&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Soe Hok Gie dibesarkan di sebuah keluarga keturunan Tionghoa yang tidak begitu kaya dan berdomisili di Jakarta. Sejak remaja, Hok Gie sudah mengembangkan minat terhadap konsep-konsep idealis yang dipaparkan oleh intelek-intelek kelas dunia. Semangat pejuangnya, setiakawannya, dan hatinya yang dipenuhi kepedulian sejati akan orang lain dan tanah airnya membaur di dalam diri Hok Gie kecil dan membentuk dirinya menjadi pribadi yang tidak toleran terhadap ketidakadilan dan mengimpikan Indonesia yang didasari oleh keadilan dan kebenaran yang murni. Semangat ini sering salah dimengerti orang lain. Bahkan sahabat-sahabat Hok Gie, Tan Tjin Han dan Herman Lantang bertanya "Untuk apa semua perlawanan ini?". Pertanyaan ini dengan kalem dijawab Soe dengan penjelasan akan kesadarannya bahwa untuk memperoleh kemerdekaan sejati dan hak-hak yang dijunjung sebagaimana mestinya, ada harga yang harus dibayar, dan memberontaklah caranya. Semboyan Soe Hok Gie yang mengesankan berbunyi, "Lebih baik diasingkan daripada menyerah pada kemunafikan."&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Masa remaja dan kuliah Hok Gie dijalani di bawah rezim pelopor kemerdekaan Indonesia Bung Karno, yang ditandai dengan konflik antara militer dengan PKI. Soe dan teman-temannya bersikeras bahwa mereka tidak memihak golongan manapun. Meskipun Hok Gie menghormati Sukarno sebagai founding father negara Indonesia, Hok Gie begitu membenci pemerintahan Sukarno yang diktator dan menyebabkan hak rakyat yang miskin terinjak-injak. Hok Gie tahu banyak tentang ketidakadilan sosial, penyalahgunaan kedaulatan, dan korupsi di bawah pemerintahan Sukarno, dan dengan tegas bersuara menulis kritikan-kritikan yang tajam di media. Soe juga sangat membenci bagaimana banyak mahasiswa berkedudukan senat janji-janji manisnya hanya omong kosong belaka yang mengedoki usaha mereka memperalat situasi politik untuk memperoleh keuntungan pribadi. Penentangan ini memenangkan banyak simpati bagi Hok Gie, tetapi juga memprovokasikan banyak musuh. Banyak interest group berusaha melobi Soe untuk mendukung kampanyenya, sementara musuh-musuh Hok Gie bersemangat menggunakan setiap kesempatan untuk mengintimidasi dirinya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Tan Tjin Han, teman kecil Hok Gie, sudah lama mengagumi keuletan dan keberanian Soe Hok Gie, namun dirinya sendiri tidak memiliki semangat pejuang yang sama. Dalam usia berkepala dua, kedua lelaki dipertemukan kembali meski hanya sebentar. Hok Gie menemukan bahwa Tan telah terlibat PKI tetapi tidak tahu konsekuensi apa yang sebenarnya menantinya. Hok Gie mendesak Tan untuk menanggalkan segala ikatan dengan PKI dan bersembunyi, tetapi Tan tidak menerima desakan tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Hok Gie dan teman-temannya menghabiskan waktu luang mereka naik gunung dan menikmati alam Indonesia yang asri dengan Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA) UI. Selain itu, mereka juga gemar menonton dan menganalisa film, menikmati kesenian-kesenian tradisional, dan menghadiri pesta-pesta. Film ini menggambarkan petualangan Soe Hok Gie mencapai tujuannya untuk menggulingkan rezim Sukarno, dan perubahan-perubahan dalam hidupnya setelah tujuan ini tercapai.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3163210194529353384-8830234276215345032?l=gie-insanmuttaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/feeds/8830234276215345032/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2007/12/resensi-film-sejarah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/8830234276215345032'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/8830234276215345032'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2007/12/resensi-film-sejarah.html' title='Resensi Film Sejarah'/><author><name>Gie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16817881199086027221</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/S_vz3MilaPI/AAAAAAAAA1U/UHT6_RI0tbY/S220/101_4480.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/R2vNY6yorFI/AAAAAAAAAP0/xfsUZJ1Li0M/s72-c/res_20057114374220215324560.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3163210194529353384.post-6831684327193746511</id><published>2007-12-13T19:42:00.002+07:00</published><updated>2010-05-25T17:24:36.888+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serba-Serbi'/><title type='text'>Gumilar Say</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;RECTOR SPEECH&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/R2Epszof67I/AAAAAAAAAPk/KQzzjnxkNoQ/s1600-h/gumilar.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5143438099184872370" style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer;" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/R2Epszof67I/AAAAAAAAAPk/KQzzjnxkNoQ/s400/gumilar.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;As one of the oldest universities in Indonesia, the University of Indonesia (UI) has pride its reputation which is established by its outstanding learning in 12 faculties, one graduate school and qualified graduates who have been very influential in the country’s history. Since its establishment in 1950, UI has continued to grow and flourish. Today UI remains a dynamic centre of excellence for research and learning, attracting more than 30.000 Indonesian and international students. Most international students come from Korea, Japan, China, ASEAN countries, Taiwan, Turkey, India, Canada, USA, Australia and other countries. As one of Indonesia’s leading universities, students are at the centre of the latest knowledge and method, taught by staff at the forefront of their disciplines.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As part of international community, UI has actively cooperated with other international universities and instititutions in the areas of teaching, research, consultations and exchange of students and staff. It also has a strong link with embassies and industry. &lt;p align="justify"&gt;This prospectus (which is also available in electronic form at http://www.ui.edu) describes the range of taught programmes offered at UI and the areas of research which we can offer supervision, admission procedures, and living in UI and Indonesia. It also provides contact details and the address of the faculty’s website if you need further information or would like to discuss your study with a member or staff.&lt;/p&gt;I hope you will find the programme you are looking for, be it degree programmes or short courses. If you would like to apply, please refer to the application procedures section which explains the application in more detail. If you need more information, please contact our International Office staff. We look forward to hearing from you. Sampai jumpa. &lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Prof.Dr. der Soz. Drs Gumilar Rusliwa Somantri&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Rector,&lt;br /&gt;University of Indonesia&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: right;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Taken from: &lt;a href="http://www.ui.edu/"&gt;http://www.ui.edu/&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3163210194529353384-6831684327193746511?l=gie-insanmuttaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/feeds/6831684327193746511/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2007/12/gumilar-say.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/6831684327193746511'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/6831684327193746511'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2007/12/gumilar-say.html' title='Gumilar Say'/><author><name>Gie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16817881199086027221</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/S_vz3MilaPI/AAAAAAAAA1U/UHT6_RI0tbY/S220/101_4480.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/R2Epszof67I/AAAAAAAAAPk/KQzzjnxkNoQ/s72-c/gumilar.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3163210194529353384.post-3681474105044289426</id><published>2007-12-13T17:26:00.003+07:00</published><updated>2008-11-13T17:07:13.504+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='About Gie'/><title type='text'>Catatan Seorang Ketua MPK</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/R2ELEzof6wI/AAAAAAAAAOQ/aUfxyS6slPY/s1600-h/P1010043.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5143404426641271554" style="FLOAT: left; MARGIN: 0pt 10px 10px 0pt; CURSOR: pointer" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/R2ELEzof6wI/AAAAAAAAAOQ/aUfxyS6slPY/s400/P1010043.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;AKHIR DARI&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt; SEBUA&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;H PEN&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;GABDIAN&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;"&lt;span id="shoutouttxt" style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; PADDING-TOP: 0px"&gt;Ak&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span id="shoutouttxt" style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; PADDING-TOP: 0px"&gt;hirnya berakhir sudah masa jabatanku da&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span id="shoutouttxt" style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; PADDING-TOP: 0px"&gt;lam dunia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span id="shoutouttxt" style="PADDING-RIGHT: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; MARGIN: 0px; PADDING-TOP: 0px"&gt; organisasi. Dunia yang telah memberikan kontribusi yang besar terhadap kepribadian dan skill diri ini.&lt;/span&gt;"&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold; FONT-STYLE: italic"&gt; Gie&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold; FONT-STYLE: italic"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;Liputan acara serah terima jabatan MPK SMA Al Muttaqin. Kamis, tanggal 7 Desember 2007 di Aula SMA Al Muttaqin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: center"&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;Pidato Gie saat sertijab MPK&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/R2EbNTof64I/AAAAAAAAAPM/1PDiURlWaF8/s1600-h/P1010044.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5143422164856204162" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: pointer; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/R2EbNTof64I/AAAAAAAAAPM/1PDiURlWaF8/s400/P1010044.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: center"&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;Penandatanganan serah terima jabatan Ketua MPK&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/R2EZxzof63I/AAAAAAAAAPE/t5rWBrpLkCc/s1600-h/P1010028.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5143420592898173810" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: pointer; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/R2EZxzof63I/AAAAAAAAAPE/t5rWBrpLkCc/s400/P1010028.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: center"&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;Serah terima jabatan dari Ketua MPK lama (Gie) ke Ketua MPK baru (Uphenk)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/R2ER_Tof60I/AAAAAAAAAOs/7KgMZntNEzk/s1600-h/P1010033.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5143412028733385538" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: pointer; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/R2ER_Tof60I/AAAAAAAAAOs/7KgMZntNEzk/s400/P1010033.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: center"&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;Pemberian cendera mata dari Kepala SMA Al Muttaqin Bapak Dedi Sugandi, S.Pd&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/R2EOXjof6yI/AAAAAAAAAOg/ij_rnpf4AkY/s1600-h/P1010055.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5143408047298702114" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: pointer; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/R2EOXjof6yI/AAAAAAAAAOg/ij_rnpf4AkY/s400/P1010055.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: center"&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;Pemberian cendera mata dari siswa diwakili oleh adik kelas Muhammad Haikal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/R2ETQTof61I/AAAAAAAAAO0/mgWhVR5h5J8/s1600-h/P1010056.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5143413420302789458" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: pointer; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/R2ETQTof61I/AAAAAAAAAO0/mgWhVR5h5J8/s400/P1010056.JPG" border="0" /&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;strong&gt;Thanks to all my friend in MPK 2006/2007&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/R2EeCDof65I/AAAAAAAAAPU/uretgkiNFRg/s1600-h/1_896236653l.jpg"&gt;&lt;/p&gt;&lt;/a&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5143425270117559186" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: pointer; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/R2EeCDof65I/AAAAAAAAAPU/uretgkiNFRg/s400/1_896236653l.jpg" border="0" /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tak terasa waktu telah mengantarkan kita pada sebuah titik akhir pengabdian. Satu kali puasa dan satu kali lebaran telah kita lewati bersama. Banyak hal yang telah kita lewati. Baik itu suka maupun duka. Setahun itu pula kita telah mengukir sejarah bagi SMA Al Muttaqin. Meskipun kita tidak mengukir sejarah yang tidak begitu besar, akan tetapi itulah perjuanagan terbaik kita bagi almamater tercinta. Banyak pengalaman yang telah kita dapatkan di sini. Semoga hal tersebut menjadi bekal bagi kita menyongsong masa depan yang lebih berat dan kompleks nantinya. Terima kasih teman, kalian memang tim yang terbaik yang pernah Gie punya. Kalian bekerja dengan penuh proporsional. Totalitas kalian dalam bekekerja layak dapatkan acungan jempol. Bangga punya anggota seperti kalian. Mohon maaf apabila ketika Gie jadi &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;leader &lt;/span&gt;kalian banyak ucapan, perbuatan yang kurang berkenan di hati. Mohon maaf yah! Perjuangan kita belum berakhir teman. Masih panjang dan berliku. Semangat dan fighting!!!&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;ALLAHU AKBAR!!!!!!!ALLAHU AKBAR!!!!&lt;/span&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3163210194529353384-3681474105044289426?l=gie-insanmuttaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/feeds/3681474105044289426/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2007/12/catatan-seorang-ketua-mpk.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/3681474105044289426'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/3681474105044289426'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2007/12/catatan-seorang-ketua-mpk.html' title='Catatan Seorang Ketua MPK'/><author><name>Gie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16817881199086027221</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/S_vz3MilaPI/AAAAAAAAA1U/UHT6_RI0tbY/S220/101_4480.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/R2ELEzof6wI/AAAAAAAAAOQ/aUfxyS6slPY/s72-c/P1010043.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3163210194529353384.post-7940756484441406997</id><published>2007-12-05T14:21:00.002+07:00</published><updated>2008-11-13T17:07:13.750+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serba-Serbi'/><title type='text'>Tahukah Anda.....?????</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;strong&gt;DO YOU KNOW?????&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;****&lt;/strong&gt;Menurut beberapa survei, &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.yahoo.com/"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;yahoo&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:130%;"&gt;adalah website yang paling sering dikunjungi diseantero Internet. &lt;/span&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/R1ZUi8R6QzI/AAAAAAAAANQ/6g9fHdXxidI/s1600-h/y.jpg"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:130%;"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5140388983963534130" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/R1ZUi8R6QzI/AAAAAAAAANQ/6g9fHdXxidI/s400/y.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:130%;"&gt;Anda mungkin sudah tahu tentang hal itu, tetapi masih ada hal yang tersisa. Tahukah anda apa arti kata “Yahoo”?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yahoo, ternyata singkatan. Menurut informasi resmi dari perusahaan tersebut, Yahoo adalah singkatan dari &lt;strong&gt;“Yet Hierarchical Officious Oracle”&lt;/strong&gt; yang berarti “Suatu tempat bertanya segala tahu yang disusun bertingkat dan hirarkis”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang susah menjelaskannya, baik dalam bahasa Indonesia ataupun b. Inggris&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;****&lt;/strong&gt;Berapa lamakah waktu yang diperlukan untuk menghitung dari 1 sampai dengan 1 triliyun (1.000.000.000.000)?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekiranya tiap 1 satuan diperlukan waktu 1 detik, maka diperlukan waktu 1 triliun detik, atau sama dengan 16,67 milyar menit, atau sama dengan 277,78 juta jam, atau sama dengan 11,5 juta hari, atau sama dengan 31.709,19 tahun (tiga puluh satu ribu tujuh ratus sembilan puluh tahun).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Jadi Anda bisa &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/R1ZVlcR6Q0I/AAAAAAAAANY/3sc62IZGaqU/s1600-h/k.bmp"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:130%;"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5140390126424834882" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/R1ZVlcR6Q0I/AAAAAAAAANY/3sc62IZGaqU/s400/k.bmp" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:130%;"&gt;membayangkan berapa lama waktu yang diperlukan untuk menghitung semua uang yang dikorupsi oleh para pejabat dan konglomerat Indonesia, yang tingkat korupsinya merupakan yang tertinggi di dunia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3163210194529353384-7940756484441406997?l=gie-insanmuttaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/feeds/7940756484441406997/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2007/12/tahukah-anda.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/7940756484441406997'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/7940756484441406997'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2007/12/tahukah-anda.html' title='Tahukah Anda.....?????'/><author><name>Gie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16817881199086027221</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/S_vz3MilaPI/AAAAAAAAA1U/UHT6_RI0tbY/S220/101_4480.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/R1ZUi8R6QzI/AAAAAAAAANQ/6g9fHdXxidI/s72-c/y.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3163210194529353384.post-614880659498859456</id><published>2007-12-02T12:05:00.001+07:00</published><updated>2008-11-13T17:07:13.926+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serba-Serbi'/><title type='text'>Berkenalan dengan Jagoan Matematika</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/R1JBP4P3hiI/AAAAAAAAANI/rIJpJZy8RQM/s1600-R/me2.gif"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5139241865835939362" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/R1JBP4P3hiI/AAAAAAAAANI/wMezFoObFDY/s400/me2.gif" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;JAGOAN MATEMATIK ASAL TASIK&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;Ketika Gie sedang browsing di internet tepatnya di google (biasa lah kalo search di internet kalo gak yahoo ya google). Gie iseng-iseng nulis nama sendiri &lt;strong&gt;Yogi Achmad Fajar&lt;/strong&gt;. Trus klik search. Muncul deh hasil pencarian. Alhamdulillah nama Gie ada juga di internet. Yah karena ada blog Gie jadi otomatis kalo di search engine ketemu. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Tapi ada nama Yogi lain yang menjadi perhatian Gie di hasil pencarian itu. Namanya persis seperti Gie hanya berbeda nama belakangnya saja, &lt;strong&gt;Yogi Ahmad Erlangga&lt;/strong&gt;. Bener kan hanya beda belakangnya saja. Kalo Gie &lt;strong&gt;Fajar&lt;/strong&gt; kalo satu lagi &lt;strong&gt;Erlangga&lt;/strong&gt;. Trus, Gie baca deh artikel tentang orang yang satu ini. Yang bikin bangga ternyata Dia tuh ahli matematika yang sudah menyelesaikan kuliah S3 di Belanda. Lebih membanggakan lagi Dia sama-sama orang Tasik (sekampung nih). Gie jadi bangga punya nama Yogi. Gie jadi termotivasi karena nama Yogi juga ada yang bisa berprestasi. Berikut tulisan Gie mengenai Yogi Ahmad Erlangga. (Yogi nyeritain Yogi. He,,,,he,,,,) &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Bicara matematika, kebanyakan dari kita memandang bahwa pelajaran yang satu ini merupakan momok khususnya bagi para pelajar. Hal ini karena matematika identik dengan soal-soal yang sulit. Akan tetapi hal itu tidak ada dalam kamus Yogi Ahmad Erlangga. Mahasiswa asal Indonesia yang telah meyelesaikan studi doktornya di Universitas Teknologi Delft, Belanda. Yogi yang lahir di Tasikmalaya 33 tahun silam ini keranjingan matematika.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Bagaimana tidak, Yogi yang telah berhasil memecahkan rumus matematika berdasarkan “Persamaan Helmholtz”. Keberhasilan Yogi memecahkan rumus Persamaan Helmholtz adalah tonggak penting bagi ilmu pengetahuan dan pengembangan teknologi. Hasil temuannya dapat diterapkan dalam sejumlah bidang. Salah satunya, bisa digunakan untuk mempercepat pencarian sumber-sumber minyak bumi.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Ia mampu memecahkan Persamaan Helmholtz yang rumit, setelah mendalaminya selama empat tahun. Dengan riset yang menghabiskan dana hampir Rp. 6 milyar itu, Ia berhasil mengembangkan metode perhitungan lebih cepat. Jika berbicara mengenai perjalanan jagoan matematik asal Tasik ini, memang bisa dibilang mulus. Diawali dengan studi S1 di Institut Teknologi Bandung (ITB). Ia dikenal brilyan sejak masih kuliah di ITB. Yogi lulus cum laude sarjana teknik penerbangan. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Ketika menempuh program master di Universitas Delft pun, Ia lulus cum laude. Sayang, saat menempuh ujian dokor, Ia tak bisa mengukir prestasi yang sama. Yogi lulus doktor matematika terapan dengan predikat sangat memuaskan. Toh, itu tidak membuatnya kecewa.&lt;br /&gt;Yang pasti, Yogi kini mendapat banyak pinangan dari perusahaan dalam dan luar negeri. Antara lain perusahaan minyak Shell International. Lembaga Aplikasi Penelitian dan Industri ITB pun memintanya untuk bekerja sama. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Sebuah perjalanan anak bangsa yang berprestasi di kancah Internasional. Yogi Ahmad Erlangga yang merupakan anak daerah, bisa mengukir prestasi yang sangat membanggakan. Yogi yang mempunyai cita-cita menjadi seorang peneliti ini, telah memberikan kontribusi yang besar terhadap dunia ilmu pengetahuan. &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3163210194529353384-614880659498859456?l=gie-insanmuttaqin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/feeds/614880659498859456/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2007/12/berkenalan-dengan-jagoan-matematika.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/614880659498859456'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3163210194529353384/posts/default/614880659498859456'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gie-insanmuttaqin.blogspot.com/2007/12/berkenalan-dengan-jagoan-matematika.html' title='Berkenalan dengan Jagoan Matematika'/><author><name>Gie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16817881199086027221</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/S_vz3MilaPI/AAAAAAAAA1U/UHT6_RI0tbY/S220/101_4480.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_YGJw5AnE0jw/R1JBP4P3hiI/AAAAAAAAANI/wMezFoObFDY/s72-c/me2.gif' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3163210194529353384.post-691152598395200245</id><published>2007-11-25T18:13:00.001+07:00</published><updated>2008-05-01T16:22:06.705+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='About Gie'/><title type='text'>LPJ MPK</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN&lt;br /&gt;MAJELIS PERMUSYAWARATAN KELAS (MPK)&lt;br /&gt;SMA AL MUTTAQIN&lt;br /&gt;MASA JIHAD 2006-2007&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;PANDANGAN UMUM&lt;br /&gt;KETUA MPK SMA AL MUTTAQIN TASIKMALAYA&lt;br /&gt;MASA JIHAD 2006-2007&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bissmilah hirahmanirrahim...&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Assalamualaikum Wr. Wb.!&lt;br /&gt;Yang terhormat Kepala SMA Al Muttaqin…&lt;br /&gt;Yang terhormat Para Wakasek SMA Al Muttaqin…&lt;br /&gt;Yang terhormat Para Guru SMA Al Muttaqin…&lt;br /&gt;Yang terhormat Mantan Presiden OSIS SMA Al Muttaqin masa jihad 2006-2007 beserta seluruh jajarannya…&lt;br /&gt;Yang terhormat perwakilan eskul SMA Al Muttaqin…&lt;br /&gt;Yang terhormat seluruh siswa dan siswi SMA Al Muttaqin…&lt;br /&gt;Yang Saya cintai pengurus MPK masa jihad 2006-2007&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillahirobbila’alamin, puji dan syukur Kita limpahkan kepada Allah SWT. Dzat yang Maha Dasyat. Allah yang tidak pernah lelah mengurus mahluknya, yang tidak pernah tidur, tidak beranak, dan tidak juga diperanakkan. Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, yang selalu memberikan kasih sayang terhadap umatnya. Jadikanlah Kami hamba yang senantiasa bersyukur Ya Allah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Shalawat serta salam tercurah limpah kepada kekasih kita semua. Sosok pemimpin yang penuh dengan keteladanan. Sosok seorang sahabat yang bersahabat. Sosok seseorang Rasul yang selalu memikirkan umatnya. Uswah Hasanah Habibana Wanabiyana Muhammad Saw. Kepada para keluarganya, sahabatnya, serta kita sebagai umatnya yang selalu dicintainya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hari demi hari, minggu demi minngu, dan bulan demi bulan. Tak terasa waktu mengantarkan kita pada suatu titik akhir dalam suatu perjalanan. Perjalananan tentang sebuah cita, harapan dan cipta dari sebuah organisasi siswa yang bernama Majelis Permusyawaratan Siswa yang akrab disebut MPK. Selama satu kali puasa serta satu kali lebaran ini banyak hal yang telah dilewati. Baik itu suka maupun duka. Hal tersebut tentunya telah memberikan kesan yang mendalam bagi setiap pengurus MPK. Dalam moment yang bersejarah ini, izinkanlah Kami menyampaikan laporan pertanggungjawaban selama satu tahun ke belakang. Hal ini merupakan suatu keniscayaan bagi Kami untuk mempertanggungjawabkan semua yang telah diperbuat di MPK SMA Al Muttaqin kepada seluruh siswa dan siswi SMA Al Muttaqin dan tentunya terhadap Sang Khaliq Allah SWT. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;GAMBARAN UMUM&lt;br /&gt;MPK SMA AL MUTTAQIN 2006-2007&lt;br /&gt;ANTARA SMA AL MUTTAQIN DAN KINERJA&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sebelumnya, alangkah baiknya kita menengok terlebih dahulu sekolah yang menaungi organisasi siswa ini yaitu SMA Al Muttaqin. SMA Al Muttaqin merupakan sebuah fenomena. Sebuah sekolah yang memiliki motto creating a culture of excellene. Program beserta sistem yang diterapkan sangat concern terhadap nilai-nilai keislaman serta mempunyai pendekatan yang mengasah anak didiknya untuk melejitkan potensi dan bakat masing-masing yang dimiliki. Tidak hanya hard skill yang dikembangkan akan tetapi soft skill yang kadang dilupakan untuk diasah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Para staf pengajar SMA Al Muttaqin sebagian besar berlatar belakang dari universitas terkemuka, seperti ITB, IPB, UNPAD, UNEJ, UIN, dan UNSIL. Serta dahulunya aktif sebagai seorang aktifis kampus ketika kuliahnya. Seperti aktifis dakwah kampus, BEM, senat mahasiswa, himpunan mahasiswa, BEM Fakultas, pers mahasiswa, dll. Tak heran jika semua itu berimbas kepada konstalasi pendidikan di SMA Al Muttaqin. Banyak ide-ide segar yang senantiasa muncul demi kemajuan sekolah. Ditunjang dengan usia guru-guru yang relatif muda membuat hubungan guru dengan siswa terasa layaknya seorang sahabat. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sebagai sekolah yang dianggap besar. SMA Al Muttaqin telah mengukir berbagai prestasi. Meskipun umurnya baru seumur jagung dan jika dianalogikan seorang anak yang masih menyusui dan sedang belajar berbicara. Akan tetapi SMA Al Muttaqin seperti bayi ajaib yang bisa berjalan bahkan berlari. Peran MPK di sini bisa dibilang sebagai salah satu perangkat dalam rangka memberikan masukan kepada pihak sekolah. Masukan tersebut bisa berupa saran, kritik, dan ide atau gagasan yang segar bagi kemajuan sekolah. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Majelis Permusyawaran Kelas atau yang akrab disebut MPK adalah sebuah organisasi siswa yang formal di SMA Al Muttaqin. Merupakan sebuah organisasi yang beranggotakan perwakilan dari setiap kelas. Mempunyai salah satu tugas sebagai wadah aspirasi seluruh siswa. Serta memonitoring kinerja OSIS masa jihad 2006-2007. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;VISI DAN MISI&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;MPK SMA Al Muttaqin masa jihad 2006-2007 dilantik pada tanggal 25 November 2006 di aula SMA Al Muttaqin. Pelantikan dilaksanakan pada saat rapat komite sekolah dan dilantik oleh Ketua Komite Sekolah yang pada saat itu dijabat oleh Bapak Dedih. Serta dihadiri oleh Kepala dan guru-guru SMA Al Muttaqin serta seluruh orang tua siswa. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Visi dari MPK itu sendiri yaitu:&lt;br /&gt;"Menjadi wadah aspirasi siswa yang profesional dan menjadi organisasi yang mampu berperan aktif memajukan SMA Al Muttaqin."&lt;br /&gt;Adapun Misi dari MPK yaitu:&lt;br /&gt;1. Menjalin kerja sama dengan seluruh siswa dan siswi SMA Al Muttaqin.&lt;br /&gt;2. Menjalin hubungan yang baik dengan pihak sekolah.&lt;br /&gt;3. Membangun kekuatan kekeluargaan yang baik dengan OSIS dan pihak sekolah.&lt;br /&gt;4. Menyuarakan aspirasi siswa SMA Al Muttaqin.&lt;br /&gt;5. Mewujudkan harmonisasi hubungan kelembagaan antar OSIS, eskul, dan pihak sekolah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;KEPENGURUASAN&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kepengurusan MPK ditentukan dengan pemilu MPK yang diikuti oleh seluruh siswa dan siswi SMA Al Muttaqin. Pengurus MPK berjumlah 9 orang dengan rincian:&lt;br /&gt;Ketua : Yogi Achmad Fajar (XII. Social)&lt;br /&gt;Wakil Ketua : Lucky Taufik Ramadhan (XI. Exact)&lt;br /&gt;Sekretaris : Alfiah Aulia (XI. Exact)&lt;br /&gt;Bendahara : Azka Annisa (XI. Exact)&lt;br /&gt;Anggota : - Hanna Mustari (XII. Social)&lt;br /&gt;- Cici Pratiwi (XI. Exact)&lt;br /&gt;- Fariz Fadhillah (XI. Social)&lt;br /&gt;- Wini Anggraeni (XI. Ecaxt)&lt;br /&gt;- Nur Isya (XI. Social)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Pijakan Pertama&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Langkah awal kinerja MPK masa jihad 2006-2007 adalah merumuskan program kerja bersama OSIS. MPK SMA Al Muttaqin bersama OSIS mengadakan rapat kerja (raker) yang dilaksanakan tanggal 26-28 Desember 2006 yang bertempat di Cianjur, Jawa Barat di rumah saudara Gilang dan di vila puncak. Di sana MPK merumuskan beberapa program dan ikut serta dalam perumusan program kerja OSIS masa jihad 2006-2007. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Program kerja MPK SMA Al Muttaqin terbilang cukup sedikit, akan tetapi tidak mengendorkan semangat dari setiap pengurus MPK untuk tetap loyal dalam menjalankan tugas. Program MPK sendiri lebih menitikberatkan terhadap menyuarakan aspirasi siswa SMA Al Muttaqin. Ditambah juga monitoring kinerja OSIS SMA Al Muttaqin. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Program kerja MPK masa jihad 2006-2007:&lt;br /&gt;1. Mengadakan rapat triwulanan bersama pihak sekolah dalam rangka menyuarakan aspirasi siswa dan evaluasi program dan sistem sekolah.&lt;br /&gt;2. Mengadakan rapat rutin kepengurusan MPK membahas konstalasi dunia pendidikan di SMA Al Muttaqin dan kinerja OSIS masa jihad 2006-2007.&lt;br /&gt;3. Mengontrol dan mengevaluasi kinerja OSIS SMA Al Muttaqin masa jihad 2006-2007.&lt;br /&gt;4. Ikut serta membantu OSIS dalam hal perwujudan program kerja OSIS seperti ASC, LAC, MOPD, LDKS dan program kerja yang lainnya yang dianggap perlu dibantu.&lt;br /&gt;5. Mengadakan sidang umum MPK.&lt;br /&gt;6. Menerima LPJ OSIS masa jihad 2006-2007.&lt;br /&gt;7. Mendemisionerkan OSIS masa jihad 2006-2007.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Realisasi&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sesuai dengan program kerja yang disebutkan di atas. Maka perlu diadakannya realisasi kinerja di lapangan. MPK mewujudkan program kerja ke dalam realisasi kinerja di lapangan dengan rincian sebagai berikut.&lt;br /&gt;1. Pada tanggal 6 Januari 2007 pengurus MPK melakukan rapat internal kali pertama dengan agenda rapat membahas soal program kerja OSIS masa jihad 2006-2007. Sesaat setelah melaksanakan rapat kerja di puncak, Jawa Barat.&lt;br /&gt;2. Pada tanggal 13 Januari 2007 diadakan rapat MPK dengan OSIS. MPK mengundang pengurus OSIS yang terdiri dari Presiden dan seluruh mentri dari setiap departement untuk membahas dan meminta penjelasan mengenai program kerja yang telah dirancang dan dibuat saat rapat kerja di puncak, Jawa Barat. Serta diadakan tanya jawab dari MPK kepada pengurus OSIS atas program yang dibuat.&lt;br /&gt;3. Menindaklanjuti dari rapat tanggal 13 Januari 2007. Maka keesokan harinya 14 Januari 2007 kembali, MPK mengundang OSIS untuk menghadiri rapat dengan agenda rapat pengesahan program kerja OSIS masa jihad 2006-2007. Serta dikeluarkannya SK. Ketua MPK Nomor: 001/SK/A/MPK/01/07 tentang Program kerja OSIS SMA Al Muttaqin masa jihad 2006-2007.&lt;br /&gt;4. 17 Januari 2007 MPK kembali mengadakan rapat internal yang dihadiri oleh seluruh pengurus MPK. Dengan agenda pembuatan strukutur MPK serta membahas pengadministrasian MPK.&lt;br /&gt;5. Persiapan untuk mengadakan rapat dengan pihak sekolah, MPK merapatkan barisan dengan mengadakan rapat persiapan. Maka pada tanggal 7 Februari 2007 MPK mengdakan rapat persiapan. Membahas apa yang akan disampaikan kepada pihak sekolah&lt;br /&gt;6. Tepatnya tanggal 17 Februari 2007. Untuk kali pertama MPK rapat bersama dengan pihak sekolah. Materi yang dibahas adalah tentang sekolah dengan tujuan menyuarakan aspirasi siswa dan mengetahui program kerja yang sedang diolah sekoalah. Rapat dihadiri oleh seluruh pengurus MPK dan dihadiri oleh Bapak Ilam Maolani, M.Pd perwakilan dari pimpinan sekolah dan Bapak Asep Solihin, S.T dari perwakilan guru. Dengan keputusan dan hasil rapat pihak sekolah menerima aspirasi dari siswa yang diwakili MPK, penyampaian program sekolah, serta saran dan kritik terhadap sekolah.&lt;br /&gt;7. Ikut serta membantu OSIS dalam kepanitiaan ASC 3 (Al Muttaqin Science Challenge) se Jawa Barat pada tanggal 13-15 Maret 2007&lt;br /&gt;8. 20 Maret 2007 rapat internal MPK persiapan rapat dengan pihak sekolah. Menetapkan tanggal pertemuan dengan pihak sekolah.&lt;br /&gt;9. Untuk kali kedua MPK berkesempatan mengadakan rapat dengan pihak sekolah yang dalam hal ini diwakili oleh Bapak Ilam Maolani, M.Pd selaku wakasek kurikulum, Bapak In in Kadarsolihin, S.S selaku wakasek kesiswaan, dan Ibu Diana Arianti, S.Pd selaku wakasek Humas dan Sarana. Dilaksanakan tanggal 19 Mei 2007. Jalannya rapat mendiskusikan masalah-masalah baru dan menanyakan realisasi dari aspirasi siswa yang disampaikan saat rapat terdahulu. Secara garis besar rapat membicarakan mengenai; kurangnya fasilitas sekolah (loker), mess, kedisiplinan, permintaan adanya guru BP, bea siswa, PSB (Penerimaan Siswa Baru) yang selektif, sistem sekolah, dll. Alhamdulillah pihak sekolah mendengarkan aspirasi dari MPK dengan memenuhi permintaan dari MPK meskipun tidak semuanya yang diinginkan dipenuhi.&lt;br /&gt;10. Membantu OSIS dalam acara sarasehan pelajar.&lt;br /&gt;11. Dalam rangka meninjau kinerja OSIS perlu diadakannya rapat peninjaun kinerja OSIS. Serta ditambah dengan pembahasan persiapan MOPD siswa baru angkatan V tahun ajaran 2007-2008. Rapat tersebut dilaksanakan pada tanggal 26 Mei 2007. Menghasilkan keputusan bahwa Ketua MOPD 2007 yaitu saudara Ilham Gemilang yang notabene adalah Menteri Dep. Litbang.&lt;br /&gt;12. Bekerjasama dengan OSIS dalam pelaksanaan MOPD 2007.&lt;br /&gt;13. Bekerjasama dengan OSIS dalam pelaksanaan LDKS 2007.&lt;br /&gt;14. Ikut serta dalam pelaksanaan kepanitiaan LAC 3.&lt;br /&gt;15. Mengadakan sidang umum MPK dalam rangka menyelenggaraakan pemilihan kepengurusan KPK (Komisi Pemilihan Kampus).&lt;br /&gt;16. Menerima LPJ OSIS masa jihad 2006-2007.&lt;br /&gt;17. Mendemisionerkan OSIS masa jihad 2006-2007.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Evaluasi Kegiatan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kinerja MPK selama kurun waktu satu tahun berdasarkan visi dan misinya serta programn kerja yang dibuat alhamdulillah telah berusaha memberikan yang terbaik dari pengurus MPK demi kemajuan SMA Al Muttaqin seperti yang dilansir di Visi MPK. Realisasi misi pun berbanding lurus dengan realisasi kegiatan dan program kerja yang mendukung terhadap misi tersebut. Hal tersebut tak luput dari dukungan OSIS, dan pihak sekolah sendiri yang bahu membahu dengan kesadaran bersama untuk maju bersama menggapai ridho Allah SWT. Patut disyukuri pula bahwa semua program yang direncanakan bisa terlaksana dan tidak ada program yang tidak terlaksana selama MPK menjalankan tugasnya. Semua terlaksana sesuai dengan planing dan ketentuan yang telah disepakati. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Kendala&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kami sadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna. Begitu pun dengan kami. Ada pula berbagai kendala yang kami hadapi dalam melaksanakan amanat ini. Seperti kurangnya aspirasi dari siswa sehingga kami mesti turun ke lapangan untuk mencari tahu aspirasi apa yang dimiliki siswa. Kemudian, aspirasi siswa yang kami sampaikan terkadang belum bisa direalisasikan. Itulah beberapa kendala yang kami alami ketika menjadi pengurus MPK. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Rekomendasi&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Berdasarkan pengalaman MPK 2006-2007 dalam mengarungi perjalanan keorganisasian. Maka kami memiliki rekomendasi untuk kepengurusan MPK yang akan datang:&lt;br /&gt;1. Bangun komunikasi internal dan komunikasi eksternal yang lebih baik.&lt;br /&gt;2. Gunakanlah konsep &lt;em&gt;thinking out of the box&lt;/em&gt; dalam setiap ide atau gagasan untuk memajukan MPK dan SMA Al Muttaqin.&lt;br /&gt;3. Bangun komunikasi yang lebih intens dengan seluruh siswa dan guru di SMA Al Muttaqin.&lt;br /&gt;4. Lebih ditingkatkan lagi semangat kekeluargaan dan persaudaraan antar sesama pengurus.&lt;br /&gt;5. Untuk pembayaran kas disarankan untuk tepat dalam hal pembayarannya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Penutup&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Alhamdulillah akhirnya kami tengah berada di ujung kepengurusan. Selanjutanya, kami sadari tak ada gading yang tak retak. Dalam kesempatan ini, MPK masa jihad 2006-2007 meminta maaf atas kekhilafan dan kesalahan.&lt;br /&gt;Terima kasih kami haturkan kepada pihak sekolah yang senantiasa mensuport, membimbing, dan menolong kami dalam setiap kesulitan&lt;br /&gt;Teima kasih teruntuk Kepala SMA AMQ, Bapak Dedi Sugandi yang telah mau menerima aspirasi dari kami.&lt;br /&gt;Terima kasih teruntuk Para Wakasek&lt;br /&gt;Terima kasih teruntuk Pembina kesiswaan Bapak In in Kadarsolihin yang telah membimbing kami dan menularkan ide-ide cerdasnya kepada kami.&lt;br /&gt;Terima kasih teruntuk semua guru di SMA Al Muttaqin.&lt;br /&gt;Terima kasih teruntuk Presiden OSIS Agus Nurul Komarudin beserta seluruh jajarannya yang menjadi partner yang solid dan proporsional.&lt;br /&gt;Terima kasih teruntuk seluruh siswa dan siswi SMA Al Muttaqin yang tlah sudi berbagi cerita dan aspirasinya.&lt;br /&gt;Terima kasih teruntuk seluruh pengurus MPK yang kami cintai dan kami banggakan.&lt;br /&gt;Dan terima kasih pula untuk semua pihak yang tidak bisa kami sebutykan satu per satu.&lt;br /&gt;Semoga dalam setahun kinerja ka
